NovelToon NovelToon
Istri Bayaran Ceo Tampan

Istri Bayaran Ceo Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: muliyana setia reza

"Menikahlah denganku dan akan kupastikan semua kebutuhanmu kupenuhi tanpa terkecuali."

Sebuah tawaran yang tentu saja tidak akan bisa ditolak oleh Calista mengingat ia butuh uang untuk pengobatan Ibunya yang sudah lama menderita penyakit jantung.

Rupanya tawaran dari Dennis Satrya memiliki syarat yang cukup sulit. Yaitu, membuat Calista harus dibenci oleh keluarga Dennis.

Bagaimana kisahnya? Mari ikuti dan simak cerita mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

Gedung mewah di jantung Jakarta itu disulap menjadi hutan kristal yang megah. Ribuan bunga lili putih dan mawar merah darah menghiasi setiap sudut, menciptakan kontras yang tajam antara kesucian dan ambisi. Malam itu, Calista berdiri di depan cermin besar ruang rias pengantin. Ia tidak lagi mengenakan seragam SMA yang kusam atau kaos oblong favoritnya. Tubuhnya kini dibalut gaun pengantin *couture* berwarna putih tulang dengan ribuan payet yang berkilauan setiap kali ia bergerak.

Wajahnya yang polos telah disulap menjadi mahakarya seorang penata rias ternama. Matanya dipertegas dengan *eyeliner* tajam, dan bibirnya dipulas warna merah marun yang pekat. Ia tampak seperti seorang ratu yang dingin, siap untuk memerintah, namun di balik itu semua, jemarinya yang tersembunyi di balik buket bunga menggigil hebat.

"Kau tampak sempurna," suara bariton Denis memecah keheningan. Pria itu berdiri di ambang pintu dengan tuksedo hitam yang membuatnya tampak sangat maskulin sekaligus berbahaya. "Ingat, malam ini adalah panggung utamamu. Jangan biarkan satu pun dari mereka merasa menang darimu."

Calista menarik napas panjang, menatap pantulan Denis di cermin. "Aku akan melakukannya, Mas Denis. Demi Ibu."

"Bagus. Karena mulai detik ini, kau adalah Nyonya Satrya. Kekuasaanku adalah kekuasaanmu."

***

Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat namun terasa hampa bagi Calista. Saat ia mengucapkan janji dan mencium tangan pria di hadapannya, ia tahu bahwa ia baru saja menyerahkan kemerdekaannya. Namun, bagi keluarga Satrya yang duduk di barisan depan, pemandangan itu adalah sebuah deklarasi perang. Susi menatap dengan mata yang menyipit penuh kebencian, sementara Puput terus memainkan ponselnya dengan senyum licik yang tak kunjung hilang.

Resepsi dimulai dengan kemegahan yang memuakkan. Ratusan tamu dari kalangan pengusaha dan pejabat hadir, bersulang untuk pasangan baru yang mereka anggap sebagai pasangan paling serasi tahun ini. Namun, di sudut ruangan, sebuah rencana jahat sedang dimatangkan.

Puput mendekati ibunya sambil berbisik dengan nada penuh konspirasi. "Mama, tenang saja. Aku sudah menyiapkan kado spesial untuk pengantin 'murahan' itu. Malam ini, dia akan keluar dari gedung ini dengan wajah tertutup malu."

Susi menyeringai, menyesap sampanyenya. "Pastikan itu hancur berantakan, Puput. Mama tidak tahan melihatnya berlagak seperti nyonya besar di depan teman-teman sosialitaku."

Saat acara puncak tiba, yaitu sesi pemberian ucapan dan testimoni dari keluarga, Puput melangkah maju ke atas panggung dengan mikrofon di tangannya. Ia tampak manis dengan gaun merah jambunya, namun matanya berkilat penuh muslihat.

"Perhatian semuanya," ujar Puput dengan suara yang dibuat selembut mungkin. "Sebagai adik dari Mas Denis, aku ingin memberikan kejutan kecil untuk kakak iparku tersayang, Calista. Karena Mas Denis begitu tertutup soal latar belakang istrinya, aku berinisiatif mencari tahu sendiri siapa sebenarnya wanita yang masuk ke keluarga kita ini."

Lampu aula meredup. Sebuah layar raksasa di belakang pelaminan menyala. Calista merasakan jantungnya mencelos, namun Denis tetap tenang, ia justru merangkul bahu Calista dengan erat.

Video dimulai. Namun, bukannya bukti kemiskinan Calista yang muncul, layar itu justru menampilkan rekaman CCTV rahasia dari sebuah butik perhiasan mewah dan rekaman suara yang mengejutkan.

Dalam video itu, terlihat Puput sedang berada di butik beberapa hari lalu. Ia terekam jelas sedang memasukkan sebuah kalung berlian ke dalam tas belanja seorang pengunjung lain, lalu dengan sengaja berteriak memanggil keamanan untuk menuduh orang tersebut mencuri. Tak berhenti di situ, rekaman suara menyusul suara Puput dan Susi yang sedang membicarakan rencana untuk menyewa orang guna merusak gaun pengantin Calista dan menyebarkan fitnah tentang kehamilan di luar nikah.

