NovelToon NovelToon
Pijar Hati

Pijar Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Dimas Anggara laki-laki yang berusia sekitar 33 tahun, nama dan wajahnya akan selalu membuat hati seorang Ratih terhenyak betapa tidak karena sudah lebih dari sepuluh tahun ini orang yang selalu mengisi hari-hari nya itu tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan dirinya tanpa ada salam dan kata perpisahan untuknya.

Dan kini di tengah Ratih sudah mulai bangun dari kerapuhan hatinya tiba-tiba saja dia bertemu kembali dengan Dimas Anggara.

yuk baca kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6 Flashback pertemuan pertama mereka

Ratih adalah seorang gadis yang sederhana, pendiam dan pemalu dulunya sewaktu dia masih duduk di bangku SMA dan hal itulah yang membuat Dimas diam-diam mengagumi pribadi Ratih.

Ratih juga terkenal sebagai siswi yang rajin di SMA, dia berasal dari keluarga yang berkecukupan tapi dia tidak sombong dan dan tidak pilih-pilih teman dalam bergaul.

Ratih dan Dimas dulu sekolah di SMA favorit di kotanya, Ratih tidak pernah satu kelas dengan Dimas tapi mereka mesti satu angkot bareng tiap berangkat dan pulang sekolah.

Tiap pagi mau berangkat sekolah Ratih selalu menunggu angkot di tempat biasa begitu juga dengan Dimas dia juga selalu menunggu angkot di tempat yang sama dengan Ratih karena memang tempat tinggal mereka satu daerah cuma agak berjauhan.

Meski tiap berangkat sekolah Ratih dan Dimas selalu satu angkot tapi mereka berdua tidak pernah saling bertegur sapa karena Ratih yang pemalu dan pendiam sedangkan Dimas yang belum punya cukup keberanian untuk mengutarakan perasaannya pada wanita pujaannya itu.

Mereka hanya saling menatap selama berada di dalam angkot yang mengantarkan mereka ke SMA tempat mereka sekolah.

Dimas selalu saja memilih tempat duduk di belakang supir sedangkan Ratih selalu duduk di bangku di seberang bangku Dimas.

Di dalam angkot sewaktu pulang sekolah seperti biasa Ratih dan ketiga teman ceweknya duduk di angkot bagian belakang sendiri sambil berbincang seputar sekolah dan anak-anak sekolahan mereka.

"Rat kamu tahu nggak cowok yang ada di kelas dua satu itu, beh....keren banget....," ucap yunika teman sekelas Ratih yang paling cerewet di antara tiga orang temannya yang lain.

"Eh iya loh, dia itu namanya Radit dia terkenal cowok paling cakep di kelasnya loh.....," timpal Indri teman lain Ratih.

"Eh kok kamu tahu namanya In?" tanya Nunik teman Ratih yang lain lagi.

"Tahu lah....kan aku selalu sigap kalau ada cowok-cowok yang ganteng gitu," ucap Indri sambil terkekeh.

Ratih hanya tersenyum mendengar perbincangan sehari-hari teman-temannya itu, dia tidak ikut menimpali kalau yang di bicarakan itu soal cowok dan itulah juga yang membuat Dimas sangat mengaguminya.

Sore itu di rumah Dimas terlihat adik Dimas yang perempuan yang duduk di bangku kelas satu di SMA yang sama dengan Dimas tiba-tiba merengek pada Dimas untuk di carikan pinjaman buku paket bahasa Indonesia kelas satu semester satu karena buku paket miliknya hilang.

"Mas, ayo dong carikan pinjaman buku paket buat aku, aku ada tugas yang harus di kumpulin besok nih...," ucap Puji adik Dimas dengan manjanya.

"Mau cari pinjaman ke mana dek,mas gak ada teman yang satu sekolah di sini," kata Dimas pada adeknya itu.

"Bagaimana kalau pinjam sama mbak Ratih aja mas," ucap Puji dengan wajah berseri penuh harap.

Dimas terdiam sejenak mendengar ucapan adeknya, dia tidak mengira kalau puji akan menyebut nama Ratih.

"Mas...kenapa mas Dimas diam sih, aku butuh banget buku paketnya," ucap Puji melihat Dimas yang tidak merespon ucapannya tadi.

"Mas gak enak, mas gak pernah ngobrol sama mbak Ratih selama ini," ucap Dimas pada puji.

"Kalau begitu biar aku aja yang ngomong sama mbak Ratih nanti mas Dimas anterin aku ke rumahnya mbak Ratih ya," Puji meraih lengan Dimas mencoba merayunya.

