NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 5 - Bukan Hantu

KOKOKKKKKK!!!

Jeritan melengking itu mengguncang seluruh kandang ayam spiritual seperti suara besi berkarat yang digesek di atas batu. Dalam sekejap sosok hitam itu melesat keluar dari kabut malam dengan kecepatan yang sama sekali tidak seharusnya dimiliki manusia biasa.

Mata Bai Fengxuan langsung menyusut tajam.

Tubuhnya bergerak lebih cepat dari pikirannya. Ia mendorong gadis berpakaian hijau di sampingnya menjauh lalu mencabut tiang kayu pagar kandang dan mengayunkannya ke depan dengan seluruh kekuatannya.

*BUGHH!!

Benturan keras meledak di tengah malam dan membuat pagar kandang bergetar hebat. Namun tepat sebelum kayu itu menghantam tubuhnya, sosok hitam tersebut memutar tubuhnya secara aneh di udara lalu mendarat di atas pagar kandang dengan gerakan menyerupai binatang liar.

Kabut malam bergerak perlahan di sekitar tubuhnya.

Bai Fengxuan akhirnya dapat melihat makhluk itu dengan lebih jelas sekarang.

Tubuhnya sangat kurus dan tinggi. Kulitnya pucat kebiruan seperti mayat yang terlalu lama terendam air sementara jubah hitam compang-camping yang ia kenakan dipenuhi bercak darah dan lumpur kering. Rambut panjang kusut menutupi sebagian besar wajahnya dan kedua tangannya terlihat panjang tidak normal seperti cakar hewan liar.

Namun yang paling mengerikan di sekitar lehernya tumbuh bulu-bulu hitam seperti bulu gagak.

Makhluk itu bergerak membungkuk sambil memegangi ayam spiritual mati di tangannya. Darah segar menetes perlahan dari sela-sela mulutnya dan jatuh ke tanah basah di bawah pagar kandang.

“Kokokkk…”

Suara aneh itu kembali terdengar dari tenggorokannya.

Bai Fengxuan mengernyit tajam. Sekarang ia menyadari sesuatu yang sebelumnya tidak ia perhatikan. Makhluk itu sebenarnya sedang mencoba bicara. Namun tenggorokannya seolah telah rusak parah hingga suara yang keluar hanya terdengar seperti kokok ayam yang melengking dan patah-patah.

Ayam-ayam spiritual di dalam kandang semakin panik dan berhamburan ke segala arah. Beberapa bahkan menabrak pagar kayu hingga patah sementara suara kepakan sayap memenuhi malam yang dingin.

Di sisi lain, gadis berpakaian hijau perlahan mundur dengan wajah pucat.

“Dia… manusia?”

Bai Fengxuan tidak langsung menjawab. Tatapannya terus mengamati sosok di depan mereka dengan serius. Meskipun penampilannya mengerikan, ia sama sekali tidak merasakan aura iblis atau energi kematian seperti yang biasa dimiliki makhluk jahat.

Makhluk itu masih memiliki qi kehidupan. Dan itu berarti ia memang manusia.

Namun sebelum Bai Fengxuan sempat berpikir lebih jauh, makhluk tersebut tiba-tiba kembali bergerak. Tubuhnya melompat turun dari pagar kandang lalu merangkak cepat di atas tanah seperti binatang buas. Gerakannya terlihat aneh dan patah-patah, tetapi kecepatannya sangat tinggi hingga hanya menyisakan bayangan hitam di tengah kabut malam.

“HEY!”

Bai Fengxuan langsung mengejarnya tanpa ragu.

Makhluk itu menerjang masuk ke dalam hutan bambu di belakang kandang sementara Bai Fengxuan mengikuti dari belakang sambil membawa lentera minyaknya. Cahaya kuning redup dari lentera bergerak liar di antara batang-batang bambu yang menjulang tinggi ke langit.

“Kau mau kemana?!” teriak gadis berpakaian hijau dari belakang.

“Kalau dia benar pencuri ayam, aku harus menangkapnya!”

Suara langkah kaki mereka menggema di tengah hutan bambu yang gelap. Kabut malam semakin tebal dan cahaya lentera hanya mampu menerangi beberapa meter di depan.

Makhluk itu bergerak sangat cepat di antara pepohonan. Kadang ia melompat ke batang bambu lalu berpindah seperti monyet liar. Kadang ia merangkak di atas tanah dengan posisi tubuh yang tidak wajar hingga terdengar suara retakan tulang setiap kali tubuhnya bergerak.

