NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Crush on him?

Jam istirahat siang setengah jam yang lalu, para murid pun sudah menyebar ke seluruh kantin sekolah. Kantin, menjadi tempat favorit semua orang dikala istirahat membuat area itu tidak pernah sepi dari manusia.

Seperti biasa ayya dan teman sebangkunya mampir sejenak ke kantin, mereka tak berniat dine in karena hendak pergi ke perpustakaan setelahnya.

Namun begitu ayya tengah memilih minuman di showcase cooler, ia mundur dan tak sengaja menabrak beberapa kakak kelas yang melintas di belakangnya.

Sontak ayya meminta maaf pada mereka.

" Maaf kak, saya ga sengaja.."

" Santai aja, jalannya juga sempit, maafin kita juga udah lewat ga liat ada kalian berdua disini." Ucap mereka.

Uh, sungguh sopan suara itu merasuk ke dalam telinga ayya, namun ia tak berani melihat langsung pada kakak kelasnya, dan disaat mereka pergi barulah ayya bisa memastikan sosok kakak-kaka soft spoken itu.

" Sekolah swasta emang beda ya ayy.." Ucap melanie.

" Iya begitulah, emang di sekolah negeri ga gitu?" Tanya ayya sembari menutup kulkas.

Melanie pun menggeleng. " Ibarat swasta jurusan ipa, negeri jurusan ips, pada sulit diatur, solid sih, keren, tapi kalo disini kayaknya kita bakalan aman dan damai ya ayy.. Hihi.."

Ayya pun tergelitik mendengarnya, kemudian mereka berdua langsung pergi menuju kasir untuk membayar minuman yang sudah dipilih.

Namun dari ujung kursi disana, ayya mendelik kaget saat melihat kania langsung melambaikan tangan tinggi-tinggi padanya.

" Tuh anak sama louis mulu sekarang, males banget kalo ketemu Kania harus interaksi sama cowok jamet." Gerutu ayya.

" Ayyaaaa, join sini..!" Seru kania berdiri.

Louis pun menoleh, melihat pada ayya yang jelas-jelas menggeleng menolak, ia pun berdecak malas dan turut berdiri.

Bukan berdiri lagi louis mah, to the point ia langsung berjalan menghampiri ayya yang tengah antre di kasir, begitu sampai louis langsung melipat tangan di dada dan menatap ayya datar, pun dengan ayya yang menatap aneh pada teman SD nya itu.

" Apa lu?!" Sinis ayya.

" Pfft.."

Louis tak bisa bersikap serius, ia menahan tawa saat mendengar ayya menyebutnya 'Elu'.

" Dilarang ketawa, aneh!" Cibir ayya. " Ngapain kesini?" Imbuhnya bertanya.

Louis pun menarik napas panjangnya. "lu si Kania nyuruh lo join, dia kangen sama lo udah sebulan lebih jarang main bareng, ga kasian lu sama dia? Jones dia, di kelas hilang arah tanpa elo."

" Hah? Hilang arah? Gimana maksudnya?" Tanya ayya bingung.

" Hilang arah, jadi ga terkontrol masa, jamet banget sama anak kelas, gue sampe malu ngaku jadi temennya." Louis menggedik.

Ayya pun menampar lengan louis. " Ish kamu nih! Bukannya kebalik ya? Fitnah pasti, jelas kamu yang suka hilang arah."

" Weh jangan salah, louis udah dewasa, mana ada hilang arah.. Palingan cuma terserat dikit."

" Hahaha, ga lucu, udah ah pergi sana ke kania, bilangin maaf ke dia kalo aku ga bisa join."

" Why ayya?! Why?!!" Louis dramatis, ayya pun menepuk jidatnya menahan malu.

" Jangan lebay plis, aku ga bisa join karena lagi mau ke perpus buat cari bahan kerja kelompok sama temen sebangku ku, dia.. Melanie namanya." Ucap ayya.

Louis pun tersenyum saat melanie menoleh, tanpa canggung ia mengajak melanie untuk berkenalan.

" Temen ayya ya? Saran gue ati-ati, nih anak halunya udah ga ketolong." Louis terkekeh.

" LOUIS! PERGI GAK!"

Ayya kesal dan langsung menimpuknya.

Plak!

" Aaah, arghhh.. Ayy- Lepasin jeweran lo, sakit..!"

Ayya sudah kepalang kesal dengan louis sehingga jeweran telinganya pun menjadi solusi.

Melihat kedekatan ayya dan louis membuat beberapa perhatian berpusat pada mereka, tak terkecuali kakak osis yang sudah berada disana sejak awal.

" Louis bukannya temen satu kost mu, gal?" Tanya bima, teman galih.

Galih pun menggedikkan pundaknya. " Kenapa tanya gitu, udah tau dari dulu kan." Ucapnya datar.

" Ya enggak gitu sih, maksudku lucu aja tuh anak friendly banget, keknya mudah gitu buat deketin cewek."

Galih yang hanya fokus pada ponselnya itu kini mendesis, menoleh pada bima dan berucap.

" Dia pendiem kok, cuma deket sama yang bener-bener deket."

" Tapi itu.. Ngajak kenalan jir." Tunjuk bara.

Galih pun mengangkat wajah, menoleh dan melihat keberadaan louis yang tengah beradu mulut dengan cewek yang sudah tak asing baginya.

