NovelToon NovelToon
VENA - AIR YANG MATI

VENA - AIR YANG MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Fantasi
Popularitas:147
Nilai: 5
Nama Author: Catnonimous

Aris hanyalah seorang petugas instalasi pipa bawah tanah yang dibayar murah untuk melakukan pekerjaan kotor yang dihindari semua orang. Namun, upah rendahnya tidak sebanding dengan apa yang ia temukan.
Seekor tikus yang berubah setelah meminum tetesan air dari pipa.
Tubuhnya mengeras lalu meledak tapi sisa tubuhnya masih bisa bergerak.
Apakah benar hanya tetesan air itu yang membuat tikus itu berubah?
Bagaimana dengan manusia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Catnonimous, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Warisan kelam Hindenburg dan Weidenfeller

Setelah sesi makan yang tegang itu berakhir, Dr. Stela menoleh ke arah Axel. "Axel, bawa Aris dan Liora ke ruangan yang lebih layak untuk beristirahat. Jangan biarkan tamu-tamu kita merasa kecewa," perintahnya dengan nada lembut namun penuh wibawa.

Axel segera berdiri. "Baik, Bu." Ia memberi isyarat kepada Aris dan Liora untuk mengikutinya, dikawal oleh dua orang penjaga. Namun, saat Liora baru saja hendak melangkah, Stela menahan lengannya.

"Liora, ada yang ingin aku bicarakan secara sebentar," ujar Stela.

Aris sempat menoleh dengan cemas, namun Axel mendorong bahunya agar terus berjalan. Liora pun terpaksa kembali duduk, berhadapan langsung dengan wanita yang baru saja bangkit dari tidurnya selama puluhan tahun itu.

...----------------...

Masih di ruang makan, ruangan itu telah sepi, Stela menatap Liora dengan dalam. "Nama belakangmu... Weidenfeller. Hmmm.. menarik."

"kamu tahu siapa Weidenfeller?" tanya Stela.

Liora tampak bingung. "Saya hanya tahu sedikit tentang keluarga saya. Yang saya tahu, kakek saya adalah seorang arsitek tata kota. Dia yang merancang hampir delapan puluh lima persen infrastruktur kota ini di masa lalu."

Stela tersenyum tipis. "Aku tahu. Aku tidak memungkiri itu. Keluarga Weidenfeller dulunya adalah keluarga yang sangat pintar dan terpandang. Apakah kau mengenal kakekmu dengan baik?"

"Namanya Williams Weidenfeller," jawab Liora singkat sambil mengangguk.

"Williams..." Stela mengulang nama itu seolah sedang memutar kembali memori lama. "Sayang sekali, keluarga Weidenfeller terlalu kaku terhadap perubahan. Mereka sulit diatur. Awalnya, aku punya prinsip yang sama dengannya. Tapi melihat dunia saat itu, aku sadar bahwa dunia butuh sosok yang bisa mengatur, bahkan menguasai semuanya, mulai dari kota kecil ini menuju sesuatu yang jauh lebih besar."

Liora memberanikan diri untuk bertanya. "Lalu, Axel? Kenapa dia melakukan semua ini?"

Stela menarik napas panjang. "Axel? Dia sebenarnya bukan anak kandungku. Dia adalah orang yang terobsesi dengan program ini. Dia membawaku ke bunker ini setelah seluruh keluarganya mati karena mengikuti proyek gagal itu. Mereka semua secara sukarela menjadi bahan percobaan, termasuk kakekmu, William Weidenfeller, yang menjadi saksi di sana. Saat itu, aku hanyalah seorang pengawas medis."

Liora terkejut mendengar nama kakeknya terlibat dalam eksperimen semacam itu. "Kenapa Anda bisa menjadi seperti sekarang? Maksud saya... sesuatu yang bisa keluar seperti itu?"

"Semua ini karena Axel," jawab Stela dingin. "Dia berjanji akan membawakan dunia baru untukku setelah keluarganya habis. Dia terlalu bodoh dan nekat. Bertahun-tahun dia mencari sampel gagal dari proyek tahun 1980. Akhirnya dia menemukan air liur dari salah satu korban dan menyuntikkannya ke tubuhku."

