NovelToon NovelToon
Aku Kembali Bukan Untuk Mencintaimu Tapi Menghancurkanmu

Aku Kembali Bukan Untuk Mencintaimu Tapi Menghancurkanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:391
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Dulu, Alena percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya—bahkan kesombongan seorang pria yang dingin dan tak tersentuh seperti Arkan. Ia menyerahkan hati, harga diri, bahkan masa depannya demi pernikahan yang ternyata hanya dianggap sebagai kesalahan oleh suaminya sendiri.
Di hari ia kehilangan segalanya, Alena tidak hanya diusir dari rumah—ia juga dikhianati, dipermalukan, dan ditinggalkan dalam kehancuran yang nyaris merenggut nyawanya.
Namun, takdir belum selesai menulis kisahnya.
Lima tahun kemudian, Alena kembali.
Bukan sebagai wanita lemah yang dulu diremehkan, melainkan sebagai sosok baru—misterius, elegan, dan berkuasa. Di balik senyumnya yang tenang, tersimpan rencana yang telah ia bangun dengan sabar: menghancurkan satu per satu kehidupan
orang-orang yang pernah menjatuhkannya… termasuk Arkan.
Ketika Arkan kembali bertemu dengan wanita yang dulu ia buang, ada sesuatu yang berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 — SEMAKIN DALAM, SEMAKIN BERBAHAYA

Malam itu, lampu di ruang kerja Arkan masih menyala.

Jam sudah lewat tengah malam.

Tapi dia belum bergerak dari kursinya.

Meja di depannya penuh dengan dokumen.

Nama yang sama terus muncul di setiap halaman.

Alena.

Dia menyandarkan tubuhnya, menatap langit-langit sebentar.

Lalu tertawa kecil.

“Jadi… kamu siapa sebenarnya?”

Rasa Curiga yang Tidak Bisa Diabaikan

Sejak kemunculan Alena kembali—

Semuanya terasa salah.

Terlalu rapi.

Terlalu terencana.

Dan yang paling mengganggu—

Dia tahu terlalu banyak.

Tentang perusahaan.

Tentang proyek.

Bahkan tentang hal-hal yang seharusnya tidak pernah keluar.

Arkan mengepalkan tangannya.

“Itu bukan kebetulan…”

Dia mengambil satu dokumen.

Laporan transaksi.

Nama perusahaan asing.

Dan satu nama yang terus muncul sebagai perantara—

Leon.

“Mulai dari kamu dulu…” gumamnya.

Jejak Pertama

“Pak, ini data yang Anda minta.”

Asisten pribadinya masuk, membawa tablet.

Arkan langsung mengambilnya.

“Semua tentang pria ini.”

Dia menggeser layar.

Foto Leon muncul.

Profil singkat.

Riwayat bisnis.

Tapi…

tidak lengkap.

“Kenapa datanya kosong?” tanyanya tajam.

Asistennya terlihat ragu.

“Seperti… sengaja dihapus, Pak.”

Arkan terdiam.

Sengaja dihapus?

Itu bukan hal biasa.

“Cari lebih dalam.”

“Baik, Pak.”

Nama yang Tidak Seharusnya Muncul

Arkan kembali melihat dokumen di mejanya.

Satu per satu.

Sampai—

Tangannya berhenti.

Sebuah nama.

Nama lama.

Nama yang sudah lama tidak dia lihat.

Dia menyipitkan mata.

“Ini…”

Tangannya mengambil dokumen itu lebih dekat.

Nama itu muncul dalam laporan lama perusahaan.

Lima tahun lalu.

Bersamaan dengan waktu…

dia menikah dengan Alena.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

“Tidak mungkin…”

Kenangan yang Mulai Retak

Potongan-potongan ingatan mulai muncul.

Wajah Alena dulu.

Senyumnya.

Caranya menatapnya.

Dan sekarang—

Wanita yang kembali itu…

Benar-benar berbeda.

“Dari awal… sudah salah ya?”

Dia bergumam pelan.

Untuk pertama kalinya—

Bukan kemarahan yang muncul.

Tapi…

keraguan.

Langkah Lebih Dalam

“Siapkan mobil.”

Arkan berdiri tiba-tiba.

Asistennya kaget.

“Sekarang, Pak?”

“Sekarang.”

Tempat yang Tidak Pernah Dia Kunjungi Lagi

Mobil berhenti di depan sebuah bangunan tua.

Tidak besar.

Tidak mewah.

Bahkan terlihat hampir ditinggalkan.

Arkan turun perlahan.

Menatap bangunan itu.

Klinik kecil.

Tempat yang tercatat di dokumen lama.

Tempat di mana—

Alena pernah dirawat.

