NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Apa maksud mu? Tanya perez dingin, pria itu menatap tajam Galiand, pandangan nya sudah seperti bisa menembus dada sang kaisar.

" Kau mendengar nya dengan jelas kan?

"Aku benci jika harus mengulangi ucapan ku" Kaisar memasang pandangan remeh pada perez, mata nya menelusuri dengan teliti setiap inci tubuh pria itu.

"Maaf tapi sepertinya kami tidak bisa menyerahkan putri yang kami banggakan pada keluarga kaisar" Ucap Alex menengahi, pria tua itu lalu mendorong tubuh perez sedikit mundur.

Ia tak ingin ada pertikaian disini.

"Kenapa?

" Dimasa depan,Athena akan menjadi simbol perdamaian Arbeloa yang agung" Ucap Galiand, pria itu menahan tawa melihat ekspresi Perez.

"Tidak peduli alasan apapun itu, kami tidak bisa menyerahkan putri kami" Ucap Alex memijat pelipis nya pelan, jika saja dulu leluhurnya lebih memilih Ermano dan bukan Otieno yang menjadi Kaisar.

"Ke-

" Lebih baik kau pulang ke istana megah mu itu" Ucap Perez memotong perkataan Galiand.

Mata pria itu bersinar terang bak lautan darah, warna merah nya mampu membuat siapapun terintimidasi.

"Kau mengusir ku? Tanya Galiand dengan tatapan Remeh.

" Lebih baik kau pulang dengan kakimu sendiri atau ku antar mayatmu ke hadapan permaisuri " Balas Perez dingin.

Galiand sedikit mengeluarkan keringat dingin saat mata merah Perez terus-menerus menatap nya tajam.

"Apa-apaan dia?! Batin Alan heran, pria itu merasakan atmosfer ekstrem hanya dengan berdiri di belakang kursi yang diduduki orang orang penting itu.

" Maaf menganggu!! Teriak seorang pengawal panik.

"Apa apaan?! Heran Alex, apa yang membuat pengawal itu panik.

" Ada apa? Tanya Perez.

"Tuan muda Arsene!! 

Seluruh orang di ruangan itu dibuat terkejut, dengan mimik wahah panik mereka mengikuti langkah pengawal itu.

Di taman, Seorang anak kecil berambut putih pucat sedang Menghunuskan pedang pada anak kecil berambut kuning cerah.

Mereka seperti habis melakukan pertikaian.

"Arsene! Teriak Alex panik, ia lalu menarik tubuh anak itu menjauh.

" Apa yang kau lakukan?! Tanya Alex menguncang tubuh Arsene yang kaku.

Mata nya memerah, pandangan nya kosong, anak itu tidak menjawab tidak peduli seberapa keras Alex bertanya.

"Perez! Panggil Alex panik.

Pria itu lalu berjalan menghampiri Arsene dan mulai mengeluarkan Aura, dengan perlahan, Aura milik Perez menembus tubuh Arsene.

Pria itu lalu mencari inti kekuatan anak itu.

" Ketemu! 

Perez lalu mulai memompa inti kekuatan Arsene dengan Aura nya.

Perlahan lahan mata Arsene kembali memutih, kulit nya yang semula sedikit retak retak kini kembali mulus.

Perlahan, mata kosong anak itu kembali memancarkan cahaya.

Ia lalu tersadar.

"Ada apa? Tanya nya linglung, ia lalu memegangi kepala nya yang terasa sakit.

" Arsene? Panggil Alex khawatir.

"Apa?! Tanya Arsene lagi, kali ini mimik wajah anak itu lumayan kesal.

" Hufffttt" Alex menarik nafas lega, ia lalu membantu anak itu kembali berdiri dengan kedua kakinya.

Alan membantu memegangi lengan Arsene agar anak itu tidak oleng dan kehilangan keseimbangan nya.

"Apa yang terjadi Vincent? Tanya Galiand dingin, mulutnya memang tersenyum, namun mata nya tidak, ia memicing tajam melihat Vincent yang sedang gemeteran.

" Tidak ada" Balas anak itu mengalihkan pandangan.

"Ada apa Arsen? Kali ini giliran Perez yang bertanya pada putra nya.

" Dia menghina kita" Balas anak itu.

"Dia juga menghina kekuatan Athena dan penyakit Archel" Lanjut nya menatap tajam Vincent.

"Apa itu benar? Tanya Galiand.

" Ma- maaf" Ucap Vincent gemetar, ia lalu menggabungkan tangan nya memohon pada Galiand.