Liora menyela dengan suara gemetar, "Arsip yang kami temukan... arsip itu?"

"Iya, arsip itu adalah tulisanku," Stela menyambung. "Setelah disuntikkan, aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku seperti tertidur sangat lama sampai akhirnya aku bangun hari ini dan merasa sangat kuat. Tubuhku ternyata bereaksi positif dengan air liur itu. Itu yang membuatku tidak lagi menjadi manusia biasa."

Liora terdiam. Ia tidak bisa mencerna semua perkataan Stela yang terdengar gila, namun fakta di depan matanya seperti sesuatu yang muncul dari tangannya dan kekuatan Stela membuktikan bahwa semua itu benar adanya. Dunia yang ia kenal selama ini ternyata memiliki rahasia yang sangat mengerikan.

Stela kemudian berdiri, mengisyaratkan bahwa pembicaraan mereka sudah selesai. "Pergilah. Istirahatlah." Ia memanggil seorang penjaga dan menyuruhnya mengantarkan Liora ke ruangan yang sama dengan Aris. Liora berjalan keluar dengan pikiran yang jauh lebih berat daripada sebelumnya.

...----------------...

Liora melangkah masuk ke dalam ruangan baru mereka dengan bahu yang lemas. Begitu pintu besi dikunci dari luar, ia langsung menyapa Aris yang sudah duduk menunggu di tepi tempat tidur.

"Aris..." panggil Liora pelan.

Aris segera berdiri dan menghampirinya. "Apa yang terjadi? Apa yang dia bicarakan denganmu?"

Liora menarik napas panjang,

Mencoba menenangkan diri. "Stela tahu siapa keluargaku, Aris. Dia tahu tentang kakekku, Williams Weidenfeller. Ternyata kakekku dulu adalah saksi dalam proyek itu." Liora terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Dan sebenarnya... aku pernah membaca artikel tentang Dr. Stela Hindenburg. Aku tahu siapa dia."

Mendengar itu, wajah Aris berubah. Matanya membelalak kaget. "Apa? Kamu sudah tahu tentang dia? Kenapa kamu tidak cerita sejak awal?"

Aris mundur selangkah, raut wajahnya menunjukkan rasa kecewa yang mendalam. Ia merasa dikhianati. "Kalau dari awal kamu jujur, kita tidak perlu capek mencari tahu ini-itu. Kita tidak perlu repot jadi relawan dan terjebak disini! Kita kan bisa langsung lapor ke polisi, Liora!"

Liora memegang tangan Aris, mencoba menjelaskan. "Maafkan aku, Aris. Aku benar-benar minta maaf. Aku tahu nama itu, tapi aku tidak pernah menyangka kalau semua ini akan mengarah langsung ke sosok Stela yang asli. Aku bahkan tidak menyangka akan berhadapan langsung dengan orang yang dulu hanya aku lihat di arsip kakekku."

Aris tertunduk lesu, melepaskan pegangan tangan Liora. Emosinya campur aduk antara lelah dan marah. "Lalu sekarang apa? Apa yang harus kita lakukan? Kita terjebak di sini dengan wanita yang bukan lagi manusia."

Liora tidak menjawab. Ia hanya bisa ikut melamun, menatap lantai beton yang dingin dengan perasaan bersalah. Keheningan yang menyesakkan menyelimuti mereka berdua.

Aris akhirnya mengembuskan napas panjang dan berjalan ke arah sofa di sudut ruangan. Ia merebahkan tubuhnya di sana tanpa menatap Liora lagi. "Lebih baik kita istirahat," gumamnya dingin. "Mungkin besok akan ada kejutan lain lagi, selain kejutan darimu hari ini."

Liora hanya bisa menatap punggung Aris dengan rasa kecewa pada dirinya sendiri. Ia berjalan perlahan menuju tempat tidur dan berbaring, mencoba memejamkan mata di tengah rasa takut dan hubungan mereka yang kini mulai retak. Di bawah tanah yang sunyi ini, kepercayaan mereka sedang diuji.

