NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perkelahian

Lalu aku dan dony melihat siswa sok jagoan di sekolahan ku sedang berkata kata dengan nada tinggi, etah aku tidak mengerti apa maksudnya, karena aku tidak tau awal mula nya.

" Shut, ada apaan sih ini rame rame..? " Tanya ku kepada salah satu teman yang sedang ikut berkumpul.

" Biasa lah anak sekolahan tetangga kita bikin ulah lagi, ngerasa paling hebat.." jawab teman.

" Kita tidak bisa biarkan harga diri kita di injak injak, kita bukan pengecut kita bukan banci, hari ini kita buktikan pada mereka siapa yg paling hebat, kita jangan tinggal diam, kita harus kasih mereka pelajaran.." ucap siswa sok jagoan itu dengan lantangnya kepada teman teman ku, sementara aku dan dony hanya memperhatikanya.

" Pelajaran, emang di sekolahan mereka gak ada pelajaran nya ya..?!! " Ucap dony dengan polos nya.

" Ya bukan gitu maksudnya don..! " Ucap ku menatap dony.

Lalu teman sok jagoan itu mengajak semua temanya bersiap siap pergi berangkat tawuran ket tempat yang telah di janjikan dengan anak anak sekolahan tetangga.

" Kita ikut gak don..? " Tanya ku kepada dony.

" Ah ngapain ikut, gak jelas, udah yuk ah kita cabut ajah pulang.." dony.

" Yaudah deh.." aku.

Aku dan dony pun berjalan menghampiri motor ku untuk pergi pulang, saat hendak aku dan dony mau naik ke motor, tiba tiba saja aku di teriaki oleh teman ku yang sok jagoan itu.

" Woyy, mau pada kemana loe..? loe mau pada pulang, takut loe pada, dasar pengecut, banci loe, besok loe sekolah pake rok aja pecundang.." ucap teman ku yang sok jagoan dengan lantangnya, dan sementara teman temanku yang lainya menertawakan ku dan dony.

Seketika aku terdiam saat dia berkata seperti itu kepada ku dan dony, aku tidak terima di katai seperti itu oleh nya, aku langsung naik emosi, tanpa banyak kata aku langsung berjalan menghampiri dia.

" Maksud loe apa hah bilang gitu hah..? " Ucap ku sambil berjalan mendekatinya.

" Gue gak takut, gue bukan pecundang..." Ucap ku di depan muka dia, lalu dia mendorong ku.

" Apa loe hah, loe berani sama gue hah.." ucap dia.

" B**sat.. gue gak takut sama loe, ayo kalau mau berantem, ayo.." ucap ku menantang dia, lalu teman teman ku menahan kau dan memisahkan ku dengan dia.

" Kalau loe emang berani, kalau emang loe bukan pecundang, loe ikut gue, buktiin kalau loe bukan pecundang.." ucap dia kepadaku.

" Ok, gue ikut.." jawab ku dengan geram menatap dia.

Dan hingga akhirnya aku dan dony ikut bersama mereka pergi tawuran ke tempat yg telah di janjikan, sesampainya di sana, dengan gagahnya teman sok jagoan ku melangkah kan kaki, begitu juga dengan ku dan dony, aku dony dan teman ku itu berjalan peling depan, saat itu lawan kami belum datang, lalu aku berhenti sejenak berdiri tegap dengan gagahnya menuggu kedatangan musuh.

Dan tidak lama kemudian musuh datang yang tak kalah gagah belum lagi  muka nya yg sangar sangar, dan sial nya jumblah mereka jauh lebih banyak dari pasukan ku, namun aku tak gentar meskipun aku kalah jumblah, tapi banyak juga teman ku yang ketukan melihat musuh yang begitu banyak dan wajahnya yang sangar sangar lalu, dia antara kami tidak ada satu pun yang membawa senjata tajam, kami sebagian hanya membawa senjata tumpul balok kayu, dan karena kata teman ku sebelum nya sudah sepakat dengan perjanjian jangan ada yang membawa senjata tajam.

Lalu mereka berhenti beberapa meter di hadapan kami, aku melihat ketua mereka tinggi hitam kusam dan wajahnya yang sangar.

Kami saling bertatapan dengan mereka, lalu teman sok jagoan itu menatap ketua mereka, dan berkata dengan lantang.

