NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Perangkap Maut Dan Identitas Asli

"Kamu bilang... aku adalah umpan?" tanya Kiara tak percaya, matanya membelalak menatap Arkan. "Maksudmu, aku harus mendekat ke sarang mereka secara langsung?"

Arkan mengangguk pelan, wajahnya tampak sangat serius. Ia memegang kedua bahu istrinya itu erat-erat, seolah ingin memastikan wanita itu tidak akan kemana-mana.

"Kamu satu-satunya orang yang bisa memodifikasi formula itu secara sempurna, Kiara. Mereka butuh otakmu, bukan cuma datanya. Begitu mereka tahu produk mereka gagal dan data yang mereka curi tidak berguna tanpa penyesuaian manual darimu... mereka pasti akan mencarimu."

"Jadi rencanamu adalah... membiarkan diriku diculik?" tanya Kiara lagi, kali ini suaranya sedikit bergetar, bukan karena takut, tapi karena takjub dengan keberanian rencana gila ini.

"Bukan diculik, Sayang," Arkan tersenyum tipis, namun sorot matanya tajam dan dingin. "Kita akan membuat mereka berpikir mereka berhasil menangkapmu. Tapi sebenarnya, kitalah yang akan memburu mereka."

Arkan berjalan ke arah meja, mengambil sebuah tablet dan menunjuk sebuah peta digital yang menampilkan lokasi sebuah gudang tua di kawasan pelabuhan.

"Informasinya mengatakan, Pak Hendra terakhir terlihat di sini. Ini markas sementara mereka. Kita akan kirim kabar palsu bahwa kamu akan membawa 'Formula Asli' yang sebenarnya sendirian untuk ditukar dengan bukti yang bisa menjatuhkan Mahardika."

"Dan mereka akan memakan umpan itu bulat-bulat," sambung Kiara, kini senyum licik mulai terukir di bibirnya. Ia mulai paham permainan ini. "Mereka terlalu serakah untuk menolak."

"Tepat sekali."

 

MALAM HARI ITU...

Hujan turun sangat lebat, membasahi jalanan kota yang mulai sepi. Sebuah mobil sedan biasa, bukan mobil mewah, berhenti di depan sebuah gudang tua yang tampak angker dan tertutup rantai besi.

Kiara turun dari mobil. Ia hanya mengenakan jaket hitam tipis dan tas selempang kecil di bahunya. Tidak ada pengawal yang terlihat, tidak ada Arkan di sisinya. Ia tampak sendirian dan rentan.

Sesuai rencana, ia mematikan semua alat pelacak yang Arkan pasang di tubuhnya—atau setidaknya, itulah yang terlihat dari luar.

Pintu besar gudang terbuka perlahan. Beberapa pria bertubuh kekar dengan wajah garang keluar dan segera mengelilingi Kiara.

"Masuk," perintah salah satu dari mereka dengan nada kasar.

Kiara tidak melawan. Ia berjalan tenang masuk ke dalam ruangan yang gelap dan berdebu itu. Di sana, di bawah satu lampu bohlam yang menggantung redup, terlihat Raden Mahardika yang sedang duduk santai, dan di sebelahnya berdiri Pak Hendra dengan wajah penuh kemenangan.

"Selamat datang, Nona Kiara," sapa Raden Mahardika sinis. "Aku tahu kamu wanita cerdas. Ternyata lebih cepat dari yang kuduga menyadari bahwa bernegosiasi adalah jalan terbaik."

"Katakan di mana bukti penipuan ayahku," kata Kiara dingin, berusaha mempertahankan aktingnya. "Dan aku akan memberimu formula yang benar-benar bisa dipakai. Formula yang tidak akan pecah saat diproduksi."

Wajah Raden dan Hendra seketika berubah bersinar. Tapi sebelum mereka sempat bicara, tiba-tiba suara tepuk tangan perlahan terdengar dari sudut ruangan yang gelap.

Braak... braak... braak...

Seorang pria tinggi besar dengan penampilan rapi dan kacamata hitam berjalan keluar dari bayang-bayang. Aura yang ia pancarkan jauh lebih mengerikan dan berbahaya daripada Raden Mahardika.

"Cerdas... sangat cerdas," suara pria itu berat dan terdengar asing. "Tapi sayang, Nona cantik, kamu terlambat menyadari satu hal penting."

Pria itu mendekat, lalu tangannya menunjuk ke arah Pak Hendra.

"Hendra di sini bukan cuma karyawan pengkhianat. Dia adalah tangan kananku yang sudah kususup ke dalam perusahaan kalian selama lima belas tahun."

Kiara pura-pura terkejut, tapi di dalam hatinya ia waspada. "Siapa kau sebenarnya?"

Pria itu melepas kacamatanya perlahan, menampakkan sepasang mata yang tajam dan dingin.

"Nama saya Ivan Vasiliev. Dan aku adalah kepala operasi Asia dari Black Lotus Organization."

Kiara menahan napas. Ia pernah mendengar nama organisasi itu dalam laporan ayahnya. Organisasi kriminal internasional yang menguasai pasar gelap teknologi dan obat-obatan terlarang.

"Dan sekarang..." Ivan menyeringai jahat, "karena kamu sudah datang membawa otakmu sendiri... kamu tidak akan pernah bisa keluar dari sini lagi."

Tiba-tiba, Pak Hendra mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan mengacungkannya tepat ke arah kepala Kiara!

"Maafkan aku, Nona Kiara," ucap Hendra tanpa rasa bersalah. "Uang dan kekuasaan itu mahal harganya."

Kiara terpaku. Jantungnya berdegup kencang. Ini bagian berisiko dari rencana. Ia harus menunggu tanda tepat dari Arkan.

"Arkan..." bisik Kiara dalam hati. "Dimana kau..."

Seketika itu juga, lampu gudang tiba-tiba meledak!

BUUMMM!!!

Kegelapan total menyelimuti ruangan. Suara teriakan panik terdengar di mana-mana. Dan di tengah kekacauan itu, sebuah bayangan cepat bergerak seperti hantu.

DOR! DOR!

Tembakan terdengar membabi buta, tapi tidak ada yang kena. Tiba-tiba, sebuah tangan kuat menarik pinggang Kiara dan menariknya masuk ke dalam pelukan hangat yang sangat dikenalnya.

"Maaf membuatmu menunggu, Sayang," bisik suara berat di telinganya. "Pertunjukan dimulai sekarang."

Arkan sudah ada di sana!

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!