Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Tukang Sayur
" Maksud nya mbok , rumah ini di tinggal begitu saja usai dibangun ? " .
Pak Soni dan bu Wati saling pandang sesaat . Tentu mereka merasa heran jika memang begitu . Karna biasa nya orang akan meninggalkan rumah jika sudah tidak layak huni tapi yang di katakan mbok Derep benar - benar tidak masuk logika mereka .
" Rumah ini dulu nya sudah di huni sepasang suami istri lebih dari empat puluh tahun lama nya kemudian di renovasi . Namun setelah di bangun pasangan suami istri tua itu pergi " .
" Ya wes tho pak , gimana kalau kita bersihkan saja rumah ini dan tinggal di sini , kalau pemilik rumah ini ke sini ya kita kembalikan daripada di biarin ngga di rawat malah sayang kalau rusak " .
" Hahahaha .. " . Seperti sebelum - sebelum nya mbok Derep selalu begitu tiba - tiba datang dan pergi meninggalkan pak Soni dan bu Wati yang merasa aneh dengan kelakuan mbok Derep .
" Ayo bu kita bersihkan sekarang saja " .
Pak Soni merasa bersyukur karena mendapat tempat tinggal sementara meskipun dengan kondisi rumah yang sangat kotor akan tetapi perabot di dalam rumah masih lengkap termasuk kasur dan peralatan untuk memasak . Hanya saja untuk kompor tidak ada tabung gas nya akan tetapi ada tungku untuk memasak yang menggunakan kayu .
" Pak , apa ngga apa - apa kita tinggal di rumah ini ? , ibu takut kita dianggap lancang pak " .
" Ada mbok Derep bu yang busa bantu kita menjelaskan kalau ada pemilik nya datang ke rumah ini , yang penting kan kita membersihkan rumah ini , merawat dengan baik dan ngga merusak perabotan yang ada " .
" Pak , kita mau masak apa kalau bahan saja kita ngga punya " .
" Hahahaha .. setiap hari akan ada penjual sayur keliling lewat sini kalian bisa membeli nya " .
Lagi - lagi mbok Derep muncul dengan tiba - tiba dan mengejutkan .
" Kalau ada penjual sayur lewat sini arti nya rumah ini sudah dekat dengan kampung warga mbok ? " . Tanya bu Wati mengelus dada sebab belum hilang rasa kaget nya .
" Ingat , kalian ngga bisa meninggalkan rumah ini begitu saja , hahahahaha ... " .
" Pak , ibu bisa jantungan kalau dikagetkan terus sama mbok Derep " .
" Hehehe .. buat hiburan bu , toh mbok Derep juga kelihatan nya orang yang baik " .
TET TEEEETT !!
TET TEEEETT !!
" Sayur kang !! " . Bu Wati berteriak memanggil penjual sayur .
" Kang .. beli sayur nya !! " . Bu Wati berlari kecil berharap bisa mengejar penjual sayur .
Penjual sayur menoleh dan memutar kembali motor nya yang berat dengan banyak barang dagangan .
" Mbak Yu manggil saya ? " . Penjual sayur menatap bu Wati dengan seksama seolah ingin memastikan sesuatu .
" Iya kang , saya mau beli sayur " .
" Mbak yu manusia kan ? " .
" Astaghfirullah kang .. saya ini manusia , lihat nih kaki saya nginjak tanah kan ? " .
" Eh iya mbak yu maaf , saya cuma memastikan saja , abis nya saya heran kok tumben di sini ada yang beli sayur " .
" Ya sudah kang saya mau milih sayur nya , kangkung seikat berapa kang ? " .
" Lima ribu aja mbak yu " .
" Sama tempe , cabe , tomat , garam "
" Apalagi mbak yu ? " .
" Bawa minyak goreng kang ? " .
" Kebetulan ada ini mbak yu , tapi yang setengah literan " .
" Iya ngga apa - apa itu saja satu " .
" Ikan nya mbak yu ? " .
" Ngga usah kang , di hitung saja itu tadi " .
" Dua puluh tiga ribu , tapi dua puluh ribu aja mbak yu harga perkenalan hehehe " .
" Beneran kang apa ngga takut rugi nanti ? " .
" Doain yang baik nya saja mbak yu " .