WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tiga empat
..."Jeff! Pakai bajumu dulu!" Sabrina kembali menutupi wajahnya. "Kenapa kamu suka sekali membuatku terkejut?"...
...Jeff tertawa kecil. Ia berjalan menghampiri Sabrina dan menarik tangan Sabrina agar tidak lagi menutupi wajahnya. ...
..."Kau masih malu? Padahal semalam kau terus memanggil namaku dan meraba-raba dadaku. Sabrina, kau tidak ingat?" goda Jeff membuat telinga Sabrina memerah....
..."Cukup! Jeff, hentikan itu." Sabrina memalingkan wajahnya yang sudah pasti memerah. Jeff bicara begitu vulgar dan tentu saja Sabrina malu....
...Jeff hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia pun mengajak Sabrina untuk sarapan dan akan mengantarkan gadis itu pulang nanti....
...***...
...Jeff sampai di rumah Sabrina pada pukul delapan pagi. Jeff berjalan di belakang Sabrina dan akan mengantarkan gadis itu sampai masuk ke dalam rumahnya. Jeff akan bertanggung jawab tentang Sabrina sekarang, ia takut jika Sabrina akan di perlakukan tidak baik nantinya....
..."Jeff, kamu pergilah. Tidak perlu mengantarkan aku ke dalam." Sabrina berhenti di depan pintu dan berbalik menatap Jeff di belakangnya....
...Jeff menggelengkan kepalanya. "Aku akan mengantarmu sampai dalam, kau adalah tanggungjawabku sekarang, Sabrina."...
..."Tapi aku sudah-"...
...Sabrina menghentikan perkataannya sebab mendengar suara pintu rumah itu di buka. Sabrina kembali berbalik dan ia terkejut saat melihat Gita dan Sherly sudah berdiri di depan pintu. Jeff juga melihat itu....
..."I-ibu," sapa Sabrina dengan nada yang bergetar. Ia semalaman tidak pulang dan sekarang juga pulang terlambat. Sudah pasti Gita akan mengamuk lagi....
...Gita menatap Sabrina dengan tatapan tajamnya....
...Kemudian pandangannya teralihkan saat menyadari ada kehadiran Jeff di sana....
..."Dari mana saja kamu?" tanya Gita dengan nada ketusnya....
...Jeff akan diam saja dan melihat bagaimana interaksi Gita dengan Sabrina....
..."A-aku- semalam aku menginap di hotel, Bu." Sabrina meremas kuat jarinya sendiri. Dia akan jujur karena berbohong pun sama saja....
...Gita bersedekap dada menatap Sabrina dari ujung rambut hingga kaki. "Oh, sekarang kerjanya double? Setelah kerja di bar, kamu kerja jadi wanita di atas ranjang, iya?!" sentak Gita penuh sindiran....
...Sabrina memejamkan matanya. Kali ini ia tidak membantah karena yang Gita katakan benar. Tapi itu bukan keinginan Sabrina, tetapi ketidaksengajaan yang di akibatkan karena Sabrina meminum minuman yang Sherly berikan....
..."Sudah aku bilang, Bu. Dia ini sekarang sudah lebih liar. Jangan heran lagi, wanita yang bekerja di bar sudah pasti melakukan itu."...
...Sabrina menggelengkan kepalanya. "Sherly, semalam kamu dan temanmu-"...
..."Jangan mengalihkan pembicaraan!" bantah Gita....
...Jeff di belakang Sabrina mengepalkan tangannya. Ia pun maju satu langkah dan memegang bahu Sabrina yang membuat Sabrina menoleh pada Jeff. "Masuklah dan istirahat, aku akan pergi dulu untuk mengurus beberapa pekerjaan."...
...Sabrina mengangguk pelan. "Terima kasih, Jeff. Hati-hati di jalan." Sabrina bernapas lega karena Jeff akan pergi. Karena ia tidak mau jika Jeff melihat bagaimana Gita akan menyiksanya nanti....
