NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Sudah 5 tahun sejak pernikahanku dengan Raymond. Di depan keluarga dan teman, kami adalah pasangan yang harmonis. Tapi ketika di dalam rumah kecilku, aku merasa hampa. Ini terasa seperti aku bermain sandiwara selama 5 tahun lebih. Aku pun tidak tahu apa yang salah dengan diriku sendiri kenapa aku masih memaksa diriku untuk bersamanya. Tapi satu hal yang pasti, suamiku mencintai statusnya sebagai suami bukan mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Llyn tidak peduli dengan rumor itu, toh sekarang dirinya sudah sadar sepenuhnya. Ia mengambil dua dokumen diantara tumpukan dokumen yang baru saja ditandatangani.

Ia menyerahkan sebuah dokumen ke bagian personalia "ini bu."

"baiklah, prosedurnya harusnya satu bulan tapi karena sudah ada izin dari pak Ray jadi bisa dipersingkat jadi satu minggu," Ucap seorang wanita paruh baya sambil membuka dokumen yang diserahkan oleh Llyn.

Sebuah surat ajuan resign yang sudah ditandatangani oleh direktur utama perusahaan. Bahkan jika ada yang menolak, itu tidak akan berguna.

"terimakasih."

Llyn tersenyum lalu keluar ruangan dengan wajah cerah. Langkah pertamanya untuk bebas sudah ia ambil. Selanjutnya adalah mengirim surat perceraian ke catatan sipil untuk diproses.

Ia memandang satu dokumen lagi yang masih ia pegang. Memiliki suami yang bias terhadap karyawan, ternyata ada untungnya juga. Ray memiliki kebiasaan seperti itu sejak dulu. Sangat percaya pada siapapun yang berada di dekatnya.

Llyn bersyukur karena kebiasaan Ray itu telah membantu urusannya jadi lebih mudah.

Setelah dokumen tersebut diantar, Llyn menghela nafas lega. Satu bebannya lagi telah terangkat. Kini tinggal menagih hutang calon mantan suaminya beserta bunga.

Llyn memakai kacamata hitam dan mengeluarkan mobil edisi terbatas miliknya yang sudah berdebu di garasi vila pribadinya. Dengan wajah segar dan senyum mengembang ia berencana mulai menikmati hidupnya lagi.

Setelah sampai di kantor, hampir semua mata karyawan tertuju kepadanya. Penampilannya terlihat lebih modis dari biasanya. Ray juga ikut sedikit terkejut melihat perubahan istrinya itu.

"kenapa kamu memakai baju seperti ini?"

Ray tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya. Ia pun keluar dari ruangan dan sedikit menggebrak meja kerja milik Llyn.

"apa yang salah? pakaianku masih sopan, banyak karyawan dengan style yang sama."

"tapi kamu itu nyonya William, kamu harus menjaga cara kamu berpakaian," tuntut Ray dengan nada sedikit ditekan dan pelan. Ia khawatir jika dia sekertarisnya mendengar dan menjatuhkan nama baik keluarganya.

"aku tanya apa yang salah? salahnya dimana? pakaianku terbuka? tidak sopan? atau bagaimana?" Llyn balik menyerang dengan rentetan pertanyaan.

"jangan bisanya cuma nuntut tapi nggak mau bilang mau kamu apa. oh iya mulai hari ini, aku akan pakai apa yang aku suka, makan apa yang aku suka, pergi ke tempat yang aku suka. Nggak ada hak kamu untuk ngelarang aku."

Setelah mengatakan itu, Llyn langsung pergi dari mejanya. Ia perlu menenangkan diri dari pria itu. Sebelumnya ia kira dirinya bisa tenang jika ada konfrontasi langsung dengan Ray, tapi ternyata emosinya hampir tidak bisa dibendung.

Tiriring~

Llyn melihat ponselnya lalu mengangkat panggilan masuk dari sang ayah.

"halo nak, bagaimana di sana?"

"halo pa, baik-baik saja. Tinggal menunggu surat pengajuannya di proses. Seminggu lagi aku pergi."

Ray yang memang menyusul Llyn semakin curiga dengan sikap wanita itu. "pergi ke mana?" tanyanya spontan ketika mendengar dia mau pergi.

"eh pak Ray, saya harus dinas lusa," kilahnya. Bukan bohong karena lusa ia memang harus pergi ke luar kota untuk meeting terkait salah satu proyek perusahaan.

"oh begitu, untuk baju selama masih sopan kamu bebas memakainya. Aku memberimu kelonggaran untuk masalah ini, jadi jangan ribut terus."

Ray langsung pergi setelah mengucapkan kalimat itu meninggalkan Llyn yang masih terdiam mencerna kalimat aneh masuk ke telinganya.

"pa, papa dengar itu? aku merasa IQ ku turun 1 setiap kali dia berbicara."

Telfon masih terhubung dan disambut gelak tawa dari seberang sana.

"rasakan itu, siapa suruh dulu kamu membangkang."

"ih papa kan sudah sepakat jangan diungkit."

"iya iya papa minta maaf, kalau kamu mau kembali lebih cepat langsung hubungi papa saja, sisanya biar papa yang urus."

"nggak usah pa, tinggal seminggu lagi aja."

1
Fatmah Ajahra
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒂𝒎𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒔𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒗𝒆 𝒐𝒏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!