NovelToon NovelToon
GOMA: THE REBORN

GOMA: THE REBORN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Action
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati di puncak gunung Goma justru terbangun di dasar neraka sebagai tengkorak rapuh tanpa daging. Demi kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan Goma mulai membantai iblis dan memangsa tubuh mereka. Setiap nyawa yang ia telan menumbuhkan otot serta kulit baru di atas tulangnya. Ini bukan hanya tentang bertahan hidup namun tentang pendakian berdarah dari dasar jurang menuju singgasana para dewa yang telah menghina takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Filosofi Berat Dan Keseimbangan

Episode 4

Aku berdiri diam di bawah naungan pohon tulang raksasa yang dahannya meliuk liuk seperti jari tangan manusia yang sedang memohon ampun. Di tempat ini udara terasa sangat berat seolah olah setiap molekul oksigen yang masuk ke dalam rongga dadaku membawa beban dari ribuan jiwa yang sudah hancur menjadi debu. Aku melihat ke arah tangan kiriku yang kini sudah tidak lagi hanya berupa tulang putih kusam. Jaringan otot merah yang baru tumbuh itu berdenyut dengan irama yang sangat pelan memberikan warna kehidupan pada tubuh yang seharusnya sudah mati ini.

Rasanya sangat berbeda. Lengan kiri ini sekarang memiliki massa. Aku bisa merasakan gravitasi menariknya ke bawah. Ini adalah perasaan yang sangat kurindukan sekaligus sangat menakutkan karena aku mulai kehilangan jati diriku sebagai manusia seutuhnya.

Aku mencoba mengepalkan telapak tanganku. Gerakannya terasa sangat halus. Tidak ada lagi suara gesekan tulang yang kering serta kaku. Sekarang yang terdengar adalah suara otot yang bergeser di atas permukaan kalsium. Aku menoleh ke arah Kharis yang sedang asyik terbang mengelilingi sebuah kristal sumsum yang tumbuh di akar pohon.

"Kharis beritahu aku. Berapa lama biasanya seorang Meat Stitcher tingkat awal sepertiku bisa bertahan di wilayah luar Gehenna ini sebelum mereka menjadi gila karena rasa lapar yang terus menerus."

Kharis berhenti terbang kemudian menatapku dengan mata ungunya yang redup. Ia tampak sedang memikirkan jawaban yang tepat agar tidak membuatku merasa tertekan.

"Itu tergantung pada kekuatan mentalmu Goma. Kebanyakan dari mereka akan kehilangan akal sehatnya dalam hitungan hari karena mereka hanya fokus memakan apa pun yang ada di depan mata tanpa memikirkan struktur tubuh. Tapi kau kau sangat berbeda. Kau membangun tubuhmu seperti seorang arsitek yang sedang merancang sebuah bangunan megah."

Aku tersenyum tipis meskipun tanpa bibir yang sempurna senyuman itu mungkin hanya terlihat seperti retakan pada tengkorak. Aku mencoba berjalan beberapa langkah ke arah depan. Tanah di bawah kakiku terasa lebih nyata sekarang. Berkat otot paha yang sudah tumbuh aku bisa menapakkan kaki dengan lebih mantap. Aku tidak lagi merasa seperti selembar kertas yang bisa diterbangkan oleh angin neraka.

[ SISTEM: ANALISIS KESEIMBANGAN TUBUH SELESAI ]

[ SISTEM: DISTRIBUSI MASSA OTOT: LENGAN KANAN 85 % LENGAN KIRI 70 % ]

[ SISTEM: DISARANKAN UNTUK MEMPERKUAT OTOT INTI PADA BAGIAN PERUT DAN PUNGGUNG BAWAH ]

Otot inti. Sebagai pendaki aku tahu bahwa kekuatan sebenarnya bukan berasal dari lengan melainkan dari perut dan pinggang. Tanpa otot inti yang kuat aku tidak akan bisa melakukan pendakian yang stabil di tebing yang curam.

"Kharis di mana aku bisa menemukan mahluk yang memiliki jaringan otot perut yang kuat. Aku merasa bagian tengah tubuhku masih sangat rapuh. Jika ada serangan yang menghantam tulang belakangku maka aku akan hancur seketika."

Kharis terbang mendekat ke arah dadaku. Ia menunjuk ke arah utara di mana kabut abu abu terlihat lebih tebal serta mengeluarkan suara gemuruh yang rendah.

