NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

...Stella melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah yang diatur setenang mungkin....

...Ia tidak langsung menemui siapa pun, melainkan segera menuju kamarnya untuk membuang napas panjang....

...Begitu masuk ke sana, ia mengunci pintu rapat-rapat, memastikan tidak ada yang bisa melihat kegelisahan yang mulai ia ubah menjadi rencana dingin....

...Tak lama, ia turun ke lantai bawah menuju dapur. Suasana rumah terasa sunyi....

...Dari balik tembok penyekat, mata Stella menyipit tajam. Ia melihat Bibi, pelayan yang selama ini ia percaya, sedang membelakanginya....

...Dengan gerakan yang sangat mencurigakan, Bibi memasukkan sesuatu dari bungkusan kecil ke dalam gelas air minum yang baru saja diisi....

...Jantung Stella berdegup kencang, namun amarahnya jauh lebih besar....

...Tanpa suara, Stella segera mengeluarkan ponselnya dan merekam kejadian itu, memastikan wajah Bibi dan serbuk putih yang terlarut di air itu tertangkap kamera dengan jelas....

...Rekaman itu adalah bukti mutlak pengkhianatan di rumahnya sendiri....

...Begitu Bibi selesai dan berbalik, Stella segera menyimpan ponselnya di saku dengan gerakan cepat....

...Ia memasang wajah datar, seolah tidak terjadi apa-apa....

..."Bi, siapkan makan malam untukku sekarang," perintah Stella dengan nada suara yang tenang namun berwibawa....

...Bibi tampak sedikit terkejut, namun ia segera mengangguk patuh....

...Bibi mendekat dan memberikan gelas berisi air minum tersebut kepada Stella....

..."Ini minumnya, Nyonya."...

...Stella menatap gelas itu dengan jijik, mengetahui bahwa di dalamnya terkandung racun yang sama yang membuat sahabatnya, Askhan, terkejut tadi pagi....

..."Taruh saja di meja, Bi. Nanti aku minum," ujar Stella....

...Tepat saat Bibi berbalik untuk membuka pintu kulkas guna mengambil bahan masakan, Stella bergerak cepat. ...

...Dengan satu gerakan gesit, ia membuang isi gelas itu ke pot tanaman hias di sudut dapur, lalu menaruh kembali gelas kosong itu di meja....

...Saat Bibi kembali berbalik, Stella sudah duduk manis di kursi meja makan, berpura-pura menghabiskan air minum dengan menyisakan sedikit tetesan di bibir gelas agar terlihat seperti sudah diminum....

..."Sudah habis, Bi. Sekarang siapkan makan malamnya," ucap Stella dengan senyum tipis yang membuat Bibi merasa lega dan tidak curiga sedikit pun....

...Bibi tampak tertegun sejenak, matanya berkilat penuh arti saat melihat gelas yang sudah kosong di atas meja. ...

...Rencana jahatnya—atau lebih tepatnya perintah rahasia dari Abbas—sepertinya berjalan mulus tanpa hambatan....

..."Baik, Nyonya. Segera Bibi antar ke atas," jawab pelayan itu dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, padahal hatinya bersorak menang....

...Stella mulai melangkah gontai, tangannya memegangi pinggiran meja dan dinding seolah-olah keseimbangannya mulai goyah. ...

...Ia memijat keningnya dengan ekspresi wajah yang menahan pening luar biasa....

..."Bi, tolong antar ke kamarku saja makanannya. Aduh, kenapa aku mengantuk sekali ya..." ucap Stella dengan suara yang sengaja dibuat parau dan berat, berpura-pura hampir kehilangan kesadaran....

..."Mungkin karena Nyonya kurang istirahat. Mari Bibi bantu papah ke atas," tawar pelayan itu, mencoba bersikap perhatian....

..."Tidak usah, Aku masih bisa jalan sendiri. Cepat antarkan makanannya," tolak Stella sambil terus berakting sempoyongan menaiki anak tangga....

...Begitu sampai di dalam kamar dan mengunci pintu, tubuh Stella yang tadi tampak lemas seketika tegak kembali. ...

...Matanya yang sayu berubah menjadi tajam dan penuh amarah. ...

...Ia segera merogoh ponselnya, memastikan rekaman video tadi tersimpan dengan aman di folder tersembunyi....

...Tak lama kemudian, ketukan di pintu terdengar. Stella kembali menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, memposisikan tubuhnya seolah-olah ia sudah hampir terlelap....

..."Nyonya, ini makan malamnya," bisik Bibi saat memasuki kamar....

...Stella hanya menyahut dengan gumaman tidak jelas, pura-pura tertidur pulas. ...

...Begitu Bibi meletakkan nampan dan keluar dengan langkah puas, Stella bangkit berdiri. ...

...Ia menatap piring nasi di depannya dengan rasa mual. Ia tahu, makanan itu pun kemungkinan besar sudah dicemari....

