Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEPATU SIAPAKAH ITU?
Sesampai di rumahnya, Kim Da Eun terus tersenyum sendiri tetapi beberapa saat kemudian ia memikirkan hal lain,
"Ah benar… soal sepatu pendaki itu. Aku hampir melupakannya." Da Eun menelengkan kepalanya.
Da Eun mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang untuk meminta bantuannya.
"Kya ini aku, bisakah kau mencari seseorang untuk ku?" Ucap Da Eun pada orang itu.
"Tentu.. apa yang perlu aku cari Sunbae?" Ucap orang itu yang ternyata adalah juniornya yang bekerja di Badan kepolisian Soul yaitu Kang Dae Hyun.
"Carikan aku rekaman cctv di dekat pegunungan gyejok! Lalu kirimkan ke aku secepatnya.." pinta Kim Da Eun.
"Ya akan ku laksanakan…" jawab Kang Dae Hyun.
"Makasih Dae Hyun-ah karena kau selalu membantuku.." ucapan terimakasih Da Eun padanya.
"Ah tidak Sunbae… jika bukan karena anda aku tidak mungkin menjadi polisi seperti sekarang…" Kang Dae Hyun merasa tidak enak padanya.
"Tidak kau yang hebat karena sudah berani sampai di titik ini.." ucap Da Eun dengan memuji nya.
"Ya terimakasih Sunbae…" Kang Dae Hyun menutup telponnya.
Kim Da Eun merenung sejenak dan,
"Ukuran sepatunya diperkirakan berukuran 295 cm dan banyak yang menggunakan sepatu berukuran sama seperti miliknya, tetapi apakah banyak yang mendaki menggunakan sepatu seperti itu?" Da Eun terus bertanya-tanya dan berusaha menebaknya.
"Apa perlu ku perintahkan mereka untuk mencari model sepatu yang sama seperti milik pembunuh itu?ya benar akan kusuruh mereka mencarinya."Da Eun berusaha menanganinya dengan kepala dingin.
Keesokan paginya di perjalan menuju kantornya, Da Eun sengaja melewati rumah Hyejin dan tanpa sengaja melihat Hyejin dengan seorang lelaki yang sedang berbicara dengan Hyejin.
"Ya benar hanya itulah yang dapat saya temukan dan untuk sisanya akan saya cari secepatnya." Ucap Lim Hyun Woo dengan menganggukkan kepalanya.
"Benarkah? Oke terimakasih sebelumnya… ah benar apa kau belum sarapan?" Tanya Hyejin.
"Ah belum karena saya baru pulang dari kerja…" ucap Lim Hyun Woo.
"Ah kalau gitu mari kita beli makanan di minimarket di depan aku yang traktir…" ajak Hyejin.
"Ohh benarkah? Oke setuju… terima kasih Sunbae." Ucap Hyun Woo kesenangan.
Da Eun yang memperhatikan terus menerus langsung menghampiri mereka berdua..
"Kya Lee Hyejin… apa kau tidak berangkat bekerja?" Ucap Da Eun dengan muka dinginnya.
Hyun Woo yang kebingungan siapakah itu,karena kaget melihat Da Eun tiba-tiba muncul dan mengatakan hal tersebut.
"Si-siapa anda?" Tanya Hyun Woo.
"Ya?kau tidak mengenalku?" Ucap Da Eun dengan menaikkan alisnya.
"Ah benar.. Hyun Woo-ah ini adalah kepala Kim Da Eun… dia adalah kepala ku di kantor kepolisian Daejeon.." jelas Hyejin pada Hyun Woo..
"Ah benarkah? Mohon maaf saya tidak tahu…" Hyun Woo membungkuk 45 derajat untuk meminta maaf.
"Ah lupakan… ayo Hyejin kita berangkat kerja…" ajak Da Eun pada Hyejin.
"Anda bisa duluan karena saya akan mampir ke minimarket untuk membeli makanan di sana." Hyejin mempersilahkan Da Eun untuk pergi terlebih dahulu.
"Tidak aku juga akan mampir ke minimarket untuk membeli minum juga.." Da Eun langsung berjalan menuju minimarket.
"Ha? Tiba-tiba?" Hyun Woo merasa kebingungan dan menoleh ke Hyejin.
Hyejin yang tahu maksud kepala Kim Da Eun hanya bisa memakluminya karena jika ia melawannya malah Kim Da Eun akan bersikap lebih aneh lagi. Dan membuat nya semakin tertekan.
Sesampai di minimarket,
"Nah.. Hyun Woo-ah kau ambil saja yang kau inginkan aku yang akan membayarnya…" ucap Hyejin dengan tersenyum manis.
"Wah Daebak Sunbae kau semakin hari semakin mempesona di mataku jadi tidak salah bahwa aku mengidolakan mu sejak dulu.. " ucap Hyun Woo kesenangan.
"Dasar bocah diluar saja kau terlihat tegas padahal kau butuh kasih sayang…" ucap Hyejin dengan tertawa kecil.
Mendengar ucapan Hyejin, Da Eun mulai sinis.
"Hei setiap orang juga butuh kasih sayang bukan hanya dia…" menabrak pundak Hyejin dari belakang.
"Kya jaga ucapan anda…" Hyejin menggerutu.
"Nah… Sunbae aku membuatkan mu ramen juga dan aku juga menambahkan keju dan juga sosis di dalamnya." Ucap Hyun Woo sambil memberikan semangkuk ramen pada Hyejin.
