NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan yang pertama

"Sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur, Nova. Aku ini istrimu yang pertama atau kedua?" tanya Alma seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Ia berusaha menutupi kegelisahannya, memantapkan hati menerima jawaban dari pria yang berstatus suaminya itu. Meski pahit sekalipun kenyataan yang akan ia terima.

Nova dan Marsha sejenak saling berpandangan seolah melakukan komunikasi lewat tatapan mata. Alma yang melihat itu lantas memalingkan wajahnya, sangat malas rasanya menyaksikan adegan yang begitu memuakkan baginya itu.

Fanny sebagai orang luar akhirnya memahami situasi seperti apa yang kedua sahabatnya itu sedang hadapi. Namun, ia tak ingin ikut campur dan cukup menjadi saksi. Lalu diam-diam ia menekan mode rekam dalam ponselnya. Merekam setiap kata yang terucap dari mulut mereka.

"Baiklah, berhubung kamu sudah ada di sini, maka aku tak akan menyembunyikannya lagi darimu," ujar Nova akhirnya, suaranya terdengar datar tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Mas..." panggil Marsha pelan, seraya menggeleng pelan, seolah berusaha menahannya.

Namun, Nova tak menghiraukannya. Ia menatap ke arah Alma, lalu berkata dengan tegas, "Kamu memang bukan yang pertama, karena aku dan Marsha telah menikah sah sebelum aku menikahimu. Jadi, kamu bisa berpikir sendiri, bagaimana posisimu dalam pernikahan kita ini!"

Duarrr!!!

Kata-kata yang baru saja meluncur dari mulut Nova, bagaikan petir yang menyambar langsung di atas kepala Alma. Tubuhnya mendadak kaku, napasnya terasa sesak seolah pasokan udara di ruangan itu tiba-tiba kosong tak tersisa.

Alma tak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini. Dunianya seakan runtuh seketika. Rasa sakit, marah, hancur dan terhina bercampur menjadi satu, meledak-ledak di dalam dadanya.

Bagaimana bisa, pria yang selama ini ia percayai, dan ia cintai sepenuh hati, tega berbuat sekejam itu padanya?

Namun, alih-alih menangis atau jatuh terguling-guling seperti yang mereka harapkan, tiba-tiba Alma justru tertawa. Tawa yang terdengar sumbang dan penuh kepahitan. Ia menatap dua makhluk yang menurutnya paling durjana di dunia itu, dengan pandangan penuh kebencian.

"Kalian hebat sekali, ya..." ucapnya di sela tawa yang perlahan mereda.

Aura wajahnya berubah gelap, matanya memancarkan amarah yang tak terbendung. "Rupanya selama tiga tahun ini kalian berdua diam-diam bersekongkol sedemikian rapi, untuk membohongiku, mempermainkanku, dan menjadikanku boneka bodoh yang tak tahu apa-apa. Entah apa tujuan kalian."

"Sudahlah, Al. Toh, aku menerima kamu sebagai maduku dengan ikhlas. Buktinya selama tiga tahun ini kita saling berbagi dan hidup damai, gak ada masalah, kan? Lalu apa yang kamu ributkan?" ucap Marsha santai sambil tersenyum sinis, seolah apa yang mereka lakukan adalah hal wajar.

Tawa Alma semakin lebar, terdengar lebih dingin dan penuh penghinaan, hingga membuat wajah Marsha maupun Nova tampak menegang.

"Oh, ya? Jika kamu berharap aku mau berbagi suami, apalagi ingin mempertahankan Nova, maka kamu salah besar. Pria sampah seperti dia, dikasih gratis pun aku sudah tak sudi.p Karena bagiku berbagi daging batangan sangat lah menjijikkan!"

Nova dan Marsha terhenyak, mata mereka melebar penuh. Wajah keduanya pun merah padam antara malu sekaligus amarah yang tersulut habis-habisan.

"Alma...!" seru Nova tak terima.

"Kenapa? Nggak terima...?" Alma tersenyum miring.

Sementara itu, di samping Alma, Fanny menutup rapat mulutnya dengan kedua tangan, bahunya berguncang keras menahan tawa yang hampir meledak mendengar ucapan pedas sahabatnya itu.

"Dan, ingatlah! Kalian yang memulai ini, maka aku akan mengakhirinya dengan cara paling menyakitkan yang nggak akan pernah kalian duga. Jadi bersiaplah!"

Alma lantas membalik badannya dengan tegap, punggungnya lurus penuh wibawa. Tak sedikit pun menoleh ke belakang seolah dua makhluk di belakangnya sudah tak berharga lagi baginya. Ia menarik tangan Fanny dengan langkah mantap, meninggalkan Nova dan Marsha yang masih terpaku, terbungkam, tanpa memiliki daya untuk membalas satu kata pun.

