NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

008

Mary yang masih melakukan perang dingin kepada kedua orang tuanya memilih menyibukan diri untuk pergi berjalan-jalan di kampung.

Saat masih tinggal di kota, ia biasa berjalan-jalan di pusat perbelanjaan untuk sekedar cuci mata guna menghilangkan rasa suntuk dan penat.

Namun hidup di kampung terpencil seperti ini, ia justru makin suntuk dan penat.

Belum lagi ia makin stress karena tidak tersedianya produk perawatan seluruh tubuh yang biasa ia gunakan sehari-hari.

Mary menatap layar gawai cerdasnya, ia mengangkat gawai cerdas itu setinggi-tingginya ke udara guna mendapatkan sinyal.

Mary sungguh berharap bahwa mantan kekasihnya memberinya kabar bahwa pria itu batal menikahi wanita yang dijodohkan dengannya lalu datang untuk menjemput Mary.

Mary sungguh siap jika harus kawin lari dengan mantan kekasihnya itu daripada harus hidup terkurung di kampung halamannya ini.

“Non cantik”.

“Namanya siapa?”

“Lagi apa?”

Tiba-tiba tiga orang pria datang menghampiri Mary.

Mary benar-benar terkejut sekaligus merasa gentar melihat wajah-wajah sangar dan tatapan mesum yang terpancar dari sorot mata mereka.

Mary mempercepat langkahnya, namun ketiga pria itu mengikuti Mary.

“Non, kok diam saja? Jawab dong”.

“Cantik-cantik budeg?”

Mereka terus mengikuti Mary dan melontarkan ucapan-ucapan sesuka hati mereka.

Bahkan mereka tak segan menghalangi Mary dan menghadang langkah Mary.

“Bapak-bapak, permisi, saya mau pulang,” kata Mary.

“Bapak-bapak?! Wah, Non, kami belum setua itu,” sahut mereka serempak.

“Non, orang baru ya di sini?”

“Dimana rumahnya?”

Mary benar-benar risih dengan para pria itu, terlebih saat mereka mencoba menyentuh Mary dengan tangan kotor mereka.

“Tolong! Biarkan saya pergi!” Teriak Mary.

“Non, ngapain teriak-teriak begitu? Kita dengar kok!”

Mary mencoba mendorong mereka karena mereka menghalangi jalan Mary.

Tiba-tiba salah satu dari mereka memegangi pergelangan tangan Mary.

Sontak Mary langsung menjerit histeris.

“Kyaa!” Teriak Mary. “Lepaskan! Lepaskan aku!” 

Mary meronta dengan keras, mencoba melepaskan diri.

Tinnn…!!

Terdengar bunyi klakson yang membuat semua orang terkejut.

Mary dengan nafasnya yang memburu, melihat sosok pria yang dikenalnya turun dari sebuah mobil berkabin ganda.

Air mata langsung merebak di pelupuk mata Mary.

Mary langsung mendorong para pria yang menahannya dan berlari ke arah pria berambut gondrong yang dikenalnya.

“Tuti!!”

Mary menangis histeris dengan tubuh gemetaran di depan Roseo.

“Ada apa ini?” Tanya Roseo keheranan ke arah para pria itu.

“Hiks..mereka,” Mary gemetaran sambil memeluk dirinya.

Roseo melemparkan tatapannya kepada pria yang merupakan preman di kampungnya.

“Ros, kau kenal Nona cantik itu?” Tanya mereka.

“Iya, aku mengenalnya. Memangnya apa yamg sudah kalian lakukan sampai dia menangis begini?” 

“Oh, kami tidak melakukan apapun! Tiba-tiba dia teriak-teriak histeris sendiri”.

“Itu benar Ros, kami kira dia tersesat, jadi mau kami antar pulang”.

“Ngomong-ngomong, siapa Non cantik itu, Ros?”

“Beliau anaknya Pak Sumarto,” jawab Roseo.

Seketika ekspresi para preman itu berubah.

“Oh begitu, ya sudah, kami pergi dulu”.

Para preman itu bergegas pergi begitu mendengar nama Pak Sumarto karena menurut informasi, anak Pak Sumarto adalah calon istri dari Jono.

“Hiks..”

Mary menangis sambil memeluk lututnya.

“Kau mau menangis sampai kapan? Apa perlu kupanggil ayahmu untuk menjemputmu?” Tanya Roseo.

Seketika Mary langsung bangkit dan menyeka air matanya lalu melemparkan tatapan sinis pada Roseo.

Mary benar-benar sangat malu karena sudah menangis histeris seperti itu di depan Roseo.

“Awas saja kalau kau berani memanggil ayahku!” Ancam Mary.

“Naiklah, aku akan mengantarmu pulang,” kata Roseo.

“Tidak! Terima kasih!” Ketus Mary.

Roseo menghela nafasnya lalu pergi memasuki mobilnya.

