NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Tigapuluhempat

Kala pria itu menghindarinya dengan cara berlari.

"HAHAHAHA" kini tawanya wanita itu pecah seketika.

"Aduh, perutku sakit..." lirihnya Cellsyia, tangannya memengangi perutnya.

"Astaga! Sampai keluar air mata, seperti sedang menangis saja" Cellsyia berkata dalam batin.

Tangannya terangkat, jari telunjuknya mengarah ke dekat matanya, kemudian mengusap air mata secara bergantian.

"Lebih baik aku susul Aren saja" setelah mengatakan itu, Cellsyia beranjak dari duduk santainya, kemudian berjalan mengarah beberapa anak tangga.

***

Bruk

"Hah..hah...huft" nafas Aren terengah-engah setelah berlarian dari lantai bawah menuju ke kamar miliknya.

Saat ini dirinya sedang terbaring lemah di atas tempat tidur.

Dan tidak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar terbuka.

Ceklek

Kriet

Kepala seseorang perlahan mengintip ke dalam kamar, melirik ke kanan dan ke kiri.

"Aman nih" pikirnya, ia adalah Cellsyia.

Lalu kemudian wanita itu berjalan mengendap-endap tanpa suara, dan dirinya sengaja tak menutup pintu kamar tersebut.

Menaiki kasur bermotif putih polos, Cellsyia, di luar prediksi ia menindih tubuh besarnya Aren.

"Aren" Cellsyia berbisik suaranya lirih, tangannya terangkat dan kemudian mengelus lembut pipinya pria bule tampan itu.

Aren merasakan elusan itu, dirinya membuka kedua mata, dan bertatapan mesra dengan kekasih hatinya itu.

"Sayang" panggil pria itu direspons deheman oleh kekasihnya.

"Hm..."

"Tolong..." perkataannya Aren terhenti dan Cellsyia menunggu kelanjutannya.

"Hiks..hiks..." tiba-tiba saja pria bule itu menangis.

"Eh?" Cellsyia, dirinya terdiam dan tidak memberikan reaksi apapun.

"Hiks...tolong ya..hiks jangan membantingku hiks...lagi" pintanya Aren disertai isakan tangisnya.

"Hah..." Cellsyia menghembuskan nafas.

"Baik, maafkan aku ya, karena tadi aku membantingmu secara kasar" wanita itu berminta maaf, dirinya menatap lekat Aren, sementara lawan bicaranya tatapan sayu.

"Kamu jahat! Main banting aku segala!" suaranya Aren terdengar clingy.

"Jahat jahat jah..." bicaranya pria itu tersela adanya ciuman lama pada bibirnya, Cellsyia hanya menempelkan bibirnya, lalu dilepaskan.

"Iya, aku tahu ini memang diriku jahat, sudah banting-banting kamu" Cellsyia berkata lembut.

"Aku nggak akan maafin kamu! Sebelum permintaan aku terkabulkan!" Aren membantahnya, bibirnya mengerucut seperti seekor ikan.

"Permintaan apa, hm?" tanya Cellsyia.

"Jangan putuskan aku! Jangan putuskan hubungan kita ini! Jangan putuskan Aren!" itulah permintaan pria bule itu pada kekasih hatinya.

"Baik, aku tidak akan memutuskan dirimu, Aren" kata Cellsyia.

Mendengar kekasihnya yang masih memanggil dirinya dengan panggilan nama "Aren" seketika pria itu mengeluarkan air mata kembali.

"Hiks...jangan memanggil aku Aren!" Aren berkata tegas namun sedikit ada rasa kelembutannya.

"Okay, lalu mau aku manggil kamu apa, hm?" dengan sabar wanita itu menunggu apa jawabannya Aren.

"Kalau panggilan Sayang?" pikirnya pria itu.

Lalu kemudian kekasihnya memanggilnya bukan "Sayang" lagi tetapi dengan panggilan lain.

"Baby" itulah panggilan baru dari kekasih tercintanya.

"Ha...hah?" melihat pria itu kebingungan serta mulut yang ternganga lebar, Cellsyia terkekeh pelan dan diakhiri senyuman tipis.

"Astaga" batinnya Cellsyia berkata.

"Baby, itulah panggilan dariku"

"My Baby..."

"Baby" panggilan itu terdengar oleh telinga pria bule, seketika wajahnya Aren kian memerah.

"Eh, merah tuh wajahnya?" pikirnya Cellsyia.

"Baby…ih kamu kenapa diam saja, hm?" menyentuh pipi kekasihnya dengan satu tangan.

"Eh..tidak kok, ak..aku.." Aren gugup entah harus berkata apa.

"Sayang.." panggil pria bule itu.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!