NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Perjuangan juga butuh sabar

Pagi-pagi Leo sudah ada di rumah Bianca seperti biasa, menjemput nona manisnya alias Bianca ke kampus.

Leo melihat sepeda listrik Bianca penuh lecet seperti habis ditabrak atau mengalami kecelakaan. Leo menggedor-gedor pintu rumah Bianca, lalu Bianca keluar dengan tubuh yang penuh perban dan memar.

Bianca tersenyum kepada Leo meskipun dalam kondisi seperti ini. Leo yang kaget langsung bertanya apa yang telah terjadi, lalu mempersilakan Bianca duduk terlebih dahulu.

Bianca menceritakan kalau semalam sepulang kerja dia tidak sengaja terserempet mobil, dan mobil itu langsung kabur. Leo menghela napas dan bertanya kenapa Bianca tidak menghubunginya saat kejadian itu menimpanya. Kan Leo bisa datang untuk membantu Bianca.

Bianca menjawab karena dia tidak ingin merepotkan Leo. Dia merasa sudah terlalu sering merepotkan Leo dan jadi merasa tidak enak hati.

Leo langsung duduk berlutut di hadapan Bianca dan berkata kalau Bianca tidak pernah merepotkannya sama sekali. Dia malah senang jika bisa terus-menerus direpotkan oleh Bianca.

Tanpa sadar air mata Bianca menetes, dan Leo dengan lembut menghapus air mata itu lalu berkata:

"Aku tidak akan membiarkan air mata ini mengalir karena kesedihan, tapi boleh mengalir karena kebahagiaan."

Bianca mengucapkan terima kasih karena Leo selalu ada untuknya dan selalu membantunya.

Bianca mengajak Leo untuk segera berangkat ke kampus, tapi Leo menolak karena sekarang Bianca butuh penanganan medis di rumah sakit. Bianca menolak karena merasa dia baik-baik saja dan lukanya tidak parah.

Namun Leo langsung menggendong Bianca masuk ke dalam mobil tanpa memberi kesempatan Bianca untuk menolak lagi. Di dalam hati Bianca, dia merasa takut jika nanti dia mengecewakan Leo. Apakah Leo akan berubah sikap padanya saat itu terjadi?

Di kampus, Dinda sibuk mencari keberadaan Bianca dan Leo tapi tidak menemukannya. Dia juga sudah menelepon keduanya namun tidak ada yang mengangkat. Barra yang melihat Dinda langsung mendatanginya dan menanyakan rencana agar dia bisa bicara dengan Bianca.

Dinda menjelaskan kalau saat ini dia belum bertemu dengan Bianca jadi belum bisa membicarakan hal itu. Dinda meminta Barra untuk bersabar karena ini bukan hal yang mudah baginya, apalagi untuk meyakinkan Bianca.

Tak lama kemudian ponsel Dinda berdering. Ternyata Leo yang menelepon dan memberi kabar kalau dia dan Bianca tidak masuk kuliah karena saat ini Bianca sedang di rumah sakit. Dinda kaget mendengar kabar itu dan meminta Leo mengirimkan lokasi rumah sakitnya karena dia ingin segera ke sana menyusul mereka.

Dinda memberi tahu Barra kalau Bianca sedang dirawat di rumah sakit. Tanpa pikir panjang Barra langsung menawarkan diri untuk mengantar Dinda. Karena panik, Dinda langsung menyetujui tawaran Barra itu.

Dari kejauhan, Aza melihat Dinda yang bergegas pergi ke tempat parkir dan diikuti oleh Barra. Aza jadi merasa penasaran. Dia segera menelepon orang suruhannya dan menyuruh untuk mengikuti Dinda serta Barra, lalu harus segera melaporkan ke mana tujuan mereka.

Sesampainya di rumah sakit, Leo menunggu di luar ruangan karena Bianca sedang diperiksa dan diobati lebih dulu. Leo merasa sangat menyesal karena tidak bisa menjaga Bianca. Semua ini salahnya. Kalau saja kemarin dia yang menjemput Bianca, mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi.

Tak lama kemudian Dinda dan Barra tiba di rumah sakit. Tanpa basa-basi lagi Barra langsung memukul Leo dengan keras. Baginya, selama Bianca bersamanya dulu, Bianca tidak pernah mengalami hal buruk atau terluka sedikitpun.

Barra menganggap Leo tidak pantas dan tidak becus menjadi kekasih Bianca. Barra juga berkata kalau dulu dia pun ikut bekerja bersama Bianca semata-mata agar Bianca aman dan tidak mengalami kesulitan. Leo yang memang merasa bersalah tidak membalas pukulan Barra karena dia juga merasa sangat menyesal.

