NovelToon NovelToon
Wasiat Terakhir Ibu

Wasiat Terakhir Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

🍀AYO, MAMPIR 🍀
Galang Langit jatmika sama sekali tidak mengenal sosok Hanum Sekar Salsabila.

Tapi di ranjang kematian ibunya, ia di paksa mengucap ijab Kabul untuk menikahi gadis itu.

"Nikahi Sekar, jaga gadis itu untuk ibu."

Pernikahan tanpa cinta, masa lalu yang datang, dan rumah tangga yang semakin terasa hambar.

Tapi bagaimana kalau wasiat itu justru jadi jalan satu-satunya untuk menyembuhkan hati mereka berdua yang penuh luka?


Yuk, cari jawabannya di sini 🍀

°°°°°°°°

Jangan lupa subscribe, like, vote, dan komen🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode, 34. Trauma

"Jadi...tunggu dulu," Ardi menyandarkan punggungnya ke dinding sambil tertawa lebar. "Maksudmu, istrimu lagi hamil?"

Galang yang berdiri di dekat kaca besar ruangan itu memutar bola matanya. Seperti biasa, anak ini akan keluar dari jalur pembahasan sebelum ia menjelaskan.

"Ya ampun, Galang!" Ardi menepuk bahu sahabatnya. "Baru nikah tiga bulan langsung isi. Cepet juga kerja kamu, Lang."

Galang menghela napas panjang. "Ardi."

"Hmm?" sahutnya seraya menatap sahabatnya dengan wajah kagum.

"Sekar nggak hamil," ujarnya.

Senyum di wajah Ardi langsung memudar. "Lah, terus?"

"Makanya dengerin dulu, jangan langsung di potong omongan orang," cerocosnya.

Ardi berdeham pelan, merasa sedikit malu karena salah menangkap maksud pembicaraan ini.

"Sorry, terus gimana?"

Galang menatap halaman rumah sakit yang terlihat dari balik kaca besar. Ambulans berlalu perlahan di area parkir, ia menatap sejenak ke arah langit Garut yang sore ini tampak mendung.

"Beberapa tetangga mulai menyebarkan gosip," ucap Galang melanjutkan ceritanya.

"Gosip apaan?"

"Mereka bilang, Sekar mandul." Ucapnya hampir mendesah karena merasa salah.

Wajah Ardi langsung berubah. "Apa? Terus istrimu gimana?"

Galang melirik sahabatnya sekilas dan kembali menatap luar dari balik kaca besar.

"Hanya karena kami belum punya anak, mereka dengan pongah mengata-ngatai Sekar." Ucapnya menahan amarah.

Suasana hening sejenak, hanya terdengar beberapa brankar yang di dorong oleh beberapa perawat IGD menuju ruang rawat inap.

"Sebenarnya...aku sama Sekar gak pernah melakukan hubungan layaknya suami istri, Di." Ungkap Galang membuat Ardi menoleh refleks kepadanya.

"Apa?!" tanya Ardi dengan wajah tak mengerti.

Galang tampak menundukkan kepalanya sejenak lalu kembali menatap lurus.

"Aku sama sekali tidak mengenal Sekar. Aku nikahin dia karena keinginan terakhir ibu, sebenernya...aku sama sekali tidak pernah menyimpan rasa sama dia. Aku juga nggak terlalu ngerti apa itu pernikahan tanpa landasan cinta." Ungkapnya jujur.

Ardi diam seribu bahasa, kedua bola matanya menatap sahabatnya lama.

Galang menoleh dan menatap Ardi lalu tersenyum ketir, "itulah alasannya kenapa aku tidak ngundang anak-anak IBS pas pernikahan kami. Waktu itu, aku mengucap ijab saat ibuku lagi di ujung kematian Di."

Ardi hampir menahan napas mendengar penjelasan sahabatnya. Memang benar, ada kecurigaan tentang pernikahan Galang yang sama sekali tidak memberitahunya. Terlebih, Galang ini sangat sulit untuk membuka hatinya setelah kejadian beberapa tahun silam.

Ardi menghela napas, lalu menatap lurus ke luar jendela besar.

"Apa istrimu itu tahu tentang masa lalumu, Lang?"

Galang menoleh ke arah Ardi. "Tidak, dan aku harap dia sama sekali tidak mengetahui kehidupan gagalku."

