Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.
Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.
Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?
Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Cery membuka matanya, namun saat ini ia melihat plapon kamar yang tidak asing, ya dia sudah di rumah.
Tepat di atas jidat nya terdapat sapu tangan, ia di kompres oleh BI Suni karena suhu tubuh yang terlalu panas, namun dirinya merasa sangat dingin.
"Bi ... Bibi!" pangil Cery dengan suara lirih.
Bi Suni yang mendengar suara itu segera masuk ke dalam kamar Cery, sambil membawa sup hangat.
"Cery sudah sadar ya?" ujar nya sambil meletakkan sup tersebut di atas nakas samping tempat tidur Cery.
Bu Suni duduk di samping ranjang sambil memeriksa suhu tubuh Cery, yang ternyata sudah sedikit menurun tidak sepanas tadi.
"Bi, kenapa tiba-tiba aku ada di rumah? Bukan nya tadi aku di toilet sekolah?" ujar Cery mencoba untuk bangkit dari tempat tidur.
Namun bi Suni menahan nya dan meminta Cery untuk tetap berbaring." Jangan bangun dulu, kau masih sakit,"
"Siapa yang bawa Cery pulang bi?" Cery menuruti perkataan bi Suni, namun dia tidak bisa menunda rasa penasaran nya dan memilih untuk kembali bertanya.
"Tadi ada cowok ganteng yang nganterin kamu Cery, dia bilang dia kakak kelas kamu, dia nemuin kamu di toilet sekolah, kamu harus jujur sama bibi, apa yang terjadi sampai kamu pingsan, ayo jelasin sayang," bi Suni terlihat sangat sedih sambil mengelus rambut Cery.
Cery malah diam, kakak kelas tampan yang mana yang sudah menyelamatkan dirinya? Bagaimana mungkin itu Linus.
"Bi, apa bibi tau nama kakak kelas itu?" tanya Cery lagi, ia mengabaikan pertanyaan bi Suni dan malah kembali bertanya.
"Bibi ngak tau, tapi dia sangat tampan dan mobil nya berwarna biru, dia terlihat seperti anak orang kaya," jelas BI Suni.
Setelah mendengar mobil biru yang di ucapkan bi Suni, tentu saja Cery tau siapa orang itu.
"Kak Raja, dia yang punya mobil sport biru di sekolah," ungkap Cery.
"Tolong Cery, tolong katakan kepada bibi,apa yang sebenarnya terjadi hari ini?" ujar bi Suni tidak sabar.
Cery pun akhirnya bercerita kepada bi Suni, tentang apa yang terjadi hari ini kepada dirinya, dia juga mengatakan semuanya tampa ada kebohongan sedikit pun.
Bi Suni yang mendengar itu sontak jadi sedih, tampa sengaja air mata nya mengalir membasahi pipi nya yang sedikit keriput.
"Astaga Cery, kenapa mereka begitu kejam? Bibi tidak bisa mentoleransi perbuatan jahat ini lagi besok bibi akan ke sekolah untuk melaporkan mereka kepada guru supaya mereka di hukum," jelas BI Suni di selimuti rasa kecewa.
"Engak, bi gak usah, aku gak mau masalah ini semakin besar, lupain aja, toh aku juga kan gak apa-apa, ini cuma salah paham doang," Cery tidak ingin membuat bi Suni jadi dapat masalah dengan anak-anak orang kaya yang sangat sombong itu, ia memutuskan untuk tidak melibatkan orang-orang tersayangnya kedalam dunia sekolah nya.
Bi Suni mengeleg kepala, dia salut melihat kesabaran Cery yang seperti samudera itu, entah kenapa dia yang di buli namun dia yang paling sabar dan memilih untuk menganggap itu kesalahpahaman saja.
Setelah mengobrol dan memberikan Cery minum sup, BI Suni pun keluar dari kamar Cery untuk membiarkan Cery beristirahat.
