NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Elsa

Elzia sudah sampai ditempat tujuan yaitu di pantai, setelah selesai membayar Elzia langsung menghubungi Arkana karena gadis itu tidak dimana lelaki itu.

Tut... Tut... Tut...

Klik

" Aku akan menemuimu tunggu saja disitu " Ucap seseorang dari telepon tersebut dan langsung mematikan tanpa menunggu Elzia menjawabnya

" Arghhh bikin kesel Anying belum gue sempet jawab dah matiin aja bikin badmood aja " Ucap Elzia kesal setengah mati

Ketika ia sibuk mengomel tiba-tiba saja tangannya ditarik pelan hal itu membuat ia hampir jantungan

" Bisa gak sih gk usah ngagetin " Ucap Elzia kesal pada pemuda disamping nya ini siapa lagi kalo bukan Arkana

Namun Arkana tak menghiraukan omelan Elzia, keduanya terus berjalan hingga sampai di meja yang sudah di sediakan makanan hal itu membuat Elzia memandang takjub apalagi ada pemandangan pantai seperti ini.

Arkana langsung menarik kursi untuk Elzia duduki setelah itu ia menuju ke kursinya

" Apa yang kau suka? " Tanya Arkana yang tidak terlalu datar

" Gue suka semuanya " Ucap Elzia jujur apalagi melihat makanan didepan nya ini yang sangat menggiurkan

Kini keduanya makan dalam keheningan

Setelah beberapa menit akhirnya kedua nya selesai makan dan Arkana terus menatap ke arah Elzia sehingga membuat sang empu salah tingkah

" Ada apa? " Tanya Elzia berusaha untuk tidak terlihat gugup

" Ada yang ingin aku bicarakan " Ucap Arkana yang tidak sedatar biasanya

" Bicara apa? " Tanya Elzia penasaran bahkan sampai menghentikan acara makannya

Arkana bangkit dari duduknya dan mengambil sesuatu di balik kantong celananya

Terlihat sebuah kalung cantik dan Arkana meletakkannya di telapak tangan Elzia.

Elzia mengerutkan kening, menatap benda berkilau di telapak tangannya dengan bingung.

"Kenapa... kau memberikan kalung ini padaku?"

"Sekarang, kau milikku," jawab Arkana spontan, tanpa beban.

"Uhuk!" Elzia seketika tersedak ludahnya sendiri. Ia menepuk dadanya pelan, menatap Arkana dengan mata membelalak syok.

"M-maksudnya?" tanya Elzia, memastikan bahwa fungsi pendengarannya tidak sedang rusak malam ini.

Arkana melangkah mendekat, merebut kalung itu dari tangan Elzia, lalu dengan lembut memasangkannya di leher jenjang gadis itu.

"Kau sekarang kekasihKu. Dan ingat, aku tidak menerima penolakan," ucap Arkana mutlak, menyatukan kedua tangannya di atas meja setelah selesai mengunci kaitan kalung tersebut.

"Tapi, Ar, aku—"

Nyam.

Ucapan Elzia terputus begitu saja saat sebuah garpu berisi sepotong kue stroberi tiba-tiba disuapkan Arkana ke dalam mulutnya. Elzia terpaksa mengunyah dengan pipi yang mengembung, menatap Arkana dengan pandangan protes yang teredam.

"Aku sudah bilang, aku tidak menerima penolakan," ucap Arkana datar, kembali ke mode dinginnya yang biasa. Namun, ada kilat kepuasan yang samar di sudut matanya.

Elzia benar-benar kehilangan kata-kata. Antara ingin marah karena diktator, atau menyembunyikan wajahnya yang mendadak panas karena sadar bahwa detik ini juga... ia resmi menjadi kekasih seorang Arkana.

" Aku akan mengantarkan mu sekarang hari sudah semakin larut " Ucap Arkana bangkit dari duduknya

Kini Elzia dan Arkana telah sampai ke depan pagar mansion Betrino, Elzia turun dari motor kemudian melepaskan jaket milik Arkana

" Besok aku akan menjemputmu " Ucap Arkana datar

" Tidak us-" Ucap Elzia dipotong lagi oleh Arkana

" Aku tidak menerima penolakan jam 6.30 tunggulah aku disini " Ucap Arkana datar kemudian menghidupkan mesin motornya dan mulai pergi meninggalkan mansion

Disaat Elzia hendak masuk ke pagar tiba-tiba lampu motor seseorang menyilaukan pengelihatan nya

Brumm.... Brumm....

