NovelToon NovelToon
Yang Hilang Tanpa Pergi

Yang Hilang Tanpa Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Single Mom
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Merlin percaya bahwa cinta cukup untuk membuat seseorang tetap tinggal disisinya. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa, cinta tidak selalu kalah oleh cinta pada orang ketiga. Melainkan, ia kalah oleh tanggung jawab.

Reyno tidak pernah benar-benar pergi dari sisinya. Dia masih pulang. Masih memanggil nama Merlin seperti biasa.

Tapi perlahan, kehadirannya berubah. Perhatiannya terbagi. Waktunya bukan lagi milik satu hati. Dan tanpa disadari, Merlin mulai kehilangan seseorang yang masih ada di sisinya.

Di antara kewajiban dan perasaan,
siapa yang seharusnya dipilih?
Dan ketika semuanya sudah terlambat,
apakah cinta masih punya tempat untuk kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yhtp *30

Merlin menghela napas panjang, napas yang terasa sangat berat sekali. "Kata maaf kamu, janji kamu, penyesalan kamu, semuanya udah terlambat," ucapnya lirih, namun tegas. "Karena ada sesuatu yang hilang malam ini yang nggak bakal bisa dikembalikan lagi sama apa pun. Bukan cuma anak kita, tapi juga rasa percaya dan rasa cinta aku ke kamu. Itu udah hancur banget, Rey. Hancur sampai aku nggak tau bisa dibenerin apa enggak."

Merlin tidak menjawab. Ia hanya kembali memejamkan mata, membiarkan air matanya kering sendiri di pipi. Di dalam hatinya, ia berbisik pada makhluk kecil yang tak sempat lahir itu.

'Selamat jalan, Nak. Maafin Mama. Maafin Ayah. Di mana pun kamu ada, bahagia ya di sana. Jangan jadi kayak kami, jangan hidup di antara rasa sakit dan pertengkaran.'

Di luar jendela rumah sakit, hujan mulai reda. Namun di dalam hati mereka berdua, badai besar baru saja berlalu, meninggalkan puing-puing rumah tangga yang retak hebat. Dan sebuah kenangan tentang bayi kecil yang hanya sempat ada di dalam gambar hitam putih, dan di dalam doa yang tak sempat selesai.

Malam itu, Reyno sadar sepenuhnya. Bahwa dia telah memilih hal yang salah. Bahwa yang selalu ia cari ada di rumahnya sendiri. Dan yang harus ia jaga, ada di hadapannya sekarang, terbaring lemah dan hancur hatinya.

Dan malam itu juga, Merlin sadar. Bahwa cinta saja tak cukup untuk bertahan, jika ia selalu menjadi yang kedua di hati suaminya, rumah ini tak lagi hangat, karena api cintanya sudah padam dimakan rasa sakit yang datang berulang kali.

***

Ruangan rawat inap itu terasa terlalu sunyi. Senyap sepi hingga suara detak jarum jam di dinding pun terdengar jelas dan berirama menyakitkan. Selain itu, di tengah keheningan malam yang panjang, hanya terdengar suara tetesan cairan dari selang infus dan bunyi ritmis alat pemantau detak jantung di samping ranjang. Suara-suara kecil itu seolah menjadi saksi bisu atas kesedihan besar yang sedang melanda dua anak manusia di ruangan tersebut.

Merlin berbaring diam, ia memalingkan wajah sepenuhnya ke arah jendela besar yang tertutup tirai putih tipis. Wanita itu terlihat sangat enggan menoleh sedikit saja ke sisi kanan tempat tidurnya, tempat di mana sosok yang paling ia cintai sekaligus yang paling menyakiti hatinya sedang duduk diam.

Merlin tidak ingin melihat Rey sekarang. Ia tidak ingin mendengar suara pria itu. Karena setiap kali wajah suaminya itu terlintas di pikiran atau terlihat di depan mata, rasa sakit di dadanya kembali menyerang, menyesakkan napas, dan mengingatkannya kembali pada hal mengerikan di mana ia kehilangan segalanya.

Di sisi ranjang itu, Reyno masih duduk diam dengan punggung yang membungkuk sedikit ke depan. Matanya merah dan bengkak, wajahnya pucat dan penuh dengan penyesalan yang mendalam.

Ia menatap punggung istrinya yang kurus dan rapuh itu dengan tatapan tak berdaya. Biasanya, di setiap masalah, di setiap kali Merlin sedih atau menangis, ia selalu tahu apa yang harus dilakukan. Ia bisa mendekat, memeluk, membujuk dengan kata-kata manis, dan perlahan semuanya akan membaik.

Cinta mereka dulu selalu cukup untuk menyelesaikan segala masalah yang sedang mereka hadapi. Namun malam ini, Reyno sadar betul akan satu hal. Ada luka yang terlalu dalam, terlalu lebar, dan terlalu perih untuk diperbaiki hanya dengan pelukan hangat atau kata maaf saja. Luka itu bukan lagi goresan kecil, tapi luka bakar mendalam yang membakar habis rasa percaya dan kebahagiaan istrinya.

"Mer ..." panggilnya pelan sekali. Suaranya begitu rendah, hampir berbisik, seolah ia takut suaranya sendiri akan memecahkan kaca rapuh yang ada di antara mereka.

Namun Merlin diam saja. Tak ada jawaban. Tak ada gerakan sedikit pun. Wanita itu tetap memandang keluar jendela, seolah dunia di luar sana jauh lebih menarik dan lebih ramah daripada kenyataan di dalam ruangan ini.