"Eng makasih.." ucap Hyejin sambil terus melirik sinis Kim Da Eun.
"Kya kau.. jangan sampai telat ke kantor atau kau akan menerima sebuah hukuman dari ku…" ancam Kim Da Eun pada Hyejin.
Hyejin tetap tidak peduli padanya karena ia sedang asyik memakan makanannya.
"Sunbae kenapa dia bersikap seperti itu?" Tanya Hyun Woo pada Hyejin sambil menunjuk Da Eun dengan sumpit nya.
"Dia?dia dulunya adalah orang yang dekat dengan ku di akademi kepolisian.. tetapi aku menyuruhnya agar menjauh dari hidupku tetapi nyatanya sekarang aku bekerja dengannya,sungguh keterlaluan bukan?" Ucap Hyejin tidak percaya.
"Bukankah itu berarti sebuah takdir?" Tanya Hyun Woo tanpa tahu hubungan mereka yang sebenarnya.
"Aissh jaga ucapanmu atau kupatahkan leher mu…" Hyejin kesal.
Hyun Woo langsung menelan ludah nya dan memegang lehernya.
"Ya.. mohon maaf…" permintaan maaf Hyun Woo.
Hyejin melihat jam nya dan bergegas untuk berangkat kerja.
"Kya aku pergi… makananmu sudah ku bayar jadi jangan khawatir dan jangan lupa hubungi aku lagi.." perintah Hyejin pada Hyun Woo.
"Ya… terimakasih Sunbae…". Ucap Hyun Woo.
Hyejin langsung meninggalkan nya dan langsung berjalan menuju ke kantor nya dengan memakan es potong.
Sesampai di kantor…
"Selamat pagi semua…" ucap Hyejin dengan tersenyum lebar untuk menyapa semua orang.
"Ya pagi kapten Lee.." jawab petugas Park.
"Pagi…"jawab wakil kepala Nam.
"Yaa…" jawab petugas Choi dengan semangat.
"Kya Lee Hyejin… kemarilah.." ucap Da Eun dari depan pintu ruangannya.
"Ya? Ah ya…" jawab Hyejin dengan tersenyum terpaksa.
"Aku tidak ingin berbelit-belit, apa yang kau temukan tentang korban pembunuhan itu ?" Tanya Da Eun to the points.
"Ya? Ah itu… korban yang tewas bersama Cho Jiwoo yang berusia 25 tahun, ia hanya tinggal bersama neneknya karena ibu dan ayahnya berada di luar negeri. Dan juga ia lulusan universitas Daejeon, bekerja di salon kecantikan milik temannya dan ia memiliki kekasih yang bernama Kim Beom Seok yang telah menghilang tanpa jejak sejak kasus pembunuhan ini di beritakan di seluruh media. Hanya itu yang saya tahu." Jelas Hyejin .
"Apa kau tak mencari tahu tentang sepatu itu?" Tanya Da Eun dengan serius..
"Belum tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin agar saya bisa memecahkan kasus ini.." Hyejin merasa percaya diri.
"Tapi sebelum saya mencari tentang sepatu itu saya akan mencari tahu tentang kekasih korban terlebih dahulu…" ucap Hyejin menambahkan.
"Benarkah? Oke lakukan sesukamu asal jangan bertingkah…" ucap Da Eun dengan tenang.
"Ya.. tapi apa yang anda temukan juga tentang korban tersebut?" Tanya Hyejin dengan penasaran.
"Ah itu… aku mencari tahu tentang rekaman cctv yang ada di dekat daerah pegunungan gyejok." Jelas Da Eun.
"Ahh begitu.. kalau begitu saya pamit dan semoga anda berhasil." Ucap Hyejin dengan senyum tipis yang membuat kepala Kim Da Eun merasa gemas melihatnya.
"Hei berhenti tersenyum begitu…" Da Eun memarahi Hyejin.
"Cih terserah.." sinis Hyejin.
Waktu berpatroli pun tiba…
Hyejin pergi bersama kepala Kim Da Eun karena memang sudah diatur oleh wakil kepala Nam bahwa Hyejin jika berpatroli harus bersama kepala Kim Da Eun.
Mereka berpatroli dengan berjalan kaki dan,
"Ah ehem Sunbae, saya ingin bertanya.." ucap Hyejin dengan canggung.
"Eng apa? Tanyakan saja!" Ucap Da Eun dengan santai.
"Kenapa anda memperlakukan saya berbeda dengan rekan lainya apakah anda memiliki maksud tertentu?" Tanya Hyejin tanpa merasa bersalah.
Mendengar ucapan Hyejin yang to the points Da Eun berusaha mengelak.
"Oh itu karena kau wanita sendiri di dalam tim dan aku tidak membedakan kalian semua…" elak Da Eun.
"Benarkah? Ternyata anda tidak memiliki maksud tertentu rupanya haha…"ucap Hyejin sambil tertawa.
"Ya? memangnya kau ingin aku berbuat apa? Apa aku harus memiliki maksud tertentu untuk membujukmu kembali padaku?" Goda Kim Da Eun.
"Ah cuacanya sangat bagus untuk berpatroli mari kita terus berpatroli saja.." Hyejin mencoba mengalihkan topiknya.
Da Eun yang melihat Hyejin bertingkah seperti tersenyum sambil menatapnya.
Hyejin langsung berjalan mendahuluinya agar kepala Kim Da Eun tidak menatapnya seperti itu.