NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Stela di bawa paksa anak buah tuan Aditama, awalnya Stela melawan dan tidak ingin ikut dengan anak buah tuan Aditama, namun Stela kalah tenaga. Walau melawan dengan sekuat tenaga pun tidak akan pernah bisa lepas dari cengkraman tangan para anak buahnya.

Dengan rasa kesal di dadanya, Stela akhirnya ikut dengan mereka, Stela di paksa masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan rumah Stela.

Papahnya Stela hanya bisa menahan nafas melihat putrinya di perlakukan dengan kasar oleh anak buah tuan Aditama, Namun dirinya tidak bisa berbuat apa apa karena jika melawan pun percuma. Papah nya Stela tidak ingin hidup miskin itulah sebabnya lebih baik mengorbankan anak gadis nya dari pada kehilangan saham terbesar di dalam perusahaan nya.

Mamahnya Stela yang sejak tadi berada di dalam rumah baru mengetahui kalau anaknya di bawa paksa anak buah tuan Aditama. Melihat papahnya hanya diam saja membuat mamahnya marah.

"Pah, kenapa kamu diam saja, kamu tidak lihat anak kamu di bawa paksa seperti itu. Apa juga kesalahan Stela sampai di bawa paksa? "

"Anakmu sudah tidak bisa di atur, dan dia sudah membuat kesalahan yang fatal dengan tuan Aditama, papah tidak bisa menolong nya. "

"Kenapa tidak bisa menolongnya pah. Dia anak kita satu satunya. " ujar mamanya Stela dengan air mata yang terus keluar.

"Kalau papah menolong anak yang tidak tahu di Untung itu, maka siap siap saja kamu jadi gembel di jalanan. "

"Maksudnya pah? ".

" Maksudnya tuan Aditama akan menarik semua saham yang ada di perusahaan papah, dia akan menagih hutang beserta bunganya , masih untung tuan Aditama masih berbaik hati setelah Stela membuatnya marah dengan kehamilan Stela. " papahnya Stela segera masuk ke dalam rumah, karena tidak ingin menjadi tontonan orang orang yang lewat di depan rumah.

Mamahnya Stela mengikuti suaminya masuk ke dalam rumahnya, Dirinya juga tidak ingin kalau sampai tuan Aditama menarik saham nya dari perusahaan yang di pimpin suaminya.

Bisa hilang pamornya di depan teman teman sosialita nya kalau sampai jatuh miskin.

"Biarkan sajalah Stela di bawa tuan Aditama, setidaknya membuat ku tidak kehilangan uang, dan tidak akan di rusuh lagi oleh Stela., dasar anak tak tahu di untung, sudah bagus juga kita asuh dari kecil, eh sudah besar bukannya memberikan harta yang banyak malah membuat kehancuran perusahaan. "

Stela yang melihat ke dua orang tuanya tidak melakukan apapun untuk menolongnya, hanya bisa menangis, meratapi nasib, mengapa mereka hanya diam saja.

"Lihat papah dan mamah kamu, keduanya tidak ada yang peduli sama kamu karena kamu hanyalah anak pungut yang diambil dari jalan, makanya mereka diam saja karena takut sahamnya di ambil lagi oleh tuan Aditama. " ucapan salah satu anak buahnya tuan Aditama.

Kemudian Stela di pakaikan penutup mata agar tidak dapat melihat jalan yang bakal mereka lalui nanti.

Hati Stela sangat tersayat dengan kenyataan yang ada, papah mamahnya yang selama ini sangat memanjakan dirinya ternyata orang tua yang sudah mengangkatnya dari jalanan.

"Apa mereka tidak ada cinta sedikitpun yang tersisa untuk ku hanya untuk sekedar menyelamatkan diriku dari amukan tuan Aditama." Bathin Stela.

Mobil terus berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan tuan Aditama,, hingga sampailah mereka di sebuah rumah yang terlihat sangat tidak terurus, banyak pohon liar yang menutupi tembok rumah tersebut.

"Ayo turun, jangan manja. " perintah Jhon.

