NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Embun Sebagai Wakil CEO

Rido mengangkat wajahnya keatas langit, dengan menatap semua orang dia berkata.

“kalau tidak ada saran dari yang lain, maka saya Rido Prasetio! Pada hari ini mengumumkan bahwa Gadis Cantik yang berada disamping saya ini adalah Istri sah saya, kalau tidak percaya saya bisa mengambil Kartu perkawinan kami yang sudah dikeluarkan oleh pencatatan sipil kota medan”.

Rido memegang tangan embun, dia mengajak embun untuk bangkit berdiri dari tempatnya “Ayo berdiri sejenak”.

Embun hanya menurut dengan langsung bangkit berdiri dari kursinya.

Semua orang tidak bisa berkata kata lagi, mereka hanya bisa menatap pasangan itu penuh dengan kekaguman, betapa serasinya mereka ketika sedang bersama.

“Saya tau bahwa diantara kalian ada yang tidak merasa senang dengan keadaan saat ini, tapi saya mau mengingatkan saja! Jika saham kalian tidaklah lebih besar dari saham yang dimiliki oleh keluarga Prasetio, jadi apapun keinginan kalian yang lain, saya harap jangan melanjutkannya lagi, Karena mulai dari sekarang, Istri saya menjabat sebagai Wakil CEO Perusahaan Talzus Group kedepannya dialah yang mengambil alih seluruh keputusan diperusahaan ini!” tegas Rido dengan tatapan tajam.

Semua pemegang saham tidak ada yang komentar lagi, mereka semua hanya bisa saling pandang antara satu dengan yang lain.

“Baiklah! Karena Tuan Muda sudah mengambil keputusan, maka saya secara pribadi dari keluarga Baene tidak akan mempersoalkannya lagi, saya hanya ikut dengan keputusan sang CEO” ucap salah satu pemegang saham yang berasal dari Keluarga Baene.

“Saya juga setuju!!” “Saya Juga” saya Juga” ucap dari beberapa pemegang saham lainnya, tinggal Rusli Tel dan Desman Laia bersama Upin.

Suasana menjadi hening sejenak, karena sudah hampir 90% seluruh pemegang saham setuju dengan keputusan Rido, tinggal beberapa orang lagi yang masih belum setuju dengan keputusan itu.

“berhubung karena keputusan rapat sudah mencapai 90%, maka secara kuorum rapat dianggap sah! Dan rapat untuk hari ini ditutup!” ucap Berys tegas tanpa lagi memperdulikan sanggahan dari beberapa orang yang masih belum mengambil keputusan.

Akhirnya rapat bubar tanpa ada sanggahan dari pihak lain, sehingga Berys dan Rido meninggalkan ruangan meeting bersama dengan embun yang berstatus sebagai wakil CEO Perusahaan Talzus Group.

Sesampainya mereka di ruangan CEO, embun hanya bisa duduk dikursi sofa tamu, dia tidak berkata apa apa untuk saat ini.

“Sekretaris Berys, sekarang urus kelengkapan administrasi Wakil CEO, biar dia bisa ke ruangan Wakil CEO” perintah Rido kepada Berys.

“Baik Tuan” jawab Berys dengan hormat, dia langsung meninggalkan ruangan itu pergi keruangan administrasi.

Tinggal embun dari Rido yang berada di ruangan itu, Rido menatap embun dengan seksama kemudian dia berkata “Dengarkan! Kamu sekarang adalah wakil Direktur diPerusahaan ini, jadi karena kualifikasi Pengalamanmu tidak cukup, maka kamu harus magang terlebih dahulu, biar kamu belajar tentang adminsitrasi perusahaan”.

“Baik Tuan Muda” jawab embun dengan lembut.

“Bagus kalau kamu paham” timpal Rido dengan tegas, sedetik kemudian dia kembali menatap Layar Laptopnya yang berada didepannya.

Tidak lama kemudian Berys datang kembali diruangan Rido, dengan membawa beberapa berkas dan kartu identitas sang wakil Direktur Utama.

“Saya ingin dia belajar terlebih dahulu, saya ingin dia ditempatkan di bagian keuangan terlebih, biarkan dia magang disana beberapa waktu, agar dia bisa belajar mengatur keuangan dan adminsitrasi lainnya, dan ingat! Identitasnya harus dirahasiakan dulu” kata Rido kepada Berys.

“Baik Tuan Muda, itu adalah hal yang terbaik supaya nyonya muda bisa belajar dengan baik mengelolah perusahaan” jawab Berys dengan menganggukkan kepalanya, sementara embun hanya bisa duduk mendengarkan perbincangan kedua orang suhu itu menurutnya.

