NovelToon NovelToon
Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Pendamping Sakti / Cinta Beda Dunia / Cinta pada Pandangan Pertama / Fantasi Wanita
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Turun dari langit bukan untuk jadi Dewi, tapi untuk jadi istrimu!"
​Demi kabur dari perjodohan Dewa Matahari, Alurra—bidadari cantik yang sedikit "gesrek"—nekat terjun ke bumi. Bukannya mendarat di istana, ia malah menemukan Nael Gianluca Ryker, pewaris tunggal yang sekarat dan kehilangan suaranya akibat trauma masa lalu.
​Bagi Alurra, Nael adalah mangsa sempurna. Tampan, kaya, dan yang paling penting: tidak bisa protes saat dipaksa jadi pangerannya!
​Nael yang dingin dan bisu mendadak pusing tujuh keliling. Bagaimana bisa bidadari penyelamatnya justru lebih agresif dari pembunuh bayaran? Ditolak malah makin menempel, diusir malah makin cinta.
​Dapatkah sihir bidadari bar-bar ini menyembuhkan luka bisu di hati Nael? Atau justru Nael yang akan menyerah pada "teror" cinta dari langit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: AMARAH SANG PENYELAMAT BISU

Malam di Mansion Ryker seharusnya kembali tenang setelah kegaduhan wartawan tadi pagi. Namun, udara di sekitar air terjun kristal itu terasa bergetar, seolah-olah alam sendiri sedang menahan napas.

Alurra tertidur pulas di sofa balkon, kelelahan setelah menguras sihir manipulasinya. Nael duduk di sampingnya, memandangi wajah bidadarinya yang tampak begitu rapuh saat terlelap. Tangan Nael bergerak perlahan, hanya berani mengusap ujung rambut emas Alurra tanpa menyentuhnya, takut bidadari itu akan menguap menjadi cahaya jika ia terlalu kasar.

Tiba-tiba, mata Nael menangkap bayangan di balik semak-semak taman bawah. Jantungnya mencelos.

Di bawah sana, Jayden berdiri dengan wajah yang tak lagi terlihat seperti manusia—matanya merah karena dendam, dan di sampingnya berdiri Ki Gendeng yang memegang sebuah keris hitam yang mengeluarkan asap pekat berbau busuk.

"Ki... sekarang!" bisik Jayden, suaranya terdengar sampai ke balkon karena keheningan malam. "Tangkap dia selagi cahayanya redup! Aku ingin melihatnya membusuk di dalam sangkar besi!"

Nael melompat berdiri. Ia ingin berteriak, tapi kerongkongannya tetap terasa seperti disemen beton. Ia segera meraih ponselnya, namun tangannya bergetar hebat hingga ponsel itu jatuh ke lantai balkon.

Prak!

Ki Gendeng mulai merapalkan mantra. Dari ujung keris hitam itu, melesat jaring-jaring energi gelap yang merambat di udara, menuju tepat ke arah Alurra yang masih terlelap.

Nael tidak punya waktu. Ia tidak bisa mengetik. Ia tidak bisa memberi isyarat. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah menjadi tameng. Nael menerjang, mendekap tubuh Alurra erat-erat, membelakangi jaring hitam yang sebentar lagi akan menghantam punggungnya.

Jangan... jangan dia... kumohon, ambil aku saja! teriak Nael dalam batinnya yang tersiksa.

Ketakutan akan kehilangan Alurra menghancurkan tembok trauma yang sudah lima tahun mengunci pita suaranya. Rasa perih yang amat sangat menjalar dari dada ke tenggorokannya, seolah ada pedang yang memaksa keluar.

"JAYDENNN!!! BERHENTIII!!!"

Suara itu meledak. Berat, parau, dan sangat dalam, menggetarkan seluruh balkon hingga pot-pot bunga pecah.

Alurra tersentak bangun, matanya membelalak kaget. Ia tidak melihat jaring hitam yang mendadak hancur menjadi debu karena getaran suara Nael, ia hanya melihat wajah Nael yang memerah karena amarah yang luar biasa.

"Nael...?" bisik Alurra, suaranya bergetar. "Kau... kau baru saja..."

