NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Hari yang baru

Di pagi hari yang cerah, terlihat Bianca sedang duduk melamun di dekat jendela rumahnya. Dia menatap langit biru yang terlihat sangat indah. Hati Bianca kini terasa jauh lebih lega, seolah beban berat yang selama ini mengganjal di dadanya perlahan mulai hilang.

Bianca berharap, semoga ke depannya segalanya berjalan lebih baik dan hidupnya bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Tak lama, terdengar suara klakson mobil yang berbunyi sangat keras, membuat Bianca kaget dan tersadar dari lamunannya. Dia melihat ke luar jendela dan mendapati ada dua mobil yang terparkir rapi di depan rumahnya. Bianca sangat mengenal kedua kendaraan itu: mobil berwarna hitam milik Leo dan mobil berwarna putih milik Barra.

Bianca tidak langsung keluar menemui mereka. Dia hanya diam memperhatikan dari dalam, penasaran apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh kedua pria itu.

Di depan pagar rumah, Barra dan Leo turun dari mobilnya masing-masing. Leo tampak bingung sekaligus heran, kenapa Barra bisa ada di rumah Bianca dan apa tujuan kedatangan pria itu.

Leo pun bertanya dengan nada tegas, "Ngapain Lo ada di depan rumah pacar gue?"

Mendengar pertanyaan Leo, Barra malah tertawa santai. "Gue udah tau semuanya, jadi nggak usah pura-pura lagi deh sama gue," jawab Barra dengan nada percaya diri.

(Padahal dalam hati Barra berkata sebaliknya: dia sebenarnya belum tahu apa-apa. Dia belum sempat menanyakan hal itu langsung pada Bianca. Dia cuma berharap ucapannya tadi dianggap Leo sebagai kepura-puraan saja.)

Dari balik jendela, Bianca melihat tingkah mereka berdua. Dia semakin bingung harus menghadapi situasi seperti apa. Terlebih lagi, dia belum sempat menceritakan kebenaran soal Barra kepada Leo.

Tiba-tiba ponselnya berdering, nama Dinda tertera di layar. Bianca merasa sangat lega dan senang melihat nama itu. Dia tahu Dinda adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya dari situasi rumit ini.

Dengan cepat Bianca mengangkat telepon itu dan langsung bicara, "Din, syukur banget Lo nelpon gue! Sekarang gue minta tolong, datang ke rumah gue sekarang, jemput gue mau berangkat ke kampus. Tapi parkirnya jangan di depan pagar, berhenti di pinggir jalan aja ya! Nanti gue ceritain semuanya ke Lo."

Belum sempat Dinda menyahut, Bianca langsung mematikan sambungan teleponnya. Di seberang sana, Dinda jadi bingung setengah mati memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Karena takut Bianca dalam bahaya, Dinda langsung menyuruh sopirnya melajukan mobil secepatnya menuju ke rumah sahabatnya itu.

Bianca kembali mengintip ke luar. Barra dan Leo masih berdiri di sana menunggunya.

Tak lama kemudian, Dinda pun sampai sesuai janji. Bianca langsung bergegas keluar rumah. Melihat Bianca muncul, secara spontan Barra dan Leo sama-sama bergerak cepat meraih tangan Bianca. Hampir saja terjadi tarik-menarik di antara mereka berdua. Beruntung Bianca dengan sigap melepaskan tangannya dan berkata tegas kalau dia akan pergi berangkat bersama Dinda, lalu langsung berjalan menuju mobil sahabatnya itu.

Barra dan Leo hanya bisa diam terpaku melihat kepergian Bianca. Mereka sadar, saat ini mereka berdua bukanlah siapa-siapa yang berhak melarang atau menahan Bianca.

Di dalam mobil Dinda, Bianca menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya di depan rumah. Dinda yang mendengar cerita itu malah tertawa terbahak-bahak. Tadinya dia mengira Bianca sedang menghadapi masalah yang sangat serius dan berat.

Bianca merasa kesal sekali melihat Dinda menertawakannya. Baginya, ini sama sekali bukan hal yang lucu. Bianca pun menjelaskan apa yang menjadi beban pikirannya: dia bingung harus memilih antara Leo atau Barra. Jujur saja, bagi Bianca mereka berdua punya tempat istimewa di hatinya, dan dia sangat tidak mau kehilangan salah satu dari mereka.

Dinda mengerti betul apa yang dirasakan dan dikhawatirkan oleh sahabatnya itu. Dinda pun memberi saran, "Mendingan Lo tanyain hati kecil Lo, Bi. Siapa orang yang benar-benar tinggal di sana. Pastiin juga perasaan Lo itu emang beneran cinta, atau cuma rasa takut kehilangan aja."

Bianca menghela napas panjang, lalu menjawab dengan tenang, "Buat saat ini, prioritas utama gue cuma satu: lulus kuliah dengan nilai bagus dan dapet pekerjaan yang layak. Urusan hati biar berjalan apa adanya aja."

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!