NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai Hidup Baru

Ketukan palu itu menjadi tanda berakhirnya sebuah kisah cinta. Bukan penyesalan karena harus selesai, tapi sebuah penyesalan karena kenapa meski memulai. Lima tahun menjalani pernikahan, namun berakhir dengan satu pengkhianatan hanya karena alasan seorang keturunan. Nyatanya seorang anak hanya Tuhan yang bisa memberinya, semua manusia hanya bisa berusaha saja. Dan sekarang Viona mendapatkan kembali kebebasannya, bebas dari keluarga yang tidak menyukainya, dan bebas dari rasa sakit akan pengkhianatan suami dan temannya itu.

Sebelum keluar dari ruang persidangan, Viona berjalan menghampiri Dani. Berdiri di depannya dengan wajah tenang. "Terima kasih untuk 5 tahun ini, meski tidak semuanya indah, namun aku pernah mencintaimu setulus itu. Walau pada akhirnya pengkhianatan yang aku dapatkan. Semoga kalian bahagia, dan untukmu Tari" Beralih menatap ke arah Tari yang berdiri di belakang Dani. "Semoga bayimu sehat dan lahir dengan sempurna. Aku doakan kalian bahagia"

Viona tersenyum, lalu dia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan mereka. Sementara Dani, dia memasang wajah tertegun, seperti tidak menyangka Viona akan mengatakan hal seperti itu padanya. Sebuah rangkulan di lengannya, membuat Dani tersadar dari pikirannya yang kacau.

"Kalian sudah bercerai sekarang, kapan kamu akan menikahiku? Kehamilanku akan cepat membesar loh"

Dani terdiam sejenak, entah kenapa seperti ada ruang hampa dalam dirinya. Perpisahan ini yang awalnya dia kira akan membuatnya tenang dan bahagia, tapi nyatanya ada sebuah rasa hampa yang sulit di jelaskan.

Dan Viona, dia menghembuskan napas lega ketika keluar dari ruangan sidang. Seperti lega karena sudah melepaskan semua beban yang berat di pundaknya. Terus bersama pun hanya akan membuatnya semakin terluka, karena seseorang yang sudah pernah berkhianat, tentu akan mengulanginya.

"Vio, sekarang kamu kemana? Aku antar pulang saja ya" ucap Rendi.

"Tidak usah Ren, aku mau pergi melihat Apartemen yang di sewakan. Aku ingin lihat-lihat dulu, harga sewanya lumayan murah, semoga saja cocok"

"Sebenarnya kamu masih bisa tinggal di rumah kami, Raisa juga tidak papa kok"

Viona tersenyum, dia tahu jika Rendi dan Raisa begitu tulus membantunya. "Aku yang tidak enak Ren, kalau terus tinggal di rumah kalian. Jadi, aku mau cari tempat tinggal baru. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kalian kok, jadi sesekali bisa berkunjung main"

Rendi mengangguk pelan, sejenak dia menatap Viona dengan lekat. Dulu, dia adalah wanita yang membuatnya bahagia, wanita yang dengan keceriaannya selalu membuat Rendi mendapatkan energi positif. Namun, kisah cinta mereka berakhir terhalang restu, sekarang Rendi hanya merasa kasihan karena hidup Viona tidak lebih beruntung darinya. Membuatnya ingin membantunya sampai dia bahagia. Karena Rendi tetap peduli, meski sekarang dia sudah mencintai istrinya. Namun, Viona tidak pernah salah apapun. Hubungan mereka berakhir karena restu, bukan karena tidak saling cinta lagi.

"Vio, kalau ada apa-apa dan butuh bantuan apapun, hubungi aku saja ya. Aku akan siap membantumu" ucap Rendi dengan tatapan yang begitu lekat.

Viona tersenyum, dia tahu arti tatapan Rendi saat ini. Hanya rasa bersalah karena dulu tidak bisa mempertahankan hubungan mereka. Namun, Viona sudah tidak lagi mempermasalahkan masa lalu. Dia hanya ingin fokus menjalani hidupnya yang sekarang.

"Aku akan baik-baik saja Ren, ini bukan kegagalan pertamaku dalam cinta. Jadi, aku sudah lebih kuat"

Percayalah, ucapan itu bukan karena dia benar-benar kuat. Tapi hanya sedang berusaha tetap tegar di balik semua luka yang di alami.

Viona pergi dengan menggunakan taksi menuju alamat Apartemen yang di sewakan itu. Apartemen yang biasa saja, sudah pasti bukan di kawasan mewah. Karena Viona hanya butuh tempat tinggal yang terjangkau dengan sisa uang yang dia punya.

"Harga sewanya sesuai dengan yang tertera di surat edaran 'kan?"

"Ya Mbak, harga sewa memang sesuai. Hanya saja kekurangannya terkadang sering terjadi pemadaman listrik dan air mati. Tapi kami akan usahakan untuk segera memperbaikinya. Maklum ini bangunan baru yang belum sepenuhnya selesai, jadi harga sewa sangat murah"

Viona mengangguk, mati lampu bukan masalah baginya. "Saya akan sewa tempat ini, Mas. Pembayarannya langsung sekarang saja?"

"Iya Mbak, mari kita lakukan pembayaran"

Setelah menyelesaikan pembayaran, Viona kembali ke rumah Rendi untuk mengambil barang-barangnya. Dia berniat untuk langsung pindah hari ini.

