NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Realitas yang menampar

Mendengar syarat yang diajukan Angga, Tyas meremas ujung piyama maroon-nya dengan sangat erat. Pikirannya berputar kacau, menimbang risiko terbesar dalam hidupnya. Namun, rasa takut akan kehancuran hubungannya dengan Mbak Rani dan rasa malu jika rahasianya terbongkar mengalahkan segalanya. Dengan napas yang masih memburu dan sudut mata yang basah, Tyas akhirnya mendongak, menatap lekat sepasang mata gelap kakak iparnya.

​"Mas... benar-benar janji?" bisik Tyas dengan suara yang nyaris hilang, dipenuhi rasa pasrah yang teramat sangat. "Janji kalau tidak akan ada satu orang pun yang tahu? Hanya kita berdua?"

​Angga mengangguk pelan. Senyum kemenangan tipis terukir di wajahnya yang tegas. "Mas janji, Tyas. Rahasia ini aman bersama Mas, selama kamu menepati bagianmu," jawab Angga dengan suara rendah, menenangkan ketakutan adik iparnya sekaligus mengunci kesepakatan kelam mereka malam itu.

​Mendengar jaminan itu, Tyas perlahan melepaskan ketegangannya dan memberikan anggukan kecil tanda menyetujui.

​Tanpa membuang waktu lagi, Angga melepaskan cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Tyas, beralih membimbing pundak gadis itu dengan lembut namun tegas untuk berjalan kembali menuju kamar tidur. Tyas melangkah dengan sisa-sisa rasa gugup yang menjalar di sekujur tubuhnya, sementara Angga berjalan tepat di belakangnya, memastikan tidak ada lagi jalan untuk mundur.

​Begitu mereka berdua melangkah masuk ke dalam kamar Tyas, Angga langsung berbalik dan menutup pintu kayu tersebut rapat-rapat. Suara klik dari selot pintu yang dikunci dari dalam seolah menandakan bahwa dunia luar—termasuk keberadaan Rani—telah sepenuhnya terputus dari ruangan itu.

​Di bawah temaramnya lampu tidur yang berwarna kuning redup, suasana kamar terasa begitu pekat dan intim. Angga membalikkan tubuhnya menghadapi Tyas yang kini berdiri kaku di tepi ranjang. Kaus abu-abu tipis yang dikenakan Angga bergeser saat ia melangkah mendekat, memperpendek jarak di antara mereka hingga tidak ada lagi ruang yang tersisa.

​Angga memulai langkah pertamanya, perlahan meraih pundak Tyas dan menatap rambut pendek sebahunya yang membingkai wajah cemas namun pasrah milik adik iparnya. Sentuhan kulit mereka di dalam kamar yang sunyi itu memicu letupan gairah yang sedari tadi mereka tahan di bawah satu atap yang sama. Malam yang panjang di rumah kosong itu akhirnya benar-benar bergulir, memulai babak baru yang sarat akan rahasia terlarang di antara menantu dan adik ipar.

Napas keduanya berangsur-angsur kembali teratur di tengah keheningan kamar yang kini terasa begitu pekat. Angga bangkit, duduk di tepi ranjang sembari membetulkan letak pakaiannya yang sempat berantakan. Sisa-sisa gairah terlarang itu perlahan digantikan oleh atmosfer yang serius.

​Angga menoleh, menatap Tyas yang masih terbaring diam di atas kasur dengan piyama maroon-nya yang kini kusut. Sorot mata Angga tak lagi penuh gejolak seperti beberapa saat lalu, melainkan berubah menjadi dingin dan penuh penekanan.

​"Tyas," panggil Angga, suaranya berat memecah kesunyian.

​Tyas bergerak perlahan, mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang sembari merapikan kardigan tipisnya. Ia tidak berani menatap langsung mata kakak iparnya.

​"Besok, kamu putuskan Satya," ucap Angga tiba-tiba, nadanya terdengar mutlak dan tidak menerima bantahan.

​Tyas tersentak, kepalanya langsung mendongak menatap Angga dengan dahi berkerut. "Lho... kenapa, Mas? Ini kan hubungan aku sama Satya."

​Angga mengembuskan napas pendek, lalu memutar tubuhnya agar bisa menghadap adik iparnya sepenuhnya. "Kamu itu polos atau bodoh, Tyas? Mas katakan ini sebagai pria dewasa. Satya itu bukan cowok yang baik buat kamu. Gaya pacaran kalian sudah keterlaluan."

​Angga maju sedikit lebih dekat, memastikan setiap kata yang diucapkannya tertanam di kepala Tyas. "Coba kamu pikir pakai logika. Malam ini dia bisa minta kamu melakukan hal seperti itu lewat panggilan video. Bagaimana jika selama ini dia diam-diam merekamnya? Bagaimana jika nanti kalian putus, atau dia lagi butuh uang, lalu dia mengirimkan foto atau rekaman video payudaramu itu ke orang lain? Atau malah menyebarkannya di media sosial?"

​Kata-kata Angga meluncur bak hantaman keras yang menghujam kesadaran Tyas. Detik itu juga, tubuh Tyas mendadak kaku. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena gairah atau rasa takut pada Angga, melainkan karena sebuah realitas mengerikan yang baru saja menyergap pikirannya.

​Tyas sama sekali tidak pernah terpikir ke sana.

​Selama ini, ia menganggap gaya berpacaran bebasnya dengan Satya adalah hal yang biasa, sebuah bentuk pembuktian rasa sayang yang didasari rasa saling percaya. Di otaknya yang masih muda, Satya adalah kekasih yang tulus. Namun, ucapan Angga barusan membuka paksa matanya tentang sisi gelap dunia digital dan ancaman revenge porn yang bisa menghancurkan masa depannya dalam sekejap.

​Melihat Tyas yang mendadak pias dan termenung dengan tatapan kosong, Angga tahu bahwa peringatannya berhasil mengenai sasaran. Dinding kamar yang remang itu kini saksi bisu bagaimana Tyas mulai dirayapi rasa cemas yang teramat sangat, menyadari bahwa bahaya tidak hanya mengintip dari balik pintu kamarnya, tapi juga dari balik layar ponsel yang berada di genggamannya.

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!