Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.
Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.
Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?
Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Dengan perasaan yang cukup kesal, Della keluar dari dalam kelas pergi ke ruang BK.
"Anak-anak, ibuk harap kalian tidak melakukan apa yang di lakukan Della, ini bisa membahayakan nyawa Cery, mengunci teman di dalam toilet dan sekarang Cery sedang sakit dan tidak bisa masuk sekolah, hentikan kelakuan buruk kalian itu," jelas wali kelas Cery.
Mereka kemudian melanjutkan pelajaran, meskipun beberapa siswa dan siswi bergumam membicarakan Della yang ternyata begitu tega melakukan hal tersebut sampai membuat Cery sakit.
Mereka juga selalu mengejek Cery, namun tidak pernah berharap kalau bisa menyakiti Cery berlebihan seperti itu.
"Siapa sih yang laporin gue ke guru BK? Ngeselin banget!" Della terlihat sangat marah, ia berjalan dengan hati panas masuk ke dalam ruang guru BK.
"Ada apa ya buk manggil saya? Ada kepentingan apa?" ujar Della dengan tidak sopan.
"Duduk kamu," ujar sang guru BK dengan wajah datar nya.
Della pun duduk dengan enggan berhadapan dengan guru BK. Ini pertama kali nya dia masuk ke ruangan tersebut.
"Apa yang kamu lakukan dengan Cery itu sudah sangat Keterlaluan, selama ini tidak ada yang melaporkan kamu karena mereka takut, namun hari ini ibuk pastikan akan kamu dapatkan hukuman atas kejahatan mu ini," ujar guru BK tersebut yang kini mengambil tindakan tegas kepada Della.
"Tapi buk, saya gak bersalah dia duluan yang ..." Della masih saja bersikeras tidak mau mengakui kesalahannya.
"Cukup Della! Sekarang juga kamu pergi ke toilet dan bersihkan toilet perempuan hari ini, dan ingat jangan coba-coba kabur dan meminta teman-temanmu untuk melakukan pekerjaan mu!" Guru BK berdiri dari duduknya dan meminta Della untuk segera mencuci toilet sebagai hukuman.
Della terbelalak mendengar ucapan guru BK, jangan kan di sekolah, di rumah aja dia tidak pernah melakukan hal yang menjijikkan itu bagi nya itu adalah hal paling kotor membersihkan toilet.
Apalagi toilet sekolah yang di pakai banyak orang.
"Gak buk, saya gak mau!" bantah Della.
"Sekarang!" ujar guru BK menujuk pintu keluar, meminta Della segera pergi dari ruang BK.
Mau tidak mau Della pun keluar dari sana, ia tidak menyangka akan ada orang yang melaporkan dirinya kepada guru BK kali ini, jika saja ia tau siapa orang nya ia berjanji akan membuat perhitungan untuk Cery atau orang tersebut.
Della tidak akan pernah kapok namun malah semakin menjadi-jadi.
Ia pergi ke toilet saat semua orang sedang belajar, dengan terpaksa ia harus melakukan apa yang di suruh oleh guru BK, meskipun rasanya ia ingin sekali berteriak untuk melampiaskan semua amarah nya.
Satu jam pun segera berlalu, kini seluruh siswa dan siswi telah menikmati waktu istirahat mereka, sebagian ada yang pergi ke kantin, ke taman sekolah dan ke toilet.
Namun Della dengan keringat bercucuran dan juga mengunakan masker serta sarung tangan masih sibuk membersihkan toilet sekolah.
Tidak ada satu pun dari teman-teman yang mau membantu, jangan kan membantu toilet perempuan tidak di kunjungi selama ada Della di dalam nya, itu semua perintah dari guru BK.
"Raja Lo gila ya?!" saat sedang makan di kantin, tiba-tiba Linus menghampiri Raja dan mengubarak meja hingga membuat minuman Raja tumpah.
Raja yang melihat tingkah kasar sahabat nya segera berdiri namun tetap terlihat tenang.
"Ada apa?" Raja menatap wajah Linus yang merah, mungkin ia sudah tau kalau saat ini Della sedang menjalani hukumannya.