"Apa kamu masih mengharapkan Arin? Hingga akhirnya kamu nikahin anak orang karena sebuah wasiat ibumu?" tanya Ardi.

Galang menunduk, "ini semua gak ada hubungannya dengan Arin, Di. Semuanya udah berlalu."

Ardi terkekeh kecil, "Sekar itu istri sahmu sekarang. Tidak perduli kamu suka atau tidak sama dia, tapi satu hal yang pasti. Gosip para tetangga itu bisa menghancurkan mentalnya, aku sering mendengar keluhan para pasutri yang konsul buat program hamil."

Galang menelan ludahnya sendiri.

"Kamu tinggal gauli aja istrimu, Lang." Celetuk Ardi.

"Nggak bisa, Di. Aku takut..."

Ardi menyerobot, "menurut gue, Sekar itu perempuan baik-baik. Dia rela menjadi istri kamu saat ibumu memintanya, mungkin saja...saat dia memutuskan menikah dengan ada pertimbangan bergejolak. Aku dengar, dokter Arif itu mantan tunangannya." Ucap Ardi, "Melisa yang bicara, sebenarnya aku gak sengaja nguping."

Galang diam, pikirannya langsung terbang ke arah dimana sore hari ketika anak-anak IBS bersilaturahmi ke rumahnya. Melihat gelagat aneh antara Sekar dan Arif waktu itu, apakah ini jawabannya.

"Oh, aku juga curiga kalau mereka punya hubungan khusus." Kata Galang seraya menunduk, "yang aku takutkan, dia sama sekali tidak menaruh perasaan dan pada akhirnya pergi seperti yang sudah-sudah."

Hening.

Ingatan Galang tertuju pada seorang perempuan cantik, namanya Arini Wijaya Kusuma. Seorang dokter anestesi yang saat itu bekerja di rumah sakit yang sama saat di Bandung. Ketika dirinya sedang mengejar gelar profesor ia memiliki janji kepada wanita pujaannya. Ia akan melamar Arini jika gelar profesor sudah ia dapatkan, hanya saja harapan tidak selalu berjalan lancar.

Fitnah yang ditujukan kepadanya oleh seniornya, membuat ia kehilangan harapan. Bukan hanya harapan, namun nama baik, integritas, dan juga cinta sekaligus membuat ia menjadi bulan-bulanan sejawatnya disana. Orang tua Arini yang sebagai direktur rumah sakit merasa kecewa dan Galang bak orang pengecut memilih menghilang dari Bandung.

Bertahun-tahun menata hatinya, bertahun-tahun menyembuhkan lukanya sendirian hingga akhirnya ia bergelar menjadi dokter spesialis anestesi yang cerdas. Tapi tidak untuk kembali menjemput cintanya yang sudah berkabar jika wanita pujaannya itu menikahi senior pembimbingnya yang telah memfitnah dirinya.

"Jangan samakan Sekar dengan Arini, Lang. Mereka berbeda, perlahan mungkin kamu juga akan merasakan takut kehilangan istrimu itu. Karena menurutku, cinta itu datang seiring kita bersama dengan seseorang." Ucap Ardi seraya memegang pundak sahabatnya.

Tak jauh dari mereka berdiri, Melisa yang awalnya hendak pergi ke ruang radiologi mendadak merapatkan tubuh rampingnya di dinding dekat tangga darurat. Mendengar semua percakapan yang ternyata pernikahan Galang tidak berlandaskan cinta.

🍁🍁🍁

Jauh dari rumah sakit, Sekar tengah menyapu halaman rumah sore itu. Sesekali menatap langit yang gelap karena mendung, bahkan sesekali ia mendengar guntur yang memekakkan telinganya.

Jujur saja, wanita itu sangat menyukai hujan. Namun membenci guntur, ia akan memilih diam di pojokan. Mungkin karena trauma masa kecilnya.

Saat itu Sekar berusia lima tahun, pulang dari sekolah bersama teman-temannya. Hujan turun deras menyelimuti kota Bogor waktu itu, Sekar kecil memilih berteduh di bawah kolong jembatan sembari memeluk dirinya sendiri. Takut karena guntur terus menggelegar, menangis sendirian.