"Maaf ayah" Ucap nya dengan suara bergetar, mata nya berkaca kaca menatap Galiand.

"Ini hanyalah pertengkaran anak-anak" Ucap Alex, ia tak tega melihat anak itu yang hampir mati di tangan cucu nya.

"Benarkah? Tanya Galiand memicing kan mata pada Vincent yang langsung membuat anak itu semakin ketakutan.

" Bawa anak mu dan pulang lah" Ucap Perez dingin pada Galiand.

"Lagi?

" Kenapa kau terus mengusir ku? Tanya Galiand pada Perez.

Pria itu tidak menjawab, ia hanya menatap datar Galiand.

"Apa kau tidak ingin melihat ku bertemu dengan adik mu? Tanya Galiand dengan tatapan licik.

Tatapan Perez yang awalnya datar berubah menajam, mata merah darah nya semakin menyala, jelas sekali betapa marah nya ia saat ini.

" Tutup mulut mu" Ucap pria itu dengan suara nya yang dingin dan berat.

"Maaf menyela, baginda"

"Tidak kah lebih baik anda kembali ke istana? Tanya Alan sopan.

" Siapa kau berani ikut campur? Tanya Galiand dengan tatapan tajam nya pada Alan.

"Galiand Justin Otieno" Ucap Perez memanggil nama lengkap kaisar dengan enteng nya.

Mungkin di Kekaisaran Arbeloa, hanya dia yang bisa melakukan nya.

"Baiklah" Galiand lalu menyuruh Vincent bangun dan berjalan pergi melewati mereka.

"Oh ya" Pria itu tiba-tiba berhenti di tengah-tengah.

"Aku tidak kehilangan minat menjadikan Athena anggota keluarga Kaisar" Bisik pria itu di telinga Perez, ia lalu lanjut berjalan melewati pria itu dengan bersenandung ria.

Perez hanya diam, ia tidak mengeluarkan suara apapun, ia lalu melirik Arsene sekilas lalu pergi meninggalkan anak itu bersama Alex.

"Ayo" Ucap Alex menggandeng tangan cucu nya pergi.

Arsene Siente Vesper, putra ketiga grand Duke Vesper, Arsene memiliki warna rambut putih bersih dan bola mata putih pucat yang menjadi ciri khas penyihir Vesper.

Arsene terlahir dengan mana melimpah, ia terlahir sebagai penyihir Cahaya yang sangat langka, bakat nya di usia muda tidak bisa diragukan.

Dia bisa mencapai level Anka di usia nya yang masih 9 tahun, sebentar lagi, dua level lagi ia bisa menyamai kakak nya yang berada di level Kara.

Dia penyihir Cahaya pertama yang bisa mengendalikan kekuatan nya di usia 2 tahun.

Namun semakin kuat dirimu, maka semakin fatal juga kelemahan mu, dan kelemahan Arsene adalah ia bisa lepas kendali kapanpun saat ia marah.

**

"Kakak beneran pulang? Tanya Archel cemberut, ia memegangi bajunya erat tak ingin berpisah dengan kakak nya.

" Iya" 

"Maaf ya" Ucap Arthur merasa bersalah.

"2 bulan lagi kita kesini" Ucap Arthur menepuk-nepuk kepala Archel pelan.

"Kakak serius?! Girang anak itu.

" Iya" Balas Arthur tersenyum.

"Janji! Teriak anak itu mengangkat jari kelingking nya.

" Janji" Arthur lalu menautkan jemari kelingking nya di jari milik Archel.

"Kak Thena juga? Tanya anak itu dengan mata berbinar.

" Iya"

"Kakak nanti kesini buat pa-

" Kakak nanti kesini bawain Archel Manisan" Ucap gadis kecil itu tersenyum.

"Pa? Archel memiringkan kepala penasaran dengan apa yang akan Athena ucapkan tadi.

" Dadah" Arthur lalu melambaikan tangan dan mulai berjalan pergi meninggalkan Archel.

Dengan mata berkaca-kaca, Archel membalas lambaian tangan Arthur.

Jennie yang kasihan lalu mengambil sapu tangan nya dan mengusap air mata dan ingus Archel.

Di dalam kereta kuda,,

"Athena" Panggil Arthur.

"Apa? Balas gadis itu.

" Apa kau kemarin merasakan nya? Tanya pemuda kecil itu.

"Iya aku merasakan nya" Athena lalu menunduk, gadis itu mulai merapalkan mantra pada batu yang ia pegang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!