NovelToon NovelToon
Chef And The Doctor

Chef And The Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Komedi / Enemy to Lovers
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.

Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?

Generasi ke delapan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden

Arletta menatap Jeff dengan perasaan campur aduk. Dia sempat menertawakan Daisy yang dirayu oleh dokter Lucky dengan lagu KLa Project. Tapi sekarang? Dia ditembak Jeff dengan lagu favoritnya!

"Ba ... bagaimana kamu bisa tahu lagu ini?" bisik Arletta bingung.

"Well, aku berbuat curang sebenarnya. Aku bertanya pada Howard playlist kamu. Ternyata kamu suka lagu jadul ya?" senyum Jeff.

"Dan kamu menyanyikan lagu favorit aku buat menembak aku?" tanya Arletta.

"Ya. Aku tahu kamu gadis yang sulit tapi bukan pria yang mudah menyerah. Apapun aku lakukan agar kamu mau menerima aku," jawab Jeff.

"Termasuk terjun ke sungai Thames?" tanya Arletta tanpa ekspresi.

"Duh, kasihan pasien aku kalau dokternya bunuh diri," senyum Jeff. "Tidak Letta, meskipun apapun aku lakukan untukmu tapi tetap logika aku pakai."

"Touché," ucap Arletta.

"Jadi ... apa kamu menerima aku?" tanya Jeff.

"Hanya karena kamu nyanyi Nickelback?"

"Kata-katanya mewakili perasaan aku, Arletta. Aku sengaja dua Minggu ini tidak menghubungi kamu agar aku meyakinkan diriku apakah aku suka padamu hanya emosi sesaat atau memang suka sama kamu. Ternyata aku ... tidak bisa melupakan kamu." Jeff menggenggam tangan Arletta.

"Jeff ... aku ...." Arletta menghela napas panjang. "Aku ...."

"Masih belum yakin?"

Arletta mengangguk. "Aku kan tidak punya bayangan akan ada pasangan."

Jeff tersenyum maklum. "Paham karena Kenneth juga bilang. Akan sulit meyakinkan kamu."

"Aku sudah bilang. Aku ingin live alone, aku tidak mau menikah karena menurut aku, being single is happy life. Aku suka hidup santai."

"Tidak apa-apa. Aku tidak memaksa kamu sekarang menerima aku. Tapi satu yang jelas, Letta. Aku sudah bilang kalau aku cinta kamu dan aku tetap setia padamu." Jeff menatap serius ke mata hazel Arletta.

"Apa?"

"Kamu tahu, aku tipe pria yang kalau sudah jatuh cinta dengan seorang wanita, maka aku akan setia padanya. Bahkan aku memilih selibat kan sejak tunangan aku meninggal. Kamu lah yang membuat aku bisa merasakan jatuh cinta lagi, Arletta."

Arletta mendengar cerita tentang Jeff dari Rasendriya Bianchi dan juga beberapa perawat disana. Jika hanya satu orang yang cerita, bisa jadi dia tidak percaya. Tapi ini Oom dan banyak orang.

"Bolehkah aku memikirkan semuanya dulu? Ini ... terlalu mendadak."

Jeff mengangguk. "Aku sepertinya ... kesemutan."

Arletta melongo dan terbahak saat melihat Jeff sedikit kesulitan bangun.

"Jeff, kau sudah tua!" gelak Arletta.

"Tapi aku masih keren kan?" senyum Jeff sambil duduk dan menepuk-nepuk kakinya yang semuanya.

"Masa? Sepupu pria aku banyak yang lebih keren darimu." Arletta mengerlingkan matanya.

"Kalau itu, aku tidak membantahnya," ujar Jeff.

"Maafkan aku Jeff. Aku masih harus menata hatiku dulu." Arletta menggenggam tangan Jeff.

"Aku tahu, Dan aku akan bersabar."

"Karena kamu sudah membayar cukup mahal untuk berkaraoke. Bagaimana jika kita menyanyi lagu favorit masing-masing?" Arletta mengambil mic nya dan mulai memilih lagu favoritnya.

Jeff melongo. "Astaga ... Metallica?"

"Why not?" Arletta langsung menyanyi lagu Enter The Sandman.

Jeff hanya tertawa melihat chef itu menyanyi ala rocker. "Astagaaa Arletta ... kamu penuh kejutan."

Sore hingga malam, keduanya menghabiskan waktu di karaoke dengan lagu-lagu favorit mereka.

