" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Sela
Begitu sampai di rumah sakit,Arjuna bergegas menuju ke sebuah ruangan.di lihat nya sang Ayah yang saat ini tengah menangis pilu.
" Mama sudah sembuh,Mama tidak sakit lagi.Di sana Mama bisa bebas makan apapun yang Mama mau.tidak akan ada lagi yang bisa melarang Mama." ujar Raharja di sela Isak tangis nya.
Hiks...Hiks...
Tubuh Arjuna terguncang.
Bulir bening mulai membasahi rahang tegas nya.ia mengerti betul apa arti dari kalimat yang di ucapkan oleh Ayah nya.tidak mungkin sang ibu bisa sembuh dalam waktu secepat ini.kecuali satu hal....
Arjuna terduduk lemah di lantai rumah sakit dengan bulir bening yang semakin deras mengalir.
" Mama...Jangan tinggalkan Yura."
" Bukan kah Mama sudah berjanji untuk menjalani pengobatan tradisional bersama Yura."
" Yura masih ingin merasakan kasih sayang Mama...Terus kepada siapa Lagi Yura bermanja-manja jika Yura kangen Mama."
" Yura janji akan kasih Mama banyak cucu,tapi bangun ya Ma."
Yura menangis histeris melihat kepergian mertua nya.baru sebentar dia merasakan betapa bahagia nya di cintai oleh seorang Ibu.tapi Ningsih sekarang sudah pergi untuk selama nya tanpa berpamitan kepada nya. Yura senang memiliki mertua seperti Ningsih namun takdir berkata lain.mereka hanya bertemu sebentar saja dan itu sangat berkesan bagi Yura yang sudah terbiasa tanpa kasih sayang orang tua.
Yura menangis di samping tubuh Ningsih yang sudah kaku.begitu juga dengan Raharja yang semakin merasa kehilangan setelah mendengar kata-kata yang Yura ucapkan.
Hanya Arjuna yang menangis tanpa suara.
" Aku akan menjaga menantu kita Ma.jangan khawatir.akan Aku pastikan dia bahagia bersama putra kita." batin Raharja lalu mengelus kepala Yura.
Di luar ruangan.Agum sudah mengurus segala bentuk surat menyurat.Ningsih sudah bisa di bawa ke rumah duka.
Jika kebanyakan pelayat bersedih karena kepergian Ningsih,beda hal dengan seorang wanita yang muncul tanpa di undang.ia sangat kaget ketika melihat banyak orang berkerumun datang ke rumah Arjuna.ingin masuk tapi baju nya sangat tidak cocok dengan apa yang kebanyakan orang-orang pakai.
" Siapa yang meninggal Pak?" tanya nya kepada salah satu pelayat yang hendak masuk ke kediaman Ningsih.
" Bu Ningsih." jawab lelaki itu berhasil membuat Sela syok lalu membekap mulutnya tak percaya.
Bu Ningsih sudah meninggal? Kok Aku baru tahu begitu lah isi pikiran nya saat ini.
Sela menatap nanar Arjuna yang tengah berjalan sambil menggandeng tangan istrinya yang tidak lain adalah adik nya sendiri.
Sela meraih ponsel,mencoba menghubungi sang Ayah.namun sial nya nomer Bambang malah tidak aktif.
" Papa kemana lagi,padahal Aku ingin mengabarkan berita penting kepada nya." gerutu Sela membenarkan letak kaca mata hitam nya.
Huft....Sela menghela nafas panjang,ia menyerah karena sudah beberapa kali melakukan panggilan tapi nomer Bambang masih tidak aktif juga.
" Apa Aku masuk saja ya,Aku harus bisa menarik simpati Arjuna." ucap nya menyeringai.
" Eh...Tapi baju ku .."
Sela memukul setir mobil lantaran kesal dengan baju yang dia kenakan saat ini.ada saja hambatan padahal kaki nya sudah gatal ingin bertemu Arjuna lebih dekat lagi.
Sela kebingungan.otak nya sedang berpikir keras mencari cara agar bisa segera masuk ke sana tanpa menjadi bahan gunjingan pelayat yang hadir.
Sepuluh menit berlalu.mobil milik Ayah nya sudah berantakan nyaris mirip mobil sampah.Sela baru saja menggeledah seluruh barang yang tersimpan di mobil ini.