Dan untungnya, seorang wanita bersama suaminya menemukan dirinya yang sudah kedinginan. Badannya panas, mereka membawanya ke rumah sakit dan entah bagaimana caranya mereka bisa menghubungi pihak panti asuhan.

Sejak itulah, ia mengenal ibunya Galang. Wanita bak malaikat itu menyekolahkan dirinya, membiayai kuliahnya meskipun mereka tidak memilih untuk mengadopsinya. Namun ia sangat bersyukur karena Bu Rahman telah menemukan dirinya di bawah kolong jembatan dengan keadaan yang amat sangat menakutkan.

"Maaf," gumamnya dalam hati ketika dirinya mengingat kejadian kemarin pagi.

"Neng Sekar!"

Sekar menoleh ke arah pagar rumah, sosok teh Emi tampak tersenyum hangat.

"Udah baikan? Aku dengar dari A Galang tadi pagi kamu sakit, ya?" tanyanya.

Sekar tersenyum, "Alhamdulillah teh, sini masuk."

Teh Emi membuka pagar besi tersebut, lalu melangkah masuk ke halaman rumah luas dengan di penuhi rumput negeri yang di potong rapi.

"Kemarin...maaf, tapi kamu jangan takut. Teteh udah lawan Bu RT, jadi kalau ada apa-apa bilang aja sama teteh, ya." Ucap teh Emi seraya meraih jemari Sekar dan menggenggamnya.

"Makasih teh, harusnya aku gak ambil hati ucapan Bu RT kemarin pagi." Ungkap Sekar.

"Halah, wajar aja kalau kita marah. Lagian si Bu Dian itu gak ada sopan-sopannya, mentang-mentang dia istri RT. Dia mah iri aja sama kamu neng, dulu tuh Bu Dian ngarep banget besanan sama Bu Rahman. Bahkan si Devi itu... anaknya Bu Dian ngejar-ngejar A Galang mulu. Tenang aja, lagian Neng Sekar kan udah jadi istri sahnya A Galang, mantu pilihan almarhum keluarga Rahman." Cerocos teh Emi membuat Sekar kembali tersenyum.

Suara deru mobil membuat Sekar melongo, tumben sekali suaminya itu pulang di jam segini.

"Itu mobilnya A Galang ya?" tanya teh Emi.

Sekar mengangguk, "iya."

"Kalau gitu, teteh pamit. Lain kali saja teteh ceritanya, takutnya suamimu mau istirahat." Ucapnya seraya pergi ke arah pagar besi.

🍁🍁🍁

Bersambung...

1
Gemuruh riuh
kiw, mulai ada rasa nih
Gemuruh riuh
awas aja kalo tiba-tiba jadi asing
Gemuruh riuh
cie cie 🤭
Gemuruh riuh
yu Galang Pepet terus istrimu! jangan sampe di ambil mantan nya😭
Gemuruh riuh
cie cie mulai gombal, pasti di ajarin Ardi nih🤣🤭
Gemuruh riuh
ah baru aja mau gosip🤣
Gemuruh riuh
Ardi ini tipe rusuh banget 🤭
Gemuruh riuh
iya sih rata-rata kenapa ya suka padanya kapan hamil, seolah pertanyaan itu tuh udah biasa
Gemuruh riuh
waduh 😲
Gemuruh riuh
Galang berantem yuk🫵
Gemuruh riuh
Bu Dian ini tipe tetangga kalau nurunin kulkas langsung kepanasan
Gemuruh riuh
nih orang blak-blakan banget 😭🤣
Alia Chans
Jleb😯😯
falea sezi
lanjut bkin cerai aja dah laki. bloon bgt dikira istrimu g ada yg suka apa
falea sezi
istrimu di gondol pebinor kapok lu lang😒 jd suami cuek bgt🤣 arif uda siap tuh nrima janda mu🤣
falea sezi
🤣kampret di prank
falea sezi
😍 ganteng amat dokternya aduhh
🍀 YEHPPEE 🍀: silahkan di pilih kak😁
total 1 replies
Gemuruh riuh
ih Galang jahat banget mulutmu! awas aja nanti-nanti nelen ludah sendiri
Gemuruh riuh
wkwkwkw teh Emi lucu nih, jangan sampe Sekar satu circle sama teh emi🤣
Gemuruh riuh
Jangan-jangan Sekar putus sama dokter Arif gara-gara milih nikah sama Galang ya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!