Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 Lala cegil
" Sudah aku bilang makan sendiri jangan manja" cuek Alex lanjut makan .
" Mmmm, mau disuapi " manja Lala membuka mulutnya.
" Suap sendiri " tegas Alex .
" Nggak mau makan " kata Lala memangku tangan nya .
" Ya sudah , biar aku saja yang makan , dasar gadis manja " kata Alex malah ilfeel melihat Lala yang menurutnya terlalu manja sampai makan pun minta disuapi.
" Yaudah Om makan aja sendiri , Lala mau pulang " kata Lala berdiri dari duduknya .
Alex hanya terdiam melihat Lala yang berjalan sambil menghentakkan kakinya.
" Aduh, Papi" rengek Lala yang jatuh terduduk karena berjalan terlalu cepat membuat kakinya keseleo .
" Hwaaaa, Mami , sakit " Lala benar-benar menangis meluruskan kakinya dengan lirih .
Alex yang awalnya tertawa langsung berlari menolong ketika Lala menangis kesakitan.
" Apa yang sakit" ucap Alex mengangkat Lala dan mendudukkan di sofa .
" Aaaa, sakit, Om, kaki kiri Lala" tangis Lala yang benar-benar kesakitan karena kakinya terasa terbalik yang sangat sakit .
Alex melepas heels Lala dan perlahan memijat kaki Lala yang keseleo seperti akibat berjalan buru-buru.
" Hwaaaa, sakit, Mami " tangis Lala yang menangis tantrum tidak kuat menahan sakit .
" Tahan sebentar" ucap Alex berusaha memijit pelan agar tidak terlalu menyakiti Lala .
Setelah beberapa saat Alex meminta Lala meluruskan kakinya " udah jangan menangis lagi " kata Alex memberikan Lala beberapa helai tisu .
" Sampai keluar ingus nya " ucap Alex duduk didekat kaki Lala menahan tawa .
" Mmmmh, Om ketawain Lala ?" tanya Lala.
" Tidak. tidak " geleng kepala Alex langsung kembali ke mode cool nya takut Lala menangis lebih tantrum lagi .
" Makanya jalan pelan-pelan, apa masih sakit?" pertanyaan Alex menatap kaki Lala yang kini diluruskan diatas sofa .
" Iya, masih sakit " sedih Lala mencoba menggerakkan kaki dan ternyata masih sakit walaupun tidak sesakit tadi .
" Duduk seperti itu dulu , keseleo itu memang sembuhnya setelah beberapa jam atau sehari agar bisa kembali seperti biasa" kata Alex .
" Mmmmh, tapi aku lapar " suara kecil Lala mencoba menggerakkan kaki nya yang masih sakit .
" Yaudah makan, kan yang sakit cuma kaki " ucap Alex meletakkan makanan yang belum jadi mereka habiskan di pangkuan Lala .
" Mau disuapi Om " pinta Lala menatap Alex dengan tatapan penuh harap sampai Alex tak sanggup menatapnya lama-lama.
" Huhhhh, kali ini saja " kata Alex menarik nafas berat karena iba akhirnya menyuapi Lala .
Alex menyuapi Lala sekaligus makan bersama karena masih lapar juga " Om sering telat makan?" tanya Lala setelah cukup lama mereka diam .
" Tidak, aku sangat peduli dengan kesehatan dan kondisi tubuhku , lagian siapa yang tidak ingin makan jika sedang lapar " jawab Alex .
" Lah kirain , katanya kalau orang sibuk itu sering lupa makan" kata Lala .
" Tergantung kesibukan nya apa" jawab Alex tidak membantah juga , namun dia bukanlah salah satu dari golongan orang-orang itu .
" Om mau makan kepitingnya" kata Lala karena sedari tadi Alex hanya menyuapi nya udang .
" Aku malas memakai sarung tangan plastik untuk memisahkan daging nya " pernyataan Alex.
" Lah terus Om mau suapi Lala sekalian sama cangkang nya " merungut Lala .
" Kalau mau akan aku suapi " senyum Alex yang akhirnya memakai juga sarung tangan plastik untuk memisahkan daging dari cangkang nya .
" Sampai hati Om kasih makan Lala begitu, nggak kasihan ?" pertanyaan Lala mengerutkan dahinya yang membuat Alex gemas hingga berakhir mengacak rambut Lala .
