"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"
Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.
Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.
Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:
Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.
Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.
Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!
Ketika para dewi sekte suci d
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7: SEKOLAH TEKNIK DI PUNCAK GUNUNG
Kabar tentang jatuhnya tiga kapal perang Klan Ye hanya karena selembar seprai telah mengguncang Benua Sembilan Cakrawala lebih hebat daripada gempa bumi mana pun. Namun, yang paling membuat para ahli gemetar bukanlah kekuatannya, melainkan laporan Penatua Gu tentang "Bambu dengan Pola Surga".
Dalam semalam, Puncak Awan Tersembunyi tidak lagi didatangi oleh prajurit, melainkan oleh orang-orang tua berjubah panjang yang membawa buku catatan dan alat pengukur. Mereka adalah para Master Formasi dari berbagai kekaisaran.
Ye Xuan terbangun pagi itu dengan perasaan yang jauh lebih segar. Ia telah memutuskan untuk berhenti memikirkan tentang klan lama yang menyebalkan itu. Fokusnya sekarang adalah kenyamanan.
"Saluran irigasinya bekerja dengan baik, tapi airnya jatuh terlalu keras ke kolam. Ikan-ikanku bisa pusing," gumam Ye Xuan sambil menggaruk dagunya.
Ia memutuskan untuk membuat sebuah Kincir Air. Menggunakan sisa kayu dari Jian Chengyue dan beberapa paku karatan, Ye Xuan mulai merakit roda kayu besar. Agar kincir itu berputar lancar tanpa gesekan, ia mengoleskan sedikit "minyak goreng" buatannya sendiri ke porosnya—yang sebenarnya adalah Essence of Eternal Motion yang ia ekstrak secara tidak sadar dari biji bunga di kebunnya.
"Sempurna. Sekarang kincir ini akan berputar selamanya," ucap Ye Xuan bangga.
Di luar pagar, puluhan Master Formasi sedang bersembunyi di balik semak-semak, mengamati setiap gerakan Ye Xuan dengan teleskop spiritual.
"Lihat! Dia sedang membangun artefak baru!" bisik Master Mo, ahli formasi nomor satu dari Kekaisaran Pusat. "Tunggu... apakah itu roda raksasa? Pola putarannya... itu adalah Hukum Perputaran Roda Reinkarnasi!"
Saat kincir air itu mulai berputar dan menyentuh air, sebuah gelombang energi murni menyapu seluruh puncak gunung. Para ahli di balik semak-semak tiba-tiba merasakan pikiran mereka menjadi sangat jernih. Masalah formasi yang tidak bisa mereka pecahkan selama ratusan tahun mendadak memiliki jawaban yang sangat sederhana.
"Hanya dengan melihat kincir itu berputar... aku merasa jiwaku sedang dicuci!" Master Mo menangis tersedu-sedu. "Inilah teknik yang sebenarnya! Tanpa mantra, tanpa batu spiritual, hanya murni mengikuti arus alam!"
Ye Xuan, yang sedang menikmati pemandangan kincirnya, tiba-tiba dikagetkan oleh suara tangisan massal dari balik semak-semaknya.
"Siapa di sana?!" teriak Ye Xuan, refleks mengambil sapu lidinya. Aduh, jangan bilang ini gerombolan debt collector versi baru lagi.
Satu per satu, puluhan kakek tua berjubah mewah keluar dari semak-semak dengan wajah penuh air mata dan ingus. Mereka tidak berlutut untuk menantang, melainkan langsung bersujud dengan kepala menyentuh tanah.
"Mohon Senior sudi menerima kami sebagai murid!" teriak mereka serempak.
Ye Xuan mundur selangkah, hampir terpeleset ke kolam ikan. "Murid? Murid apa?! Aku tidak buka kursus bertani! Kalian ini siapa? Kenapa kakek-kakek seumuran kalian mau belajar mencangkul?!"
Master Mo maju dengan gemetar, menyodorkan sebuah gulungan kitab emas. "Senior, kami telah melihat 'Kincir Reinkarnasi' yang Anda buat. Kami menyadari bahwa ilmu kami selama ini hanyalah debu. Kami ingin belajar bagaimana cara membuat benda yang bisa berputar tanpa energi spiritual seperti itu!"