"Bagaimana kak Raja bisa nemuin aku ya? Emm, bukan kah seharusnya dia sudah lupa dan pulang saat jam pelajaran sekolah selesai?" batin Cery begitu penasaran memikirkan bagaimana Raja bisa membawa nya kembali ke rumah, bahkan Raja saja tidak tau alamat rumah Cery.
Flashback on
Seluruh siswa dan siswi sekolah SMA Mawar Mekar telah pulang, namun Raja yang sedang ada urusan dengan beberapa guru pulang paling akhir.
Di saat ia melewati kelas Cery, ia melihat tas Cery yang masih tergeletak di bangku, awalnya Raja berfikir kalau Cery mungkin pulang tanpa mempedulikan tas nya akibat kejadian tadi, namun ternyata saat melihat tempat Cery memarkirkan sepeda, Raja juga melihat kalau di sana masih ada sepeda Cery.
Ia pun teringat terakhir melihat Cery di toilet sekolah, Raja bergegas pergi ke toilet dan kemudian benar saja, dia menemukan pintu toilet yang terkunci.
Beberapa kali dirinya membagil Cery namun tidak ada jawaban sedikitpun, setelah memanjat dan melihat ke dalam, ia kaget karena Cery sudah pingsan dalam keadaan meringkuk dan basah kuyup.
Ia sudah bisa menebak siapa yang telah melakukan hal ini, pasti lah Della.
Segera saja ia memanggil satpam sekolah untuk membantu nya membuka pintu tersebut, setelah berhasil membuka pintu toilet, Raja mengendong Cery dan membawa nya ke dalam mobil, beruntungnya pak satpam tersebut ternyata adalah orang yang tinggal satu komplek dengan Cery, itu mempermudah Raja menemukan tempat tinggal Cery.
"Makasih banyak pak satpam, besok saya mau bapak jadi saksi kejahatan Della, karena dia udah keterlaluan, saya mau laporin dia ke kepala sekolah," ujar Raja sebelum pergi.
"Baiklah, mereka memang sudah sangat sering menyakiti non Cery, saya juga sebenarnya kesal, namun tidak berani berbuat apa-apa," jelas pak satpam terlihat merasa bersalah.
Flashback off.
Jam sudah menujukkan pukul sembilan malam, Cery memutuskan untuk tidur karena kondisi tubuhnya juga sedang tidak baik-baik saja.
Sementara itu di sisi lain.
"Non Cery itu anak baik, mas Raja, dia sering membantu orang-orang di komplek kami, dia anak yang sopan tapi aku juga tidak tau kenapa anak-anak di sekolah ini selalu menyakiti non Cery,"
Suara pak satpam yang terus teriang di telinga Raja, bagaimana satpam itu tadi sempat bercerita kepada nya tentang Cery yang hidup di komplek mereka ketika Raja menanyakan alamat Cery.
"Kenapa gue jadi mikirin tu anak ya? Arghhh! Raja Lo ngapain sih?" kini Raja sendiri malah berkelahi dengan pikiran nya sendiri, ia malah sempat menjambak rambut nya begitu saja.
Saat sedang galau-galau nya, tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Raja, turun nak, ada Linus di bawah, sekalian makan malam yuk!" ujar seorang wanita yang ternyata adalah mama nya Raja.
"Ngapain tu anak ke sini malam-malam?" gumam Raja sambil beranjak turun dari ranjang nya.
"Raja kamu di dengar mama kan?" Sekali lagi suara tegas itu terdengar di luar pintu.
"Iya! Iya!" ucap Raja yang kemudian melangkahkan kakinya berjalan menuju pintu kamar.
Ia pun turun bersama dengan sang mama menuju ruang makan, di sana sudah ada Linus yang terlihat dengan wajah tampa malu menyantap makanan duluan.
"Astaga, Lo ngapain ke sini? Mama, ngapain kasih dia makan?" omel Raja sambil duduk berhadapan dengan Linus sahabat nya.