"Jika kau mencari kekuatan inti maka kau harus mencari mahluk bernama Shell Crab Demon di area Rawa Sumsum. Mereka memiliki otot perut yang sangat tebal untuk menahan cangkang tulang mereka yang sangat berat. Tapi hati hati Goma. Rawa itu sangat licin serta dipenuhi oleh gas beracun yang bisa melelehkan kalsiummu."

Aku mengangguk paham. Aku mulai melangkah menuju arah yang ditunjukkan oleh Kharis. Setiap langkah yang kuambil kini terasa lebih terukur. Aku mencoba menerapkan teknik pendakian gunung dalam setiap langkahku di daratan yang tidak rata ini. Aku menggunakan ujung kaki tulanku untuk mencari pijakan yang stabil sebelum memindahkan seluruh berat badanku.

Di sepanjang perjalanan aku melihat banyak hal yang mengerikan. Ada kerangka kerangka kecil yang sedang berusaha memanjat pohon tulang hanya untuk jatuh kembali karena tulang tangan mereka patah. Ada juga mahluk mahluk asap seperti Kharis yang sedang berbisik bisik di balik bayang bayang mencari jiwa yang lemah untuk disesap. Gehenna benar benar sebuah tempat yang tidak mengenal belas kasihan.

Tiba tiba tanah di bawah kakiku terasa bergetar. Getaran itu sangat halus namun indera syaraf baruku mampu menangkapnya dengan sangat jelas. Aku segera berhenti serta merendahkan posisi tubuhku.

"Kharis ada sesuatu yang besar di bawah tanah ini."

[ SISTEM: PERINGATAN GETARAN FREKUENSI RENDAH TERDETEKSI ]

[ SISTEM: MAHLUK TERSEMBUNYI: MARROW LARVAE (LARVA SUMSUM) ]

[ SISTEM: ESTIMASI UKURAN: 5 METER ]

Dari balik pasir abu abu muncul sebuah mahluk berbentuk ulat raksasa yang tubuhnya dilapisi oleh kepingan kepingan tulang yang tajam. Ia tidak memiliki wajah hanya sebuah lubang besar di bagian depan yang dipenuhi oleh ribuan gigi kecil yang terus berputar. Mahluk ini adalah penghuni bawah tanah yang suka memakan sisa sisa energi dari akar pohon tulang.

"Goma jangan biarkan dia menarikmu ke bawah tanah. Jika kau terseret masuk maka kau akan mati lemas di dalam lautan abu."

Aku segera melompat ke arah samping saat larva itu mencoba menerjang dari bawah kakiku. Aku menggunakan tangan kananku untuk mencengkeram dahan pohon tulang terdekat kemudian mengayunkan tubuhku ke atas. Teknik ayunan ini sangat mirip dengan saat aku menggunakan tali di tebing tinggi.

"Sial dia sangat cepat untuk ukuran mahluk sebesar itu."

Larva itu kembali masuk ke dalam pasir kemudian muncul kembali di titik yang berbeda. Ia seolah olah sedang mempermainkan aku. Aku menyadari bahwa jika aku terus menghindar maka aku akan kehabisan energi esensi. Aku harus memancingnya untuk keluar sepenuhnya dari dalam tanah.

"Kharis gunakan asapmu untuk menutupi permukaan pasir di sekitarku. Buat dia bingung dengan getaran palsu."

Kharis mengerti maksudku. Ia segera terbang rendah kemudian melepaskan kabut hitam yang sangat pekat di atas pasir. Ia juga memukul mukul permukaan batu di sekitarnya untuk menciptakan gangguan suara. Mahluk larva itu mulai bingung. Ia melesat keluar dari tanah di tempat yang salah.

Sekarang atau tidak sama sekali.

Aku melepaskan cengkeramanku dari pohon kemudian jatuh bebas tepat di atas punggung larva tersebut. Aku menggunakan belati kristalku untuk menusuk celah di antara kepingan tulangnya.

Jleb.

Cairan hijau berbau busuk menyemprot keluar. Larva itu menjerit dengan suara yang menggetarkan tulang rusukku. Ia mulai menggeliat dengan sangat liar mencoba menjatuhkanku. Namun aku sudah mengunci kakiku pada lekukan tubuhnya. Tangan kiriku yang sudah berotot mencengkeram erat kepingan tulang punggungnya sementara tangan kananku terus menghujamkan belati berkali kali.