Ye Xuan melongo. Ia menatap kincir airnya, lalu menatap para ahli formasi itu.
Mereka ingin belajar cara membuat kincir air? Apa di benua ini tidak ada pelajaran Fisika dasar? pikir Ye Xuan heran. Wah, ini kesempatan! Daripada mereka terus-terusan mengintip di kebunku, lebih baik aku suruh mereka kerja saja.
"Ehem," Ye Xuan berdehem, mencoba memasang wajah serius. "Kalian ingin belajar 'Ilmu Kinetik' ini? Baiklah. Tapi jalurnya sangat berat. Kalian harus mulai dari dasar."
"Kami siap, Senior! Apa pun ujiannya!" jawab mereka dengan semangat membara.
"Bagus. Ujian pertamanya adalah..." Ye Xuan menunjuk ke tumpukan batu di pinggir ladangnya. "Kalian harus menyusun batu-batu itu menjadi dinding penahan tanah agar ladang ubi-ku tidak longsor. Tapi ingat! Tidak boleh menggunakan tenaga dalam atau sihir terbang. Kalian harus menggunakan kekuatan otot dan prinsip pengungkit!"
Ye Xuan berpikir: Ini cara terbaik untuk mendapatkan kuli gratis. Mereka kelihatannya punya banyak tenaga meski sudah tua.
Namun di telinga para Master Formasi, perintah itu adalah: "Latihan Membangun Fondasi Dunia Tanpa Menggunakan Energi Luar."
"Luar biasa! Senior ingin kita menyatu dengan bumi secara fisik!" Master Mo sangat bersemangat. "Semuanya, lepaskan jubah kalian! Mari kita bangun 'Dinding Pelindung Dao' ini dengan tangan kosong!"
Sepanjang sore itu, pemandangan di Puncak Awan Tersembunyi benar-benar aneh dan inovatif. Para Master Formasi paling dihormati di benua itu kini sedang berkeringat, mengangkut batu besar dengan kayu pengungkit, sambil berdiskusi tentang sudut kemiringan batu yang paling stabil.
Lin Meier dan Jian Chengyue hanya bisa saling pandang.
"Senior Ye benar-benar hebat," bisik Jian Chengyue. "Dia berhasil mempekerjakan seluruh aliansi Master Formasi hanya untuk membangun dinding kebun, dan mereka semua terlihat sangat bahagia seolah-olah baru saja mendapatkan harta karun."
"Itu karena setiap batu yang mereka susun sebenarnya sedang memperbaiki struktur jiwa mereka," sahut Lin Meier pelan. "Lihatlah kincir air itu... dia tidak hanya memutar air, dia sedang memutar keberuntungan seluruh benua ini."
Ye Xuan sendiri duduk di kursi bambunya, memegang segelas jus buah (yang ia peras secara manual). Ia merasa sangat puas.
Ternyata benar kata orang, pengangguran yang punya ide cemerlang bisa jadi bos besar, batin Ye Xuan. Lihatlah para kakek itu, mereka begitu rajin. Mungkin besok aku suruh mereka membangun gazebo atau kolam renang sekalian.
Namun, di tengah kesibukan itu, sebuah bayangan kecil terbang dengan sangat cepat menuju puncak gunung. Bukan kapal perang, bukan pedang terbang, melainkan sebuah burung mekanik kecil yang membawa surat dari Kekaisaran Pusat.
Surat itu berisi undangan untuk "Turnamen Inovasi Seribu Sekte".
Ye Xuan mengambil surat itu dari burung mekanik tersebut. "Turnamen inovasi? Apa ini semacam lomba desain produk atau pameran teknologi?"
Matanya berbinar saat melihat hadiahnya: Sepeti emas dan garam dari laut terdalam.
"Garam! Akhirnya ada kesempatan mendapatkan garam berkualitas!" Ye Xuan berseru senang. "Nona Lin, Nona Jian! Siapkan ubi terbaik kita. Kita akan turun gunung untuk ikut lomba!"
Lin Meier dan Jian Chengyue langsung terdiam ngeri. Senior mau turun gunung? Apakah ini artinya... akhir dari ketenangan benua ini sudah dekat? Dunia akan segera melihat kemunculan Dewa yang sebenarnya!