"Vio, sini dulu. Tadi aku di telepon sama Papa, katanya kamu boleh kerja mulai besok. Semua kandidat yang masuk melamar tidak sesuai dengan keinginan Papa, tapi saat interview Papa suka dengan jawaban jawaban kamu. Jadi dia merasa kalau kamu cocok menjadi sekretaris barunya"

"Beneran Sa? Aku udah bisa kerja besok?"

"Iya, Papa bilang sudah mengirim email resmi sama kamu. Apa belum kamu buka?"

Viona menggeleng pelan, dia tersenyum berbinar. "Nanti aku buka. Oh ya, aku sudah mendapatkan tempat tinggal baru, aku akan pindah sore ini"

"Kenapa cepat sekali? Padahal tidak papa loh kalau kamu tinggal lebih lama disini, aku jadi ada teman kalau Rendi kerja"

Viona tersenyum, dia duduk di samping Raisa. "Aku tidak mungkin terus tinggal disini dan hanya merepotkanmu. Lokasi tempat tinggal aku tidak terlalu jauh dari sini kok, kamu bisa datang kesana kalau mau"

"Beneran ya?"

"Iya"

Raisa menatap Viona dengan lekat, seperti ragu untuk mengatakan sesuatu. "Vio, kita bisa berteman 'kan? Meski dulu aku yang menyebabkan hubungan kamu dan Rendi putus"

Viona tersenyum, dia memegang tangan Raisa yang berada di atas pangkuannya. "Kamu tidak salah apapun, kami memang tidak berjodoh saja. Dan jodoh Rendi yang sebenarnya adalah kamu, Sa. Tentu saja kita bisa berteman"

Raisa memeluk Viona, meski awalnya dia merasa jika Viona akan merebut kembali Rendi darinya. Tapi ternyata tidak, gadis ini hanya mempunyai nasib yang malang dan perlu bantuan dari suaminya. Raisa pun bisa mengerti kenapa Rendi membantunya, karena jika berada di posisi Viona pun, dia rasa tidak akan kuat.

*

Akhirnya Viona pindah ke tempat tinggal baru dengan di bantu Raisa dan Rendi untuk membawa barang-barangnya yang sebenarnya tidak begitu banyak.

"Kamu yakin akan tinggal disini Vio? Lantai ini hanya terisi tiga kamar saja, bangunannya pun belum sepenuhnya selesai, apa akan baik-baik saja?" tanya Rendi sambil menatap ke sekelilingnya.

"Iya Vio, kamu bisa tinggal lebih lama di rumah kami kok" ucap Raisa.

Viona tersenyum sambil memindahkan beberapa barang. "Sudah tenang saja, aku bisa kok tinggal disini. Nanti kalau ada apa-apa, aku akan hubungi kalian"

Dan akhirnya Rendi dan Raisa pun tidak bisa berbuat apa-apa, tetap membiarkan Viona tinggal di tempat ini. Malam hampir larut dan Viona baru selesai membereskan barang-barangnya. Dia merebahkan tubuhnya di sofa, menatap langit-langit kamar dengan menghilangkan rasa lelahnya.

"Ayo Viona, kita mulai hidup baru disini. Kamu pasti bisa melewatinya"

Hembusan napas panjang dengan di iringi senyuman itu sedang menunjukan semangat pada dirinya sendiri agar tidak menyerah dengan kehidupan yang terkadang tidak sesuai dengan rencana.

Bersambung

1
olyv
wah bay anakmu sudah usia 2 tahun loh ngak terasa yaa tapi sampai saat ini kamu g tau keberadaan nya
Tika Rostika
iya pengacara hebat , banyak duit bukan nya mencari tahu kebenaran nya eh malah terus main cewe byr an. 😠
Oma Gavin
sudah 2 tahun saja usia velia berlalu dan bayu tidak pernah tau segoblok itukah bayu katanya pengacara hebat tapi tidak ada niat buat menyelidiki viona bila dia dulunya curiga bukan viona yg menyebarkan rumor tsb
Sarinah Quinn
pria yang menyukai viona selalu di ganggu dua bersaudara Raisa dan Raline, sebelum nya Rendy sekarang Bayu klop deh dua bersaudara, semoga author memberikan jodoh terbaik buat viona tanpa drama di sakiti dulu .
di tunggu up nya thor 🙏
Soraya
lanjut thor
Soraya
semangat Vio
Nna Nna 💖
thor panggilannya knp ga dibedakan antara pengasuh dgn viona.
nnt panggil pengasuh bu Aminah, panggil viona, ibu.
Dew666
🥰🥰🥰🥰
Sarbina Sarbina
lanjuttt
Oma Gavin
raline juga kayak perempuan ngga laku aja sudah tau trade record nya bayu seperti apa kalau pun kamu sedikit berhasil mendapatkan bayu juga ngga bakalan mau menikah dgn kamu
MamDeyh
Dia yg nolak dia yg kek cacing kepanasan 😒..
falea sezi
lanjut ne laki. pengen di sleding kayaknya
Soraya
lanjut
Nessa
kerjaan siapa sih penasaran
Angga Gati
selamat vio atas kelahiran putrinya😍😍
Dew666
👄👄👄👄
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak plese
Sarinah Quinn
semoga cepat up lagi 🙏
winpar
siapa y kira2 yg buat hoax?
MamDeyh
Eh Bayu awas kau kalo satu hari kelak dtg ke Vio dan mengemis kata maaf... Dasar teh celup 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!