“Besok antarkan dia kebagian keuangan” sambung Rido lagi tanpa mengalihkan pandangannya di laptop.

“baik Tuan, akan saya aturkan besok” sahut Berys.

Embun yang merasa jenuh berada di ruangan itu, dia mengedarkan pandangnnya kearah meja disamping Rido, dia melihat ada beberapa berkas yang tampak berantakan, sehingga dia berdiri dan menuju meja itu.

Rido hanya bisa menatapnya dengan tenang, ketika dia melihat embun dengan telaten merapikan berkas berkas itu, dia menatap dengan seksama gadis cantik itu yang sedang sibuk membereskan beberap berkas.

“Ternyata dia juga telaten kalau bekerja, dia mampu menguasai peng-Arsipan berkas dengan baik” gumam Rido dalam hatinya, dengan pandangan yang masih tertuju pada sang gadis cantik itu.

Ketika embun sedang membereskan berkas berkas itu, tiba tiba matanya tertuju pada satu set berkas yang menurutnya sedikit menonjol. Embun meraih berkas tersebut bersama dengan salinannya, dia menatap dengan teliti berkas tersebut.

“Bukankah tandatangan ini agak aneh ya? Kenapa salinannya berbeda dengan yang asli” ucapnya lirih penasaran sambil dia menggaruk kepala.

Rido yang sadar dengan kelakuan sang istrinya tersebut, tiba tiba dia merasa aneh dan sedikit mengerutkan keningnya, sehingga dia langsung berkata “Kenapa dengan berkas itu? Sepertinya kamu ada sesuatu yang tertarik”.

Mendengar Rido berkata dengannya, embun langsung menatap kearah suara itu, kemudian dia berjalan menghampiri sang suami sambil membawa berkas tersebut.

“ini loh tuan, saya rasa tandatangan ini ada perbedaan antara salinan dengan yang asli, tandantangannya seperti yang di tiru” ucap embun dengan tenang sambil dia memperlihatkan berkas itu kepada Rido.

Rido melihat berkas tersebut dengan sedikit mengernyit, kemudian dia langsung menggertakan rahangnya dengan sangat keras “B’debah! Siapa yang berani memalsukan tandatangan saya!”.

Embun sangat terkejut ketika Rido melemparkan Berkas itu keatas meja dengan sangat keras, dia bergidik ngeri ketika melihat wajah sang CEO yang sangat suram bagaikan raja neraka.

Rido menekan Bel yang ada diatas meja, dia memanggil Berys sang Sekretaris.

“Tuan, tenangkan dulu dirimu, jangan terlalu gegabah, biar kita Tanya dengan baik baik” usul embun kepada sang CEO berharap kondisi sang CEOnya kembali normal.

Rido menatap kearah embun dengan sedikit menggelengkan kepala, kemudian dia menarik napas dalam dalam “Bagaimana saya tidak marah kalau pekerjaan mereka seperti ini, kasus sebesar ini bisa bisanya luput dari pengawasan mereka, dan hanya Berys yang berani melakukan ini” tegasnya menaruh curiga dengan sang sekretarisnya.

“Jangan sudzon dulu, siapa tau ini dari bagian keuangan yang melakukannya” saran embun dengan lembut.

Rido hanya bisa menganggukkan kepalanya, sambil dia berkata “Baik, kita tunggu saja tanggapan dari Berys”.

Embun berlalu pergi kearah dispenser yang berada di pojok ruangan itu, kemudian dia mengambil segelas air hangat untuk diberikan kepada sang suami.

“Ini munim dulu, coba tenangkan pikiranmu” embun berkata dengan lembut, sambil dia menyerahkan segelas air hangat itu kepada sang suami.

Rido seketika menatapanya dengan perasaan yang agak berbeda, dia langsung meraih gelas itu dan langsung menghabiskan isinya.

“Apakah begini rasanya kalau seorang istri berada disamping kita kalau sedang dalam keadaan marah, kenapa rasanya sangat berbeda ya, rasanya aku langsung menjadi tenang” monolog rido dalam hatinya.

Embun mengambil alih gelas yang ada ditangan sang suami, dia takut kalau gelas itu melayang diatas lantai, kan ceritanya nanti akan semakin berbeza, namun tiba tiba Berys datang dari luar.

“Tok tok tok” suara pintu diketuk dari luar.

“Masuk” sahut Rido dengan terdengar dingin.

Berys masuk dengan santai dan langsung berdiri dihadapan sang Tuan Muda, namun dia merasa ada yang berbeda ketika dia melihat wajah sang tuan muda yang habis naik darah 100 selsius.

1
Nida Rania
suka karakter embun
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!