NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

005

Setelah melakukan pendakian yang sungguh menguras tenaga dan emosi, akhirnya Mary dan Jijah sudah sampai di depan gerbang sebuah rumah yang berada di atas bukit.

Satu-satunya rumah yang berada di atas bukit yang di kelilingi kebun sayur-sayuran.

Terlihat beberapa pekerja di ladang memanen hasil kubis, timun, labu, dan aneka sayuran lainnya.

“Jijah, kau sungguh yakin ini rumah Tuti?” Tanya Mary.

“Yakin, ini satu-satunya rumah di atas bukit, jadi tidak mungkin salah rumah,” jawab Jijah.

“Apa rumah ini tidak ada bel-nya?” Mary bertanya-tanya sambil mencari-cari tombol bel.

“Tuti! Tuti!” Jijah berseru.

“Jijah! Kok teriak-teriak begitu? Sungguh tidak sopan!” Tegur Mary.

“Kalau tidak dipanggil, biar sampai tahun depan kita di sini tidak akan dibukakan pintu,” sahut Jijah.

“Jijah, jangan malu-maluin begitu,” cibir Mary.

“Malu? Untuk apa? Kita lho tidak mencuri,” sahut Jijah.

“Tuti! Tuti!” Seru Jijah lagi.

“Cari siapa Non?” 

Seorang bapak paruh baya menghampiri Mary dan Jijah.

“Tuti,” sahut Jijah.

Mary langsung mencubit lengan Jijah.

“Maaf Pak, apa Roseo ada di rumah?” Tanya Mary.

“Oh, Mas Ros, sebentar ya, beliau masih di kebun,” sahut bapak paruh baya itu.

“Mas Ros! Mas Ros! Ada perempuan cantik yang mencari Mas Ros!” 

Mary terkejut mendengar bapak paruh baya itu berseru.

“Perempuan cantik? Haha, tentu saja!” Jijah tertawa.

“Sebentar ya, bapak panggilkan,” kata si bapak bergegas pergi.

Bapak paruh baya itu pun menuruni lereng menuju ke kebun kubis untuk menghampiri Roseo yang sedang sibuk menyusun kubis-kubis hasil panen di dalam karung.

“Mas Ros, ada perempuan cantik yang mencari Mas,” kata si bapak sumringah.

“Siapa Pak Dadang?” Tanya pekerja lain.

“Tidak tahu, wajahnya asing, orangnya cantik sekali, saya belum pernah lihat yang secantik itu di kampung ini,” jawab Pak Dadang.

“Serius Pak?! Secantik apa?”

Para pekerja langsung terpancing dengan embel-embel perempuan cantik.

“Yuk, kembali bekerja, sebentar lagi kubisnya harus dikirim,” kata Roseo.

“Mas Ros, jangan biarkan perempuan cantik menunggu,” kata Pak Dadang.

Roseo menghela nafas berat melihat para pekerja seakan hendak melihat perempuan cantik yang disebutkan Pak Dadang.

“Baiklah, tapi semua kubis harus sudah selesai dikemas begitu saya kembali,” kata Roseo.

Roseo segera memanggul dua karung besar berisi kubis, membawanya ke rumahnya.

Matanya langsung tertuju pada dua orang wanita yang sudah menunggu di depan gerbang rumahnya.

Ia langsung melemparkan tatapan sinis pada wanita yang sudah begitu merepotkannya saat wanita itu menumpang bersamanya.

“Hai, Tuti!” Sapa Jijah.

Jijah menyapa teman sekelasnya itu.

“Jijah,” Mary menyeringai sambil kembali mencubit lengan Jijah.

“Aduh, Mary, sakit,” keluh Jijah.

Mary masih menyeringai memandangi pria yang sedang memanggul dua karung besar berisi kubis di bahunya. Wajah dan tangan pria itu belepotan lumpur, begitu juga dengan kaus oblong berwarna hitam yang dikenakannya penuh dengan lumpur. Rambut hitamnya yang gondrong diikat asal-asalan ke belakang.

Seketika Mary langsung menciut dan kehilangan keberaniannya untuk bicara. Pria itu terlihat makin menyeramkan dibanding saat mereka terakhir bertemu minggu lalu.

“Apa yang membawa kalian kemari?” Tanya Roseo dengan nada dingin.

“Aduh, Tuti, jangan galak-galak begitu, sudah lama kita tidak bertemu, terakhir seingatku di acara pesta pernikahanmu yang ketiga sepuluh tahun lalu,” Jijah menyeringai mencairkan suasana.

Ekspresi Roseo makin masam mendengar ucapan Jijah.

“Jah, kok bicara begitu, nanti dia makin marah. Kita ini mau minta tolong, harusnya baik-baik,” bisik Mary.