Seluruh teman-teman yang ada di kantin kini terfokuskan kepada mereka. Dua orang yang tidak pernah ada sengketa kini tiba-tiba terlihat sedang adu mulut adu tatapan tajam.
"Lo kan yang laporin Della ke guru BK? Maksud Lo apa? Gue gak nyangka cuma gara-gara si culun Lo tega sama Della, Lo tau kan dia sepupu sahabat Lo? Apa ini yang di maksud dengan sahabat? Gue kecewa sama Lo!" Linus menatap Raja dengan tatapan tidak percaya, dia tidak menyangka Raja akan melaporkan Della ke guru BK dan membuat Della saat ini menderita di toilet sekolah.
"Gue memang sahabat Lo, tapi bukan berarti gue selalu ngedukung kejahatan yang di buat sepupu Lo, semoga hati dan mata Lo cepat di buka buat ngelihat hal mana yang benar dan yang mana yang salah," setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Raja berlalu pergi.
Semua orang salut dengan jawaban Raja barusan, mereka juga merasa tertampar setelah mendengar ucapan Raja. Apalagi hari ini mereka tidak melihat orang yang biasanya mereka cemooh masuk sekolah karena sedang sakit.
Sementara Linus yang masih tidak bisa mencerna perkataan nasehat dari Raja malah menganggap Raja sengaja ingin mencari masalah dengan nya dan berfikir kalau Raja sudah tidak mau bersahabat dengan nya lagi.
"Arghh!" geram Linus sambil mengepalkan tangannya ia berjalan pergi dari kantin.
Beberapa hari pun akhirnya berlalu, suasana sekolah sudah kembali normal seperti biasa nya, tidak ada lagi yang membahas gosip tentang Cery dan bagaimana Della di hukum.
Hari ini juga Cery kembali masuk ke sekolah setelah libur sakit selama tiga hari.
Perasaan nya mulai kembali berkecamuk setelah masuk ke dalam kelas, ia bahkan tidak mau menatap orang di koridor sekolah dan berjalan sambil menundukkan kepala.
Cery meletakkan tas nya di atas meja lalu duduk dan kemudian memilih untuk belajar, sudah beberapa hari dia tidak sekolah banyak pelajaran yang telah tertinggal.
Tak terasa jam pelajaran pertama pun telah berlalu, selama mengikuti pelajaran untuk yang pertama kalinya Cery tidak melihat Della masuk kelas, entah kenapa dia tidak sekolah.
"Cery, Lo kenapa? Kok terus-terusan lihat bangkunya Della, ada apa?" tanya salah satu teman sekelas nya yang sedari tadi memperhatikan Cery.
Untuk yang pertama kali bagi Cery, ada salah satu teman kelasnya mau mengajaknya bicara, tiga hari tidak sekolah dia jadi penasaran dengan apa yang terjadi.
"E-engak, kalau boleh tau, Del-Della kemana? Tu-tumben dia gak masuk," ujar Cery sambil membenarkan posisi kacamata nya.
Itu lah yang di lakukan Cery saat ia sedang gugup.
"Oh Della, gak tau juga sih, tapi Lo harus tau sesuatu deh," teman sekelas Cery mulai menceritakan kejadian tiga hari yang lalu.
Mulai dari Della yang di laporkan Raja ke guru BK, mendapatkan hukuman membersihkan toilet sekolah dan hal-hal lain yang terjadi.
Lagi-lagi Cery kaget setelah mendengar nya, dia tidak menyangka kalau ternyata Raja segitu peduli kepada dirinya, sampai-sampai berani melaporkan Della ke guru BK.
"Makasih ya infonya, ak-aku keluar dulu," Cery yang telah mendengar cerita teman sekelas nya itu segera pergi dari kelas.
Ia ingin menemui Raja, awalnya memang sudah ada niat di hatinya kalau sudah kembali sekolah ia ingin bertemu Raja untuk berterima kasih atas pertolongan Raja kemarin, tapi mungkin ini lebih dari pembahasan terima kasih.
Sesampainya di kelas Raja, ia tidak melihat ada Raja di dalam kelas tersebut, yang ada hanya Linus dan beberapa teman nya.