" AHA....Aku pakai ini saja.kayak nya cocok deh." seru Sela begitu menemukan sebuah plastik yang masih terbungkus rapi dan di dalam nya tersimpan sebuah gamis berwarna putih.
Meskipun tidak sesuai dengan suasana dan keadaan,tapi Sela tetap menggunakan gamis itu dari pada harus pulang mengambil gamis hitam dan waktu nya banyak tersita di jalan.capek banget pikir nya.
" Aku turut berduka cita Arjuna! Aku sangat kaget mendengar kabar tentang Tante Ningsih.maaf Aku baru datang sekarang menemui Kamu." ucap Sela di samping Arjuna.
Yura yang mendengar suara yang sangat dia kenal dari balik kerudung dan gamis panjang yang di pakai oleh seorang wanita pun menjadi membeku.nafas nya tercekat dengan jantung yang berdetak cepat.
" Kak Sela?" bisik Yura dengan wajah masih kaget.
Di samping Yura,Arjuna hanya diam tanpa berniat membalas ucapan Sela atau pun memalingkan wajahnya untuk menatap wanita yang sekarang menjadi ipar nya.
Arjuna menggenggam tangan Yura lebih erat lagi seakan ingin menegaskan kepada sang istri bahwa kedatangan wanita ini tidak akan mengubah apapun dalam hidup mereka.
" Arjuna...Aku sudah kembali...Aku sudah sembuh sekarang Arjuna." kata Sela begitu lembut.
Arjuna menyeringai,emosi nya campur aduk mendengar kebohongan yang sedang Sela rangkai manis di hadapan nya.
"Kamu! Silahkan pergi dari sini.jangan pernah injakan kaki mu di sini lagi."suara Arjuna menggelegar.
Para pelayat yang menyaksikan kemarahan Arjuna mendadak diam.tak berani bersuara ataupun ikut campur.
Namun Sela sama sekali tidak takut.ia justru melangkah mendekat.aroma parfum menyengat milik Sela berhasil membuat semua orang merasa risih,parfum ini terlalu menyengat.dengan gerakan lembut ia melingkarkan tangannya di lengan kokoh milik Arjuna.
" Lepas! Jangan sentuh Saya." bentak Arjuna.
Wajah Sela merah padam menahan malu,tapi sedetik kemudian berusaha tersenyum kembali seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
" Aku minta maaf Arjuna! Aku terpaksa pergi karena penyakit itu, seharusnya Aku yang menjadi menantu di keluarga Raharja.tapi dia.." Sela menunjuk ke arah Yura menggunakan tangan kiri nya.
Sedang kan Yura tetap diam menunggu kelanjutan dari drama ini.
Pun demikian dengan Tuan Raharja.
" Dia adik kandung ku sendiri,Aku sangat menyayangi nya.tapi di belakang ku dia tega memasukkan obat dengan dosis tinggi ke dalam makanan ku sehingga membuat Aku menderita penyakit yang sangat serius.Aku harus segera berobat ke luar negeri untuk menyelamatkan nyawa ku Arjuna."
" Sakit hamil? Begitu maksud mu?" sinis Arjuna dalam hati.
Hiks...Hiks...
Sela menangis mengeluarkan air mata yang sejak tadi susah payah ia paksa keluar.penampilan nya saat sangat memprihatikan.satu persatu pelayat mulai bersimpati kepada nya .desas desus kelicikan Yura mulai berhembus kencang.beberapa di antara mereka bahkan sampai mengeluarkan sumpah serapahnya karena benci dengan sosok Yura.
" Tidak hanya sampai di situ saja, meskipun Aku sudah kesakitan,dia masih saja mencoba membunuh Aku, sehingga Papa dan Mama membawa Aku kabur sejauh mungkin,Yura serakah karena ingin mengambil posisi ku,dia sudah lama mengincar posisi menantu di rumah ini,tapi Tante Ningsih hanya ingin Aku yang jadi menantu nya,Yura ini licik Arjuna.mungkin gara-gara itu juga Tante Ningsih meninggal.pasti dia sudah membunuh Tante Ningsih secara kejam." ucap Sela tanpa jeda seakan-akan teks itu sudah ia rangkai sejak lama.
Plak...
Plak...
Prok...Prok...
Arjuna bertepuk tangan setelah menampar dengan keras kedua pipi Sela ,ia ingin wanita ini tetap tersadar agar tidak lagi berkhayal untuk sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Rasa nya muak sekali mendengar lelucon itu.