Malam itu.

Malam dia dibuang.

Tangannya mengepal.

Kenapa dia tidak tahu ini?

Saksi yang Masih Hidup

Pintu berderit saat dia masuk.

Seorang pria tua duduk di dalam.

Menatapnya tanpa terkejut.

“Sudah lama tidak ada yang datang ke sini,” katanya santai.

Arkan langsung ke inti.

“Saya mencari seseorang.”

Pria itu mengangkat alis.

“Semua orang yang datang ke sini mencari sesuatu.”

Arkan menahan emosi.

“Lima tahun lalu. Seorang wanita. Hujan deras. Kondisinya buruk.”

Sunyi.

Pria itu menatapnya lebih lama.

Lalu tersenyum tipis.

“Akhirnya… ada yang mencarinya juga.”

Kebenaran Pertama

Arkan membeku.

“Apa maksudmu?”

Pria itu berdiri perlahan.

“Dia hampir mati malam itu.”

Kalimat itu…

langsung menghantam.

Arkan tidak bergerak.

“Kalau saya terlambat sedikit saja… dia tidak akan selamat.”

Suasana jadi sunyi.

Berat.

“Kenapa… saya tidak tahu?”

Suara Arkan lebih pelan sekarang.

Hampir seperti bisikan.

Pria itu tertawa kecil.

“Karena tidak ada yang mau kamu tahu.”

Petunjuk yang Membuka Luka

“Dia tidak sendirian setelah itu,” lanjut pria itu.

Arkan langsung mengangkat kepala.

“Ada seseorang yang datang.”

“Siapa?”

Pria itu menatapnya tajam.

“Orang yang memastikan dia bangkit… bukan untuk hidup biasa.”

Jantung Arkan berdetak keras.

“Siapa orang itu?!”

Pria itu tersenyum.

“Terlalu cepat untuk kamu tahu.”

Potongan Puzzle yang Berbahaya

Arkan keluar dari tempat itu dengan langkah cepat.

Pikirannya kacau.

Alena hampir mati?

Dan dia tidak tahu?

Tangannya mengepal.

Lebih kuat dari sebelumnya.

“Siapa yang menyembunyikan ini dariku…”

Dan kenapa?

Kembali ke Permainan

Sementara itu—

Di tempat lain.

Aku duduk santai di sofa, membaca laporan.

Leon berdiri di dekat jendela.

“Dia sudah mulai bergerak.”

Aku tidak mengangkat kepala.

“Secepat yang aku harapkan.”

“Dia ke klinik itu.”

Tanganku berhenti.

Sebentar.

Lalu aku tersenyum.

“Bagus.”

Leon menatapku.

“Kamu sengaja meninggalkan jejak itu.”

Aku menutup file.

Menatapnya.

“Kalau tidak… dia tidak akan percaya.”

Hampir Menyentuh Kebenaran

“Dia sudah dekat,” kata Leon pelan.

Aku berdiri.

Berjalan ke jendela.

Menatap kota.

“Belum cukup dekat.”

Aku memiringkan kepala sedikit.

“Masih ada satu lapisan lagi.”

Leon menghela napas.

“Kalau dia menemukan semuanya…”

Aku tersenyum.

Kali ini—

lebih dingin.

“Dia tidak akan siap.”

Akhir yang Menggantung

Di malam yang sama—

Arkan kembali ke ruang kerjanya.

Membuka semua dokumen lagi.

Menelusuri semuanya dari awal.

Dan di tengah tumpukan itu—

Dia menemukan satu file yang sebelumnya tidak dia perhatikan.

Tangannya membuka perlahan.

Dan saat dia membaca isinya—

Matanya melebar.

“Ini…”

Nama itu muncul lagi.

Nama yang sama.

Yang terhubung dengan—

Alena.

Dan…

ibunya sendiri.

Sunyi.

Total.

Jantungnya berdetak keras.

Potongan puzzle mulai menyatu.

Tapi belum lengkap.

Belum utuh.

Dan justru itu—

yang membuat semuanya terasa lebih berbahaya.

Arkan menutup file itu perlahan.

Tatapannya berubah.

Tidak lagi hanya curiga.

Tapi…

siap untuk perang.

“Kalau ini benar…”

bisiknya pelan.

“Semua yang aku tahu… bohong.”

Dan di saat yang sama—

Aku berdiri di depan jendela, tersenyum tipis.

Karena aku tahu—

Dia sudah mulai masuk terlalu dalam.

Dan begitu dia menemukan kebenaran sepenuhnya…

Tidak akan ada jalan keluar lagi.

Permainan ini… hampir mencapai titik yang tidak bisa dikembalikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!