NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 8: "RUMAH YANG PENUH CINTA"

*****

Bunyi bel pintu yang riang menyambut kedatangan Rio dan Ratna. Setelah hampir sebulan berada di rumah sakit, hari ini adalah hari yang dinantikan—Ratna akhirnya bisa pulang ke rumah. Mobil yang membawa mereka berhenti di depan rumah tinggal mereka yang sederhana namun nyaman, dengan taman kecil yang sudah dirapikan rapi oleh Sri Wahyuni dan Raisa.

“Rumah kita…” ucap Ratna dengan suara lembut, mata penuh dengan kebahagiaan saat melihat pintu masuk yang dihiasi dengan bunga dan pita warna putih.

Rio membuka pintu mobil dan membantu istri nya turun dengan hati-hati. “Selamat datang kembali, sayang,” ucapnya sambil mencium dahinya.

Sesampainya di dalam rumah, suasana hangat langsung menyambut mereka. Sudut ruang tamu dihiasi dengan foto keluarga dan beberapa dekorasi kecil yang dibuat oleh Raisa. Meja makan sudah disiapkan dengan hidangan spesial—semua makanan kesukaan Ratna yang dibuat dengan penuh cinta oleh Sri Wahyuni.

“Selamat pulang, Bu Ratna!” teriak beberapa tetangga yang sudah menunggu di halaman belakang. Mereka membawa berbagai makanan khas daerah dan ucapan doa untuk kesembuhan Ratna.

Ratna merasa haru melihat perhatian yang diberikan oleh orang-orang di sekitarnya. Dia berjalan perlahan ke arah tetangga dengan dibantu Rio, menyapa mereka satu per satu. “Terima kasih banyak untuk semua perhatiannya. Saya sangat bersyukur memiliki tetangga yang baik seperti kalian.”

Setelah tetangga pulang, keluarga berkumpul di ruang tamu untuk berbincang santai. Raisa membawa sebuah kotak kecil dan menyerahkannya kepada Ratna. “Ini hadiah dari aku dan Om Rian untuk Kakak,” ujarnya dengan senyum ceria.

Ratna membuka kotaknya dan menemukan sebuah album foto yang diisi dengan kenangan keluarga sejak dia dan Rio menikah, hingga momen-momen pertama ketika mereka mengetahui kehamilannya. Di halaman terakhir ada catatan tangan Raisa: “Kakak adalah wanita paling kuat yang aku kenal. Semoga kita bisa membuat banyak kenangan indah lagi bersama.”

“Terima kasih, Ras,” ucap Ratna dengan suara sedikit bergetar. “Ini adalah hadiah terbaik yang pernah kudapat.”

Sementara itu, di kantor PT. Pratama Properti, proyek kemitraan dengan PT. Mega Konstruksi sudah mulai berjalan dengan lancar. Pak Hendra sedang memimpin kunjungan lapangan ke kawasan perumahan yang terhambat. Tim dari Jakarta sudah mulai melakukan evaluasi teknis dan menyusun rencana kerja yang rinci.

“Kita akan mulai pembangunan ulang pada minggu depan,” ucap Pak Surya yang juga ikut dalam kunjungan. “Kami sudah menyelesaikan semua proses izin, dan bahan bangunan sudah siap dikirim ke lokasi.”

Pak Sudarto yang menyusul dari kantor membawa kabar baik lainnya. “Penjualan unit yang sudah jadi juga mulai meningkat, Pak. Banyak calon pembeli yang tertarik setelah mengetahui kemitraan kita dengan perusahaan besar.”

Bapak Darmawan mengangguk dengan puas. “Ini adalah awal yang baik. Pastikan semua proses berjalan sesuai standar dan tidak ada kompromi dalam hal kualitas. Kita ingin memberikan hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat.”

Kembali ke rumah Rio dan Ratna, malam hari telah tiba. Rio telah menyiapkan kamar tidur dengan sangat baik—sprei baru, bantal empuk, dan aroma lilin yang menenangkan memenuhi ruangan. Ratna duduk di ujung ranjang sambil meraba-raba selimut yang lembut.

“Rasanya seperti kembali ke awal hari kita menikah ya, sayang,” ucap Ratna sambil melihat foto pernikahan mereka yang terpampang di dinding.

Rio duduk di sisinya dan membungkus tangan sekitar pinggang Ratna. “Ya, tapi kali ini kita lebih kuat dan lebih menghargai setiap momen bersama. Besok pagi aku akan membawamu ke taman kota yang kamu suka. Dokter bilang kalau aktivitas ringan akan baik untuk kesehatanmu.”

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah. Rio dan Ratna berjalan santai di taman kota yang rindang. Banyak keluarga yang sedang bersantai bersama, anak-anak bermain riang di taman bermain. Ratna menyentuh perutnya yang mulai sedikit membuncit dengan senyum lembut.

“Bayinya pasti akan suka bermain di sini nanti,” ucapnya dengan lembut.

Rio menggenggam tangan istri nya dengan erat. “Kita akan sering membawa dia kesini. Aku sudah membayangkan bagaimana nanti kita akan bermain bersama dia di ayunan dan ayakan.”

Saat mereka hendak pulang, mereka bertemu dengan Dokter Arif yang juga sedang berjalan-jalan bersama keluarganya di taman. Dokter Arif segera mendekat untuk menyapa mereka.

“Bagaimana kabarmu, Ratna? Apakah kamu merasa nyaman di rumah?” tanya Dokter Arif dengan senyum ramah.

“Sangat nyaman, Dokter. Aku merasa jauh lebih baik sekarang,” jawab Ratna dengan senyum ceria.

“Baik sekali. Ingat ya, jangan lupa untuk kontrol mingguan dan terus menjaga pola hidup sehat. Kamu dan bayimu perlu mendapatkan nutrisi yang cukup,” ucap Dokter Arif sebelum melanjutkan jalan bersama keluarganya.

Di malam hari, seluruh keluarga berkumpul lagi untuk makan malam. Mereka bercerita tentang berbagai hal—perkembangan proyek perusahaan, rencana liburan setelah Ratna benar-benar sembuh, hingga nama yang akan diberikan untuk bayi mereka.

“Bagaimana kalau kita namainya ‘Harapan’?” ucap Sri Wahyuni dengan senyum hangat. “Karena dia datang sebagai harapan baru bagi keluarga kita.”

Semua orang menyetujui ide itu. Ratna menyentuh perutnya lagi, merasakan gerakan kecil yang mulai bisa dirasakan. “Ya, Harapan… itu nama yang bagus. Dia akan tahu bahwa dia dilahirkan dengan cinta dan banyak harapan dari semua orang di sekelilingnya.”

Di luar jendela, bulan bersinar terang di atas langit yang penuh bintang. Semua yang terjadi selama beberapa minggu terakhir telah mengajarkan mereka betapa berharganya keluarga, persahabatan, dan harapan. Rumah yang penuh cinta ini menjadi tempat perlindungan mereka, di mana setiap hari membawa kebahagiaan baru dan harapan yang lebih kuat untuk masa depan.

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!