Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raisa Berusaha Mendekati geng Arsa
Kelas Monti dan Aurel baru saja selesai, Aurel sibuk membereskan buku buku nya dengan Monti yang setia menunggu di samping nya.
Banyak teman sekelas Aurel yang ingin mendekati Aurel, namun Monti kini sudah berkamuflase menjadi penjaga Aurel, ia tak membiarkan orang lain mendekati istri dari Bos nya.
" Sudahlah Mon, lo enggak perlu terlalu over begitu." Ucap Aurel, ia tau sejak tadi Monti memelototi orang orang yang ingin berkenalan dengan nya.
" Gue cuma menjalankan tugas dari Arsa buat ngejaga lo." Jawab monti.
" Oke baik lah, ayo kita susul in yang lain di kantin." Ajak Aurel
" By the way, thanks ya Rel, berkat lo masalah gue teratasi" ucap Monti sungguh sungguh.
" Bukan apa apa Mon, lo dan Amel adalah sahabat gue, sudah pasti kita pasti bantu." Jelas Aurel.
" Lagian, gue sudah terlanjur merubah jalan hidup kalian, gue harus melakukan nya sampai akhir dan membuat kalian bahagia." Aurel melanjutkan ucapan nya dalam hati.
" Tapi gue sungguh enggak menyangka, kalau pengorbanan lo sangat besar, gue sangat sangat berterima kasih, suatu saat gue pasti membalas nya." Ucap monti.
" Oke baik lah, semua itu memang enggak gratis Mon, lo harus membayar itu, harus." Aurel tersenyum sambil berdiri membawa tas nya, ia sudah selesai beres beres.
" Siap Bu ketu." monti mengangkat tangan nya memberi hormat, lalu kedua nya meninggalkan kelas menuju kantin tempat di mana teman teman nya sedang menunggu.
Sementara itu, kelas Arsa memang berlangsung sedikit lama di banding kelas Aurel dan Monti.
Satu jam sebelum Aurel keluar Arsa masih berada di dalam kelas.
Kalau Aurel baru masuk jam sepuluh, Arsa baru akan keluar jam 11.
" Arsa, lo mau ke kantin?" Tanya Raisa.
" Iya" jawab Arsa singkat, Arsa memang akan ke kantin setelah selesai kelas, tapi yang di tangkap oleh Raisa dan Lea, kalau Arsa akan ikut bersama mereka ke kantin, tentu nya mereka akan makan satu meja dengan Arsa.
Setelah selesai membereskan buku buku nya Arsa segera meninggalkan kelas, Arsa berjalan dengan cepat karena risih dengan Raisa dan Lea yang terus mengikuti nya.
" Arsa, tungguin kita dong, masa cowok ninggalin cewek gitu aja." Ucap Lea setengah berteriak.
Arsa tak menghiraukan omongan Lea, ia terus berjalan tanpa menengok ke belakang.
Sementara Lea dan Raisa berusaha menyamakan langkah nya dengan Arsa.
Karena tujuan mereka sama, yaitu kantin, Arsa tak bisa menghalangi mereka, dan bilang kalau ia risih karena terus di ikuti, jadi ia membiarkan nya saja, asal mereka tak bisa menyusul langkah nya.
Arsa sudah sampai di kantin, ia sudah melihat tempat duduk teman tema nya berada.
" Hai, mana yang lain?" Tanya Arsa saat tak melihat Agra, Monti, ian dan Senna.
" Monti dan Aurel ada kelas bareng, selesai jam 11, Agra baru saja pergi, ada kelas dia, Senna dan ian, pergi, ada telepon. dari orang tua nya." Jawab Sam, dia tak menjelaskan di mana Aurel, karena pasti Arsa lebih tau.
Arsa duduk di kursi bekas ian, dan sebelah nya kursi bekas Senna akan di tempati oleh Aurel.
Namun tiba tiba Raisa duduk di sebelah Arsa dan Lea pun menduduki kursi bekas Agra.
" Eh ngapain lo Kakak duduk situ, itu kan kursi Aurel." Ucap Arum tak terima.
" Kenapa emang, ini kan tempat umum." Jawab Lea, sedang Raisa langsung berdiri.