' CK!'

Galih berdecak dan melengos kembali, entahlah kenapa ia masih merasa kesal dengan pertemuan anjing milik ayya, pasalnya tas yang dirusak anjing ayya itu tas hadiah ulang tahun dari mama nya pas awal masuk SMA.

.

Tak lama kemudian begitu louis melintas dan menyapa sekumpulan kakak osis, galih memanggilnya.

" Weh, ketos leo, ada ape bang panggil ane?" Sambutnya becanda.

Galih pun menyeretnya untuk duduk. " Lo ga punya temen cowok kah? Mainnya sama cewe terus gue liat-liat."

Tawa teman-teman galih pun pecah, louis turut tertawa, meski sedikit malu sih.

" Temenan sama kita aja, kamu juga tinggi banget, bisa basket ga?" Tanya kael.

Mendengar kata basket, seketika itu kedua mata louis berbinar, olahraga kesayangan sudah pasti ia sangat mahir.

" Kenapa bang? Mau diajak join kah?" Harap louis malu-malu.

Galih pun terkekeh, menepuk pundak adik kost sekaligus adik kelasnya itu dan berucap.

" Masuk tim basket sekolah lewat dia, namanya kael, kapten basket. Tenang aja gue udah ceritain bakat lo tentang main basket biar lo ga ribet sama temen-temen cewek terus." Ucap galih lirih.

Louis sontak terdiam. " Ya, cuma temen doang bang. But it's okay, gue bakal daftar tim basket nanti.."

" Good, gue bilang kael sekarang.." Ucap galih yang langsung menoleh pada kael si kapten basket sekolah.

_

SKIP-

hari demi hari, minggu demi minggu.. Hingga dia bulan kemudian waktu berlalu tanpa adanya sesuatu yang membuat antusias.

Tidak di sekolah, tidak di rumah ayya menjalani hari normal yang monoton dan yang membuatnya excited hanyalah novel, jika tak ada novel mungki ayya semakin hilang arah.

Sebagai pendiam ayya suka memperhatikan sekitarnya, tak terkecuali galih.

Selama 3 bulan sekolah, ayya sering memperhatikan galih dari kejauhan. Entah ada satu hal yang membuatnya tertarik, galih begitu lembut dan sopan pada semua teman-temannya.

Ayya mengagumi itu, untuk ambisi dekat dengannya sudah tak ada keniatan, namun jika diberi kesempatan dekat, ayya berniat menjadikan galih kakaknya saja. Alasannya karena dia anak tunggal, hihi.

Tapi stop! Ayya langsung memukul kecil keningnya.

" Kenapa jadi mikirin kak galih sih? Belajar ayya, belajar!" Gerutunya.

Hmm, ayya kembali merenung sejenak, beberapa hari terakhir ini ia sering melihat galih dekat dengan hanin.

" Ga becus banget jadi mantan, harusnya kalo masih ada rasa tuh pacaran lagi lah.."

" Masak udah putus malah deket lagi?"

" Argh ayya astagaaa, terserah mereka dong mau gimanapun? coba pikir dirimu ayya, kudet, nolep, mageran.

Ikut campur banget, hiks..

Ga tau ih kenapa aku mikir segitunya tentang kak galih, apa karena dia vibesnya kakak banget ya?"

" Hanin cantik.. Tapi,.."

Ting!

Ayya mendapat pesan dari Louis, lantas ia membuka pesannya saat itu juga.

Bodoamat!

Ayya acuh dan melewati pesan Louis.

Seperti rutinitas biasa, ayya mendekam dalam kamarnya, keluar masuk hanya untuk mengambil snack saja.

Kini ia turun ke dapur, membuka pintu kulkas untuk mencari susu pisang miliknya, dan sayang ayah yang tengah ngopi sambil mantau berita itu langsung menoleh.

" Ayya, malam minggu begini ga mau main keluar?" Tawar radit.

Ayya mengernyit, menutup pintunya dulu kemudian mengambil duduk di samping sang ayah dan berucap.

" Emang boleh, yah?" Tanyanya.

" Boleh dong, ada tenggang waktu sih. Tapi ga apa yang penting kamu bisa main."

Hmm, ayya cukup heran dengan kedua orang tuanya, mengapa mereka gencar sekali menyuruh ayya untuk bergaul? Jadi ingat sama louis deh, dan karena itu ayya langsung ingat sama chat dari louis sebelum ia keluar kamar.

Louis mengirim pesan padanya beberapa menit yang lalu, pesan itu berupa PAP foto kania temannya, dan membujuk ayya agar ikut main malam ini. mereka berdua sedang hangout, eh.. Kata louis tidak hanya berdua,

" Ayah yakin?" Tanya ayya memastikan.

Radit pun mengacungkan jempol pada sang putri, senyumnya sungguh meyakinkan ayya sehingga ia langsung kegirangan dan cepat-cepat mengganti baju di kamarnya.

" Bye ayah.. Ayya berangkat dulu!" Pamit ayya melambaikan tangan pada sang ayah.

Radit pun membalas lambaian tangan putrinya dengan sumringah.

" Hati-hati di jalan, jangan malem-malem, ayah titip jaga diri kamu, kalau ada apa-apa telpon ayah, paham ayya?"

Ayya mengangguk cepat, sebelum akhirnya berangkat bersama grab pesanannya.

~

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!