"Iya sebentar, kakiku terasa sangat sakit. " Ujar Stela.

"Jangan banyak alasan. Cepat turun. " bentak Jhon kembali.

"Bagaimana aku bisa turun, mataku saja kamu tutup, kalau mau cepat kamu buka dulu tutup mata ini. "

Bukannya membuka penutup mata yang di pakai Stela, Jhon semakin menyeret Stela turun dari mobil. Dengan susah payah, akhirnya Stela bisa turun juga dari mobil.

Stela tidak tahu dimana posisinya saat ini, yang Stela tahu saat ini sedang ada di sebuah bangunan besar, karena saat masuk tadi terdengar suara derit gerbang yang berkarat, dan juga suara pintu besar yang di buka.

Bau lembab terasa saat memasuki gerbang, namun saat memasuki rumah, terasa sedikit ada aroma yang nyaman.

Stela di masukan ke dalam sebuah ruangan seperti kamar, lalu penutup mata Stela di buka. Matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang menerpa penglihatan nya.

"Di mana aku? " tanya Stela.

Di kamar tersebut ada sebuah kasur yang terlihat dari bahan kapuk, yang sudah lusuh dengan bantal yang juga sama lusuh nya.

"Sudah jangan banyak tanya, kamu diam saja di sini, nanti akan ada yang menemani kamu." bentak anak yah Jhon.

Stela di tinggal di dalam ruangan yang cukup sempit, di ujung ruangan Stela melihat seorang wanita sedang duduk memeluk lututnya, wajah wanita itu tampak pucat dengan banyak bekas luka. Stela.

"Ka kamu bukankah kamu karyawan toko itu? " tanya Stela dengan rasa takut.

Dian mengangkat wajahnya mendengar suara yang sangat dikenal nya. Matanya menatap Stela dengan penuh kebencian.

"Kamu kamu yang sudah menyeret ku ke dalam masalah, kenapa kamu harus melibatkan aku ke dalam. masalah kamu. Kenapa? " Dian menangis meratapi nasibnya.

"Kamu tahu, gara gara kamu aku di pecat dan ada di tempat busuk ini, dan ibuku sekarang sendirian menunggu kepulangan ku. "

"Loh kenapa kamu menyalahkan aku, bukankah saat itu kamu sudah menerima uang yang banyak dariku untuk pengobatan ibu kamu. Ingat itu. " Stela dengan kasar.

"Dasar jalang, kalau kamu di campakkan laki laki itu, artinya kamu sudah sangat buruk di matanya. "

Kedua nya adu mulut saling jambak hingga luka luka. Suara pintu terbuka membuat keduanya berhenti saling cakar.

"Berhenti, kalian sedang apa, siapa yang menyuruh kalian bertengkar? " Jhon bertolak pinggang.

"Dia yang mulai. " tunjuk Dian.

"Justru jalang itu yang mulai menjambak rambutku. " Stela tidak kalah sengit.

"Dasar wanita sundel, kamu sendiri yang mulai malah kamu sudut kan aku. " Dian tidak kalah beringas nya.

"Kalian berdua akan aku berikan lawan yang seimbang kalau kalian tetap bertengkar. " ucapan Jhon.

"Apa maksud kamu. "

"Tunggu saja, lebih baik kalian diam, sebentar lagi tuan datang. " perintah Jhon.

Terdengar langkah seseorang yang semakin lama semakin dekat dengan kamar itu. Tuan Aditama mendekat ke arah mereka.

"Sudah cukup kalian saling jambak, atau kurang, kalau kurang akan aku tambah agar wajah kalian tambah jelek. "

"Tuan mohon lepaskan aku, bukankah selama kita berhubungan baik dan hampir saja saya jadi menantu anda tuan? " tanya Stela

"Untung saja kamu tidak menjadi menantu saya, bisa hancur reputasi saya kalau memiliki menantu seperti kamu. " ujar tuan Aditama tegas.

...****************...

1
Seishiro Nagi
seru
tia
lanjut thor
tia
dobel up thor
tia
dobel update thor
Nadia salma: Besok othor usahakan double up
total 1 replies
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!