"Mama, nanti pas dia jalan ke pelaminan, aku sudah suruh orang buat tumpahin anggur merah ke gaun putihnya. Biar dia dipermalukan di depan semua pejabat," suara Puput terdengar menggema dengan sangat jernih.

"Bagus, sayang. Dan jangan lupa soal gosip itu. Kita harus buat semua orang percaya kalau dia cuma perempuan murahan yang menjebak Denis," sahut suara Susi dalam rekaman itu.

Aula yang tadinya meriah seketika senyap seperti kuburan. Ribuan pasang mata kini menatap ke arah panggung dengan ngeri dan jijik. Susi yang tadinya duduk dengan angkuh, kini pucat pasi hingga gelas sampanyenya jatuh dan pecah di lantai marmer. Puput membeku di atas panggung, mikrofon di tangannya bergetar hebat.

"I-itu... itu bukan! Itu editan!" teriak Puput histeris, namun layar justru menampilkan log percakapan WhatsApp dari ponsel Puput sendiri yang sedang bernegosiasi dengan penyebar fitnah.

Calista menoleh ke arah suaminya dengan tatapan tak percaya. Denis hanya tersenyum tipis, sangat tipis. "Aku sudah bilang padamu, Calista. Di rumah ini, aku adalah sutradaranya. Mereka pikir mereka bisa menjebakmu, padahal mereka sendiri yang masuk ke dalam lubang yang mereka gali."

Calista berdiri, melangkah maju ke depan panggung mendekati Puput yang sudah menangis ketakutan. Dengan gerakan anggun, Calista mengambil mikrofon dari tangan Puput yang lemas.

"Terima kasih atas 'kejutan' videonya, Puput," suara Calista terdengar sangat tenang namun berwibawa. "Ternyata benar kata Mas Denis, keluarga Satrya penuh dengan kejutan yang luar biasa. Sayangnya, kejutan ini justru mengungkap betapa busuknya hati orang-orang yang selama ini mengaku sebagai pemegang etika tertinggi."

Calista kemudian menatap ke arah Susi yang kini berusaha menutupi wajahnya dengan tas tangan. "Nyonya Susi, saya pikir Anda sibuk mengajari putri Anda tata krama. Ternyata Anda justru sibuk mengajarinya cara memfitnah dan menjebak orang lain. Apakah itu bagian dari silsilah keluarga yang Anda banggakan?"

Para tamu mulai berbisik-bisik riuh. Skandal ini akan menjadi berita utama besok pagi, menghancurkan reputasi sosialitas yang selama ini mereka bangun dengan susah payah.

"Security," panggil Denis dengan suara yang menggelegar. "Bawa adikku dan ibu tiriku keluar dari gedung ini sekarang juga. Mereka telah mencemari pesta pernikahanku dengan niat buruk mereka. Mulai besok, mereka dilarang menginjakkan kaki di aset Satrya mana pun sampai waktu yang tidak ditentukan."

Susi dan Puput diseret keluar di depan semua tamu undangan. Mereka yang tadinya ingin mempermalukan Calista, kini justru keluar dari pesta dengan kehormatan yang sudah hancur lebur di bawah kaki pengantin yang mereka remehkan.

Setelah keributan mereda, Denis membawa Calista kembali ke apartemen penthouse mereka. Di dalam kamar yang luas dan dingin itu, Calista duduk di tepi ranjang, masih mengenakan gaun pengantinnya yang megah.

"Kenapa melakukan itu? Kenapa tidak memberitahuku?" tanya Calista lirih.

Denis membuka kancing tuksedonya, menatap Calista dengan tatapan yang sulit diartikan. "Karena aku ingin kau melihat sendiri bagaimana cara bekerja di dunia ini, Calista. Kau harus menjadi kejam sebelum orang lain menghancurkanmu. Malam ini, kau sudah memenangkan pertempuran pertama."

Pria itu mendekat, mencengkeram dagu Calista dengan lembut namun posesif. "Sekarang, semua orang menghormatimu karena mereka takut padamu. Dan itu adalah posisi terbaik yang bisa kau miliki di keluarga ini."

Calista mengangguk, menyadari bahwa hidupnya kini telah berubah total. Namun, saat pria itu mulai mendekat untuk menagih janji 'urusan ranjang' yang telah disepakati, Calista memejamkan mata. Ia tahu, mahkota yang ia pakai malam ini adalah mahkota berduri, dan ia harus siap terluka demi mempertahankan apa yang ia cintai.

Mohon dukungannya 🥰🙏❤

1
partini
ngeri ini laki laki macam pesikopat
Sastri Dalila
👍👍👍 seruu juga thor
Sastri Dalila
👍👍👍seru kyknya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!