Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Was Was
Nizam lalu membawa putrinya itu masuk ke mobil. Dan meninggalkan tempat itu untuk cepat pulang. Sesampainya dirumah Nurul menyambut keduanya dengan membukakan pintu rumah.
" Hmm....ade beli apa, kok banyak sekali," kata Nurul yang melihat Aliya terlihat sangat senang sepulang belanja.
" Beli coklat bun, tuh ayah juga beli banyak Ayah beli daging sama telur sama sayur buat isi kulkas" kata Aliya yang lebih dulu masuk kedalam rumah. Bersamaan Nurul membawa satu kantong plastik belanjaan yang diturunkan Nizam.
" Kak Nizam masakkan mie saja, apa ade sudah makan?" kata Nizam yang juga membawa satu kantong belanjaan penuh kedapur.
" Belum " jawab Nurul yang meletakkan kantong belanja diatas meja. Lalu melangkah mendekati dapur sambil mengisi air di panci kecil untuk memasak mie.
" Biar kak Nizam yang masak, Ade tata belanjaan aja dilemari dan masukan kulkas" kata Nizam yang tahu jika Nurul jarang makan mie instan. Tapi memilih memakan buah dimalam hari. Dan Nizam juga membeli beberapa buah kesukaan Nurul tadi.
" Hmm...".Nurul menjawab dengan deheman.
Sedangkan Aliya membongkar coklat pembelian ayahnya dari kantong belanjaan. Yang sebagian ia meletakkan diatas meja.
" Wah banyak sekali belinya, emang habis tuh dimakan?" tanya Nurul pada putrinya yang sibuk menghitung plastik coklat.
" Hehehe.....buat stock bun, sebagian untuk bagi bagi teman. Oh ya bun, apa bunda tadi telpon ayah saat belanja?" kata Aliya bertanya
" Ngak kenapa memangnya?" tanya Nurul. Membuat Nizam kaget saat putrinya itu menanyakan hal tersebut kepada Nurul.
" Ade tolong ayah ambilkan telur dua ya, sama sawinya sedikit" kata Nizam yang ingin mengalihkan pembicaraan Aliya dan Nurul tahu putrinya itu seperti ingin mengecek sesuatu kepada bundanya.
" Hah ..." kata Aliya bingung
" Ini kasih kan ayah" kata Nurul yang memberikan telur dan sayur sawi pada Aliya sembari mengerutkan dahinya.
Lalu Aliya pun melepas plastik coklatnya.Dan berjalan mendekati Nizam mengantar telur dan Sawi. Yang sudah biasa membantu bundanya. Setelah itu Aliya pun kembali lagi membantu bundanya menyusun sayur di kulkas.
" Tadi Aliya mau tanya apa sama bunda de?" kata Nurul yang sempat penasaran dengan pertanyaan putrinya.
" Hmm ..apa ya, Al lupa" kata Aliya mengerutkan dahinya. Sedangkan Nizam melirik istri dan putrinya itu dengan ekor matanya.
" Huh...anak itu ngak bisa diajak kompromi" batin Nizam takut jika Aliya melaporkanya. Jika tadi saat belanja ia di telpon oleh Lara
**************
Paginya Nurul bangun seperti biasanya. Menyiapkan sarapan dan bekal untuk Nizam juga Aliya. Nurul tak banyak bicara begitu pun dengan Nizam yang baru pulang dari masjid. Ia langsung masuk kedalam kamar untuk membereskan tasnya dan berkasnya untuk di bawa kekantor.
Karna tak mungkin mereka berdebat ketika ada Aliya dirumah. Apalagi Nizam tahu Nurul memunggunginya tidur tadi malam. Yang bisa dikatakan istrinya itu masih marah padanya. Walau Nurul tak bersuara.
" Ade....ayo pasang bajunya. ini sarapannya sudah siap" terdengar Nurul sedang memanggil Aliya. Sembari menata makanan diatas meja. Setelah tadi memandikan Aliya terlebih dulu.
" Ya bun, ini sudah mau selesai kok" jawab Aliya yang langsung keluar dari kamarnya.
" Sini ayah bantu" kata Nizam yang sudah rapi ketika melihat pakaian putrinya belum dimasukan kedalam rok.
" Ayah .....tadi malam ayah bicara sama siapa. Apa ayah mau menikah lagi ya?" tanya Aliya
Deg..
Jantung Nizam seakan mau meledak. Ketika pertanyaan itu keluar dari mulut bocah berumur 3 tahun didepanya. Lalu Nizam langsung melihat Nurul yang sedang berada di dapur. Memperhatikan Nurul yang masih sibuk menyiapkan piring untuk sarapan
" Ade tanya apa sih, ayah hanya bicara sama teman ayah kok. Yang mau mengundang ayah datang ke acara pernikahannya"jelas Nizam berbohong.
