NovelToon NovelToon
Pak Direktur Mengejar Cintaku

Pak Direktur Mengejar Cintaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.

Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.

Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.

Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak diundang

Pagi itu suasana rumah Andreas jauh lebih ramai dari biasanya.

Aroma nasi goreng buatan Mama memenuhi dapur, sementara suara televisi bercampur dengan obrolan santai Ayah dan Andreas di ruang tamu.

Shintia sendiri baru saja turun tangga dengan piyama longgar dan rambut yang masih sedikit berantakan.

“Pagi,” gumamnya malas sambil mengucek mata.

Mama langsung menoleh.

“Tidurnya jam berapa semalam?”

“Jam satu.”

“Main HP lagi?”

“Enggak…” jawab Shintia cepat.

Padahal semalaman ia malah kepikiran seseorang.

Seseorang yang mulutnya absurd dan suka membuat hidup orang lain kacau.

Baru saja Shintia hendak duduk di meja makan...

Ting tong. Bel rumah berbunyi.

“Ayah buka!” seru Mama.

Ayah berjalan santai menuju pintu, sementara Shintia mulai menyendok nasi goreng ke piringnya.

Namun sedetik kemudian…

“Selamat pagi, Om.”

"pagi, siapa ya?"

"Raffa om, pacar Shintia."

Suara itu membuat tangan Shintia membeku. Pelan-pelan gadis itu menoleh ke arah pintu. Dan hampir saja sendok di tangannya jatuh.

“RAFFA?!”

Pria itu berdiri santai di depan rumah memakai kemeja hitam sederhana dengan lengan tergulung rapi. Rambutnya sedikit berantakan tertiup angin pagi, tapi justru membuatnya terlihat makin menarik.

Senyumnya muncul begitu melihat wajah syok Shintia.

“Pagi, Sayang.”

“JANGAN NGACO DI RUMAH ORANG!”

Raffa malah tertawa kecil.

Ayah Shintia terlihat tersenyum samar sementara Mama langsung melirik putrinya penuh rasa penasaran.

“Nah loh…” gumam Mama pelan. "itu Raffa yang semalam kamu ceritakan kan, Shintia?"

Andreas yang duduk di ruang tamu justru terlihat santai.

“Kamu cepat juga datangnya... Aku kira tidak mau datang,” ucap Andreas

Shintia langsung menoleh tidak percaya.

“KAKAK?!”

“Apa?”

“Kok kakak malah kaya ngarepin."

Andreas mengangkat bahu santai.

“kan kakak sudah bilang kemarin. Dan kamu mengenalnya kok. Bagus donk, dia paham perintah kakak.”

Raffa masuk setelah dipersilakan. Tangannya membawa beberapa kotak makanan dan buah.

“Maaf datang pagi-pagi,” katanya sopan.

Mama langsung tersenyum hangat.

“Tidak apa-apa. Duduk, Nak Raffa.”

Shintia masih berdiri mematung.

Otaknya benar-benar belum memproses kenyataan bahwa laki-laki random ini berhasil menemukan rumah kakaknya kurang dari dua puluh empat jam.

“Kamu…” Shintia menunjuk Raffa pelan. “Kok bisa tahu rumah ini?”

Raffa terlihat berpikir sebentar.

“Takdir.”

“RAFFA!”

Pria itu kembali tertawa. Jujur saja, suasana rumah hangat seperti ini sudah lama tidak ia rasakan. Dan entah kenapa… ia menyukainya.

Mama Shintia mulai sibuk bertanya macam-macam.

“Kerja atau kuliah, Nak Raffa?”

“Kerja, Tante.”

“Owh, bagian apa Nak Raffa?"

“Asisten pribadi pemilik hotel, Bu.”

"hmm... Iya iya, kerja apa aja yang penting mencukupi... , ngomong-ngomong sudah berapa lama pacaran sama Shintia Nak Raffa?"

Shintia langsung melirik.

Raffa nampak kebingungan namun di paksa tenang. Ucapannya tiba-tiba...

"sudah ada dua bulan kurang lebih, Bu."

Padahal jelas-jelas baru kemarin dia tahu' bukan kenal. baru mengenal.

Namun Raffa tetap tenang seolah tidak bersalah sedikit pun.

“Wah, ko ibu tidak tahu... Shintia tidak pernah cerita."

"Ngomong-ngomong kamu bekerja sebagai Asisten Pribadi pemilik Hotel, bagus itu Raffa..." puji Ayah Shintia.

“Biasa saja, Om.”

Andreas yang sedari tadi diam akhirnya bicara.

“Kemarin terima kasih sudah bantu Shintia.”

Raffa tersenyum kecil.

“Dengan senang hati.”

“Walaupun mulutnya agak aneh,” sahut Shintia cepat.

“Lucu maksudnya.”

“Gak lucu.”

“Lucu kok, Sayang.”

Shintia hampir tersedak minumannya sendiri.

Mama malah tersenyum makin lebar.

Sedangkan Andreas terlihat memperhatikan mereka berdua diam-diam.

Aneh.

Tapi Andreas bisa melihat kalau Raffa benar-benar memperhatikan adiknya. Dan itu jarang.

Biasanya laki-laki yang mendekati Shintia mudah menyerah karena gadis itu terlalu cuek.

Namun Raffa berbeda. Pria itu justru terlihat menikmati setiap omelan Shintia.

