NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Alyra

Suami Dadakan Untuk Alyra

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lylia Yuu

“Kau itu memang benalu! Mengganggu dan menempel seperti parasit. Gagal mendapatkan kakaknya, sekarang adiknya yang kau incar? Dasar wanita sampah!”

Hidup Alyra hancur hanya dalam satu malam. Semua bermula saat ia memergoki lelaki yang begitu dicintainya tengah bercumbu dengan wanita lain. Alyra memilih pergi, tetapi pria itu tak terima ditinggalkan. Dalam amarah dan ego yang membabi buta, ia merenggut paksa kehormatan Alyra sehingga gadis itu hamil.

Sejak saat itu, hidup Alyra berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih bertanggung jawab, mantan kekasihnya justru menikahi wanita simpanannya. Sementara Alyra, yang menanggung malu seorang diri, dipaksa menerima keputusan dua keluarga untuk menikah dengan adik dari pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Bisakah Alyra bertahan dalam ikatan tanpa dasar cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lylia Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SDUA 06

“Saya terima nikah dan kahwinnya Alyra Hussein binti Zulkifli Hussein dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!”

Dengan satu tarikan napas, sosok rupawan berbalut jas hitam, mawar kecil terselip di saku dadanya — melafalkan ijab kabul dengan fasih, tidak ada kegugupan, sama sekali tak terbata.

“Bagaimana saksi?”

“Sah!”

“Sah!”

Andi berkata lantang. Tampak begitu antusias menjadi saksi pernikahan sang tuan. Sementara hak perwalian mempelai wanita telah diserahkan kepada wali hakim, sebab ayahanda Alyra, yakni Zulkifli Hussein, yang tengah mendekam di balik jeruji besi tak mendapat izin untuk keluar.

Abimanyu dan Nirmala saling menggenggam, raut wajahnya terlihat penuh haru.

Dirham menatap sang putra dengan sorot mata penuh makna, sementara Zaskia tampak ikut tersenyum, meski sebenarnya dirinya enggan untuk memasang ekspresi demikian.

Alyra menundukan kepala, memanjatkan do’a dalam hatinya.

Ucapan selamat membahana di gedung yang telah disulap menjadi ruang bak istana megah. Bunga-bunga segar tampak elok tersusun rapi, lampu-lampu kristal berpendar lembut, menerpa wajah-wajah yang hanyut dalam tawa bahagia.

Namun tidak dengan sosok yang baru saja berhasil mengucap akad, ia tampak menatap kosong ke depan, tangan mengepal di atas pangkuan.

“Silakan berdiri, Mas Erlando,” titah sang penghulu. “Berikan kepada istrimu, mas kawin yang menjadi simbol ikatan suci kalian berdua.” Ia menunjuk pada kotak berwarna merah maroon yang terletak di atas meja.

Erlando mengangguk, memundurkan kursi, lalu berdiri — berhadapan dengan wanita yang telah resmi berstatus sebagai istri.

Ia meraih tangan Alyra, lalu menyematkan cincin berhiaskan permata pada jari manis istrinya.

“Sentuh dengan lembut pucuk kepala istrimu, panjatkan doa-doa terbaik dan iringi dengan ridhomu.” kembali sang penghulu memimpin.

Erlan tak menjawab, hanya merespon dengan anggukan. Ujung bibirnya bergetar samar, ia mulai mengangkat tangan. Disentuhnya lembut pucuk kepala berhias mahkota sederhana, rambut hitam curly bergaya khas pengantin eropa.

Erlan memejamkan mata, bibirnya bergumam tanpa suara. ‘Menikahi wanita ini … sesungguhnya tidak pernah ada di dalam rencanaku.’

Bukan kalimat doa, ia justru mengatakan hal lain di dalam hatinya.

.

.

Sepasang pengantin baru terlihat begitu serasi berdiri di pelaminan. Senyum merekah terpancar, menyalami beberapa tamu undangan yang tak begitu ramai, hanya kerabat dekat saja yang turut menghadiri acara.

“Selamat, ya. Kalian … terlihat begitu serasi.” Velisa mendekatkan diri, berbisik tepat di sisi telinga Alyra. “Thanks, karena sudah melepas Ervin untukku.” Kemudian ia melerai pelukan yang tak begitu erat.

Alyra tetap tenang, sama sekali tak terpancing, ia membalas dengan senyuman tipis. “Terima kasih, Kakak ipar.”

Velisa menyeringai sengit, raut wajahnya berubah kesal kala tak mendapat respon amarah, sedih, maupun putus asa yang ditunjukan oleh teman semasa kuliahnya.

Sementara di sebelahnya, Ervin menatap dengan mata berkaca-kaca, segera tersadar usai perut dicubit pelan oleh istrinya. Ia buru-buru menyalami dua sejoli sekadar basa-basi.

