Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Tidak menunggu lama, Arum dan Galih tiba di rumah orang tua mereka. Begitu pula dengan papa Abian, sekarang dia tidak bisa lagi diam saja melihat putri nya di sakiti mereka.
"Maaf kan Marsya Pa, dulu Marsya tidak mendengar kan apa yang di katakan oleh Papa!" Marsya menangis di hadapan semua keluarga nya saat mereka sudah berkumpul di rumah ini.
"Tidak ada guna nya menyesali semua yang t3lah terjadi, yang harus kita lakukan adalah bagai mana cara nya agar kau segera lepas dari laki - laki seperti Dani. Papa tidak mau kau terus di sakiti oleh nya!" Papa Abian berkata dengan bijak.
"Iya Marsya, papa benar sekali. Mas harap kali ini kau dengar kan nasihat kami!" Galih juga ikut menasihati adik nya.
"Iya mas, aku akan segera menggugat cerai ms Dani, tapi sebelum nya izin kan aku membalas rasa sakit ini!" Ujar Marsya sambil berlinang air mata.
"Lakukan lah nak jika itu bisa membuat mu puas, tapi saran Papa jangan keterlaluan. Jangan sampai kejahatan mereka mengubah mu menjadi manusia yang jahat. Kau boleh membalas mereka, tapi jangan sampai keterlaluan!" Papa Abian menasihati putri bungsu nya.
"Baik Pa, izin aku datang ke acara pernikahan nya mas Dani dan Mela. Aku akan menunjuk kan siapa diri ku sebenar nya di hadapan mereka!" Marsya berkata pada seluruh keluarga nya.
"Tentu nak, Mama juga akan ikut ke sana. Selama ini mereka menganggap mu sebagai wanita miskin yang tidak memiliki keluarga, jadi kali ini Mama akan menunjuk kan pada mereka siapa keluarga mu!" Mama Lili pun ingin datang ke sana bersama putri nya.
"Mas dan mbak mu juga akan ikut ke sana, kita akan tunjuk kan pada mereka semua siapa sebenar nya diri mu dan juga keluarga mu. Selama ini Dani hanya menghormati ku sebagai atasan nya dan juga sebagai calon suami nya Arum. Tapi kini mas akan tunjuk kan siapa mas dan siapa diri mu!" Galih pun tidak ingin melewatkan kesempatan itu.
"Papa juga akan ikut ke sana nak, pak Anton dan istri nya sudah menyalahkan kepercayaan Papa. Dia menggunakan Vila itu untuk acara pernikahan anak nya tanpa meminta izin dari kita sebagai pemilik tempat itu!" Papa Abian jelas tidak bisa mentoleransi perbuatan pak Anton dan keluarga nya.
"Kita semua akan memberikan kejutan untuk Dani dan Mela, sebagai hadiah pernikahan mereka!" Mela berkata sambil tersenyum.
Marsya sangat bersyukur, sekalipun dia sudah salah langkah dalam memilih pasangan hidup nya. Tapi keluarga nya tidak meninggal kan diri nya, mereka semua begitu perduli dan menyayangi diri nya.
"Terima kasih, karena kalian semua sudah mau mendukung ku. Walaupun aku sudah berbuat salah!" Marsya menangis hari di hadapan keluarga nya.
"Kau adalah putri kami, bagian dari keluarga ini, dan jug darah daging kami. Jadi mana mungkin kami akan meninggal kan mu nak!" Pak Abian memeluk tubuh Marsya.
Bagi pak Abian, Marsya tetap lah seorang putri kecil nya yang sangat dia sayangi dan dia manjakan sejak dulu.
******
Hari pernikahan Dani dan Mela pun tiba, seluruh keluarga Dani sudah berada di Vila sejak kemarin sore. Marsya pun menginap di rumah orang tua nya agar lebih mudah untuk berangkat besok pagi.
Marsya sudah rapi dengan gamis mewah nya, kali ini dia mengunakan banyak perhiasan berlian di tubuh nya. Dia ingin menunjuk kan pada Dani dan juga keluarga nya, bahwa dia bukan lah orang miskin seperti yang di katakan oleh Dani dan keluarga nya.