" Maaf, tapi gue pikir ini tempat kosong"
" Udah Ris lo enggak perlu berdiri, duduk lagi aja, toh orang nya juga belum ada, boleh kan Ar ?" Lea mencoba meminta pembelaan dari Arsa, karena ia pikir Arsa setuju mereka ke kantin bersama.
" Maaf Kak, biasa nya istri saya memang kalau duduk enggak bisa jauh dari saya, jadi kalau Kak Raisa mau gabung sama kita silah kan duduk di sana." Arsa menunjuk bangku kosong sebelah Lea.
" Oh, gitu, baik lah, maaf ya." Ucap Raisa canggung.
" Lo mau pesen apa Ris, biar gue pesenin?" Tanya Lea pada Raisa, Bukan nya menjawab Raisa malah bertanya pada Arsa, " Lo pesen apa Ar?"
Arsa menunjuk diri nya, "gue?" Ia merasa aneh, kenapa juga Kating nya ini menanyakan pesenan nya.
" Iya lo" Jawab Raisa
" Nanti aja Kak, makasih" jawab Arsa.
" Ya udah, gue pesen mie ayam 1 sama minuman dingin 2 ya." Ucap Raisa pada Lea.
" Siip, tunggu sini ya, gue pesenin dulu." Lea kemudian pergi untuk memesan makanan.
" Kalian dari sekolah yang sama?" Tanya Raisa memulai pembicaraan.
" Iya Kak, kita dari sekolah dan kelas yang sama." Jawab Arum
" Wah kompak sekali kalian, meski sudah di bangku kuliah, selalu bersama sama." Ucap Raisa
" Iya Kak, kita ini, saking kompak nya tak mudah terpecahkan." Jawab Arum, meski terkadang Arum suka lemot, namun dia tau ada yang tak beres dari para kating nya ini.
" Kalian ada minat ikut organisasi enggak, karena kekompakan kalian ini, mending kalian ikut Bem aja gimana?" Raisa berusaha sekali mengakrabkan diri dengan gang Arsa.
" Enggak kaya nya deh Kak, kita ini orang nya mageran, enggak suka organisasi formal seperti itu, iya enggak Mel?"
Arum melemparkan pertanyaan pada Amel, agar bukan cuma dia saja yang membalas ucapan Raisa
" Heemmm, kita ini mageran orang nya kak." Jawab Amel seada nya.
Sesaat kemudian Lea datang dengan pesanan milik Raisa, satu mangkok mie ayam dan dua buah minuman dingin.
" Ini buat lo" Raisa menyodorkan minuman ke pada Arsa.
" Makasih" ucap Arsa dengan datar, namun hal itu membuat Raisa merasa di terima.
" Ciee, enggak biasa kamu beliin minuman buat orang lain, Raisa." Ledek Lea, agar Arsa tau kalau Arsa sedang mendekatinya.
Raisa hanya senyum senyum sendiri.
Monti dan Aurel baru sampai di kantin, mereka berdua sudah melihat keberadaan teman teman nya.
Aurelia sedikit terkejut karena melihat ada Raisa dan Lea yang bergabung di sana.
" Sayang udh selesai kelas nya, sini duduk." Arsa menepuk nepuk kursi di sebelah nya yang tadi sempat di duduki Raisa.
" Hai Kak Raisa, Kak Lea" Aurel mencoba berfikir positif mengenai keberadaan mereka disana.
" Haus yang" ucap Aurel manja pada Arsa.
Arsa lalu memberikan, minuman dingin yang tadi sempat di belikan oleh Raisa.
" Mau minum ini?" Arsa membuka tutup botol minuman tersebut dan memberikan nya pada Aurel.
" Bukan rasa strawberry?" Tanya Aurel saat ia melihat kemasan botol minuman tersebut.
" Kamu mau yang strawberry, aku beliin dulu ya." Arsa hendak berdiri, namun Aurel mencegah nya.
" Enggak usah deh yang, ini aja." Aurel mengambil botol minuman tersebut dan meminum nya.
Raisa kesal karena minuman yang ia berikan untuk Arsa malah di minum oleh Aurel.
Ia pun jadi memperhatikan interaksi Aurel dan Arsa seperti nya memang mereka pacaran, Raisa dan Lea terbengong melihat sisi Arsa yang sangat berbeda.
Semangat 💪💪