Bianca keluar dari ruangan setelah selesai diperiksa. Dia sangat kaget melihat keberadaan Barra di sana dan juga melihat wajah Leo yang memar. Bianca langsung marah dan bertanya dari mana Barra tahu kalau dia ada di sini. Bianca langsung menatap tajam ke arah Dinda dan menduga kalau Dinda yang memberitahu Barra dan membawanya ke sini.

Dinda meminta maaf atas kesalahannya karena dia panik mendengar kabar Bianca dirawat di rumah sakit. Bianca berkata dia sangat kecewa dengan Dinda karena Dinda telah mengkhianati kepercayaannya.

Bianca juga berkata kepada Barra kalau dia tidak punya hak untuk memukul Leo. Karena Barra pun tidak lebih baik dari Leo. Bianca dan Leo segera pergi meninggalkan rumah sakit itu.

Ponsel Aza berdering. Orang suruhannya menelepon dan melaporkan bahwa Dinda dan Barra pergi ke rumah sakit untuk menjenguk gadis bernama Bianca. Mata Aza terbelalak mendengar laporan itu. Dia bertanya apa lagi yang diketahui orang itu. Orang itu menjelaskan kalau di sana Barra memukul pacar perempuan itu, dan perempuan itu tampak sangat marah lalu pergi meninggalkan rumah sakit bersama pacarnya.

Aza tersenyum senang lalu mematikan sambungan teleponnya. Dia merasa sangat gembira. Semakin banyak kesalahpahaman terjadi, semakin menguntungkan rencananya.

Di dalam mobil, Bianca masih marah-marah memikirkan sikap Dinda yang tiba-tiba menjadi akrab dengan Barra. Bahkan mereka sampai berangkat bersama ke rumah sakit, pikir Bianca. Leo berusaha menenangkan hati Bianca dan menyarankan agar Bianca mau mendengarkan penjelasan dari Dinda terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Di depan rumah sakit, Dinda berkata kepada Barra kalau saat ini Bianca sedang sangat marah padanya. Mungkin akan sangat sulit baginya untuk membantu Barra. Dinda meminta Barra untuk bersabar karena sebuah perjuangan pasti membutuhkan kesabaran, bukan? Barra hanya diam dan mengangguk pasrah dengan wajah putus asa. Akhirnya Dinda dan Barra berpisah di depan rumah sakit itu.

Sesampainya di depan rumah Bianca, Leo menggendong Bianca untuk masuk ke dalam rumah. Bianca sudah mencoba menolak namun Leo tetap memaksanya. Leo membaringkan Bianca di sofa panjang, dan wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.

Bianca menatap Leo dan menyentuh pipi Leo yang lebam akibat pukulan Barra, lalu dia pun meminta maaf.

Leo tersenyum dan berkata, "Aku tidak apa-apa. Aku pantas menerimanya karena akulah penyebab kamu terluka."

Bianca langsung menutup mulut Leo dengan tangannya dan berkata, "Ini bukan salahmu dan bukan salah siapa-siapa juga. Ini hanya kecelakaan biasa."

Mereka berdua saling bertatapan, namun suasana itu buyar saat mendengar suara ponsel Bianca berdering. Ternyata Dinda yang menelepon. Bianca enggan mengangkat telepon dari Dinda karena merasa sangat kecewa dan dikhianati.

Namun Leo mengingatkan Bianca bahwa Dinda adalah sahabat baiknya. Bukankah sahabat sejati harus saling mendengarkan dan percaya satu sama lain?

Leo terus berusaha meyakinkan Bianca agar mau mendengarkan penjelasan dari Dinda.

Akhirnya Bianca mengangkat telepon itu. Dinda ingin menjelaskan segala kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka. Dinda memohon kepada Bianca untuk memberinya satu kesempatan menjelaskan semuanya. Semua yang terjadi tidak seperti apa yang dilihat oleh Bianca.

Dinda terus memohon dan akhirnya Bianca menyetujuinya. Bianca menyuruh Dinda datang ke rumahnya karena mereka tidak bisa bertemu di tempat umum. Dengan hati gembira, Dinda segera meluncur ke rumah Bianca.

Di rumah Bianca, Leo meminta izin untuk pamit pulang karena mungkin Bianca dan Dinda butuh waktu dan ruang khusus untuk berbicara berdua. Bianca menatap dalam-dalam ke arah Leo dan mengucapkan terima kasih karena Leo selalu mengerti keadaannya dan selalu bersikap baik padanya.

Leo tersenyum dan berkata, "Semua ini kulakukan demi nona manisku." Bianca dan Leo tertawa lepas seolah tidak ada beban sedikitpun di pikiran mereka. Akhirnya Leo pun pulang.

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!