Sebenernya Dimas malu tapi dia juga kasihan sama adeknya kalau tidak bisa mendapatkan pinjaman buku paket itu.

"Iya, mas antarkan kamu ke rumah mbak Ratih sekarang," kata Dimas akhirnya.

"Nah gitu dong mas.....,eh ngomong-ngomong mas Dimas udah dapetin hati mbak Ratih belum, kalau belum aku bantuin nanti bilangin ke mbak Ratih ya kalau selama ini mas Dimas menyukai mbak Ratih," seloroh puji menggoda mas nya itu.

"Eh jangan. Kamu jangan bilang ke mbak Ratih," ucap Dimas sedikit panik mendengar perkataan adeknya.

"Kenapa? takut ya?" goda Puji lagi pada Dimas.

"Ayo cepetan berangkat, mau di anterin apa gak?" Dimas sedikit kesal dengan sikap puji yang terus menggoda dirinya.

...****************...

Dimas dan puji sudah berada di depan rumah Ratih, dengan segera puji mengetuk pintu rumah itu dan tak lama kemudian Ratih keluar dengan mengenakan rok pendek selutut berwarna burgundy dan atasan blouse yang berwarna senada dengan roknya.

Sesaat Dimas terkesima melihat penampilan Ratih yang terlihat sangat anggun dan manis sekali membuat hati Dimas berdegup kencang.

Ratih sedikit terkejut melihat kedatangan puji dan Dimas ke rumahnya, Ratih menatap Dimas penuh heran dan untuk sesaat mereka saling pandang.

"Emmm mbak Ratih, aku kesini mau pinjam buku paket bahasa Indonesia kelas satu semester satu,punyaku hilang. Mbak Ratih punya gak?" tanya puji pada Ratih sambil tersenyum.

"Oh, sebentar aku carikan dulu, kalau begitu kalian masuk dulu ke dalam," ucap Ratih pada puji dan Dimas.

Puji dan Dimas masuk ke dalam ruang tamu dan duduk di sana sementara Ratih masuk ke dalam mengambil buku paket.

Tak berapa lama Ratih pun keluar sambil membawa buku paket di tangannya.

"Ini buku paketnya," Ratih menyerahkan buku paket yang di pegangnya pada Puji adeknya Dimas.

"Terimakasih mbak, kalau begitu aku sama mas Dimas pulang dulu," ucap Puji senang sambil menerima buku paket itu dari tangan Ratih.

Ratih tersenyum pada Puji dan juga Dimas, Dimas membalas senyum Ratih hatinya senang sekali bisa menatap Ratih dari dekat.

Pagi itu seperti biasa Dimas menunggu angkot kali ini dia bersama adeknya Puji.

"Dek kamu bareng mbak Ratih mas berangkat dulu," ucap Dimas pada Puji yang kemudian naik ke atas bis kota yang melintas.

"Iya mas," ucap Puji tersenyum, dia mengira kalau Dimas pasti akan jadian sama Ratih.

Dari jauh terlihat Ratih sedang berjalan ke arah Puji yang masih menunggu angkot.

"Mbak, sama mas Dimas aku di suruh bareng mbak Ratih," ucap Puji tersenyum pada Ratih.

"Iya," Ratih mengangguk sambil tersenyum juga pada Puji, hatinya sangat senang sekali karena Dimas perhatian pada dirinya.

Pulang sekolah sengaja Dimas menunggu Ratih untuk mengembalikan buku paket yang di pinjam adeknya kemaren pada Ratih.

"Ada apa Dim?" tanya Ratih malu saat dia sudah sampai di hadapan Dimas yang menunggunya di gerbang SMA dua itu.

"Aku mau mengembalikan buku paket yang di pinjam adekku kemaren sekalian aku mau bilang ke kamu kalau aku....aku suka sama kamu selama ini Rat," ucap Dimas lega seolah bom yang lama ia pendam akhirnya meledak juga.

Dimas menatap Ratih yang terlihat tersipu saat dia mengutarakan isi hatinya pada wanita pujaan hatinya itu.

Ratih tersenyum pada Dimas sambil menganggukkan kepalanya pelan tanda dia menerima perasaan yang Dimas utarakan padanya barusan.

Dimas bahagia bukan kepalang karena cintanya bersambut dan semenjak hari itu mereka menjadi sepasang kekasih sampai mereka duduk di bangku kuliah di kampus yang sama pun mereka tetap menjadi pasangan kekasih yang saling setia satu sama lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!