NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 Tegang

Tanpa permisi Raidan melumat lembut bibir Alea. Alea perlahan memejamkan mata, seolah-olah memberi izin, ciuman itu semakin dalam dengan keduanya saling bertukar saliva. Sepertinya keduanya sudah mulai nyaman dan merasa terbiasa dengan ciuman seperti itu.

Bukankah keduanya sudah sama-sama merasakan hal yang lain dari hanya sekedar saling bercinta satu sama lain.

Raidan menuntun Alea tanpa melepas ciuman itu melangkah memasuki kamar, Raidan sudah hafal dimana kamar Alea, gerakan tangannya tampak begitu teratur, usapan pada punggung Alea benar-benar sangat lembut.

Ciuman semakin dalam dengan penuh kenikmatan. Alea lagi-lagi terhanyut dalam sentuhan Raidan, tubuhnya benar-benar tidak bisa di kendalikan.

Tit.

Pintu kamar Apartemen terbuka, tanpa Alea dan Raidan sadari ternyata Dharma akhirnya pulang juga setelah sekian lama menghilang.

"Ada apa ini?"

"Kenapa banyak sekali lilin rumah ini, apa lampunya mati?" Dharma bertanya-tanya.

Dharma melangkah berjalan perlahan menuju kamarnya, wajahnya tampak begitu lelah, kepalanya berkeliling seolah mencari seseorang.

"Ahhhhh!" Langkah Dharma seketika terhenti ketika mendengar suara desahan.

Suara itu semakin keras ketika matanya tertuju pada kamar. Dharma semakin melangkah mendekati kamar tersebut.

"Aahhhh!"

"Aaaaa...."

Bagaimana tidak Raidan dan Alea ternyata kembali melakukan penyatuan di atas ranjang. Cuaca dingin di luar sana berubah menjadi panas di dalam kamar tersebut yang mengema suara desahan keluar dari mulut cantik Alea.

Raidan berada di atas tubuhnya memompa Alea dengan ritme penuh dengan kelembutannya dengan tubuh polos keduanya yang tertutupi selimut putih.

Dharma benar-benar disuguhkan dengan suara kenikmatan dari keduanya, tangannya ingin sekali perlahan memegang kanopi pintu, tetapi kalau tidak jadi ketika lampu tiba-tiba suci hidup. Di kamar Alea, lampu tetap mati karena memang tidak sempat dihidupkan sebelumnya.

"Jadi Raidan berada di sini," ucap Dharma sepertinya sudah mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.

Dharma tidak mengganggu pasangan dalam kenikmatan dalam bercinta itu dan memilih untuk berlalu dari hadapan kamar.

Alea dan Raidan tidak menyadari karena larut dalam hubungan seksual mereka, cuaca benar-benar sangat mendukung dengan momen-momen seketika karena setiap ada kesempatan maka akan terjadi sesuatu hal yang tidak terduga.

Alea dan Raidan sepertinya sudah mulai terbiasa melakukan hubungan seperti itu, adanya rasa nyaman dan tidak keberatan sama sekali.

Awalnya Alea terus saja mengumpat seolah-olah merasa jijik tubuhnya diperlakukan seperti itu dan begitu juga dengan Raidan selalu hati-hati, takut jika terlalu berlebihan dan membuat Alea merasa tertekan.

Tetapi siapa sangka mereka seolah-olah pasangan yang saling menginginkan, Raidan memompa Alea sembari melumat bibirnya dan tangannya juga memijat payudara Alea, bukan hanya sekedar melakukan penyatuan, tapi benar-benar memberi kenikmatan dan kenyamanan satu sama lain.

Cukup berapa jam percintaan pasangan tersebut, keduanya tampak sama-sama lelah. Alea menarik selimut dengan menutup tubuhnya dan duduk bersandar pada kepala ranjang.

Sementara Raidan di ranjang kembali mengambil kemejanya dan menghidupkan lampu di kamar tersebut.

"Ternyata lampu sudah hidup," ucap Raidan.

"Benar," sahut Alea dengan pipi memerah.

Kebiasaan dirinya jika percintaan itu selesai maka akan terlihat canggung satu sama lain.

"Hmmmm, kamu langsung pulang?" tanya Alea.

Raidan menganggukkan kepala.

"Di luar masih hujan, sebaiknya tunggu reda saja, lagi pula tidak baik menyetir dengan cuaca buruk seperti ini," ucap Alea mengingatkan.

"Baiklah, saya akan menunggu sebentar lagi," jawab Raidan membuat Alea menganggukkan kepala.

"Hmmmm, kamu mau makan mie tidak, aku akan membuatkan sebentar," ucap Alea memberi tawaran agar mereka berdua tidak terlalu canggung berada di dalam kamar tersebut.

