NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

beb 8

Masih di gudang tekstil...

Setelah perdebatan mereda, Ardiansyah kembali ke mobilnya. Namun, sebelum pergi, ia sempat melihat Ratu sedang mencuci tangannya di keran lapangan dengan gaya yang sangat santai, persis seperti gaya gadis yang ia lihat makan nasi goreng semalam.

Ardiansyah bergumam dalam hati "Gaya bicaranya yang bar-bar tapi tetap tahu batasan kesantunan... cara dia membetulkan hijabnya... itu bukan Asisten Vanessa. Itu Ratu. Kenapa dia harus menyamar?"

Ardiansyah meraih ponselnya, hendak menghubungi tim IT-nya, namun ia teringat sesuatu. Ia harus memancing Ratu dengan caranya sendiri.

Ardiansyah berteriak dari dalam mobil "Hei, Asisten! Besok pagi saya mau tinjauan ke pabrik kain di Tangerang. Pastikan Anda ikut, jangan kirim sekretaris Anda yang membosankan itu!"

Ratu berteriak balik sambil mengeringkan tangannya "Bayar dulu lembur saya, Pak CEO yang pelit!"

" Tenang saja, aku akan memberikan mu uang tip 1 jam 10 RB" Sahut Ardiansyah berteriak membuat Ratu kesal...

"Dasar pelitt ...." teriak Ratu membuat para karyawan melihat ke arahnya dengan senyum-senyum.

Ardiansyah hanya tertawa tipis sambil melajukan mobilnya. Pertemuan besok akan menjadi jebakan yang manis untuk membongkar siapa sebenarnya asisten ajaib ini.

Suasana hatinya terasa hangat setelah berdebat dengan Ratu, Ardiansyah masih membayangkan wajah bar-bar Ratu yang tertutup kacamata serta masker medis yang masih selalu di pakainya.

Adriansyah melajukan mobil sportnya kembali ke perusahaan karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.

___

Begitu langkah kakinya melewati pintu kaca ruang kerja, Ardiansyah disambut oleh Nisya yang sudah berdiri mematung di samping meja sekretaris. Wajah Nisya pucat, jemarinya bertautan erat, menunjukkan kegelisahan yang luar biasa.

"Kak Ardi... boleh saya bicara sebentar?" suara Nisya nyaris berbisik.

Ardiansyah menghentikan langkahnya, menatap Nisya datar namun memberikan ruang. "Masuklah."

Di dalam ruangan yang kedap suara itu, Nisya tertunduk dalam. Ia mengeluarkan napas berat sebelum akhirnya mulai bercerita.

"Kak... soal cek 50 juta semalam. Saya benar-benar minta maaf. Ayah... Ayah salah sangka. Beliau kira itu hanya uang sedikit karena amplopnya tipis. Ayah memberikannya kepada Pak RT untuk kas mushala tanpa membukanya lebih dulu, kata ayah biar untuk acara syukuran, menjadi tanggung jawab Ayah."

Ardiansyah tertegun. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik, matanya menyipit menatap Nisya. "Maksudmu, ayahmu memberikan cek 50 juta itu secara cuma-cuma kepada pengurus mushala?"

Nisya mengangguk pelan, air matanya mulai menggenang "Iya, Kak. Ayah merasa sangat bersalah sekarang, tapi beliau bilang kalau sudah diniatkan sedekah, haram hukumnya untuk diminta kembali. Ayah bilang mungkin itu sudah jalannNya untuk membantu mushala di komplek kami., Ayah juga tidak ingin memintanya kembali karena tidak enak"

Mendengar itu, pertahanan Ardiansyah yang dingin sedikit goyah. Ia yang terbiasa hidup di dunia bisnis yang penuh perhitungan, merasa asing dengan konsep keikhlasan yang begitu ekstrem dari calon mertuanya.

"Lima puluh juta bukan jumlah yang kecil bagi keluarga di komplek itu, Nisya. Ayahmu benar-benar tidak ingin memintanya kembali?"

"Ayah malu, Ia juga tidak mau merusak niat baiknya, Kak.... Sekali lagi, saya mohon maaf kalau pemberian Kak Ardi jadi tidak tepat sasaran, Ini juga salah saya sendiri, semalam tidak mengatakan kepada Ayah kalau di dalam amplop itu adalah cek yang berisi 50 juta."

Ardiansyah tidak langsung menjawab. Ia meraih telepon di mejanya dan menghubungi bagian keuangan.