Linus yang melihat Cery entah kenapa semakin membencinya, ia merasa semua hal yang terjadi di sebabkan oleh Cery, mulai dari kerenggangan hubungan nya dengan Raja, Della mogok sekolah karena masih mual akan bau toilet yang membuat nya trauma, dan hal-hal lain yang terjadi belakangan ini.
Linus berdiri dari duduknya dan kemudian menghampiri Cery, saat ini Cery hendak bertanya di mana Raja, namun ia seperti tersihir tidak bisa bicara karena takut kepada Linus.
"Masih punya muka ya ternyata datang ke kelas gue? Lo mau apa lagi sama gue?" ujar Linus.
Di belakang Linus terlihat teman-teman nya yang menatap Cery dengan tatapan dingin. Mungkin karena ucapan Linus mereka juga mengira kalau retak nya hubungan Linus dan Raja karena Cery, di tambah lagi akhir-akhir ini Raja tidak mau latihan basket dengan begitu banyak alasan.
"Bu-bukan kak, aku ke sini cari kak Raja," dengan mengumpulkan segenap keberaniannya Cery pun angkat bicara meksipun tidak berani menatap Linus.
"Ohh, jadi sekarang target Lo udah bukan gue lagi? Sekarang Lo ngincar Raja ya? Karena dia baik sama Lo? Atau karena Lo gak bisa mempengaruhi gue kayak Lo mempengaruhi Raja?" lagi-lagi Linus mulai mengucapkan perkataan yang membuat Cery semakin takut.
Cery benar-benar tidak tau harus menjawab apa lagi saat ini, dirinya kebingungan dan juga takut, sampai-sampai tangan dan kaki nya gemetar ketika Linus mencengkram kedua pundak nya. Sungguh Linus terlihat mengerikan.
"Keluar Lo!" ucap Linus yang kemudian mendorong Cery sekuat tenaga nya.
Cery yang tidak bisa menjaga keseimbangan hampir terjatuh di depan kelas Linus.
Namun seseorang lebih dulu menangkap tubuh mungil itu dari belakang.
"Awhh," leguh Cery.
"Lo gak apa-apa?" ujar Raja sambil melihat wajah Cery dan kemudian menatap tajam Linus.
"E-engak kak makasih ya," ujar Cery yang kemudian berpindah posisi ke samping Raja.
"Linus Lo apa-apaan sih? Ngapain sekasar itu? Gue baru tau kalau seorang Linus bisa main tangan sama perempuan," uajar Raja yang kemudian memegang pergelangan tangan Cery.
Mereka pun berjalan pergi dari kelas Linus.
Sementara itu Linus yang melihat Raja begitu peduli kepada Cery menjadi semakin marah, ia mengira kalau Raja sudah di pengaruhi oleh Cery sampai jadi seperti ini.
"Oke kalau Lo milih dia, di kasih yang cantik kayak Della malah di sia-siain, mau nya yang jelek, dasar bloon," Linus kesal dan kembali duduk di bangkunya, ia sangat kecewa karena Raja lebih peduli terhadap Cery di bandingkan dengan Della sepupunya.
Sementara itu di taman sekolah.
"Ngapain ke sini kak?" tanya Cery kepada Raja yang sedari tadi menarik tangan nya hingga mereka tiba di taman belakang sekolah.
"Lah, Lo tadi kelas nyari gue kan? Mau ngomong apa? Ngomong nya di sini aja," ujar Raja sambil menyilang kan tangan nya ke bawah dada.
"Emm, sebenernya aku cuma mau bilang makasih sama kak Raja, karena udah nolongin sampe nganterin aku juga kemarin, tapi aku punya satu pertanyaan buat kakak," tutur Cery sambil menundukkan kepalanya.
"Kalau ngomong itu tatap orang nya, emang Lo ngomong sama tanah? Gue di depan Lo bukan di tanah," ujar Raja sambil memegang dagu Cery pelan membuat gadis itu mendongak menatap nya.
Cery adalah seseorang yang cukup tidak bisa berkomunikasi dengan seseorang, apalagi dia laki-laki, itu akan membuat nya gugup dengan cara menunduk kepala dan tidak menatap lawan bicaranya,maka Cery bisa berbicara dengan lancar.
Bersambung ....