" Eh malika, kedelai kacang hitam, inget loe perjanjian kita, kalau ada di antar kita yang curang atau membawa senjata tajam, itu di nyatakan kalah..inget itu .." ucap teman ku. Namun tiba tiba saja orang yang di maksud itu malah ketawa.

" A**jing, malah ketawa lagi loe item, ngeledek ni orang, ok kita serang sekarang, majuuuuuuu...." Ucap temanku menyuruh yang lain nya maju duluan, namun saat dia berteriak majuu, tidak ada satu pun jawaban dari teman teman kami.

Lalu aku dony dan temanku itu nengok ke belakang, rupanya di belakang tidak ada siapa siapa, kami terdiam cenga melihat teman teman kami yang di belakang tidak ada satu pun entah kemana, rupanya mereka semua lari ketakutan, lalu kami saling bertatapan karena bingung entah pada kemana teman teman kami, dan sementara musuh dengan terbahak bahak menertawakan kami, kini hanya tersisa kamu bertiga, aku dony dan teman ku, Lalu teman ku menggengam erat balok kayu yang ia gengam, dan berkata.

" Sialan, jangan takut meskipun kita hanya bertiga, kita lawan mereka, kita buktikan siapa kita.." ucap teman ku dengan geram menatap musuh.

" Emang kita siapa...? " Tanya dony dengan polos nya, dan aku menepuk jidat saat mendengar pertanyaan dony.

" Kita adalah pria punya selera.." ucap teman.

" Kebanyakan ngomong, nih kita jadi nyerang gak nih..? " Ucap ku.

" Jadi.." ucap teman, dan tiba tiba sajah tanpa memberi aba aba dia langsung berlari dan berteriak menyerang musuh sendirian, sementara aku dan dony terdiam cenga melihat teman ku maju sendirian, saat dekat dengan musuh, bukannya menyerang, ia hanya melemparkan balok kayu nya saja ke musuh sambil berlari memutar arah kembali, ia kabur lari kucar kacir menyelamatkan diri,  dan sementara balok kayu yang ia lemparnya itu tidak mengenai musuh, hanya terjatuh di hadapan kaki ketua musuh itu, aku terdiam cenga dengan dony memperhatikan tingkah konyol teman sok jagoan itu.

Kini hanya tersisa aku dan dony.

Dan tiba tiba saja si hitam ketua musuh itu menyuruh teman temanya menyerang kami berdua, dengan gerakan tangan teman temanya langsung berlari menyerang aku dan dony.

" Nih kita gimana sat..." Ucap dony dengan ketakutan.

" Pake nanya lagi, lari bagoooo...." Ucap ku, dan aku langsung berlari, dan dony pun ia juga langsung berlari, dony tertingal oleh ku, aku dan dony berlari sekuat tenaga  melarikan diri dari kejaran musuh.

Saat sedang berlari, tiba tiba kaki dony tersandung dan terjatuh, sementara aku jauh di depan, aku melihatnya terjatuh, dony merasa kasakitan, lalu aku berhenti sejenak dan berteriak menyuruh dony untuk segera bangun, karena musuh semakin dekat, dony pun berteriak kepada ku menyuruhku untuk menunggunya, aku terus berteriak menyuruh dony berdiri dan berlari kembali,  ia mencoba bangkit dan berlari kembali menyusul ku, namun ia tidak bisa lari kencang, ia berlari pelan dengan kakinya yang pincang, dan hingga akhirnya musuh berhasil mengejar dan menangkap dony, dony langsung di keroyok dan di pukuli oleh musuh, aku melihat jelas sahabatku di pukuli, aku tidak terima melihat sahabat ku di perlakukan seperti itu oleh mereka, tanpa pikir panjang aku langsung berlari menghampiri dony untuk menyelamatkanya,  aku pun berusaha sebisa mungkin melawan dan menghajar beberapa dari mereka, meskipun aku tau aku pasti habis oleh mereka dengan jumblah yang banyak itu, dan sementara aku hanya se orang diri melawan mereka.

Saat aku melawan dan menghajar mereka tiba tiba kepala ku terhantam balok kayu oleh mereka, dengan keras balok kayu itu menghamtam kepala ku, lalu darah mengalir deras dari kepala ku hingga pandanganku menjadi samar dan gelap, aku terjatuh terkapar lemah tak berdaya, hingga aku tidak sadarkan diri.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!