***

Tiga Hari Kemudian

Arletta sedang mengendarai mobilnya ketika melihat seorang anak kecil tertabrak mobil tapi si pelaku memilih kabur. Arletta segera memarkirkan mobilnya dan meminta orang-orang membantu membawa bocah itu ke rumah sakit. Seorang petugas kebersihan menggendong bocah itu dan membawa ke dalam mobil Arletta.

Tanpa berpikir kena tilang, Arletta segera mengebut menuju Royal Hospital. Arletta memarkir sembarangan mobilnya dan berteriak minta tolong.

Para perawat dan dokter yang melihat seorang petugas kebersihan menggendong anak yang berlumuran darah, segera menangani. Jeff yang sedang memberikan laporan, melihat wajah panik Arletta, bergegas menghampirinya.

"Ada apa Letta?" tanya Jeff.

"Tolong! Anak ini tertabrak!" seru Arletta.

Jeff menoleh ke anak kecil yang di atas brankar, segera dibawa ke IGD oleh rekan sejawatnya.

"Jeff! Tolong!" pinta Arletta.

"Aku bantu juniorku dulu." Jeff pun berbalik ke arah ruang tindakan sementara Arletta menoleh ke pria tua yang membantunya.

"Terima kasih, Sir," ucap Arletta sopan.

"Sama-sama Chef Peterson. Saya berharap bocah itu akan baik-baik saja," senyum pria itu. "Oh, namaku Kevin. Aku sangat menyukai acara MasterChef Australia."

Arletta hendak bersalaman tapi Kevin baru sadar tangannya berlumuran darah jadi mereka membatalkan. Tak lama polisi pun datang dan Arletta serta Kevin, sama-sama memberikan keterangan. Arletta hanya diberikan peringatan karena mengebut. Chef cantik itu tidak ditilang karena darurat tapi diminta tidak mengulangi lagi.

Arletta memutuskan untuk menunggu di rumah sakit sampai kedua orang tua bocah itu datang. Entah alam sedang bercanda, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.

Polisi dan Kevin pun berpamitan sementara Arletta, tetap di ruang tunggu. Menanti dan ... menanti.

***

Hujan tipis masih turun di luar Royal Hospital, meninggalkan jejak basah di kaca besar ruang tunggu. Arletta duduk di kursi panjang, kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan. Matanya tak lepas dari pintu ruang tindakan yang sejak tadi tertutup rapat.

“Bertahan … ya, kamu harus bertahan …” gumamnya waktu itu, bahkan tanpa sadar air matanya jatuh.

Sekarang, ia hanya bisa menunggu. Pintu ruang tindakan tetap tertutup.

Arletta bangkit, berjalan mondar-mandir. Sesekali ia menoleh ke arah pintu, berharap Jeff muncul dengan wajah tenang seperti biasanya. Tapi tidak. Yang ada hanya suara langkah perawat berlalu-lalang dan bunyi alat medis dari dalam ruangan yang samar terdengar.

Ia berhenti, menatap pintu itu lagi.

“Jeff …” bisiknya pelan. "Ayo keluar. Kasih kabar."

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa takut, bukan hanya untuk bocah itu … tapi juga untuk Jeff. Karena ia tahu, jika kondisi anak itu kritis, Jeff pasti sedang berjuang mati-matian di dalam sana.

Tak lama, pintu akhirnya terbuka. Arletta langsung berdiri tegak. Mata hazel nya tampak cemas dan sedikit lega pria itu keluar.

Jeff keluar dengan masker yang diturunkan ke dagunya. Rambutnya sedikit berantakan, keringat terlihat di pelipisnya. Nafasnya berat, tanda bahwa ia benar-benar baru saja melewati sesuatu yang tidak mudah.

“Jeff!” Arletta mendekat cepat. “Bagaimana?”

Jeff tidak langsung menjawab dan menatap Arletta agak lama. Gadis itu tampak gusar.

"Jeff? Please, beritahu aku!"

“Dia masih hidup.”

Arletta langsung menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca. “Syukurlah …” suaranya nyaris pecah.

Jeff melanjutkan, lebih pelan, “Masih kritis… tapi kita berhasil stabilkan kondisinya untuk sementara.”

Arletta tanpa sadar meraih tangan Jeff, menggenggamnya erat. “Terima kasih …” ucapnya lirih. “Terima kasih karena kamu menyelamatkan dia …”

Jeff sedikit terdiam. Untuk sesaat, bukan kata-kata Arletta yang ia rasakan … tapi sentuhan itu. Hangat. Tulus. Penuh kepedulian.

