NovelToon NovelToon
JERAT CINTA GADIS 80 KILOGRAM

JERAT CINTA GADIS 80 KILOGRAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Annisa Chairil

Tujuh tahun lalu, Prasetyo— seorang idola kampus—meninggalkan Indah Naraya Prameswari, gadis bertubuh 80 kilogram yang diam-diam menjadi kekasihnya. Dengan ucapan menyakitkan, ia bilang hubungan itu cuma main-main, lalu pergi ke luar negeri tanpa pamit seolah tak pernah ada apa-apa.

Kini takdir mempertemukan mereka lagi.
Indah sudah berubah total. Kini ia dikenal sebagai Nayara, wanita cantik nan langsing, ibu dari Clara prameswari, panggilan Lala, anak perempuan yang mengidap penyakit jantung bawaan. Ironisnya, dokter yang menangani putrinya ternyata adalah Dr. Prasetyo, dokter spesialis bedah jantung pindahan dari Amerika.

Prasetyo sama sekali tidak mengenali wanita di hadapannya. Sementara Nayara, terpaksa menahan luka lama dan berpura-pura tak kenal, demi keselamatan dan masa depan anaknya.

Sampai kapan rahasia ini bisa disembunyikan? Yuk ikutin kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Chairil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INP & PRAS

...🌻HAPPY READING🌻...

...***...

"Siapa nama lengkapnya?"

"Indah Nayara Prameswari, Bos."

"Benjamin Surya adalah nama yang tercatat sebagai suami Bu Nayara. Namun... pria itu telah meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal lima tahun yang lalu. Pada dokumen kependudukan yang asli, namanya sudah tidak tercantum lagi di dalam Kartu Keluarga."

Penjelasan yang disampaikan David sehari sebelum kejadian yang menimpa Nayara itu, terus berputar di benak Prasetyo, seolah menjadi beban baru yang tak kunjung hilang.

"Bu Nayara sengaja menggunakan salinan Kartu Keluarga lama saat melamar pekerjaan, dengan alasan agar lebih nyaman dalam menjalani aktivitasnya di kantor. Sedangkan untuk keperluan sekolah Lala, ia selalu menggunakan data yang sebenarnya tanpa ada rekayasa apa pun."

Malam semakin merambat, Prasetyo masih duduk terpaku di kursi kedai mie pangsit itu.

Tangannya perlahan menyentuh ukiran yang tergores rapi di badan pulpen tua yang sudah bertahun-tahun ia simpan. Di sana tertulis jelas, INP & Pras.

Jari-jarinya bergerak mengikuti lekukan huruf itu, seolah sedang menyelusuri potongan masa lalu yang lama sudah terkubur.

"INP... Indah Nayara Prameswari... Tidak kusangka... ternyata kamu benar-benar dia. Wanita yang selama ini berusaha aku lupakan, sekaligus yang tanpa sadar terus aku cari. Dan ternyata kamu berada sangat dekat denganku."

Dada Prasetyo terasa sesak, namun di saat yang sama ada rasa lega yang bercampur haru. Semalaman ia merutuki kebodohannya, karena tidak mengenalinya.

Tadi, saat mereka berhadapan, ia sudah sangat ingin mengungkapkan semuanya. Ia ingin memaksa Nayara mengakui bahwa ia adalah Indah—wanita yang pernah mengisi hari-harinya, sekaligus wanita yang ia permainkan lalu ia tinggalkan.

Namun melihat betapa mati-matiannya wanita itu menutupi identitasnya, betapa ia berusaha membangun tembok tinggi di antara mereka, Prasetyo akhirnya menahan diri sekuat tenaga.

Ia sadar, setiap orang punya alasan untuk bersembunyi. Tidak perlu terburu-buru menilai atau memaksa seseorang mengungkapkan jati dirinya.

Indah menutupi masa lalu bukan karena berdosa, tapi karena ingin melindungi diri sendiri dan orang yang paling dia cintai, anaknya.

Ia pun sadar, memaksakan kebenaran saat ini hanya akan membuat jarak di antara mereka semakin lebar. Ia berjanji dalam hatinya, akan menebus segala kesalahannya di masa lalu dengan caranya sendiri.

Pelukan yang ia rentangkan tadi bukan sekadar pertolongan biasa. Di dalamnya tersimpan kerinduan yang telah terpendam selama tujuh tahun. Ada luapan perasaan yang selama ini selalu ia coba tolak, namun tak mampu ia hilangkan.

Yang terpenting sekarang—wanita yang gemetar ketakutan di dalam dekapannya itu, adalah sosok yang selama bertahun-tahun ini selalu ada di pikirannya. Dan sekarang, wanita ini ada dalam jangkauan matanya.

