NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Andara

Cinta Untuk Andara

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Dipaksa pamannya menikah setelah lulus SMA, kehidupan Andara yang sudah yatim piatu tidak menjadi lebih baik.



Setelah difitnah sudah tidak perawan, dituduh berzinah saat hamil setelah 3 bulan menikah, Andara menjadi janda di usia sembilanbelas tahun.



Penderitaan tidak berhenti di situ, rumah peninggalan orangtua Andara diambil paksa oleh keluarga Irfan, mantan suaminya dengan alasan melunasi hutang-hutang orangtua dan paman Andara.



Dikucilkan karena dianggap aib dan pembawa sial membuat Andara memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta dalam keadaan hamil.




Bagaimana kehidupan Andara selanjutnya ?



Apakah nasib Andara bisa berubah setelah bertemu dengan bayi Lily yang kehilangan ibunya saat ia dilahirkan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Keduanya duduk berhadapan di sebuah cafe yang lebih berkelas dan terbilang sepi dibandingkan tempat sebelumnya.

Meski sempat shock, Andara sudah bisa kembali menguasai diri sedangkan Baskara malah canggung namun tidak ada tanda-tanda menyesal atau berniat menarik ucapannya.

“Bapak nggak salah minum obat kan ?” Andara memicingkan mata, menatap lekat pria yang baru saja mengajaknya nikah.

“Tidak !”

Andara tertawa kecil. “Saya tidak menyangka bisa masuk nominasi pemeran utama wanita dalam drama yang bapak buat.”

Sebelum menjawab Baskara meraih gelas air putih dan meneguknya sampai hampir habis.

“Karena dari semua perempuan yang aku kenal, baru kamu yang berani melawan mama dan tidak peduli soal uang.”

“Tolong dikoreksi ! Saya bukannya melawan nyonya Deswita tapi mengatakan kebenaran dan mempertahankan hak saya !”

“Ya…ya…ya..” Baskara ferkekeh sambil mengangguk-nagguk.

Cara bicara Andara kelihatan lucu, persis seperti anak kecil yang sedang mengoceh.

“Dan masalah uang, bukannya saya tidak peduli tapi saya hanya meminta apa yang menjadi hak saya. Hidup di Jakarta agak sulit kalau tidak punya uang.”

“Hhhhmm….” Baskara mengangguk-angguk dan mulai lebih rileks.

“Saya bersedia menjalani peran apapun kecuali pernikahan sekalipun pura-pura,” ujar Andara dengan suara lebih pelan.

“Aku akan membayar mahal.”

Wajah Andara langsung cemberut membuat Baskara tertawa pelan,

“Bukan masalah bayarannya tapi saya tidak mau mengulang kejadian yang sama. Saya ingin mencari uang untuk sekolah lagi bukan sekedar jadi istri chaebol yang kerjanya menguras air mata.”

Baskara terkekeh. “Sepertinya otakmu sudah jadi korban drama korea.”

Andara mengerjapkan mata, wajahnya terlihat serius tapi Baskara malah mengalihkan perhatiannya.

“Lagipula saya tidak berminat jadi istri pria tua seperti bapak biarpun hanya sandiwara,” cibir Andara.

“Pria tua ?” Baskara melotot sambil menunjuk dirinya sendiri. “Usiaku baru tigapuluh dua dan wajahku kelihatan masih duapuluh lima.”

Andara langsung bergaya seperti orang ingin muntah.

“Orang yang bilang begitu pasti melihat bapak dari puncak gunung Merapi.”

Baskara pura-pura kesal padahal hatinya terhibur dengan cara bicara dan ekspresi Andara.

“Kita menikah dan kamu bisa lanjut kuliah. Aku akan mengurus semuanya, kamu boleh bebas memilih mau sekolah dimana.”

Andara terdiam, hatinya mulai tergoda dengan tawaran Baskara.

“Selain itu aku akan menuntaskan masalah mantan suamimu sampai ke akar-akarnya jadi bukan cuma dia tapi keluarganya dan keluargamu tidak akan menganggumu selamanya.”

“Bapak yakin ?” Andara menyipitkan mata.

“Aku selalu menepati janjiku !”

“Syaratnya ?”

“Menikah denganku !”

Andara menarik satu sudut bibirnya. “Setelah tinggal di Jakarta saya belajar kalau tidak ada yang gratis di dunia ini jadi selain nikah pura-pura, bapak pasti punya syarat tambahan.”

“Anak pintar,” ledek Baskara sambil tersenyum smirk dibalas dengan cebiran.

“Mainkan peranmu seperti istri sungguhan di depan orangtuaku dan kapan pun aku membutuhkanmu sebagai pendamping, kamu tidak boleh menolak.”

“Hhhhhmmmm…..” Andara mengerutkan dahi, berpikir sebelum menjawab.

“Sebagai istri sungguhan berarti aku bebas melakukan sentuhan fisik kapan pun dan dimana pun bila perlu.”

“Sentuhan fisik seperti apa ?” Andara menaikkan sebelah alisnya.

“Ya seperti menggandeng, merangkul bahkan bila diperlukan mencium.”