"Cek nomor seri 091** atas nama saya, tolong lacak apakah sudah dicairkan... Ya, saya tunggu."

Hanya butuh dua menit sampai stafnya memberikan jawaban. Benar saja, cek tersebut sudah cairkan atas nama Bendahara Musala Al-Ikhlas. Tidak ada tanda-tanda pencairan pribadi ke rekening Pramuji.

Ardiansyah menutup teleponnya. Ada rasa hangat yang aneh di dadanya. Ia merasa kagum, atau mungkin lebih tepatnya, merasa kecil di hadapan sosok Pramuji yang ia anggap begitu suci dan tidak rakus harta. Padahal kehidupannya sangat sederhana.

"Nisya, sampaikan pada ayahmu... saya sangat menghormati prinsip beliau. Tidak banyak orang yang punya keberanian untuk melepaskan rezeki sebesar itu demi mushala."

Ardiansyah menarik laci mejanya, mengambil buku cek baru, dan menuliskan sesuatu dengan cepat. Ia merobek selembar kertas itu dan menyodorkannya kepada Nisya.

"Ini cek baru. Jumlahnya sama. Katakan pada ayahmu, ini bukan untuk musala. Ini untuk acara syukuran di rumah kalian. Kali ini, pastikan Ayah membacanya lebih dulu sebelum bertindak."

Nisya menggelengkan kepalanya pelan, matanya berkaca-kaca menatap cek di tangan Ardiansyah. Ada gejolak hebat di dadanya, rasa bersalah yang nyaris tak tertahankan.

"Tidak, ksk... Tolong simpan saja. Ayah bilang, biarlah itu menjadi urusan Ayah dengan sang pemilik dunia . Beliau tidak ingin mengganti sedekah yang sudah keluar dengan uang baru," ucap Nisya dengan suara bergetar, mencoba menolak dengan sehalus mungkin sesuai pesan moral semu yang ditanamkan ayahnya.

Ardiansyah tertegun sejenak. Penolakan Nisya justru membuat harga diri dan kekagumannya pada keluarga itu semakin melambung. Baginya, di dunia yang penuh orang serakah, keluarga Pramuji adalah oase kejujuran.

"Nisya, dengar saya," Ardiansyah berdiri, suaranya berat dan penuh penekanan, khas seorang pemimpin yang tidak terbiasa dibantah. "Sedekah Ayah adalah urusan beliau. Tapi cek ini adalah tanggung jawab saya sebagai calon menantu untuk kelancaran acara di rumah kalian. Saya tidak ingin kalian kekurangan apa pun hanya karena sebuah kekhilafan. Ambil ini, atau saya sendiri yang akan datang ke rumah untuk menyerahkannya pada Ayahmu." ancam Ardiansyah membuat Nisya langsung menggeleng..." Tidak usah kak".

Mendengar ancaman Ardiansyah yang ingin datang langsung ke rumah. Ia membayangkan betapa senang tapi juga berbahayanya jika ayahnya bertemu Ardiansyah dalam kondisi emosional seperti ini. Takut rahasia ayahnya terbongkar jika Ardiansyah terlalu banyak bertanya di rumah, Nisya akhirnya mengulurkan tangan yang gemetar.

"Baik, Kak... saya terima. Tapi tolong, jangan beri kami apa-apa lagi sampai hari pernikahan nanti. Saya... saya merasa sangat tidak enak hati," ucap Nisya sambil menerima cek itu dengan ragu.

Ardiansyah mengangguk puas, kembali ke kursi CEO-nya tanpa menyadari bahwa di balik pintu, Ratu yang sedang mengantar dokumen tambahan lewat sekretaris sempat mendengar percakapan itu. Ratu tersenyum sinis di balik maskernya.

"Cerdas sekali caramu bermain, Pak Pramuji. Membuat Ardiansyah merasa berhutang budi pada kesucian kalian. Kita lihat, berapa lama cek itu akan bertahan di tangan ayahmu sebelum berubah jadi barang mewah lainnya," gumam Ratu dalam hati.

Ratu mengetuk pintunya dengan pelan," Permisi...."

Nisya dan Ardiansyah menoleh saat pintu di ketik dari luar....

" Siapa....!" tanya Ardiansyah tanpa menoleh.

"" Saya sekretaris nona Vanessa, Ada dokumen yang perlu di tanda tangani kembali sebelum keperian besok" ucap Rati dengan sopan.

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!