Waktu memang tidak selalu mengubah hakikat hati. Meski penampilan bisa berubah, masa lalu bisa terpendam, dan nama bisa disembunyikan, tapi perasaan yang tulus seringkali tetap tinggal di dasar hati sekalipun tak diakui. Ia menunggu waktu yang tepat untuk muncul kembali.

Setidaknya itulah yang dirasakan Pras selama ini. Entah itu saat menjadi Indah, seorang gadis berbobot 80 kilogram, ataupun Nayara, seorang wanita dewasa dengan tubuh proporsional, Pras meyakini bahwa rasa untuknya masih ada dan terlihat jelas dari sorot mata sayu itu.

Tanpa sadar, Prasetyo beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari kedai. Ia membiarkan mobilnya terparkir begitu saja, sementara kakinya berjalan pelan seolah memiliki arahnya sendiri. Dan tanpa ia sadari, kaki panjangnya itu telah membawanya sampai di depan halaman rumah Nayara.

Matanya menatap lekat ke arah jendela di lantai atas—yang ia duga adalah kamar Nayara. Cahaya lampu di sana masih terang, memancarkan kehangatan di tengah dinginnya angin malam.

Hatinya ikut menghangat saat dari balik gorden terlihat siluet pergerakan seseorang. Namun beberapa saat kemudian, cahaya itu perlahan padam, menandakan penghuninya telah beristirahat.

Prasetyo berdiri diam di sana cukup lama, seolah enggan pergi, sebelum akhirnya memutar tubuhnya dan melangkah pergi ke tempat dimana mobilnya terparkir dan berlalu menuju jalan pulang.

Sementara itu di dalam kamar lantai atas yang ternyata adalah kamar Lala, Nayara yang baru saja beranjak dari tempat tidur untuk memeriksa jendela, tanpa sengaja melihat sosok yang berdiri di pinggir jalan.

Jantungnya berdebar kencang saat mengenali siluet itu—Prasetyo. Ia tampak menatap ke arah rumahnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

Tatapan mata itu— seolah itu adalah campuran antara kerinduan, keraguan, dan kesedihan yang mendalam.

Dengan cepat Nayara berusaha mematikan harapannya, secepat ia mematikan lampu kamar. Ia lalu kembali mendekat ke jendela dan mengintip dari balik celah gorden yang tipis. Ia melihat Prasetyo perlahan berbalik dan menghilang di kegelapan malam.

Pras... apa yang sebenarnya kamu rasakan? Bukannya kamu sendiri yang dulu berkata tidak menyukaiku, yang meninggalkanku dan pergi begitu saja? Lalu apa arti tatapan itu? Mengapa kamu punya tatapan itu? Mengapa matamu bertingkah seolah kamu sedang sangat merindukan kami?

Ia berbalik menghadap tempat tidur di mana Lala terlelap nyenyak. Dengan lembut ia merapikan selimut yang menutupi tubuh putrinya, lalu mengusap rambut anak itu dengan penuh kasih sayang.

Setelah operasi Lala berhasil dan ia sembuh, aku akan bawa dia pergi dari sini. Kami tidak akan mengganggumu. Aku akan membiarkanmu hidup tenang, dan hanya akan mengingatmu sebagai dokter yang telah menyelamatkan nyawa putriku. Dan saat itu, jalanilah hidupmu dengan baik. 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...BERSAMBUNG ...

**Pras udah tau ya guys. Cuma dia masih menahan diri, takut kabur kalau Nay tau.

Like dan komentar ya. Maaciww 🥰🥰

1
Filan
janda gpp dong
Filan
dia udah nebak?
Filan
emang jualan?
Filan
gemuk juga indah doang
Filan
sebelum ketemu juga udah niat nolak dia
RosMa🌹🌹🌹
ternyata Pras udah tahu🥰🥰🥰🥰
-Thiea-
bisa aja kang modus.
-Thiea-
suaminya pergi ke surga Pras. tapi gak papa, biar si Pras ovt terus 😁
FB tpq
Baru tau nama panjangnya
FB tpq
masih aja dipegang itu pena
FB tpq
masuk akal juga
FB tpq
tuh kan sudah tau prasnya
Mega Siregar
aduh lala, kenapa nelpon praz?
kan kasihan ibumu yang berjuang keras menjauh dari orang yang tidak menghargai ibumu🤦🏻‍♀️
Xlyzy
Lala dia nyaman sama Pras secara tidak langsung dia sebenarnya Lala merasakan sosok ayah di Pras
Xlyzy
ga salah sih dia berfikir seperti itu
Mega Siregar
pasti nyuap, kalo engga... bagaimana bisa serobot antrean? 🤔
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
benih-benih cinta sudah tumbuh/Silent/
Miu.Nuha
dikira pergi kabur tak bertnggungjwb kali ya 😆
Miu.Nuha
blm tau to pras kalo suami nayara meninggoy 🙃
Filan
jangan kasar-kasar bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!