" Apa iya, Aliya dengar dengan jelas kok yah. Ayah bilang kita belum menikah." kata Aliya menatap mata sang ayah ingin memastikan.
" Ngak lah....ade salah dengar kali. Nih sudah rapi, jangan bahas itu. Ayo sarapan dulu, nanti ayah terlambat kekantor" kata Nizam menghindari pertanyaan Aliya.
" Aish anak ini, bagaimana dia bisa mendengarkan pembicaraan ku dengan jelas tadi malam" batin Nizam mulai was was.
" Baiklah, tadi janji ayah tak macam macam diluar sana ya. Janji...." kata Aliya memberikan jari kelikingnya kepada Nizam.
" Hmm...memang kenapa harus berjanji ?" kata Nizam dengan wajah pias. Terpaksa mengulurkan jari kelikingnya,pada sang putri.
" Ayah Yahya kemaren ribut sama ibunya. Katanya ada pelakor. Memang pelakor itu apa yah?" tanya Aliya dengan wajah tanpa dosa
Jedar..
Seperti ada petir menyambar kepala Nizam seketika. Saat putrinya itu membahas tentang orang tua dari temannya disekolah. Yang membuat wajah Nizam berubah seketika merasa bersalah kepada anak dan istrinya.
Ade, kak....sarapannya sudah siap. Ayo sarapan dulu" kata Nurul yang sudah menata bekal keduanya di atas meja.
" Tuh ..sudah di panggil bunda, ayo sarapan" kata Nizam cepat mengalihkan perhatian anaknya.
" Ok ...ayo yah" kata Aliya yang langsung menarik tangan Nizam. Lalu keduanya mendekati meja makan.
Keluarga kecil itu pun sarapan dengan tenang pagi ini. Nurul bersikap biasa karna tak ingin mencari cari kesalahan Nizam. Karna ia tak ingin ada pertengkaran di dalam rumah. Juga menghindari perdebatan di depan putrinya
" Kak nanti siang kita bicara" kata Nurul sembari meletakkan piring yang sudah diisi kedepan Nizam
" Hm...." Nizam berdehem tanda setuju. Agar perdebatan mereka tidak mempengaruhi perkembangan putrinya.
**************
Setiba nya di toko buku Nurul duduk tenang di mejanya. Setelah tadi selesai membuka toko buku.
" Hmm....rul gimana? Apa kak Nizam sudah menjelaskan semuanya?" tanya Via yang baru saja datang.
" Sudah, tapi belum selesai. Kami akan membahasnya lagi nanti saat makan siang. Aku akan makan siang diluar, loe ngak apa apa kan aku tinggal sebentar" kata Nurul
" Ya lakukan saja, selesaikan masalahmu itu. Emang benar tuh perempuan selingkuhannya kak Nizam?" tanya Via.
" Kita lihat nanti, aku belum bisa memastikan semuanya. Tapi jika hubungan mereka lebih dari sekedar dekat bisa jadi" kata Nurul memberi jawaban transparan
" Aish...dasar tuh Lara ya...ngak ada kapok kapoknya dia nyari masalah sama loe. Ngak dulu ngak sekarang. Apa sih maunya. Dulu aja dia iri sama loe saat loe dekat sama Beni. Sekarang kemana tuh Beninya kabur " kata Via sembari menata buku dari dalam dus. Yang baru diantar sore kemaren.
" Huh....aku ngak tahu Vi, entah ini kebetulan atau takdir. aku belum tahu secara pasti. Tapi aku tak pernah bisa mengizinkan ada wanita lain untuk masuk kedalam rumah tanggaku" kata Nurul menegaskan.
" Ya itu harus, jangan sampai Lara berani mengusik rumah tanggamu. Aku akan mendukungmu jika sampai ia berani nekad jadi pelakor" kata Via.
" Terimakasih Vi, tapi apa menurutmu Nizam pria seperti apa?" kata Nurul mencari penilaian Via tentang suaminya.
" Menurutku selama ini dia cukup baik, ramah dan bertangung jawab. Tapi masalah godaan itu aku belum bisa mengukur hatinya. Apa kau pernah mendengar pepatah orang tua, jika ujian para pria itu adalah Harta, wanita dan tahta" kata Via sembari menatap Nurul penuh selidik. Takut ada masalah dengan sahabatnya itu.
" Ya .....tapi kadang wanita juga kadang di uji dengan Harta, sifat suami dan mertua" kata Nurul
" Ish....iya juga ya. Mudah mudahan calonku sesuai dengan keinginanku" kata Via
" Semoga saja begitu, jika tidak bagaimana?"tanya Nurul yang mulai intropeksi diri ketika ingat tentang suaminya.
" Itu......!!" kata Via hanya bisa mengidikkan bahunya
" Kalian bicara apa?" kata sebuah suara mengangetkan keduanya.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