...----------------...

Sementara itu malam di lokasi bekas pabrik yang sebelumnya di tempati Cahyadi, terasa sangat berbeda sekali. Hanya suara jangkrik yang terdengar di antara reruntuhan bangunan yang dulu menjadi tempat bernaung Cahyadi, Surya, dan Dodi. Di tengah reruntuhan itu, terdapat kubangan air raksasa akibat amblasan tanah yang dalam. Airnya hitam pekat, tenang, dan dikelilingi garis polisi yang masih melintang di antara puing-beton.

Dua orang polisi berjaga di sebuah pos darurat kecil tak jauh dari bibir kubangan. Mereka sesekali menyesap kopi untuk mengusir kantuk dan dinginnya udara malam.

Tiba-tiba, suara letupan kecil terdengar dari tengah kubangan. Gelembung-gelembung udara muncul ke permukaan, awalnya hanya satu, lalu menjadi beberapa titik yang menyebar. Salah satu polisi menyadari keganjilan itu. Ia mengambil senter besar dan menyorotkan cahayanya ke tengah air yang tenang. Namun, cahaya senter itu tidak menangkap apa pun selain pantulan air yang gelap.

"Apa itu?," gumam polisi itu sebelum mematikan senternya.

"Paling kodok atau apa," ucap rekannya dan kembali mereka berbincang lagi.

Begitu cahaya senter padam, suasana berubah drastis. Dari dasar air yang gelap, satu per satu kepala manusia muncul ke permukaan. Bukan hanya satu atau dua, tapi puluhan.

Dalam kegelapan malam, pemandangan itu sangat mengerikan.

Ada sosok dengan mata yang sudah pecah dan mengalirkan cairan hitam, ada yang rahangnya patah hingga menganga lebar dengan lidah yang menjulur kaku. Tubuh-tubuh itu perlahan merangkak naik ke daratan. Kondisi mereka sangat tidak wajar; beberapa dari mereka menyeret kaki yang sudah patah tulang hingga menonjol keluar kulit, pakaian mereka yang sobek-sobek basah kuyup oleh lumpur bercampur darah yang sudah mengental.

Di barisan depan dan tengah nampak sosok Cahyadi, Dodi, dan Surya. Tubuh Cahyadi tampak bengkok dengan bahu yang miring tidak alami, wajah Dodi hancur sebelah hingga memperlihatkan tengkoraknya, sementara Surya berjalan menyeret kakinya yang patah, dengan tangan yang jarinya tinggal beberapa. Mereka semua bukan lagi manusia, melainkan gumpalan daging yang digerakkan oleh sesuatu yang jahat.

Mereka berjalan sangat pelan, nyaris tanpa suara, mendekati pos penjagaan. Salah satu dari mereka yang bertubuh tinggi menjangkau dan memegang pundak polisi yang sedang membelakangi kubangan. Saat polisi itu berbalik dengan maksud menegur rekannya, ia langsung mematung melihat wajah hancur di depannya.

Dalam sekejap, puluhan sosok itu mengerubungi kedua polisi tersebut. Suara teriakan dan minta tolong pecah di tengah kesunyian malam, namun segera tenggelam oleh suara robekan daging dan geraman lapar.

Kengerian yang sebenarnya terjadi saat mereka mulai memangsa. Setiap bagian tubuh polisi yang mereka makan secara ajaib memberikan reaksi pada tubuh mereka yang rusak. Jaringan daging yang membusuk perlahan merapat, tulang yang patah mulai menyatu kembali, dan luka-luka terbuka mereka tertutup secara kasar saat mereka melakukan regenerasi instan melalui nutrisi dari daging segar tersebut.

Malam itu, di bekas pabrik yang sunyi, sesuatu yang mengerikan telah naik ke permukaan.

Mereka semua berpencar dan yang di takutkan adalah menuju pusat kota, karena semakin rusak kondisi mereka semakin lapar dan ganasnya mereka.

...****************...

1
Anak_misterius😑
bagus novel nya👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!