Sang mama yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia sudah terbiasa akan ulah Linus dan Raja karena mereka sudah bersahabat sejak lama dan ini juga bukan pertama kalinya Linus makan di rumah Raja, dia selalu beralasan kalau masalah mama nya di rumah tidak seenak masakan mama nya Raja. mereka bercanda memang terkadang tidak ada pikiran nya.
Setelah makan malam, mama nya Raja keluar karena ada beberapa urusan yang harus ia selesaikan, sebagai seorang designer ia tentu banyak sekali kesibukan.
Raja dan Linus memutuskan untuk main gitar bersama di kamar Raja, ini sering mereka lakukan ketika sedang tidak mood untuk balapan.
"Linus, gue mau ngomong sesuatu sama Lo," di tengah-tengah asiknya suara petikan gitar Linus, Raja mulai angkat bicara.
Linus menghentikan kegiatan nya untuk mendengarkan Raja, namun ia tidak menjawab nya melainkan kode mata meminta Raja langsung tudepoin saja.
"Lo sebenci itu sama Cery kenapa? Dia kan cuma bocil polos," tutur Raja lagi.
Seketika mood Linus berubah setelah mendengar Raja lagi-lagi membahas masalah Cery di depan nya.
"Lo ngapain bahas dia? Bocil? Bocil gak tau diri iya kali, gimna gue gak benci sama dia orang tingkahnya kayak gitu, murahan banget," jelas Linus terlihat ji*ik dengan Cery.
"Lo bicara gak ada mikir-mikir nya sama sekali ya, seharusnya Lo gak ngatain Cery segitunya, Lo juga tau tingkah Della sepupu Lo kayak gimana jahat nya, dia juga lebih bikin gue enek dari Cery," tak mau kalah, Raja membalas Linus dengan menghina Della.
Suasana mulai tidak karuan, Linus melepaskan gitar yang ada di tangan nya, ia mulai tersinggung atas perkataan Raja terhadap sepupunya Della.
"Setidaknya Della berkelas, dia juga suka Lo karena dia tau kalau kalian setara," jawab Linus lagi.
"Jadi maksud Lo Cery gak pantes suka sama Lo karena kalian gak setara? Buat apa kaya kalau gak ada hati? Lo gak tau kan, Della ngunciin Cery dalam toilet sampai pingsan? Apa menurut Lo gue bisa suka sama dia cuma karena serta? Gak Linus gue sama Lo beda,"
Wajah Raja terlihat sangat kecewa setelah mendengar ucapan Linus tadi, dia tidak menyangka kalau Linus ternyata membenci Cery hanya karena Cery miskin dan kesombongan Linus saat ini benar-benar tidak di sukai Raja sebagai seorang sahabat.
"Yaudah lah lupain aja, namanya juga masih remaja belum ada yang dewasa pikiran nya, gue ngantuk mau pulang," Linus tidak pernah mau kalah Della di salahkan, dia menganggap kalau Della selalu membantu nya, ia memilih untuk pergi dari rumah Raja karena topik pembicaraan mereka sudah tidak nyaman.
Sementara itu Raja hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya akan sikap Linus yang sesombong ini.
Keesokan harinya.
Cery terpaksa libur karena ia sedang sakit, dan Bu Suni juga sudah menghubungi wali kelas Cery untuk meminta ijin.
"Pagi anak-anak!" ujar wali kelas Cery yang saat ini masuk ke dalam kelas untuk mengajar di pelajaran pertama.
"Pagi Bu!" Jawab seluruh siswa dan siswi kelas sebelas.
"Sebelum ibuk memulai pelajaran hari ini, ada sedikit hal yang ingin ibu sampaikan, Della, kamu di tunggu guru BK di ruangan nya, silahkan pergi," ujar sang wali kelas kelas Della.
Della kaget, ia berdiri dari duduknya sambil mengerutkan kening.
"Lah buk, kok saya di panggil ke ruang BK, ada apa? Emangnya saya bikin kesalahan apa?" ujar Della dengan kesal.
Wali kelas terdiam, ia terlihat mengambil nafas panjang dan kemudian membuangnya dengan kasar.
Bersambung ....