...Stella meraih ponselnya dan mengirimkan pesan singkat kepada Askhan....

..."Khan, tebakanmu benar. Bukan hanya Abbas, pelayan di rumah ini pun sudah ikut meracuniku. Aku punya bukti videonya. Aku akan tetap berpura-pura sampai Abbas pulang. Tolong pantau aku dari jauh."...

...Stella meraih ponselnya yang bergetar. Sebuah pesan dari Askhan masuk, penuh dengan nada peringatan yang mendalam....

..."Stella, kumohon berhati-hatilah. Jangan ceroboh atau melakukan gerakan yang memicu kecurigaan mereka. Tetaplah berakting seolah kamu tidak tahu apa-apa. Besok pagi, kita bertemu di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menyusun rencana. Aku akan menunggumu," tulis Askhan dengan rasa khawatir yang meluap....

...Stella menghela napas panjang, jarinya mengetik balasan singkat sebelum menyembunyikan ponselnya di bawah bantal....

...Ia harus bertahan satu malam lagi di rumah yang kini terasa seperti sarang ular ini....

...Sementara itu, di dapur, si pelayan tersenyum licik sambil menatap layar ponselnya. ...

...Ia baru saja mengirimkan laporan singkat kepada majikan aslinya....

..."Lapor, Tuan. Nyonya Stella sudah meminum airnya dan sekarang sudah tertidur pulas di kamarnya. Semuanya aman," tulis si pelayan dengan penuh kepuasan....

...Di tempat lain, di dalam kamar penthouse mewah yang remang-remang, ponsel Abbas berdenting. ...

...Setelah membaca pesan itu, Abbas tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa kemenangan yang terdengar sangat keji. ...

...Ia merasa dunia kini berada di genggamannya; istrinya sudah dilumpuhkan, dan kekasihnya ada di pelukannya....

...Abbas meletakkan ponselnya di nakas, lalu beralih menatap wanita di sampingnya. ...

...Dengan tatapan penuh gairah, ia memeluk tubuh Annisa yang sudah tidak memakai sehelai pakaian pun, kulit mereka bersentuhan di bawah selimut sutra yang mahal....

..."Sayang, kamu sangat menggoda sekali," bisik Abbas dengan suara serak, matanya menelusuri setiap inci wajah Annisa yang tersenyum penuh kemenangan....

...Tanpa membuang waktu, Abbas kembali mencium bibir Annisa dengan liar, melupakan fakta bahwa di rumah mereka, ada seorang istri sah yang sedang menahan luka dan menyusun rencana kehancuran bagi mereka berdua. ...

...Di hotel itu, mereka merasa telah menang, tanpa menyadari bahwa Stella tidak lagi tertidur lelap seperti yang mereka bayangkan. ...

...Kebodohan yang mereka tertawakan sebenarnya sedang berbalik arah mengincar leher mereka sendiri....

...Mentari pagi menembus celah gorden, namun tidak ada kehangatan yang dirasakan Stella. ...

...Ia bangun dengan kewaspadaan penuh, teringat setiap detik sandiwara semalam....

...Di meja makan, pelayan sudah menyiapkan sarapan lengkap dengan segelas susu yang tampak menggoda namun mematikan bagi Stella....

...Stella berdiri di ambang pintu dapur, menatap hidangan itu dengan tatapan dingin. Ia teringat pesan Askhan: Jangan sentuh apapun....

..."Bi, hari ini saya puasa," ucap Stella datar, memecah keheningan pagi....

...Pelayan itu tersentak, tangannya yang sedang menata piring gemetar sedikit. ...

..."Puasa? Bukankah Nyonya sedang sakit dan semalam..."...

...Stella memicingkan matanya, menangkap gelagat aneh itu. ...

..."Semalam? Ada apa dengan semalam, Bi?" tanya Stella dengan nada menyelidik yang tajam....

...Bibi yang salah tingkah langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, wajahnya memucat karena hampir saja keceplosan soal obat tidur itu. ...

..."Maksud saya, semalam Anda tidak sahur. Nanti Nyonya tambah lemas."...

...Stella tersenyum sinis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata. ...

...Ia tahu itu hanyalah alasan untuk menutupi kepanikan. ...

...Tanpa membuang waktu lagi, Stella mengambil kunci mobilnya dan segera melangkah menuju pintu keluar untuk pergi ke rumah sakit....

..."Saya ke rumah Mama dulu, Bi. Nanti malam aku pulang sebelum Mas Abbas datang," ucap Stella sebagai alasan agar pelayan itu tidak curiga jika ia pergi terlalu lama....

...Bibi hanya bisa menganggukkan kepalanya, menatap punggung Stella yang menjauh dengan perasaan tidak tenang. ...

...Ia segera merogoh ponselnya untuk melapor pada Abbas bahwa rencana "pemberian dosis pagi" gagal karena alasan puasa....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!