Nael sendiri terpaku. Ia memegang lehernya, merasakan getaran yang masih tersisa di sana. Air mata mengalir di pipinya, bukan karena sedih, tapi karena rasa sakit yang luar biasa saat suaranya pertama kali pecah.

Di bawah sana, Jayden dan Ki Gendeng mematung seperti patung garam.

"K-kau... kau bisa bicara?" suara Jayden mencicit ketakutan. "Lima tahun kau diam... kau menipuku, Nael?!"

Nael melangkah ke tepi balkon, ia mencengkeram pagar besi hingga jarinya memutih. Matanya menatap Jayden dengan sorot mata yang bisa membunuh.

"Pergi dari sini," suara Nael keluar lagi, kali ini lebih rendah dan sangat mengancam. "Pergi... sebelum aku benar-benar menghancurkan hidupmu, Jayden."

"Ayo lari, Tuan!" Ki Gendeng menarik baju Jayden. "Pria ini... dia bukan lagi manusia biasa yang lemah! Auranya sudah menyatu dengan aura bidadari itu! Kita tidak akan menang!"

Jayden lari terbirit-birit menembus kegelapan, meninggalkan Mansion Ryker dalam ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Di atas balkon, keheningan kembali jatuh. Nael berbalik, kakinya lemas hingga ia jatuh terduduk di depan Alurra.

Alurra segera berlutut, ia memegang wajah Nael dengan kedua tangannya yang hangat. "Nael... katakan lagi. Tolong, katakan sesuatu lagi untukku."

Nael menatap mata ungu Alurra yang kini berkaca-kaca. Ia meraih tangan Alurra, mencium telapak tangannya dengan lembut, lalu berbisik dengan suara yang masih sangat kaku:

"Jangan... jangan tinggalkan aku, Alurra."

Alurra langsung menghambur ke pelukan Nael, menangis sesenggukan di bahu pria itu. "Bodoh! Bagaimana aku bisa meninggalkanmu kalau suaramu saja seindah ini? Kau pangeranku... kau benar-benar suaraku sekarang."

Nael memejamkan mata, mendekap Alurra erat-erat. Ia menyadari bahwa selama ini suaranya tidak hilang—ia hanya menyimpannya untuk sebuah alasan yang sangat berharga. Dan malam ini, alasan itu sedang menangis bahagia di pelukannya.

...****************...

1
Dwi Winarni Wina
ada aja gak suka sama alurra, dan cari masalah sama alurra...
Dwi Winarni Wina
Nael demi alurra rela menjadi biksu lagi...
Dwi Winarni Wina
Akhirnya nael bisa bicara lagi...
Dwi Winarni Wina
Akhirnya telah berusaha mencari berhasil menemukan perak itu...
Dwi Winarni Wina
bicaranya syurga lagi patah hati😀
Dwi Winarni Wina
Bidadarinya masih lemes tenaganya belum pulih🤣🤭
Dwi Winarni Wina
kasian nael kembali kesetelan awal gak bisa bicara🤭
Dwi Winarni Wina
kasian nael ditinggal sama bidadari surganya...
Dwi Winarni Wina
Akhirnya nael menemukan alurra...
Dwi Winarni Wina
Jayden gak ada kapok2nya cari masalah...
Dwi Winarni Wina
bagus nael lawan rasa traumamu
Dwi Winarni Wina
nael jadi ketakutan sama mantan sopir orgtuanya dulu...
Dwi Winarni Wina
akhirnya nael berbicara alurra sangat happpy sekali...
Dwi Winarni Wina
alurra pintar sekali mengalihkan perhatian mereka😀
Dwi Winarni Wina
Akhirnya setelah mandi kekuatan alurra kembali...
Dwi Winarni Wina
syukurlah bidadari bar-bar sudah sadar...
Dwi Winarni Wina
cari mati aja jayden berani mengusik bidadari syurga...
Dwi Winarni Wina
saya suka karya author ini sangat menarik dan luarbiasa...
Dwi Winarni Wina: Sama-sama kakak☺
total 2 replies
Dwi Winarni Wina
pede sekali jayden bisa mengalahkan peri dari surga...
Dwi Winarni Wina
bidadari dari syurga itu pelindung buat nael...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!