Motor itu berhenti tepat didepan Elzia

" Apa kau akan berdiri sampai pagi hari? " Tanya Eliza dengan suara datar nya

" Is nggak lah ngapain juga aku berdiri disini sampai pagi " Ucap Elzia kesal kenapa kembarannya ini kalo ngomong bikin kesal sekali

Satpam yang melihat nona mudanya dan orang asing yang berada didepan pagar dengan cepat membuka pintu pagar nya.

" Malam nona " Ucap satpam itu membungkuk kan badannya

" Naiklah " Ucap Eliza pada Elzia karena dari arah pagar menuju mansion lumayan jaraknya

Tanpa bertanya bertanya lagi Elzia menaiki motor Eliza kemudian keduanya menuju mansion

Keduanya langsung masuk garasi dan memarkirkan motor disana

" Apa tinggal disini nyaman adikku? " Tanya Eliza datar sambil memasukkan kunci motornya kedalam tas salempang bewarna hitam

" Ya lumayan meskipun siang tadi ada sedikit masalah dengan pelayan " Ucap Elzia kesal karena mengingat kejadian tadi siang jika bukan ada orang tuanya sudah pasti ia akan membalasnya karena ia tahu bahwa pelayan itu sengaja menjatuhkan dirinya dan menumpahkan air panas ke lengannya

" Begitu ya " Ucap Eliza manggut-manggut tanpa Ekspresi, Elzia menoleh kearah kembarannya ini

' moga aja pelayan itu tidak mencari perkara dengan manusia satu ini, tapi ya kalo dia cari perkara juga tidak apa ' batin Elzia sambil tersenyum aneh

" Udah yok masuk mama pasti nungguin " Ucap Elzia sambil menarik tangan Eliza sedangkan sang empu hanya diam tanpa protes ketika tangannya ditarik

Keduanya masuk dan terlihat lah Amira yang sedang duduk di sofa sambil menonton acara di televisi

"Malam mama " Ucap Elzia langsung memeluk mamanya dan dibalas oleh Amira sedangkan Eliza hanya diam saja dengan wajah datar nya

Amira menoleh ke arah Eliza yang diam saja

" Kamu Eliza kan? " Tanya Amira yang berdiri dari duduknya

" Hmm " Dehem Eliza yang memang tidak suka terlalu banyak berinteraksi

Amira langsung memeluk Eliza yang sedikit lebih tinggi dari Elzia sedangkan Eliza diam saja tanpa membalas pelukan Amira

Sedangkan Elzia menepuk jidatnya melihat kembarannya ini

' bahkan dengan mama pun sikapnya masih kaku ' batin Elzia yang terkekeh melihat wajah tertekan kembarannya

" El ayo duduk atau kamu ingin ke kamar? " Tanya Amira yang beruhasa mencairkan suasana yang tegang ini

" Ke kamar " Ucap Eliza dingin dan tidak lupa wajah datarnya

"Yaudah kalo gitu mama panggilin Elsa dulu buat antar kamu ke kamar barumu " Ucap Amira dan langsung memanggil Elsa

Setelah beberapa menit orang yang di panggil akhirnya datang

" Ya nonya ada apa " Ucapnya sopan

' jadi namanya Elsa ck dasar munafik' batin Elzia menatap tak suka ke arah pelayan yang bernama Elsa ini

" Tolong antarkan Eliza ke kamarnya ya " Ucap Amira dan diangguki Elsa

" Mari nona muda " Ucap Elsa kemudian berjalan lebih dulu sedangkan Eliza hanya mengikuti dari belakang tanpa mengatakan apapun

Setelah selesai menaiki tangga kini keduanya telah sampai didepan kamar yang akan menjadi kamar Eliza, kamar Eliza bersebelahan dengan kamar Regar kenapa bisa tau itu kamar Regar karena setiap kamar sudah diberikan nama masing-masing didepan pintu

" Kunci kamar? " Tanya Eliza datar dan mengadahkan tangannya

Pelayan itu langsung memberikan kunci kamar milik Eliza

" Mulai sekarang kau tidak diperbolehkan untuk membersihkan kamarku kecuali kamar yang lain paham " Ucap Eliza dingin dan tidak lupa wajah datarnya dan aura penekanannya

" B_baik nona " Ucap pelayan Elsa gagap

Eliza langsung membuka pintu kamar tersebut dan langsung masuk kemudian menutupnya kembali tanpa mengatakan apapun lagi pada pelayan Elsa