"Ini lah Marsya yang dulu, Marsya yang cantik dan jelita, bukan upik abu seperti yang mereka katakan!" Mama Lili memuji putri nya.
"Terima kasih Ma, Mama juga sangat cantik!" Marsya balik memuji wanita yang sudah melahir kan diri mua ke dunia ini.
"Kalian sudah siap?" Tanya Galih yang baru saja keluar dari dalam kamar nya.
"Siap dong, udah cantik gini!" Mama Lili menunjuk kan diri nya sambil berputar di hadapan putra nya.
"Sarapan dulu yuk, kan gak seru di perjalanan nanti malah perut nya keroncongan!" Marsya mengajak keluarga nya untuk sarapan terlebih dahulu.
Mereka berempat akhir nya sarapan sebelum berangkat ke sana, mereka butuh energi untuk memberi pelajaran pada manusia- manusia tidak tahu malu itu.
"Arum udah kamu kasih tahu kalau kita akan segera berangkat?" Mama Lili bertanya pada Galih.
"Udah Ma, dia udah siap kok dan sekarang sedang nungguin kita!" Galih menjawab pertanyaan Mama nya.
"Jam berapa akad nikah nya Sya?" Tanya pak Abian pada Marsya.
"Kalau tidak salah jam 10 pagi Pa, aku denger sendiri mereka bicara semalam!" Ujar Marsya pada Papa nya.
Tadi malam memang Marsya mengawasi mereka semua lewat kamera pengawas yang sudah mereka pasang di sana, jadi dia bisa mendengar pembicaraan mereka semua dengan jelas.
"Bagus lah, saat kita tiba di sana nanti waktu nya akan sangat pas. Ketika akad nikah selesai, kita akan tiba di sana dan memberikan kejutan untuk mereka semua!" Ujar Papa Abian sambil tersenyum.
"Iya pa, dengan begitu dia tidak bisa lagi mengelak bahwa dia sudah menikah lagi!" Marsya pun sudah tidak sabar lagi untuk memberikan kejutan untuk suami dan juga Madu nya di acara pernikahan mereka.
Setelah menyelesaikan sarapan nya, satu keluarga itu langsung pergi dengan mobil nya. Tapi sebelum meluncur ke Puncak, mereka menjemput Arum terlebih dahulu di rumah nya.
Marsya terus mengawasi acara itu melalui kamera pengawas yang memang tersambung dengan ponsel nya, Marsya sudah tidak sabar lagi untuk tiba di sana. Andai kan saja dia punya sayap, dia pasti sudah terbang ke sana sejak tadi saking tidak sabar nya Marsya ingin melihat sendiri acara pernikahan suami nya dengan wanita lain.
"Sudah siap nak?" Tanya Mama Lili ketika mereka tiba di halaman rumah Arum.
"Siap dong Ma, ayo kita pergi sekarang. Aku udah gak sabar lagi mau melihat wajah - wajah terkejut mereka nanti!" Arum pun naik ke dalam mobil.
Mereka pergi ke sana hanya dengan menggunakan satu mobil, Galih yang menyetir dan pak Abian duduk di depan. Sedang kan Marsya, Mama Lili dan Arum duduk di bangku tengah.
Marsya terus mengawasi keadaan Vila melalui ponsel nya, dia melihat para tamu undangan sudah mulai berdatangan ke tempat itu. Bahkan ada juga teman - teman kantor nya, karena memang mereka mengundang semua rekan kerja nya. Termasuk Galih dan Arum pun di undang oleh mereka.
"Aku gak bisa bayang kan, gimana ya reaksi nya Dani dan keluarga nya saat dia tahu siapa kau sebenar nya!" Ujar Arum pada Marsya.
"Yang pasti syok dong, semoga aja mereka gak kena serangan jantung!" Marsya tertawa membayangkan wajah pucat mereka semua saat kebenaran nya terungkap.
tapi penasaran gimana kelanjutannya
heboh nga. atau ada yg pingsan tau kalau istrinya kaya raya.
he.....he..,..rasain tuh kacung gy nga tau diri..... si Dani..,
lanjut........