Namun semakin lama Bai Fengxuan mengejarnya semakin aneh pula perasaannya. Makhluk itu tidak terlihat seperti ingin menyerang.

Ia justru seperti sedang melarikan diri.

Tatapan Bai Fengxuan perlahan berubah. Kalau benar itu monster atau iblis, seharusnya makhluk itu langsung menyerang mereka sejak tadi. Namun sekarang ia malah terlihat ketakutan seperti hewan liar yang diburu.

Suara napas makhluk itu mulai terdengar berat. Tubuhnya bergerak semakin lambat dan beberapa kali hampir jatuh ketika melompati akar pohon besar.

Lalu tiba-tiba—

*BRUKK!!

Tubuh kurusnya menghantam tanah berlumpur di tengah hutan bambu.

Bai Fengxuan langsung berhenti beberapa langkah di depannya sambil tetap waspada.

Kabut malam bergerak perlahan di sekitar mereka sementara suara dedaunan basah bergesekan tertiup angin dingin.

Makhluk itu berusaha bangkit, namun tubuhnya terus gemetar hebat seperti sedang menahan rasa sakit luar biasa.

“Kok… kokok…”

Suara seraknya terdengar semakin lemah.

Dan saat itulah Bai Fengxuan akhirnya menyadari sesuatu yang mengejutkan.

Di balik jubah compang-camping itu terdapat luka besar yang hampir membelah dada makhluk tersebut. Luka itu telah membusuk dan menghitam seperti terkena racun mematikan. Daging di sekitar lukanya bahkan terlihat bergerak aneh seperti ada sesuatu yang hidup di bawah kulitnya.

Mata Bai Fengxuan sedikit melebar.

Makhluk ini bukan sedang berburu ayam.

Ia kelaparan.

Dan lebih dari itu— ia sedang sekarat.

Angin malam bertiup perlahan melewati hutan bambu sementara makhluk itu terus gemetar di atas tanah. Ayam spiritual mati di tangannya masih digenggam erat seperti satu-satunya hal yang membuatnya tetap hidup.

Beberapa saat kemudian, dengan gerakan lambat, ia mengangkat kepalanya dan menatap Bai Fengxuan.

Untuk pertama kalinya tatapan matanya tidak terlihat seperti monster. Melainkan seperti seseorang yang ketakutan.

“Kok… tolong…”

Suara serak itu akhirnya terdengar lebih jelas.

Tubuh Bai Fengxuan langsung menegang. Makhluk itu benar-benar sedang mencoba bicara sejak tadi. Namun sebelum ia sempat bereaksi, suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari balik hutan bambu.

*WHOOOSHH!!

Tiga sosok berjubah abu-abu muncul di antara pepohonan dengan gerakan sangat cepat. Aura mereka jauh lebih berat dibanding murid luar biasa dan langkah kaki mereka hampir tidak mengeluarkan suara sedikit pun.

Tatapan Bai Fengxuan langsung berubah waspada.

Ketiga pria itu menatap makhluk di tanah dengan wajah dingin sebelum salah satu dari mereka perlahan mengeluarkan pedang pendek hitam dari balik jubahnya.

Kilatan dingin pedang itu memantulkan cahaya lentera minyak di tangan Bai Fengxuan.

“Akhirnya ketemu juga.”

Suara pria tersebut terdengar datar tanpa emosi.

Makhluk di tanah langsung gemetar ketakutan dan mencoba mundur sambil mengeluarkan suara kokok serak dari tenggorokannya.

Sedangkan Bai Fengxuan perlahan mengernyit.

“Kalian siapa?”

Ketiga pria berjubah abu itu melirik Bai Fengxuan sekilas sebelum salah satu dari mereka menjawab dengan suara dingin,

“Urusan sekte. Jangan ikut campur.”

Namun justru karena jawaban itulah, insting Bai Fengxuan mulai merasa ada sesuatu yang sangat tidak beres.

Karena pakaian mereka bukan pakaian murid Puncak Awan Pengembara. Bahkan mereka sama sekali tidak mengenakan simbol Sekte Forgotten Blade seperti yang ia tahu.

Kabut malam bergerak perlahan di antara batang bambu sementara ketiga pria berjubah abu itu mulai mendekati makhluk yang terluka di tanah dengan langkah tenang seperti pemburu yang sedang mengejar mangsa terakhirnya.

Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke sekte ini—

Bai Fengxuan merasakan sesuatu yang jauh lebih gelap dibanding sekadar rumor hantu ayam.

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!