NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Nathan membaca laporan tersebut dengan tenang. Matanya menelusuri setiap baris tulisan di dalamnya tanpa melewatkan satu kata pun.

Beberapa detik kemudian, ia terdiam.

Wajahnya tidak menunjukkan emosi apa pun. Ia hanya menutup berkas itu perlahan, lalu meletakkannya di atas meja.

“Serahkan saja jasad itu kepada pihak kepolisian,” perintah Nathan singkat.

Setelah mengatakan itu, ia langsung berbalik dan berjalan keluar dari ruangan.

Marcus yang berdiri di sampingnya tampak kebingungan, tetapi tetap segera mengikuti langkah atasannya.

“Tuan,” panggil Marcus dengan ragu, “kenapa menyerahkannya kepada mereka? Bukankah itu hanya akan memberi mereka kesempatan untuk ikut campur?”

Nathan tidak menghentikan langkahnya.

“Jasad itu sudah tidak berguna,” jawabnya dengan nada tenang. “Saat ini yang ingin aku lakukan hanyalah balas dendam.”

Ia berhenti sejenak di depan pintu.

“Hubungi orang-orang kita,” perintahnya.

“Baik, Tuan,” jawab Marcus segera.

Nathan kemudian melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Marcus berdiri beberapa detik di tempatnya sebelum akhirnya mengikuti.

Di dalam hatinya, ia tidak bisa menahan kebingungan.

"Apa maksud Tuan dengan mengatakan jasad itu tidak berguna?" batinnya.

"Semasa Nona Calista masih hidup, Tuan jarang menemaninya. Sekarang setelah dia meninggal, apakah Tuan juga tidak ingin mengurus pemakamannya?"

Marcus menghela napas pelan.

"Sungguh malang nasib gadis itu…" pikirnya.

"Padahal mereka sudah bersama selama lima tahun."

***

Nathan pulang ke apartemennya menjelang malam.

Mobil hitam yang ia kendarai memasuki area parkir luar yang luas di depan gedung apartemen itu. Lampu-lampu tinggi berdiri berjajar menerangi area parkir yang hampir kosong.

Mesin mobil dimatikan.

Nathan membuka pintu dan keluar dengan tenang. Angin malam berhembus pelan, mengibaskan jas panjang yang ia kenakan.

Baru beberapa langkah ia berjalan menjauh dari mobilnya, tiba-tiba beberapa bayangan muncul dari balik kendaraan lain yang terparkir di sekitar sana.

Langkah kaki terdengar mendekat.

Beberapa pria muncul mengelilinginya. Wajah mereka kasar, dan di tangan mereka terlihat senjata tajam yang berkilat terkena cahaya lampu.

Salah satu dari mereka memutar pisaunya sambil menatap Nathan dengan sinis.

“Nathan Han, malam ini adalah hari kematianmu,” ejek pria itu.

Nathan berhenti berjalan.

Tatapannya perlahan menyapu orang-orang yang mengepungnya.

Satu… dua… tiga… lebih dari lima orang.

Namun ekspresi wajahnya tetap tenang, seolah situasi itu bukan ancaman baginya.

Ia bahkan tidak mundur satu langkah pun.

Nathan perlahan membuka kancing jasnya.

“Siapa yang mengirim kalian?” tanyanya dengan suara rendah.

Para pria itu saling tertawa.

“Kami hanya menjalankan perintah,” jawab salah satu dari mereka sambil mengangkat senjata tajamnya.

"Hanya kalian yang adalah preman jalanan, berani menantangku," ucap Nathan.

Para pria itu saling bertukar pandang.

Detik berikutnya, salah satu dari mereka berteriak kasar.

“Habisi dia!”

Beberapa orang langsung berlari maju dengan senjata tajam terangkat tinggi.

Nathan tidak bergerak sampai orang pertama sudah hampir mencapainya.

Saat pisau pria itu diayunkan ke arah lehernya—

Nathan bergerak.

Tubuhnya berputar cepat menghindari serangan itu. Tangannya langsung menangkap pergelangan tangan lawan, lalu memelintirnya dengan keras.

“Krak!”

Teriakan kesakitan terdengar ketika senjata itu jatuh ke lantai.

Nathan menendang perut pria itu tanpa ampun hingga tubuhnya terpental dan jatuh menghantam kap mobil di belakangnya.

Belum sempat yang lain bereaksi, dua pria lain sudah menyerang bersamaan dari sisi kiri dan kanan.

Salah satu dari mereka menusukkan pisaunya ke arah perut Nathan.

Nathan mundur setengah langkah, lalu menepis lengan pria itu. Dalam gerakan yang sama, ia menghantamkan siku ke wajah lawannya.

“Brak!”

Darah langsung menyembur dari hidung pria itu saat tubuhnya terhuyung.

Namun pria di sisi lain sudah mengayunkan parang ke arah bahu Nathan.

Nathan mengangkat lengannya untuk menahan sambil memutar tubuhnya. Parang itu hanya menggores jasnya.

Tanpa memberi kesempatan, Nathan melayangkan tendangan keras ke lutut pria itu.

“Ahhh!”

Pria itu jatuh berlutut sambil menjerit kesakitan.

Nathan meraih kerah bajunya dan menghantamkan kepalanya ke kap mobil.

“Duk!”

Tubuh pria itu langsung terkulai.

Sisa penyerang kini terlihat ragu.

Mereka tidak menyangka Nathan bisa menjatuhkan beberapa orang hanya dalam hitungan detik.

Nathan berdiri tegak di tengah parkiran yang sunyi itu.

Napasnya tetap stabil.

Tatapannya dingin menatap mereka satu per satu.

“Masih ada lagi?” tanyanya dengan suara rendah.

Salah satu dari pria yang masih berdiri menatap Nathan dengan wajah penuh kebencian.

“Nathan Han, kau tidak perlu bangga karena bisa mengalahkan kami,” katanya dengan suara serak. “Ke depannya masih banyak yang harus kau hadapi.”

Nathan berdiri tegak di bawah cahaya lampu parkir. Ia menatap pria itu dengan dingin.

“Aku akan menunggu kedatangan kalian,” ucap Nathan perlahan.

Pria itu terdiam.

Nathan melangkah satu langkah mendekat. Tatapannya tajam seperti pisau.

“Sampaikan kepada atasan kalian,” lanjutnya dengan nada datar namun penuh tekanan, “lain kali jangan mengirim preman jalanan untuk membunuhku. Kalau memang ingin mengambil nyawaku,” katanya dingin, “kirimlah orang yang lebih layak.”

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!