Ia menatap tangan Arletta yang masih menggenggam tangannya, lalu kembali ke wajahnya.

“Kamu yang nolong dia pertama kali,” kata Jeff pelan. “Kalau kamu nggak bawa dia ke sini secepat itu … mungkin ceritanya beda.”

Arletta menggeleng cepat. “Aku cuma kebetulan lewat…”

Jeff sedikit tersenyum tipis. “Kadang… yang ‘kebetulan’ itu justru yang paling berarti.”

Arletta perlahan melepas genggamannya, tapi matanya tetap menatap Jeff dengan dalam.

“Jeff …” suaranya lembut, “tadi … aku takut.”

Jeff mengangkat alis sedikit.

“Takut?”

Arletta mengangguk. “Takut kehilangan anak itu dan …” dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan lebih pelan, "takut kamu kenapa-kenapa di dalam sana.”

Jeff terdiam. Hatinya menghangat dan seperti menemukan sumber kehidupan yang berbeda dengan kalimat sederhana Arletta.

“Aku baik-baik aja,” katanya pelan.

"Alhamdulillah. Jujur, aku tahu kamu seorang dokter yang tidak mudah menyerah."

Jeff terkekeh ringan. “Ya… kamu harus mulai terbiasa.”

Arletta langsung menatapnya tajam. "Apa maksudmu?"

"Bahwa punya pasangan seorang dokter itu, harus siap mental!" senyum Jeff yang mengulurkan tangannya dan memeluk pinggang Arletta.

"Dokter Clarke, apa maksudnya ini?" tanya Arletta dengan suara serak.

"Maksud aku, terima kasih kamu masih di sini karena kamu adalah sumber kekuatan aku di ruang operasi," bisik Jeff sambil mencium bibir Arletta tanpa mistletoe diatasnya.

***

Yuhuuu up malam yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Sayem Sayem
romantis ny Jeff baru ni ada cwo ngajak pacaran BNR dan tau tempat ny🖤🖤🖤
Sayem Sayem
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Jeff mani lierr pisan euy dokter KLH sm cheff yg bnyk teori absurd ny timbang dokter yg lemoeng
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Alhamdulillah... Semoga dengan kejadian ini menjadikan Letta merubah keputusannya untuk hidup sendiri..
Murti Puji Lestari
jepitan rambut bisa aja manfaatkan kesempatan dalam kesempitan buat curi ciuman
Elsa Fanie
wah Jeff udah mulai berani ini 🤔🤭🤭🤭, semoga d anak bisa melewati masa kritisnya dan selamat
amilia amel
alhamdulilah anak itu terselamatkan
semoga dengan kejadiannya ini Letta merubah keinginannya untuk hidup sendiri
awesome moment
kecemasan dan ketegangan yg menular jg...kelegaan yg menular setelahnya. jeff betul2 serius. tinggal letta yg menata hati😉
Meeta Baggio
Alhamdulillah anak itu selamat, meskibpun masih kritis. jd ikutan cemas dehh
Andriani Rahmi
tegang sekali aku... ikutan deg2an membacanya.... Jeff semoga Leta cepat2 berubah pikiran dan hatinya bisa menerimamu disisinya, berjalan berdampingan bersama.. oh sweet banget...
Lusy Aristiani
Jeff you're a great man and you deserve it ❤️❤️❤️❤️❤️
Elsa Fanie
wah restu sudah terlihat hilalnya nih jeff💪💪💪 LG pr tinggal yakinkan arletta ny j tuh🤭
SEPTI -
Kakak2 disini ada yg tau kl cerita Om Lucky di judul apa ya? Terima kasih bantuannya 🙏
Hana Reeves: Lucky Daisy dan The Buwono Family ( on going )
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
waahh kacau ni dokter Jeff. keknya Dok lucky jilid dua nihh🤩🤩
demira icha
knapa ya..koq krg sreg ama jepp... terlalu...maksa.. ??@$$@
awesome moment
jjjeeeeddddgggggeeeeeerrrrrrr...letta bingung, fesya dan scott jg shakira...happy
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Selalu seru dan tidak pernah mengecewakan, Yuk buruan dibaca, yakin gak akan nyesel😉
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Udah syahdu lho Letta, awas aja kalo Jeff kamu keplak🤣🤣
Andriani Rahmi
semangat Jeff, semoga usahamu mendapatkan hasil sesuai harapanmu 🫣🫣
Septi Lahat
aq lgsung cari lgu ni😅
amilia amel
Letta ditembak Jeff ☺️☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!