Andara langsung melotot. “Mana bisa begitu ! Kalau seperti itu sudah pasti bapak yang menang banyak dan saya sangat dirugikan.”

“Rugi bagaimana ? Biaya sekolahmu hanyalah bonus. Setiap bulan aku tetap memberikan uang jajan.”

“Saya keberatan masalah ciuman.”

“Kalau begitu aku akan memberikan tambahan bila sampai itu terjadi.”

Kepala Andara langsung menggeleng. “Saya memang butuh uang tapi kalau setiap ciuman bapak memberikan tambahan rasanya saya seperti PSK.”

Baskara menautkan kedua alisnya. “Aku tidak menganggapnya begitu.”

“Sekarang bapak bisa bilang begitu tapi tidak ada yang bisa menjamin ke depannya akan tetap sama.”

Baskara meraih cangkir kopinya, meneguk perlahan sambil berpikir.

“Oke aku akan menghapus masalah ciuman tapi kita harus tidur satu kamar supaya lebih mudah saling mengenal satu sama lain.”

“Kita bisa saling….”

“Tidak bisa ! Mama punya seribu jebakan untuk mencari kebenaran dan kamu terlalu bodoh untuk memahaminya.”

Andara kembali melotot. “Kalau memang saya perepuan bodoh kenapa bapak malah mengajak saya jadi istri pura-pura ?”

Baskara malah tertawa. “Aku ralat, bukan bodoh tapi polos.”

Andara berdecak sebal dan wajahnya berubah masam.

“Lalu bagaimana dengan Daisy dan Lily ?”

“Aku akan menyerahkan mereka pada ayah kandungnya.”

“Siapa ?” Andara tidak bisa menahan rasa ingin tahu nya.

“Aku akan menceritakan semuanya setelah kita jadi suami istri.”

“Saya harus tahu dulu sebelum mengambil keputusan !”

Baskara menggeleng, menghabiskan kopinya dan beranjak.

“Habiskan minumanmu ! Aku antar pulang.”

Andara berdecak sebal, buru-buru meneguk minumannya lalu menyusul Baskara yang sudah keluar. Tanpa disuruh, Andara langsung masuk dan duduk di kursi depan.

Baskara sempat geleng-geleng kepala namun bibirnya menyunggingkan senyuman tipis.

“Dimana rumahmu ?”

“Tidak usah mengantar saya pulang, tolong turunkan saya di halte busway terdekat.”

“Kenapa aku tidak boleh mengantarmu ?” Baskara mengangkat sebelah alisnya, tatapannya penuh curiga.

“Jangan-jangan kalian sudah tinggal satu rumah ?”

“Kalian ?”

“Iya, kamu dan kakak dokter itu.”

“Lidah bapak alergi banget menyebut nama pak Dani ?” sindir Andara sambil tertawa.

“Jadi benar ?”

“Belum jadi suami sudah cemburuan,” cibir Andara di sela tawanya.

“Cckk jangan terlalu ge-er !”

“Biasanya orang yang tidak pakai logika artinya cemburu,” balas Andara.

“Mana mungkin saya tinggal serumah dengan pak Dani. Alasan saya langsung bersedia ikut bapak karena ingin kabur dari situasi yang canggung.”

“Bukan karena kamu suka padanya ?”

“Dasar pria tua ! Baru dua tiga jam yang lalu saya bicara, sekarang sudah lupa lagi !”

Kali ini Baskara langsung kesal karena dipanggil pria tua !

“Sekali lagi kamu berani memanggilku seperti itu, akan aku buat dirimu jadi istriku tanpa bayaran sepeser pun !”

“Aaawww takut !” Andara pura-pura bergidik lalu tergelak. “Muka bapak jadi tambah tua lima kali lipat.”

Mendadak mobil berhenti hingga kepala Andara membentur dashboard di depannya.

“Aaawww !”

“Tidak usah pura-pura sakit !” ejek Baskara.

Wajah Andara sudah berubah cemberut, bibirnya sampai mengerucut.

“Belum jadi suami sudah KDRT !”

“Lebay !” cebik Baskara.

Sambil mendengus kesal, Andara melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu.

“Tunggu !” Baskara menahan lengannya. “Aku beri waktu 3 hari untuk berpikir !”

“Kalau lebih berarti penawaran otomatis batal kan ?”

“Kita bertemu 3 hari lagi !”

“Nggg….”

“Sepertinya busway tujuanmu sudah hampir tiba,” potong Baskara sambil melirik ke spion kanannya.

Andara menghela nafas namun ia turun juga dari mobil dan langsung menutup pintunya.

“3 hari lagi aku pasti akan mendatangimu jadi jangan pura-pura lupa !” ujar Baskara dari dalam mobil dan sebelum Andara menjawab, pria itu sudah pergi sambil menutup jendela.

Kenapa aku selalu dipertemukan dengan laki-laki egois, ingin menang sendiri dan sok berkuasa ?

1
Baretta
Terima kasih Kak Evi Lusiana 😊😊
Evi Lusiana
mampur thor,awal yg menyedihkan smoga andara sgra mnemukan kebahagiaan,semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!