Pintu ruangan tertutup rapat di belakang mereka, seolah menutup segala kepalsuan dan kepahitan yang baru saja Alma terima. Begitu berada di lorong rumah sakit yang agak jauh dari ruang rawat tersebut, barulah Fanny melepaskan tangan dari mulutnya, dan tawanya langsung meledak tak tertahankan.

"Gila... Benar-benar gila kamu, Al! Itu ucapan paling keren dan pedas yang pernah aku dengar seumur hidup! Berbagi daging batangan kamu bilang? Astaga, hahaha...!" Fanny tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.

"Kamu lihat tadi muka mereka berdua, nggak? Aduh... udah kayak udang rebus saking malunya. Sampai nggak bisa ngomong apa-apa lagi mereka. Alma dilawan!" ujar Fanny di sela tawanya, sambil menepuk-nepuk bahu Alma bangga.

Namun, Alma hanya tersenyum tipis. Senyum yang dingin dan penuh misteri Tak ada air mata, apalagi raut sedih di wajahnya. Hati wanita itu sudah membatu, berubah menjadi keberanian tajam yang siap membalas segala perlakuan kejam mereka yang tega menipunya selama ini. Ia melirik ponsel Fanny yang digunakan untuk rekaman percakapan tadi.

"Makasih ya, Fan," ucap Alma pelan, matanya menatap lurus ke depan, tak ada keraguan sedikit pun. "Itu baru permulaan. Ucapan terakhirku tadi bukan sekadar ancaman kosong. Aku berjanji, apa yang mereka banggakan selama ini akan aku hancurkan satu per satu sampai mereka meratap menyesal pernah berani mempermainkanku."

Alma melangkah terus menuju pintu keluar, angin lorong menyapu wajahnya yang kini tampak jauh lebih kuat dari sebelumnya.

"Mereka kira aku wanita lemah yang akan menangis atau memohon padanya? Nggak akan terjadi! Aku Alma, akan membalikkan keadaan dengan caraku sendiri untuk menjatuhkan mereka berdua ke tempat yang paling rendah."

Fanny mengangguk mantap di sampingnya, ikut melangkah seiring langkah sahabatnya itu. "Aku ada di belakangmu, Al. Apa pun yang kamu butuhkan aku siap membantumu."

"Aku kira dulu Nova mendekatimu karena dia benar-benar mencintai kamu. Apalagi Marsha terang-terangan mendukung. Nggak nyangka kalau ternyata hati mereka begitu busuk. Tega sekali bersekongkol mempermainkan kamu!"

.

Di dalam ruangan rawat yang baru saja mereka tinggalkan, Nova dan Marsha masih diam mematung. Wajah mereka masih tampak merah padam. Namun, kali ini bukan hanya karena marah atau malu, melainkan karena perasaan takut yang mulai menjalar di dada. Ancaman Alma tak bisa dianggap remeh. Meski sikapnya sangat tenang, tetapi terasa lebih mengerikan daripada amarah yang meledak-ledak.

Nova mengepal tangannya erat, keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. Ia paham betul sorot mata itu—sorot mata seseorang yang penuh tekad membara dan siap bertarung sampai titik darah penghabisan.

"Kita dalam bahaya, Sha..." gumam Nova parau, suaranya bergetar. "Dia bukan lagi Alma yang kita kenal. Dia sudah berubah... dan dia benar-benar serius!"

Marsha menelan ludah, senyum angkuhnya sudah hilang tak berbekas. Tubuhnya terasa lemas, ia mulai menyadari kesalahan terbesar yang telah mereka buat, yakni meremehkan wanita yang selama tiga tahun ini mereka anggap bodoh.

1
Rahmawati
baru denger ada daging batangan, lucu😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: intermezo mbak, biar gak serius serius amat🤣
total 1 replies
Rahmawati
kasian alma😭
sunaryati jarum
Benci dan irimu akan menghancurkan kamu dan keluarga kamu sendiri Marsha
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ laki Lo itu copy paste gak di baca jadi mana ngarti dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Suci Dava
Selamat hari raya Idul Adha 1447H utk seluruh saudara muslim seluruh dunia. Lanjut Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sami sami, selamat hari raya idul adha 🫰🫶
total 1 replies
Dew666
💃💃💃
Nar Sih
syukurin rasain pembalasan untuk laki,,pecundang seperti mu nova😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
rasakan pembalasan dri alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu nova,dan pasti dlm hti mu marah ngk terima
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!