Raisa dan Adit keduanya sudah menikah selama 2 tahun, namun sampai saat ini keduanya belum dikaruniai seorang anak.
Hingga Raisa pun mendatangi seorang dokter untuk program kehamilan, namun tanpa disangka dokter itu adalah mantan kekasihnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 ( Hasil Nyata )
Rangga sudah mendapatkan hasil dari Adit dan Raisa, betapa terkejutnya Rangga saat membaca hasil dari Adit.
" Mandul ? " ucapnya
Segera Rangga mendatangi ruangan Bayu, ia harus memberikan kabar itu kepada sahabatnya.
" Bay.. "
" Apa sih Nyet "
" Lo harus tau "
" Tau apa sih ? Lo ngomong jangan setengah setengah "
" Adit, dia mandul Bay "
" Mandul ? Lah terus tuh cewe hamil sama siapa dong ? "
" Ya mana gue tau, tapi hasil lab ini ga akan bohong Bay "
Bayu melihat hasil lab tersebut, Bayu ikut terkejut dengan berita ini.
" Terus rencana lo apa ? Lo mau kasih tau ke Raisa nih sekarang ? "
" Pasti lah, karena gue ga terima kalau Raisa yang disalahin sama Adit. Gue ga suka Raisa direndahin sama cowok kayak dia "
" Sebenarnya hari ini tuh cewe ada kontrol sama gue sih "
" Lo foto Bay, biar jadi bukti kalau si Adit itu selingkuh "
" Ah gue punya ide buat Raisa balas dendam ke Adit "
" Gimana caranya ? "
Bayu menjelaskan kepada sahabatnya itu, ia pun menyusun rencana bersama dengan Rangga.
....
Raisa tak sabar dengan hasil lab miliknya dan Bayu, Raisa berharap jika hasilnya baik baik saja.
Ting..!!!
Sebuah pesan masuk dari Rangga, dengan cepat Asha membuka pesan itu.
[ Rangga : Sa.. ]
[ Raisa : Ya, gimana Dokter Rangga ? Sudah ada hasilnya ]
[ Rangga : Bisa ketemu hari ini ? ]
[ Raisa : Bisa bisa ]
[ Rangga : Oke, kita ketemu di cafe kemarin ya ]
[ Raisa : Oke Dok ]
Raisa tak sabar dengan hasilnya, ia pun langsung bersemangat bekerja. Raisa tak sabar ingin bertemu dengan Rangga.
.....
Rangga menunggu Raisa dengan jantung yang berdebar, sejujurnya Rangga takut jika Raisa akan histeris mengetahui hal ini.
" Dokter Rangga, maaf sudah menunggu lama "
" Engga engga, silahkan duduk "
Raut wajah ceria Raisa terlihat jelas, ia pun langsung duduk.
" Matcha, aku udah pesan itu untuk kamu "
" Terimakasih "
" Hmm Sa.. "
" Ya, gimana Dokter Rangga ? "
Rangga mengeluarkan dua lembar kertas kepada Raisa
" Hasilnya gimana dok ? "
" Setelah kita cek, masalahnya ada di Adit Sa "
" Bermasalah gimana maksudnya, kamu jelasin dengan jelas aja biar aku paham "
" Adit.. Adit mandul Sa "
" Mandul ? Dokter Rangga pasti bercanda kan ? Engga kan ga mungkin "
" Hasil Lab itu yang menjawab Sa, sedangkan kamu ga ada masalah apapun "
Wajah ceria Raisa pun berubah drastis, bisa Rangga lihat jika Raisa kini meneteskan air matanya.
" Ada satu lagi Sa yang harus kamu ketahui "
" Apa ? "
" Aku ga bisa bicara ini disini, kita ke mobil aku ya "
" Kenapa ? Ada apa ? "
" Sa .. Ikuti aku "
Raisa pun setuju, keduanya pun keluar dari cafe dan masuk kedalam mobil Rangga.
Rangga mengeluarkan ponselnya, ia memberikan rekaman dan foto yang Bayu ambil saat Sherly dan Adit datang.
" Kalau Mas Adit mandul, kenapa perempuan ini bisa punya anak dari Mas Adit ? Kamu bohong sama aku kan Rangga ? "
" Itu yang sedang aku cari tau Sa, yang jelas anak yang ada di kandungan Sherly itu bukan anak dari Adit "
Raisa menangis histeris didalam mobil Rangga, Rangga sudah menembaknya jika akan seperti ini.
" Nangis aja Sa, lepasin semuanya "
" Dua tahun ini ga ada artinya apapun Rangga "
Mungkin kata sabar tak ada artinya saat ini, justru Rangga membiarkan Raisa meluapkan semuanya.
