NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Trauma

Cukup lama berada di luar Rendra pun membujuknya untuk diajak pulang. Ia yakin Bagas juga sudah pergi dari rumahnya.

"Ayo kita pulang!"

Nina terdiam. Dia masih enggan untuk pulang. Dia tidak ingin bertemu kembali dengan pria itu.

"Jangan bilang kamu mau nginap di trotoar."

"Kalau kamu capek mendingan pulang duluan. Aku masih ingin di sini," jawab Nina.

"Kamu sudah gila ya? Ini udah jam berapa Nina!? Mama sama Papa pasti khawatir. Ayo pulang!"

Cukup sulit membujuk wanita yang tengah merajuk, apalagi kalau sudah patah hati. Dulu ia masih ingat bagaimana saat orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Mereka sama-sama emosi dan tidak mempedulikan perasaannya. Ibunya bersikeras untuk mendapatkan hak asuh. Niatnya ingin bertahan tinggal bersama ayahnya, tapi berhubung hak asuh jatuh kepada ibunya ia terpaksa harus ikut pergi meninggalkan tempat kelahirannya.

"Sudahlah..., cowok kayak gitu nggak usah dipikirkan. Anggap saja nggak pernah ketemu."

Dengan cepat Nina menjawab. "Siapa juga yang memikirkannya! Nggak penting cowok macam itu dipertahankan.  Jujur aku nyesel banget pernah mengenalnya, kalau tahu seperti ini jadinya aku nggak bakalan mau mengenalnya. Di hatiku hanya tersisa kebencian. Sumpah Aku nggak bakalan kasih maaf."

"Nah..., itu baru bener. Pria macam itu nggak harus dipertahankan. Kamu boleh membencinya, tapi jangan berpikir untuk membenciku!"

Nina menaikkan ujung bibirnya, meledek. "Percaya diri banget?!"

"Ya memang seharusnya begitu kan? Tak masalah kamu benci dia karena merasa dibohongi, tapi kamu nggak punya alasan buat membenciku."

Nina menajamkan tatapannya. "Justru orang pertama yang membuatku ilfeel itu kamu!"

Entah kenapa ia tak bisa membenci pria itu, padahal jelas-jelas dia yang sudah mengambil kehormatannya.

"Serius kamu ilfeel sama aku? Perasaan dari tadi kamu nempel terus sama aku."

Seketika Nina mendorongnya hingga membuatnya terhuyung. " Pergi!" Gadis itu melotot mengusirnya.

"Jangan galak-galak gitu lah cantik? Gini-gini kita sudah berbagi keringat."

"Kak Rendra!!"

Seketika wajah Nina memerah bak kepiting rebus. Rendra selalu saja mengingatkannya akan kejadian malam itu. Ia khawatir, cepat atau lambat orang tuanya bakalan mengetahuinya.

"Kak, aku mohon jangan lagi membahas kejadian yang sudah berlalu. Anggap saja kita tak pernah melakukannya."

Rendra tersenyum smirk. "Rupanya kau cukup berpengalaman juga ya? Sudah berapa kali kau bercinta dengan pacarmu?"

Nina melotot. "Apa maksudmu bicara seperti itu? Kau pikir aku wanita murahan?!"

"Memangnya aku bilang seperti itu?" Rendra membantah. "Aku hanya berpikir, apa kau setiap kali berhubungan dengan kekasihmu langsung menganggapnya tak terjadi apa-apa. Kau itu perempuan, harusnya bisa menjaga diri dengan baik, bukan malah menganggap remeh hubungan 'intim'

Nina mengibaskan tangannya. "Ah..., sudahlah. Aku nggak mau lagi membahasnya. Terserah penilaianmu saja, percuma ngomong sama orang seperti kamu, nggak bakalan percaya."

Tak ingin terjadi kesalahpahaman Nina pun memutuskan untuk pulang. Hari sudah mulai larut, ia yakin Bagas sudah pergi dari rumahnya.

"Aku mau pulang! Jika kau masih ingin berada di sini, terserah kau saja!"

Nina melenggang pergi meninggalkannya. Rendra terdiam dengan mengamati punggungnya yang semakin menjauh. "Gila! Cukup galak juga itu cewek, tapi agresif ketika di ranjang." Rendra terkekeh dan memutuskan untuk pulang.

***

Setibanya di rumah, kedua orang tuanya sudah menunggu di teras depan. Mereka masih belum juga beristirahat, sengaja menantinya kembali.