Suasana rumah duka semakin jauh dari kata tenang.Arjuna terpaksa menyeret gamis yang Sela pakai hingga ke teras depan.
Tidak seharusnya ini terjadi di rumah duka,namun Arjuna juga tidak mungkin membiarkan nama Yura buruk karena fitnah yang Sela tebarkan.
"Jangan menuduh istri saya sembarangan, pertama dia tidak melakukan apapun terhadap Kamu,dan kedua ibu saya meninggal bukan karena di bunuh istri saya melainkan karena takdir yang maha kuasa.harus Kamu dan kalian semua ketahui.sejak pagi tadi istri saya tidak berada di rumah sakit.sangat mustahil ia melakukan apa yang sudah wanita ini tuduh kan." jelas Arjuna dengan tatapan masih tajam menatap ke arah Sela.
Duar...Semua orang yang sedang asyik membicarakan tentang Yura mendadak diam.Arjuna mendorong Sela dengan kasar hingga wanita itu terjatuh membentur tiang panjang.
Yura begitu bahagia melihat betapa keras nya Arjuna membela nya di hadapan semua pelayat.Yura membalas genggaman tangan Arjuna sambil membisikkan sesuatu dalam hati nya Aku tidak akan mundur dari pernikahan ini,dia milik ku selama nya.Aku akan belajar mencintai nya sepenuh hati.itu janji ku kepada diriku sendiri dan juga Mama Ningsih.
" Dia pergi ke luar negeri karena ingin menutupi aib nya sendiri,dia hamil anak laki-laki lain tapi bingung sendiri mencari siapa bapak nya sangking banyaknya lelaki yang tidur bersama nya setiap malam.wanita ibljs ini sengaja datang karena baru saja mengalami keguguran.kalian mau tahu apa penyebab keguguran nya?" tanya Arjuna dengan suara semakin keras.
Sela yang tidak percaya kalau Arjuna sudah mengetahui tentang kehamilan nya itu hanya bisa melongo.Sela menggeleng kepala berharap Arjuna tidak membuka lebih jauh lagi rahasia yang selama ini ia tutup rapat.
" Dia keguguran juga karena kebiasaan nya yang suka gonta-ganti pasangan di luar negeri. " Arjuna tersenyum simpul melihat wajah pucat Sela.
Siapa suruh datang lalu membuat gaduh di saat waktu yang tidak tepat. Arjuna bersumpah dalam hati bahwa Sela akan membayar apa yang sudah dia lakukan hari ini di depan mendiang ibu nya.
" Jadi dia hamil Mas?" tanya Yura sama suami nya.
" Hm... Kamu jangan dekat-dekat dengan dia.jangan mau di tindas lagi sama dia." bisik Arjuna di telinga istri nya.
Yura mengangguk paham dan beralih menatap Sela yang kebetulan juga sedang menatap ke arah nya.
Tidak ada tatapan rindu karena sudah lama tidak bertemu antara kakak dan adik.yang ada hanya lah Sela yang tidak terima melihat Yura di perlakukan manis oleh Arjuna.
" Apa perlu saya buka video panas mu dengan banyak laki-laki?" tantang Arjuna membuat Sela semakin pias.
" Jangan...Aku tidak pernah melakukan nya.pasti Yura yang sudah menjelekkan Aku sama Kamu.iya kan?"
" Dia itu licik Arjuna! Lebih baik Kamu ceraikan saja dia sekarang juga.dia nggak pantas menjadi menantu Raharja."
" Om.." Sela beralih menatap Raharja berharap lelaki setengah baya itu bisa menolong drama yang sudah dia mainkan.namun sayang Raharja hanya diam di tempat nya.
" Puas Kamu sudah menghancurkan hidup ku...Puas Kamu sudah menghasut banyak orang untuk membenci Aku.tega sekali Kamu Yura..."
Air mata Sela semakin deras keluar,bukan karena sedih sudah di sakiti oleh Yura,namun sebaliknya.Sela sedang cemas menutupi keburukan nya sendiri.
" Jangan berani-berani Kamu menyentuh istri ku menggunakan tangan kotor mu itu." teriak Arjuna buru-buru menarik Yura bersembunyi di belakang punggungnya ketika melihat Sela sudah maju hendak menyerang sang istri.
" Pergi dari sini."
" Pengawal! Seret dia keluar."
Bersambung