"Makan ini dasar ulat sampah."

Aku terus menusuk hingga aku menemukan pusat syarafnya yang berwarna biru terang. Tanpa ragu aku merobek bagian itu kemudian menghisap esensi yang ada di dalamnya secara langsung.

[ SISTEM: MENGONSUMSI MARROW LARVAE ]

[ SISTEM: ESENSI CAIRAN REGENERASI DIDAPATKAN ]

[ SISTEM: MEMULAI PROSES PENYEMBUHAN RETAKAN TULANG ]

[ SISTEM: STATUS EVOLUSI: 15 % MENUJU TAHAP BERIKUTNYA ]

Aku merasakan sensasi dingin yang sangat nyaman merambat ke seluruh tubuhku. Retakan retakan kecil pada tulang kakiku mulai menutup secara otomatis. Rasa lelah yang tadi sempat kurasakan hilang seketika digantikan oleh tenaga baru yang meluap luap. Namun aku merasa sedikit kecewa karena evolusi ini tidak langsung menumbuhkan otot perut yang kuinginkan.

"Jangan kecewa Goma. Larva itu hanya memberikanmu ketahanan tulang. Untuk otot perut kau tetap harus mencari Shell Crab itu di rawa," ujar Kharis seolah tahu apa yang sedang kupikirkan.

Aku berdiri di atas bangkai larva yang sudah mengering tersebut. Aku melihat ke arah tanganku. Kulit di lengan kiriku sekarang sudah mulai menebal hampir sama dengan lengan kananku. Keseimbangan tubuhku sekarang berada pada tingkat yang jauh lebih baik daripada satu jam yang lalu.

"Mari kita lanjutkan Kharis. Aku tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi di hutan ini. Rawa Sumsum masih sangat jauh bukan."

"Sekitar beberapa kilometer lagi Tuan Pendaki. Tapi ingat di rawa itu kau tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan otot. Kau harus menggunakan otakmu seperti saat kau memanjat tebing yang rapuh."

Aku mulai berjalan kembali menyusuri Hutan Sumsum yang seolah tidak ada ujungnya ini. Setiap kali aku melangkah aku merasakan otot otot pahaku bekerja dengan sangat efisien. Aku mulai menikmati sensasi menjadi mahluk yang memiliki daging kembali. Meskipun jalanku masih panjang namun aku merasa setiap inci pertumbuhan ini membawaku lebih dekat ke pintu keluar neraka ini.

Ibu Widya setiap rintangan yang kulewati di Gehenna ini hanyalah latihan bagiku untuk menjadi lebih kuat. Aku akan memastikan bahwa saat aku kembali nanti tidak akan ada satu pun mahluk yang bisa menyakiti kalian lagi.

Aku menatap langit ungu di atas sana yang seolah olah sedang menertawakan perjuanganku. Aku mengepalkan kedua tanganku dengan sangat erat. Jika Dewa memang ingin aku menderita di sini maka aku akan mengubah penderitaan ini menjadi tangga untuk naik ke atas langit serta menghancurkan singgasana mereka yang sombong itu.

Langkahku kini semakin cepat. Suara gesekan pasir abu abu di bawah kakiku terdengar seperti musik yang memicu semangatku. Goma sang pendaki kini telah benar benar lahir kembali sebagai mahluk pemburu yang haus akan evolusi. Aku tidak akan berhenti sampai seluruh Gehenna ini bergetar saat mendengar namaku disebutkan.

Perjalanan berlanjut di bawah pengawasan mata mata yang bersembunyi di balik pohon pohon tulang yang gelap. Rahasia besar neraka ini mulai terbuka sedikit demi sedikit seiring dengan tumbuhnya daging di tubuhku yang tadinya hanya berupa tulang belulang kering.

1
diy
hadir thor🤭
diy
tetap semangat 💪
M Agus Salim: siap💪
total 1 replies
diy
hmmm menarik☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
semakin menarik ☕
M Agus Salim: terima kasih sudah mampir untuk membaca karya novelku 🙏
total 1 replies
diy
dibanyakin dong bab nya hehe 🤭
diy
semangat author💪
M Agus Salim: selalu 💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!