apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
Ia pergi izin untuk berangkat sekolah terlebih dahulu, saga yang melihat anaknya keluar langsung menangis.
"hiks aga mau ikuttt aga mau ikuttt kala hiks mauu ikutt" ujarnya dengan sesenggukan, langit yang sudah pergi itu pun tidak mendengar tangisan sang papa.
Revan melihat papanya menangis pun langsung menggendong sang papa ala koala, hari ini ia izin tidak berangkat dikarenakan ingin menjaga sang papa dirumah, sedangkan Rasya ia sudah pamit pergi ke kantor lebih dulu.
"diam hm?nanti dada papa sesak" ucap Revan lembut dengan tangan nya yang mengusap dada sang papa.
"Ndak mauu hiks hiks mau hiks ikut kala hiks mau ikutt huaaaaaa" tangisnya semakin kencang, Revan yang sedang menggendong saga hanya diam memperhatikan saga dengan datar.
PLAKKKK?!!!
Revan menampar pantat berisi saga yang tertutup dengan celana panjang. Saga langsung diam namun masih ada isakkan tangis yang terdengar dari bilah bibir plum merah Cherry nya itu.
"nurut atau Evan kurung papa dikamar hm?" saga yang mendengar itu sontak langsung menatap Revan.
"umhh aga nurut sama Revan hiks" ucapnya pelan, lihatlah mata nya yang memerah dan sembab, bibirnya yang mengerucut lucu, pipinya yang menggembung bagaikan anak kecil yang tidak di bolehkan memakan eskrim.
"good, sekarang bobo yah Evan temenin" ucap Revan kali ini tatapan dan nada bicaranya semakin melembut
"hu'um aga mau bobo, peluk Evan yahh"ujar saga Dengan manja.
"hm Iyah ayo kekamar" ucap Revan dan langsung pergi kekamar miliknya sendiri untuk tidur bersama sang papa
Ia tidak ingin papanya mengacuhkan mereka semua lagi seperti beberapa tahun lalu, ia hanya ingin papanya tumbuh Dengan mereka semua dan tidak ada sesiapa yang bisa menyentuh papanya sembarangan.
mereka bertiga ingin papanya bergantung kepada mereka, tidak ingin papanya bergantung kepada orang lain. Mereka bertiga sudah di tahap obsesi dengan saga ayah mereka sendiri, namun tak apa daripada nantinya mereka harus didiamkan dan di acuhkan selama bertahun-tahun.
kali ini peluang bagus untuk Rasya Revan dan langit karena saga mengalami amnesia dan pastinya mereka akan merubah semuanya dari awal, begitupun dengan jiwa elang yang berada di tubuh saga.
Sore perlahan mulai datang, Revan membuka matanya dan ia menatap ponselnya yang sedari tadi bergetar menandakan ada pesan masuk.
Di pesan itu terdapat dari langit
'bang gw nginep di rumah opa ada urusan' itulah isi pesan dari langit ia hanya mengiyakan sedangkan pesan dari Rasya 'dek jagain papa, gw ada urusan mendadak di luar kota' Revan hanya menjawab iya karena ia juga mampu menjaga ayahnya sendirian.
Revan menatap lekat tubuh sang papa yang tertidur lelap dengan dot dimulutnya, pinggang ramping badan berisi serta wajahnya yang begitu indah untuk dikagumi.
"cantik dan imut, aku akan menjagamu selalu papa, aku tidak akan mengizinkan bajingan itu membawamu pergi dari kamu" gumamnya pelan, pria yang disebut bajingan oleh Revan adalah kakak pertama dari saga yang berada di Canada.
"ah lebih baik aku mandi dan turun untuk menyiapkan makanan" ucapnya lalu Revan beranjak pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelahnya ia turun ke arah dapur.
"aku akan memasak sup daging dan ayam goreng kesukaan papa" ujarnya ia pun mulai meracik bumbu serta mencuci ayamnya.