" Cih masih baru tapi sudah belagu dasar tidak tau diri " Ucap pelayan Elsa kemudian mulai pergi meninggalkan depan kamar Eliza

Sedangkan Eliza masih dapat mendengarkan apa yang di ucapkan oleh pelayan itu

" Ternyata kau heh " Guman Eliza dingin dan tidak lupa senyuman mematikan entah apa yang direncanakan manusia kulkas satu ini

Masih di mansion Betrino tapi berbeda tempat seseorang tengah menghubungi orang lain

"Nyonya anak dari si Amira itu sudah ketemu " Ucap orang itu

" Terus awasi keluarga itu dan jangan sampai terlihat mencurigakan paham " Ucap orang dari telepon itu

" Baik nyonya " Ucap orang itu kemudian telepon itu terputus secara sepihak dan orang itu langsung masuk tanpa memperhatikan sekitar

" Ternyata kau bermain cukup mulus sehingga orang lain tak mencurigaimu " Ucap seseorang kemudian langsung pergi dari tempat itu

Di ruang tamu

Ruang tamu tersebut cukup ramai karena Alaska dan saudaranya sedang ikut bergabung

" Mom aku dengar dari pelayan adik ke empat ada di mansion dimana dia " Tanya Keno melihat sekeliling nya

" Dia ada dikamar " Ucap Amira lembut

" Yaudah kalo gitu aku mau panggil dulu biar kita ngumpul bareng " Ucap Fandi yang beranjak dari duduknya dan berlari menuju lantai dua sedangkan saudara nya yang lain hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah adik mereka satu ini

Setelah beberapa menit Fandi turun dengan wajah lesu nya dan membuat Amira dan yang lainnya menatap heran kearah Fandi

" Ada apa " Tanya Jeno heran

" Kak Eliza tidak ada di kamar " Ucap Fandi lesu kemudian duduk disofa

" Loh bukannya tadi dia dikamar ya? " Tanya Amira mengerutkan keningnya karena ia tak melihat Eliza turun atau melewati ruang tamu

" El kau tau dimana kembaranmu? " Tanya Jordan menatap putrinya satu ini

" El juga gak tau pah dari tadi El disini terus sama mama " Ucap Elzia jujur kemudian dia dengan santai memakan biskuit yang ada di meja

"Jangan-jangan kakak nyasar lagi mom karena mansion ini banyak pintu nya " Ucap Regar tiba-tiba

Elzia hampir saja terbatuk mendengar kata polos dari adiknya ini oh ayolah ia sudah hapal dengan sifat kembarannya itu

" Gak mungkin dia nyasar mungkin dia jalan-jalan untuk melihat seisi mansion " Ucap Elzia sambil memakan kuenya

Tap.. Tap.. Tap..

Sesorang masuk melewati pintu utama dan membuat keluarga yang sedang duduk di sofa itu menoleh

" Loh Za kamu? " Kaget Amira, ia tak bisa berkata-kata lagi bagaimana tidak kaget sedangkan dia saja tak melihat Eliza melewati ruang tamu

" Kak kau dari mana? " Tanya Regar bingung bukannya kata mommynya kakaknya ini ada dikamar atau jalan-jalan di lantai dua

" Taman belakang " Ucap Eliza datar tanpa ekspresi oh ayolah Eliza ini sangat pelit untuk membagikan ekspresi nya wkwk

"El sini duduk kenalan dulu sama saudara mu " Ucap Amira lembut sedangkan Jordan hanya diam memperhatikan pembicaraan istri dan putrinya itu

" Bukankah mereka sudah mengenalku? " Tanya Eliza datar hal itu membuat Elzia menghela nafas sabar

Sedangkan Amira bingung harus mengatakan apalagi susah sekali mencari topik untuk mengobrol dengan putrinya satu ini

" Ya mereka mungkin sudah mengenalimu tapi kamu mungkin belum mengetahui nama mereka kan " Tanya Arumi lembut dan sabar

" Aku sudah tau nama mereka " Ucap Eliza datar bagaimana Eliza bisa tahu nama mereka ya kaya gak kenal Eliza saja

Sedangkan Alaska dan Saudaranya yang lain tak bisa berkata-kata melihat sifat dan sikap Eliza yang sangat jauh berbeda dengan Elzia

" Yaudah sini duduk sebentar lagi kita akan makan malam " Ucap Arumi berusaha untuk selalu berinteraksi dengan putrinya ini