............
" Jadi kamu ingin pulang kerumah atau ingin ketempat lain? minta saja bodyguard mengantar karena aku harus melanjutkan pekerjaan " ucap Alex setelah mencuci tangan nya begitu mereka selesai makan.
" Disini aja boleh nggak, temenin Om kerja " kata Lala dengan segala modusnya ingin terus dekat-dekat dengan suami tampan nya .
Emang ganteng pool!.
" Tidak aku akan me,"
" Lala janji nggak bakalan ganggu, please, boleh ya Om " kata Lala memegang sebelah tangan Alex .
" Ya Om, bolehlah " kata Lala merayu Alex .
" Mmmh, kamu berjanji tidak akan menggangu?" pertanyaan Alex yang diangguki Lala .
" Mana ada Lala ganggu Om" cemberut Lala ketika Alex bertanya begitu seolah-olah Lala selalu mengganggu nya .
" Ya makanya jangan mengganggu aku harus bekerja dengan fokus " pernyataan Alex yang diangguki Lala .
" Baiklah" kata Alex berdiri namun tangannya di pegang Lala agar tidak pergi .
" Ada apa lagi?" tanya Alex yang berdiri itu menatap Lala .
" Mau duduk disana sama Om " manja Lala menatap kakinya yang masih diluruskan, isyarat meminta Alex menggendongnya.
" Tidak kamu disini saja " kata Alex .
" Mau dekat Om, disini Lala ngapain " kata Lala yang tidak ada kegiatan juga disini .
" Terus disana? Kamu ingin mengganggu aku?" pertanyaan Alex.
" Tidak, hanya menemani saja" kata Lala .
" Aku tidak takut " pernyataan Alex akan melangkah pergi namun tangan nya masih dipegang Lala .
" Ohhhh tuhan, kamu benar-benar keras kepala " kata Alex menggendong Lala ala brider style.
" Hwaaaa, Om Alex harum banget " batin Lala yang serasa masuk menghirup aroma tubuh Alex yang berjalan menggendong nya .
" Lama-lama aku kokop juga nih Om Hot , ehhhh, suami aku " batin Lala dengan hayalan gilanya.
Setelah Lala pandang-pandnag ternyata Alex sangat tampan mempesona ketika dia tidur , sejak saat itu Lala jadi tergila-gila pada Alex yang syukurnya adalah suaminya .
Minusnya dingin seperti es balok saja !.
Lala tersenyum senang ketika Alex mendudukkan Lala dikursi yang biasa dia duduki .
Alex melepas jas nya dan meletakkan disandaran kursi yang Lala duduki lalu menarik satu kursi lagi untuknya .
" Ohhhh, tuhan bagaimana bisa Lala jatuh cinta padanya dalam semalam " batin Lala yang duduk diam memandangi wajah sempurna Alex yang sedang mengetik di laptopnya .
" Jadi gengsi banget bilang cinta , soalnya kemaren Lala bilang dia jelek " Lala sibuk dengan pikiran nya sementara ekspresi nya terus berubah .
" Aaaaa, Dia tampan sekali " makin lama Lala memandang Alex makin meronta-ronta jiwa cegil nya .
" Ahhhh, tidak salah Papi menikahkan aku dengan nya , dia sangat tampan " pernikahan yang awalnya Lala tolak kini jadi dia terima dengan lapang dada .
" Jika bosan kamu bisa menggunakan iPad ini untuk bermain " pernyataan Alex mengeluarkan iPad dari laci dan memberikan pada Lala yang benar-benar hanya dia duduk di sebelahnya sejak tadi .
" Kaki aku ngilu Om, masih sakit " keluh Lala menggerak-gerakan kakinya .
" Itu karena kamu tidak meluruskan nya " kata Alex memperhatikan kaki Lala begitu Lala menerima iPad yang dia berikan .
" Boleh diluruskan keatas meja kerja Om?" tanya Lala dengan wajah polosnya.
" Jangan , kadang beberapa orang yang berkepentingan akan masuk " ucap Alex menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Lala .
" Numpang di paha Om boleh nggak, kan kalau ketutup meja nggak bakal kelihatan walaupun ada tamu masuk " kata Lala memberikan saran .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