"Aku bakal berubah," ucap Reyno lagi. Kali ini nadanya lebih tegas, penuh keyakinan, meski suaranya masih terdengar serak dan berat. "Sumpah demi apa pun, aku bakal berubah total."

Sunyi kembali menyapa. Hening yang panjang dan menyakitkan. "Aku janji, Mer." Suaranya mulai pecah lagi, matanya kembali berkaca-kaca.

Rey menundukkan wajahnya, menatap tangannya sendiri yang masih teringat akan rasa hangat dari sentuhan darah istrinya . "Aku bakal lebih ada buat kamu. Aku bakal jadi suami yang seharusnya. Nggak ada lagi yang lebih penting dari kamu. Nggak ada lagi urusan orang lain yang bikin aku lupa sama kamu."

Dan untuk pertama kalinya mendengar janji-janji itu, Merlin merasa sangat lelah. Sangat, sangat lelah. Dulu, setiap kali Reyno berjanji, hatinya akan berdebar penuh harapan. Ia akan percaya, ia akan menunggu, dan ia akan berusaha memaafkan.

Namun sekarang, semua janji itu terdengar kosong. Karena ia sadar, janji-janji manis itu selalu datang terlambat. Selalu diucapkan setelah ia hancur. Selalu diucapkan setelah hatinya terluka. Selalu diucapkan setelah ia menangis sendirian.

"Aku capek percaya, Rey." Kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Merlin, pelan namun jelas, menusuk langsung ke dada suaminya.

Reyno tersentak hebat. Rasanya, dada Rey sakit bukan kepalang. Seperti diremas kuat oleh tangan tak terlihat. Pria itu langsung menunduk dalam, tangannya mengepal erat di atas permukaan lututnya yang kaku. Kuku-kukunya hampir menancap ke kulit sendiri karena menahan rasa sakit.

"Aku tau, aku tau aku salah banget, Merlin." Gumamnya parau. "Aku salah udah bikin kamu nunggu. Aku salah udah ninggalin kamu. Aku salah udah nggak peka sama perasaan kamu."

"Bukan salah kamu, Rey."

Merlin akhirnya menggerakkan tubuhnya. Ia memutar kepalanya perlahan, menatap suaminya tepat di mata. Matanya sembab, namun pandangannya kosong. Kosong melompong, tanpa cinta, tanpa amarah, tanpa apa-apa lagi.

"Kamu cuma gak pernah sadar kalau aku juga butuh kamu," ucapnya lirih namun tegas. "Kamu cuma gak pernah sadar kalau aku juga manusia biasa yang bisa sakit, bisa sedih, dan bisa takut."

Dug! Jantung Reyno berhenti berdetak sesaat. Napasnya tertahan di kerongkongan. Kalimat itu sederhana, namun menghancurkan seluruh pertahanan dirinya. Karena memang benar adanya. Selama ini ia terlalu sibuk, terlalu fokus menjadi penyelamat untuk semua orang.

Ia sibuk menjadi malaikat penolong bagi Yara, sibuk memikul beban orang lain, sibuk menjaga perasaan wanita lain. Hingga pada akhirnya, ia lupa menyelamatkan rumahnya sendiri. Lupa menjaga perasaan orang yang paling berharga dalam hidupnya gara-gara kesibukannya itu.

"Aku takut banget waktu itu, Rey," suara Merlin mulai bergetar kembali. Air mata yang tadi tertahan, kini mulai menggenang kembali di pelupuk matanya.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Moms Shinbi
lanjut thor
Himna Mohamad
gass kk
Green_Rose: yuhu... esok yah. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: oke siap. tapi esok yah. insyaallah
total 1 replies
Moms Shinbi
keren thor
Gricelda Pereira
oiiiiiiiii lanjuuuut dong thoor
Moms Shinbi
gasss thor
Green_Rose: yuhu, esok ya esok. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: Oke, siap.

makasih banyak udah mau mampir
total 1 replies
Wayan Sucani
Nyesek
Green_Rose: makasih banyak. 😭😭😭😭😭 terharu aku tuh
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: siap laksakana
total 1 replies
Moms Shinbi
cepat pergi merlin buat ray menyesal tpi jngn mo kenbali padanya.
Green_Rose: hiks hiks hiks.
total 1 replies
Moms Shinbi
astaga dadaku rasanya sesak bnget pasti saki jdi marlin
🥹🥹
Green_Rose: huhuhu... banget. merlin cukup sabar yah. kalo aku, mmm entahlah
total 1 replies
Moms Shinbi
ayo lnjtut thor buat rey nyesel
Green_Rose: siap. entar kita bikin dia jungkir balik ngejar
total 1 replies
Alia Chans
keren😍
Green_Rose: yuhu🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Himna Mohamad
merlin tinggalin aja laki2 seperti itu
Green_Rose: iy ih... udah aku katakan gitu sama Merlin. eh... tu anak kekeh sih
total 1 replies
Himna Mohamad
notif yg ditunggu2
Green_Rose: Ya allah. makasih banyak udah mau mampir. 😭 pen nangis rasanya saat dapat komen di karya aku. aku pemula
total 1 replies
Moms Shinbi
pergi saja tingglin suamimu biar dia sadar
Green_Rose: Ya Allah makasih banyak buat komen pertama yang datang ke karya aku. makasih udah mau mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!