Mary melanjutkan kembali langkahnya saat mendengar suara mesin mobil pria itu menyala.

Mary langsung berbalik dan memasuki mobil Roseo. Seketika ia berubah pikiran, lebih baik ia menumpang mobil pria itu daripada berjalan kaki sendirian lalu bertemu preman menakutkan lagi.

***

“Kau baru pulang dari kota?”

Mary bertanya dengan nada sinis pada Roseo yang sedang fokus mengemudi.

“Hmm,” jawab pria itu.

“Huh! Tuti! Tuti! Aku sungguh tidak habis pikir, bagaimana kau bisa tumbuh menjadi seorang pria yang pelit, kikir, dan penuh perhitungan?! Kau begitu licik dengan memanfaatkan kesulitan orang lain untuk mencari cuan! Sungguh tidak berkah rezekimu itu!” Tukas Mary sambil bersungut-sungut.

“Apa kau tahu! Aku ini sungguh kesulitan! Aku stress karena sudah lebih dari satu minggu aku tidak mandi dengan sabunku, tidak sikat gigi dengan pasta gigiku, bahkan aku tidak memakai perawatan kulitku!”

“Seandainya aku bisa pergi ke kota sendiri, aku tidak mungkin minta tolong padamu!”

“Pokoknya jika nanti aku mati karena stress, orang pertama yang akan kuhantui adalah kau!”

Mary meluapkan semua unek-unek yang ada dalam pikirannya.

“Kau benar-benar sungguh pria yang keterlaluan. Aku jadi mengerti mengapa para istrimu meninggalkanmu. Wanita mana yang bisa tahan hidup bersama pria licik, pelit, kikir, dan penuh perhitungan sepertimu! Aku sungguh ikut senang dan mendoakan kebahagiaan mereka karena sudah pergi meninggalkan pria yang tidak ada bagus-bagusnya macam dirimu!” Cerocos Mary.

“Turun!” Perintah Roseo.

“Hah?! Apa?!” Mary terperangah.

“Kau sudah sampai di rumahmu,” kata Roseo tanpa melihat ke arah Mary.

Mary terperangah, ia sungguh tak sadar sudah tiba di depan rumahnya karena terlalu asyik menyampaikan khotbah siraman rohani pada Roseo.

Roseo turun dari mobilnya, membuka pintu belakang mobilnya dan mengeluarkan sebuah keranjang besar dengan bungkus plastik berhiaskan pita.

Roseo mengangkat parsel itu menaiki tangga rumah Mary lalu meletakannya di teras.

“Itu pesanan ayahmu,” kata Roseo sebelum pergi menuruni tangga.

Pria itu pun pergi meninggalkan Mary yang masih tak percaya apa yang dilihatnya.

Parsel tersebut berisi paket lengkap perawatan tubuh dari merk langganan Mary. Mulai dari perawatan ujung rambut hingga ke ujung kaki. Bahkan kosmetik pun turut tersedia.

Mary benar-benar senang, ia tak sabar untuk segera mandi menggunakan sabun itu.

“Tunggu, kata pria itu, ini pesanan ayahku,” gumam Mary.

“Ayaah!” 

Mary berseru memanggil ayahnya.

“Mawary, ada apa teriak-teriak begitu?” Tanya Bu Marni menghampiri Mary.

“Ibu, ayah mana?” Tanya Mary.

“Ayahmu pergi memeriksa kebun,” jawab Bu Marni.

“Lho, seserahan darimana ini, Mawary?” Tanya Bu Marni.

“Seserahan?! Bukan Bu, kata Tuti, eh, maksudku, Roseo bilang ini pesanan ayah,” jawab Mary.

“Oh, ya ampun, dasar anak itu,” kata Bu Marni seraya tertawa.

“Ibu, apa maksudnya?” Tanya Mary keheranan. “Kenapa, ayah bisa memesan semua ini dari Roseo?”

“Yah, begitulah ayahmu. Begitu kamu ngambek, ayahmu langsung minta tolong pada Ros,” jawab Bu Marni.

“Hah?! Apa?!” Mary terkejut mendengar pengakuan sang ibu.

“Ibu jadi tidak enak pada Roseo, karena sudah merepotkan anak itu. Dia bahkan menolak saat ayahmu menitipkan uang dengan alasan takut tidak sempat membeli pesanan. Tahu-tahu barangnya sudah datang,” lanjut Bu Marni.

Mary memutar bola matanya.

Oh, bagus ya kau, Tuti! Kau menolak membantuku, tapi kau tidak bisa menolak saat ayahku minta tolong padamu! Batin Mary.

1
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
Tinsley Carmichael
Salah bgt km gendis strateginya
Tinsley Carmichael
Awalnya simpati ma gendis klo jd ibu tunggal ternyata ad lakinya 🤣
Tinsley Carmichael
Berasa dracin wkwkkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!