“Om, Tante…” ucap Raffa santai. “Saya mau ajak Shintia jalan sebentar.”

“Hah?!” Shintia refleks.

Mama malah langsung menjawab cepat.

“Oh iya boleh.”

“MA?!”

Ayah ikut mengangguk santai.

“Mumpung libur.”

Shintia langsung menoleh pada Andreas penuh harap. Namun kakaknya justru berkata datar...

“Jangan pulang malam.”

“KAKAK?!”

Raffa menahan senyum puas. Sementara Shintia mulai merasa dikhianati satu rumah.

...

Akhirnya setengah jam kemudian, Shintia benar-benar keluar rumah bersama Raffa.

Gadis itu duduk kaku di kursi penumpang mobil hitam mewah milik pria tersebut.

Canggung. Sangat canggung.

Ini pertama kalinya ia pergi berdua dengan laki-laki. Dan lebih parahnya lagi… laki-laki itu adalah manusia paling random yang pernah ia temui.

Sedangkan Raffa terlihat santai menyetir sambil sesekali melirik Shintia yang diam seperti patung.

“Kamu tegang?”

“Enggak.”

“Bohong.”

“Aku cuma bingung.”

“Bingung apa?”

“Kenapa keluargaku lebih percaya sama kamu dibanding aku.”

Raffa tertawa kecil.

“Mungkin karena wajah saya terpercaya.”

“Wajah penipu iya.”

“Kalau penipu, saya sudah curi hati kamu.”

Shintia langsung memalingkan wajah ke jendela mobil.

“Gombal.”

Namun samar-samar pipinya mulai memerah. Dan itu tidak lolos dari perhatian Raffa.

Pria itu tersenyum kecil. Lucu sekali.

Beberapa menit kemudian suasana mobil menjadi lebih tenang. Shintia mulai memainkan ujung tasnya sendiri karena gugup.

Sementara di sisi lain, pikiran Raffa justru melayang pada Andreas. Ia merasa sangat familiar dengan wajah pria itu.

Dan akhirnya ia sadar.

Andreas adalah kepala cabang bank yang beberapa kali pernah bekerja sama dengan Hotel Permata. Untung saja Andreas tidak terlalu memperhatikannya tadi.

Kalau sampai Andreas sadar siapa dirinya sebenarnya, semuanya bisa jadi rumit..Raffa belum mau identitas aslinya diketahui Shintia.

Belum sekarang.

Karena ia ingin gadis itu mengenalnya sebagai Raffa biasa. Bukan sebagai direktur hotel besar dengan harta dan status yang membuat orang berubah sikap.

“Kenapa diem?” tanya Shintia tiba-tiba.

Raffa tersadar dari pikirannya.

“Hm?”

“Kamu tadi melamun.”

“Lagi mikir.”

“Mikirin apa?”

Raffa melirik sekilas ke arah gadis di sampingnya lalu tersenyum tipis.

“Mikirin cara bikin kamu gak galak.”

“Gak bisa.”

“Kok yakin?”

“Aku lahir memang begini.”

Raffa tertawa kecil lagi.

Entah kenapa sejak bertemu Shintia, rasanya ia jadi lebih sering tertawa dibanding beberapa tahun terakhir.

Mobil hitam itu terus melaju membelah jalan kota pagi yang mulai ramai.

Raffa menoleh sekilas sambil tersenyum jahil.

“Nah, sekarang aku mau ajak kamu ke pantai,” ucapnya santai.

Shintia hampir tersedak.

“Pantai?! Aku gak bawa baju ganti, Raffa!”

“Tenang, yang penting semangatmu. Kita bisa beli baju di sana, memangnya kamu mau renang?” jawab dan tanya Raffa, matanya berbinar nakal.

Shintia menatapnya kesal tapi hatinya berdebar aneh.

“Ini gila… kenapa aku setuju ikut orang ini?” gumamnya pelan.

Raffa hanya tertawa pelan, menyetir mobil keluar dari kota, menembus jalan yang makin lengang menuju laut biru di kejauhan.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa cepat dong temui Shintia...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa mau di jodohkan ke Sella 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhhh Shintia masih khawatir tuh sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Duhh Shintia kangen sama Raffa tuhhh
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh Raffa harusnya temui Shintia dong 🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee ya tuh Raffa sebenarnya berarti buat shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia... Raffa itu masih hidup 🥲🥲
Sharah ArpenLovers Khan
Sella ganggu Raffa mulu..

duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲

jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh kenapa Shintia belum mendaftarkan diri? Raffa sedikit kecewa😟 donggg
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh ciiieee Shintia seperti nya sudah jatuh cinta sama Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan: Ciieee Asyik dong 😄😄
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
gk cape ya Raffa gombal mulu sama shintia😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ya ampun... Raffa jail banget sama Shintia😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Raffa ajak Shintia ke Pantai😆😆
Raffa jahil banget sama Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Jangan galak² Shintia nnt jatuh cinta dg Raffa 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh seperti ny Raffa emng jatuh cinta dg Shintia 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Raffa blg kekasih Shintia ke Andreas 😆😆😆
Sharah ArpenLovers Khan
Shintia gk tahu klo Raffa itu CEO yaa😆
Sharah ArpenLovers Khan
Cieee Shintia di blg cantik 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!