"Dari mana saja kamu malam-malam begini Nin?" tanya Widya dengan  sorot mata tajamnya.

"Dari mana sih ma, aku cuma ada di luar sana, nggak kemana-mana," bantahnya.

"Ini sudah malam, kalau ada orang jahat gimana? Memangnya kamu nggak sayang sama nyawa?"

Nina tahu ibunya begitu mengkhawatirkannya, hanya saja ia cukup kecewa dengan sikapnya yang lebih peduli terhadap orang lain dibandingkan dengan anaknya sendiri.

"Mama sih, peduli banget sama si Bagas. Aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa ma, nggak ada yang perlu dibahas. Lagian aku masih ingin fokus sama kuliahku, jangan memaksaku buat tunangan sama dia, aku nggak mau!"

Sekeras apapun orang tuanya yang berkeinginan untuk menjadikan Bagas sebagai menantunya tak akan meruntuhkan pondasi yang sudah diperkokohnya. Ia benci pada pria munafik, apalagi sudah berani selingkuh.

"Yaudah, Mama nggak akan memaksamu lagi. Kalau kamu ingin fokus kuliah, sebaiknya belajar yang bener. Jika kamu memiliki cita-cita menjadi designer kamu harus banyak-banyak belajar dari orang yang lebih berpengalaman. Jangan lagi malas-malasan! Memangnya apa sih yang kamu cari di luar?"

"Ma..., sudah ma! Masih juga ngomel," tegur Hermawan. "Sekarang Nina sudah pulang. Biarkan dia beristirahat."

Meskipun terbilang tegas, Hermawan paling tak suka menyakiti perasaan orang, apalagi perasaan anak perempuannya yang dirawatnya sejak kecil. Nina tak pernah mengenali sosok ayah kandungnya, ia berjuang keras untuk memberinya kehidupan, sangatlah tak rela jika ada orang yang menyakiti hatinya.

"Nina, sebaiknya kamu segera istirahat," tuturnya.

Gadis itu mengangguk. "Baik Pa, kalau gitu aku istirahat dulu. Selamat malam."

Nina langsung bergegas menuju kamarnya berniat untuk mengistirahatkan diri, namun sesampainya di depan pintu ia bertemu kembali dengan saudara tirinya yang berdiri menghalangi jalannya.

"Ngapain kakak di sini. Pergilah ke kamarmu, aku mau istirahat."

"Perlu teman?" Rendra menawarkan diri.

Dengan cepat Nina menjawab. "Enggak, terimakasih."

Gadis itu mendorongnya ke samping karena posisi Rendra ada di tengah-tengah pintu.

Di dalam kamarnya Nina menangis. Ia masih terngiang-ngiang oleh ucapan Bagas yang memiliki niatan untuk melamarnya. Sudah menaruh duri dihatinya masih memiliki keberanian buat melamar. Benar-benar nekat itu orang. Ia khawatir Bagas masih juga mengganggunya.

Dalam kondisinya yang tak baik-baik saja ia butuh teman curhat. Ia putuskan untuk menghubungi Sania, karena hanya Sania yang paham dengan perasaannya.

("Halo Sania, kamu udah tidur belum?")

("Eh, Nina, ini aku masih belum tidur. Ada apa Nin?")

("Aku lagi nggak bisa tidur San, aku bingung.")

("Bingung kenapa lagi Nin? Apa karena Bagas?")

("Hm..., dia tadi datang berniat untuk melamarku.")

("What! Serius kamu? Terus kamu jawab apa? Kamu masih mau berhubungan dengan pria brengsek macam dia?")

Sania cukup kecewa dengan kelakuan kekasih dari sahabatnya. Ia bahkan tertipu dengan kesetiaan yang selalu ditunjukkan kepada sahabatnya. Ia pikir Bagas benar-benar pria yang baik dan setia, nyatanya tega menduakan sahabat karibnya. Ia berharap sahabatnya tak terhasut oleh kata-kata manis dan janji palsu pria itu.

("Aku nggak mau. Awalnya Mama marah karena penolakanku. Orang tuaku belum tahu seperti apa pria itu, aku bahkan belum memberikan penjelasan mengenai perselingkuhannya.")

("Terus gimana?")

("Apapun alasannya aku nggak mau lagi terlibat dengannya, atau bahkan laki-laki lain. Kurasa semua laki-laki sama saja, nggak bisa dipegang ucapannya. Jujur, kejadian itu membuatku trauma San..., mungkin aku nggak  akan lagi terlibat hubungan dengan laki-laki manapun.")

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!