“Hehe,” Jijah kembali menyeringai bagai kuda.

“Ehem, a-anu Ros,” kata Mary.

Mary merasa tubuhnya gemetaran karena pria itu langsung melemparkan tatapan sinis dengan alis terangkat sebelah.

Mary langsung terdiam, seketika ia jadi merasa tidak sanggup meminta bantuan karena yakin pria itu pasti akan menolak dimintai tolong.

Brugh…

Mary terkejut saat pria itu menjatuhkan dua karung kubis dari bahunya.

“Kalian jangan main-main! Aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian!” 

Mary langsung memeluk lengan Jijah, jantungnya langsung berdebar tak karuan.

Pria itu benar-benar makin menakutkan saat mulai naik pitam.

“Jijah, pergi yuk,” ajak Mary.

“Lho, kok pergi?!” Kata Jijah.

“Aku takut,” bisik Mary.

“Astaga,” Jijah mendelik gusar.

“Hei, Tuti! Tidak usah sok galak begitu. Sepupuku ini mau minta tolong, kapan kau akan ke kota?” Tanya Jijah.

“Dia mau ke kota lagi?” Roseo balik bertanya.

“Tidak, dia justru tidak boleh pergi ke kota lagi,” jawab Jijah.

“Ehem, Jijah,” Mary berdeham.

Mary kembali menatap ke arah Roseo. Mary berusaha mengumpulkan keberaniannya yang sempat ambyar agar kembali fokus. Hanya saja sekarang ia ingin tertawa melihat gigi menggemaskan pria itu. Mary jadi ingin mencabutnya seperti mencabut benang pada pola yang salah jahit.

“Ehem, Roseo, katanya kau buka jasa titip ya?” Tanya Mary.

“Siapa yang bilang begitu?” Tanya Roseo.

“Aku. Aku lihat sendiri kau membawakan barang-barang dari kota,” jawab Jijah.

“Aku minta tolong padamu. Kau pasti tahu kan, kalau aku kehilangan barang-barang pribadiku dalam perjalanan kemarin. Dan aku tidak bisa mendapatkan kembali barang-barang itu di sini, jadi, aku minta tolong padamu untuk membeli dan membawa barang-barang itu,” Mary menjelaskan.

“Barang-barang pribadi?” Tanya Roseo.

“Ya, selama tinggal di sini Mary bahkan tidak mandi pakai sabun karena tidak ada sabun merk A, dan dia juga tidak gosok gigi pakai pasta gigi A karena di sini tidak ada yang jual,” Jijah menyahut.

“Haha, ya ampun Jijah, mulutmu,” cibir Mary.

“Lho, aku bicara apa adanya. Nyatanya memang seperti itu,” sahut Jijah.

“Huh, kenapa kau tidak pergi sendiri saja,” tukas Roseo.

“Sudah kubilang, Mary dilarang orang tuanya untuk pergi ke kota, nanti dia kabur lagi seperti dua puluh tahun yang lalu,” cerocos Jijah.

Mary melihat ekspresi sinis yang lagi-lagi di lemparkan Roseo padanya.

“Roseo, intinya kau mau menolongku atau tidak?” Tanya Mary.

“Aku pasti akan membayarmu, kau tidak perlu takut aku akan kabur. Aku tidak akan kemana-mana, aku ada di rumah orang tuaku. Jadi, katakan saja, aku harus membayarmu berapa?” Tanya Mary.

“Akan kubayar ganda untuk harga per barang dan harga jasa titipnya,” Mary menawarkan.

“Tuti, tolonglah, kasihan sepupuku ini, sesama teman lama harus saling menolong,” kata Jijah.

Roseo terlihat berpikir keras.

“Lima kali lipat, itu harga dariku,” kata pria itu.

“Apa?! Lima kali lipat?!” Mary terperangah.

“Dasar lintah darat,” berang Mary.

“Tidak mau, ya tidak usah,” sahut Roseo.

“Wah, wah, kau ini benar-benar mencari untung sebesar-besarnya, buat modal menikah lagi ya?!” Ceplos Jijah.

Ekspresi Roseo terlihat makin masam mendengar ceplosan Jijah.

“Lima kali lipat, astaga! Apa kau tahu, harga barang-barang pribadiku itu sudah cukup mahal, kalau sampai lima kali lipat, berat,” keluh Mary.

“Sore ini aku berangkat ke kota, jadi, berikan saja daftar lengkap dan jelas. Dan aku perlu uang muka lima puluh persen dibayar di muka,” kata Roseo.

“Yah, itu, kalau kau memang mau,” sahut Roseo sambil mengangkat kembali karung kubis ke bahunya.

Pria itu pun segera memasuki gerbang rumahnya, meninggalkan Mary dan Jijah yang saling melemparkan pandangan.

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!