" Kamu bisa balaskan dendam kamu Raisa, balas rasa sakit kamu itu "
" Aku akan bantu kamu Sa "
Perlahan tangisan Raisa mulai berhenti, ia menatap kearah Rangga.
" Gimana caranya ? aku balas Mas Adit ? "
Rangga pun mulai merencanakannya bersama dengan Raisa, walaupun hal ini terdengar tak masuk akal tapi Rangga percaya jika ini semua akan berhasil.
" Aku juga sudah menyuruh orang untuk mencari tau tentang Sherly, jadi kamu ga perlu khawatir "
" Adit sialan, brengsek "
Mungkin terdengar jahat, namun Rangga sangat berterima kasih kepada tuhan karena sudah mendengar doanya.
Kini hanya butuh waktu untuk Rangga bisa mendapatkan Raisa kembali.
.....
Saat Raisa pulang kerumah ia mencoba untuk bersikap biasa saja, sesampainya dirumah ia melihat Adit yang sudah pulang.
" Sayang, kamu darimana ? "
" Aku ada urusan tadi, maaf aku ga kasih kamu kabar Mas "
" Kamu udah makan belum Sa ? Makan yuk ? "
" Aku udah makan Mas, ada yang mau aku bicarakan mas sama kamu "
" Mau bicara apa sayang ? "
" Hasil test kemarin sudah keluar "
" Oya ? Gimana gimana ? "
" Aku ga bisa kasih kamu anak Mas "
" Maksudnya kamu mandul ? "
Raisa hanya diam, sedangkan Adit ia memegangi kepalanya.
" Jadi selama ini kamu bermasalah ? "
" Yaampun Sa, kamu ini ga becus sekali jadi wanita. Masa kamu ga bisa kasih aku anak sih, ga ada gunanya kamu sebagai perempuan "
Raisa hanya diam, namun air matanya sudah mengalir membasahi wajahnya.
" Maaf Mas " ucap Raisa dengan suara bergetar
" Sudahlah lebih baik aku keluar mencari angin, kepala ku sakit "
Adit meninggalkan Raisa begitu saja, Adit tak mengetahui jika Raisa sudah merekam ucapan Adit.
Raisa butuh orang yang bisa menenangkan dirinya, ia langsung menghubungi Rangga.
[Rangga : Hallo, ya Sa ? ]
[ Raisa : Rangga.. ]
[ Rangga : Sa ? Kamu baik baik aja kan Sa ? ]
[ Raisa : Aku butuh kamu Rangga ]
[ Rangga : Aku kesana ya, aku jemput kamu ya ]
[ Raisa : Engga Ga, ga perlu. Biar aku yang ketempat kamu ]
[ Rangga : Yaudah aku tunggu kamu ya, kamu hati hati ]
Segera Raisa pun pergi dari rumahnya, ia segera mengunjungi rumah Rangga.
Selama perjalanan menuju rumah Rangga, Raisa terus menangis histeris.
Tak habis ia menyumpahi Adit yang sudah tega menyakiti dirinya, bahkan Raisa bersumpah jika Adit akan menderita.
Rangga menyambut kedatangan Raisa, gadis itu langsung memeluk Rangga dan menangis dipelukan Rangga.
" Kita masuk ya " kata Rangga dan Raisa mengangguk
Raisa pun masuk kedalam rumah Rangga, ia masih menangis.
" Sa laki-laki seperti dia ga pantes buat kamu tangisin, yang harus kamu lakuin sekarang itu kamu balas apa yang udah dia lakukan ke kamu Sa "
" Kamu ga akan sendiri melewati semuanya Sa, ada aku Sa "
Perlahan tangisan Raisa mulai berhenti, Rangga memberikan segelas air kepada Raisa
" Rangga.. "
" Ya Sa .. "
" Kamu, masih sayang kan sama aku ? "
" Masih Sa, aku masih sayang sama kamu Sa "
Tak ada jawaban apapun dari Raisa, namun justru Rangga terkejut saat Raisa mencium bibirnya.
" Sa.. "
" Aku butuh kamu Rangga "
Rangga pun langsung mencium bibir Raisa, ciuman dan juga lumatan itu menuntut untuk hal yang lebih gila
Raisa sudah tak perduli dengan harga dirinya didepan Rangga, ia tak sudah tak perduli dengan apa arti setia dalam pernikahan.
Malam ini Raisa memberikan tubuhnya kepada Rangga, hal yang selama ini ia jaga dari laki laki lain.