Eliza hanya menurut saja dan duduk di sebelah Fandi kemudian dengan santai mengambil kue kering yang ada di atas meja

Ruang tamu tersebut jadi hening tapi terselamatkan oleh pelayan

" Permisi tuan, nyonya, tuan muda dan nona muda makan malam sudah siap " Ucap pelayan itu sopan

" Ayo kita makan malam dulu " Ucap Jordan memecahkan keheningan, mereka semua beranjak dari duduknya

Eliza dan Elzia berjalan berdampingan menuju ruang makan

Tiba-tiba saja pelayan yang bernama Elsa itu membawa sesuatu entah apa dan pura-pura terjatuh tepat di depan Elzia lagi namun dengan cepat Eliza menarik mundur Elzia sehingga Elzia berada di pelukan Eliza

Brukk awwss

Pelayan itu jatuh sendiri dan lumayan ketumpah air panas yang mengenai tangannya.

" Apa kau tak bisa melihat dengan benar? Sehingga terus menambrak orang lain " Ucap Eliza datar dan dingin

" Maafkan saya nona muda saya tak sengaja " Ucap pelayan itu sambil menahan perih ditangannya sedangkan Jordan dan keluarganya yang lain menatap tidak suka ke arah pelayan ini yang seperti sengaja menumpahkan air panas ke arah Elzia jika Eliza tidak cepat menarik Elzia mungkin Elzia terkena lagi air panas itu sudah cukup tadi siang

" Aku bertanya kepadamu untuk apa air panas tersebut" Tanya Eliza yang masih suara dingin nya

" I_itu untuk saya nona muda " Ucap pelayan itu terbata-bata

" Untuk mu apa apakah untuk diminum? " Tanya Eliza yang mulai kehabisan kesabaran karena pelayan ini sangat bertele-tele

"JAWAB!!! " Suara bariton Eliza mengejutkan mereka yang ada diruang makan bahkan para pelayan yang berada diluar pun cukup kaget sehingga mereka dengan cepat menuju ke arah ruang makan, pelayan Elsa itu sudah dibuat ketakutan bahkan ia sampai pipis dicelana yang membuat keluarga itu sudah kehilangan selera untuk makan

Eliza berjalan menuju pelayan itu dan mencengkram kedua pipi pelayan itu dengan erat

" Aku bertanya kepadamu sekali jawab dengan jujur untuk apa air panas itu " Ucap Eliza dingin dan datar

" SEHARUSNYA ANDA TAK PERLU MENEKAN SAYA SEPERTI INI ANDA HANYA ORANG BARU DISINI" Teriak pelayan itu yang tak bisa lagi menahan rasa malu akibat menjadi tontonan

PLAK... PLAK... PLAKK.. PLAKK... PLAKK.. PLAAAKKKK.. PLAKKK

Berulang kali Eliza menampar pipi pelayan itu hal itu membuat Jordan dan yang lainnya tercengang melihat ekspresi Eliza yang tidak berekspresi sama sekali

" Ini pelajaran untuk mu karena sudah berani melukai saudara ku " Ucap Eliza dingin kemudian berdiri dari tempat nya

" Mulai hari ini kamu saya pecat " Ucap Jordan yang mulai sadar dari terkejutannya

" SATPAM USIR PELAYAN SIALAN INI " Teriak Jordan dengan penuh amarah

Satpam yang berjaga itu menarik pelayan itu keluar dengan cara kasar

Amira mendekati Elzia yang berdiri disana ini baru pertama kali nya ia melihat kembarannya ini marah

" El kau tak apa " Tanya Amira penuh kekhawatiran

" Aku tidak apa-apa mom " Ucap Elzia sambil menenangkan Amira agar tidak khwatir berlebihan

" Kalian ambillah makanan itu dan makanlah kami akan makan diluar " Ucap Alaska kepada para pelayan yang ada disana

" Baik tuan muda " Ucap mereka bersamaan

" Ya udah yok kita makan diluar " Ucap Amira pada yang lainnya mereka semua mengangguk

" Kalian saja aku ada sedikit urusan ucap Eliza datar kemudian berjalan menuju tangga untuk ke lantai dua

Jordan dan Amira saling tatap karena tak bisa menebak isi pikiran anak perempuan mereka satu ini

Di dalam kamar

Eliza menghubungi seseorang

Tut... Tut... Tut..

Klik

" Temukan pelayan itu dan bawa ke markas dan jangan lupa untuk rebus air panas " Ucap Eliza kemudian mematikan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari bawahannya.

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat kak😁😁
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!