“Selamat menempuh hidup baru, Alyra.” Sebagai mantan kekasih, Ervin terlihat berat untuk berkata demikian.

“Terima kasih,” ucap Alyra pelan. “Berkat kamu … aku bisa menikahi adikmu,” Tatapannya menghujam, tangan merangkul erat lengan pria yang telah mempersuntingnya.

“Al—” Ervin langsung menoleh kala sang istri kembali meremas perut yang tak berotot, sedikit berlemak akibat malas olahraga.

Berbeda dengan adik laki-lakinya yang berpostur tegap, tinggi dan perut kotak-kotak hasil dari rajin menjaga kebugaran, atletis, idaman para wanita.

Alyra masih menatap datar pasangan sejoli itu. Sementara Velisa terus melempar tatapan sinis ke arahnya.

“Hamil di luar nikah saja angkuhnya minta ampun!”

“Velisa!” tegur Ervin, matanya menatap tajam.

“Memang benar, ‘kan? Dia hamil sebelum dinikahi Erlan!” Sengaja ia berkata lantang, berharap seseorang mendengar. “Aku nggak salah, ‘kan? Dia itu cuma jalang murahan yang berusaha merangkak mendekati keluarga kita. Gagal merayu kakaknya, dan sekarang ... dia mengincar adiknya!”

“Velisa jaga bicaramu. Jangan membuat keributan!”

Beruntung sudah tak ada banyak tamu undangan, sebab sudah tiba di penghujung acara, sehingga tak banyak telinga yang mendengar teriakan Velisa.

Abimanyu dan Nirmala pun sudah pulang lebih awal, usai menerima telepon mendadak yang menyampaikan kabar tak enak tentang putra mereka yang berada di luar negeri.

Alyra masih menatap tenang, tetapi tangan meremas erat lengan sang suami. Erlan dapat merasakan betapa istrinya telah berusaha menahan diri, terbaca dari sorot mata dan hanya dirinya saja yang memahami.

“Lebih baik kau bawa pergi istrimu itu, sebelum kesabaranku habis. Selain merusak acara, dia membuatku sangat ingin melempar kursi!” Erlan berkata gamblang, sama sekali tak sungkan pada sang kakak.

“Erlando. Mengapa bicaramu ketus sekali! Dia itu kakakmu, hormati dia!” Zaskia naik pitam, tak terima putra sulungnya diperlakukan tidak hormat.

“Saya menghormati seseorang yang layak dihormati,” sahut pemuda yang masih mengenakan jas pengantin. “Seorang suami yang tidak memiliki ketegasan untuk mendidik sang istri ….” Ia tatap berani sang ayah kandung. Lalu beralih pada sosok yang menjadi rivalnya sejak usia belia. “Seorang kakak yang terus melimpahkan kesalahan pada sang adik. Lalu ….”

Erlan mengatupkan bibir, menatap nanar sosok wanita yang ia panggil mama. “Seorang ibu yang tak pernah berlaku adil … saya enggan menghormati insan tak berprinsip seperti itu.” Sorot mata Erlan berubah tajam. Nada suaranya sama sekali tak bergetar.

“Jaga bicaramu, Erlando! Kamu ingin mengacaukan acara yang telah kamu susun sendiri?” Dirham menengahi, menatap tajam kedua putra dan sang istri. “Apa kalian ini anak kecil? Mengapa tak bisa menempatkan diri, pantaskah kalian bertengkar di tengah berjalannya acara? Terlebih … ini adalah pesta pernikahan, apa kalian tak malu menjadi tontonan para kerabat?”

“Dia yang memulai, Pa.” Velisa menuding ke arah Alyra, sorot matanya berapi penuh murka. Dia maju selangkah lebih dekat dengan Alyra. “Jangan tertipu oleh wajahnya yang sok lugu ini. Di dalam hatinya, dia pasti telah menyusun rencana untuk membalas kita semua!”

“Velisa, cukup! Ayo kita pergi saja dari sini.” Ervin menarik paksa lengan sang istri. Namun Velisa sudah kepalang emosi, dia meronta tetap ingin tinggal, belum puas hatinya bila tak melihat Alyra menitikan air mata.

“Lo … Jalang! Jangan harap hidup Lo akan tenang setelah memasuki rumah Pradana, gue nggak akan biarin Lo berleha-leha!”

“Velisa.” Kini Alyra menatap tegas. Dagu terangkat, tak ada sorot ketakutan di matanya. “Aku harap kamu nggak akan pernah lupa, bahwa bayi yang dikandung si Jalang ini … adalah benih dari suamimu.”

Kalimat singkat itu berhasil membuat Velisa meradang.

“DASAR WANITA SAMPAH!!”

PLAK!!

PLAK!!

*

*

Bersambung.

1
partini
jajat sekali kalian,,tapi orang selalu berhasil wehhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!