"Boleh, jika kamu tidak keberatan," jawab Raidan.

"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar di sini. Aku akan membuatnya," ucap Alea turun dari ranjang dengan menutup tubuhnya menggunakan selimut.

"Alea!" Raidan menghentikan Alea dengan kembali membalikkan tubuh.

Raidan mengambil pakaian Alea yang berada di atas lantai kemudian melangkah menghampiri Alea.

"Kamu sebaiknya ganti pakaian terlebih dahulu, tidak enak juga dalam keadaan seperti itu kamu harus memasak, bukankah pasti sangat ribet," ucap Raidan.

"Oh iya, benar juga," Alea dengan cepat mengambil pakaian tersebut.

Alea kemudian mengganti di kamar mandi. Raidan tersenyum geleng-geleng kepala. Semakin lama Raidan merasa Alea begitu menggemaskan jika salah tingkah.

Setelah mengganti pakaiannya, Alea keluar dari kamar sembari merapikan rambutnya.

"Aaa!" Alea berteriak benar-benar kaget saat melihat sosok yang berada di ruang tamu tampak duduk dengan santai dengan kakinya berada di atas meja.

Raidan dapat mendengar suara teriakan Alea membuatnya khawatir dan langsung keluar dari kamar tersebut.

Raidan juga kaget ketika melihat Dharma berada di ruang tamu. Mata Dharma melihat ke arah Alea dan juga Raidan dengan kemeja yang digunakan Raidan dikancing sepenuhnya.

"Ma, mas..." ucap Alea dengan terbata-bata.

"Sayang!" Dharma terlihat begitu santai dan berdiri dari tempat duduknya menghampiri Alea.

"Hey, kenapa wajah kamu tampak tegang seperti itu, kamu juga Raidan," ucap Dharma terlihat benar-benar santai sementara Alea dan Raidan justru terlihat gugup karena keberadaan Dharma di Apartemen tersebut dan apalagi mereka sama-sama keluar dari kamar.

"Mas, sejak kapan berada di sini?" tanya Alea.

"Hmmm, sudah hampir 3 jam. Aku salut dengan usaha kalian berdua tidak sia-sia," jawab Dharma.

Jawaban itu sudah menjelaskan dia pasti tahu apa yang terjadi di dalam kamar tersebut.

"Sudahlah sayang, kamu jangan terlalu tegang seperti itu, kamu sebaiknya istirahat, kamu pasti lelah karena Raidan," ucap Dharma tersenyum penuh arti melihat ke arah Raidan.

Mata Dharma juga kembali melihat istrinya dan matanya tertuju pada leher jenjang tersebut.

Alea menyadari sudah dapat dipastikan bahwa lehernya dipenuhi dengan karya dari Raidan membuatnya sedikit malu dan bahkan menghindari tatapan itu dengan menutup menggunakan tangan.

"Aku mau kembali istirahat," ucap Alea memilih memasuki kamar kembali.

Alea tidak jadi membuat mie untuk Raidan karena suaminya tiba-tiba saja sudah berada di rumah.

"Hey Raidan kenapa diam saja? Santailah, kau tidak perlu canggung seperti itu kepadaku, ayo duduk," sahut Dharma.

Raidan berusaha untuk tenang dan akhirnya duduk bersama dengan Dharma. Raidan melanjutkan dengan merapikan kemejanya sehingga seluruh kancing kemejanya sudah terpasang dengan benar.

"Aku benar-benar salut kepada kamu berhasil menaklukkan istriku, ya terkadang cara-cara romantis seperti mendapat membuat wanita patuh dan merasa berkesan, semoga saja ribuan benih yang kamu tanamkan di rahimnya bisa menjadi 1 bayi untuk kami," ucap Dharma.

"Tidak ada hal yang spesial, tadi mati lampu, ternyata Alea takut dengan kegelapan membuatku mencari penerang agar dia tidak terlalu takut. Ini bukan direncanakan, menurutku tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu," Raidan berusaha untuk menjelaskan agar Dharma tidak salah paham bahwa dia membuat momen romantis bersama dengan Alea.

"Aku sudah mengatakan kamu jangan terlalu tegang, apapun yang kamu lakukan dan dengan cara seperti apa kamu membuat Alea nyaman dengan hal itu, maka silahkan," sahut Dharma dengan santai.

"Hmmm, tapi aku lihat-lihat apa yang terjadi pada istriku sudah menjelaskan bahwa kamu ternyata cukup liar di atas ranjang, aku pikir kamu melakukannya hanya sekedar melakukan saja dan asal jadi, ya semoga saja niat dan usaha yang kamu lakukan berhasil memberikan anak yang tampan," ucap Dharma.

Raidan memilih untuk tidak menanggapi perkataannya Dharma.

Bersambung....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!