..."Siapa kau?" tanya Gita pada Jeff. Ia belum pernah melihat Jeff sebelumnya....
...Jeff hanya memperlihatkan wajah datarnya pada Gita dan Sherly. "Aku pergi dulu, Sabrina." Jeff mengusap kepala Sabrina. Ia bahkan sengaja tak menggubris pertanyaan Gita yang membuat wanita itu kesal....
..."Dimana sopan santun mu itu? Aku bertanya padamu dan kau malah mengabaikan ku!"...
...Sherly mengusap bahu Gita. "Sudahlah Bu, dia pasti pria yang semalam Sabrina layani. Jangan terlalu marah padanya karena dia, Sabrina bisa mendapatkan uang."...
...Sherly tersenyum mengejek....
...Jeff semakin mengepalkan tangannya. Namun ia tidak bisa membungkam mulut Gita dan Sherly hari ini. Jef sudah memiliki rencana sendiri. Tak ingin berlama-lama di sana, Jeff segera melenggang dari sana dan meninggalkan Sabrina....
... Jeff masuk ke dalam mobilnya yang memang di parkir tidak jauh dari sana. Tapi Jeff masih bisa melihat Sabrina dari dalam mobilnya....
..."Masuk!" Gita menarik tangan Sabrina dengan kasar....
...Sabrina meringis, apalagi bagian bawahnya masih terasa sedikit sakit dan sekarang Gita malah menyeretnya. Ia tidak tahu hukuman seperti apa lagi yang akan Sabrina dapatkan....
...Jeff mengepalkan tangannya melihat Sabrina yang di tarik paksa oleh Gita. Ia ingin kembali keluar, tetapi waktunya belum tepat. ...
...Jeff melihat ponselnya, ia sedang menunggu kabar dari Josh yang Jeff suruh agar pergi ke rumah Sabrina dengan beberapa anak buah lainnya....
..."Kenapa Josh lama sekali?!" Jeff memukul setir mobilnya....
...Sabrina di hempaskan ke sofa ruang tengah hingga kepalanya terbentur ke ujung meja. ...
...Sabrina meringis merasakan sakit di keningnya, ia merabanya dan Sabrina sudah tidak terkejut lagi saat darah keluar dari keningnya....
..."Dasar wanita murahan! Kau benar-benar menjadi seorang jalang sekarang?!" Gita melemparkan bantal sofa dengan keras pada Sabrina. "Aku tidak mengajarimu menjadi seorang jalang! Apa kau tidak malu?!"...
...Sherly tersenyum puas saat Sabrina hanya bisa diam dengan amukan Gita. Ia melihat tanda merah di leher Sabrina dan membuat Sherly semakin puas. Sudah pasti rencananya berhasil dan semalam Sabrina benar-benar kehilangan aset berharganya....
..."Bu, lihatlah lehernya." Sherly menunjuk leher Sabrina....
...Gita segera menarik rambut Sabrina untuk bisa melihat leher Sabrina. Dan ia pun semakin murka saat melihat beberapa tanda merah di sana....
..."Astaga! Sabrina, kau benar-benar memalukan! Berapa yang pria itu berikan padamu, hah?! Kau membuatku malu memiliki anak sepertimu!" Gita mendorong tubuh Sabrina hingga gadis itu terjungkal ke belakang....
...Tidak hanya itu, Gita kembali menarik tangannya agar Sabrina berdiri. "Dasar anak sialan!"...
...PLAKK...
...Gita mendaratkan satu tamparan keras yang membuat Sabrina memegangi pipinya yang memerah....
..."Aku menyesal memiliki anak sepertimu! Gara-gara dirimu, suamiku harus tiada! Dasar pembunuh! Jalang sialan! Aku akan membunuhmu sekarang juga, sialan!" Gita berjalan menuju meja dan mengambil sebuah vas bunga yang berukuran sedang....
...Sherly membulatkan matanya karena tahu jika Gita akan melemparkannya pada Sabrina. Namun ia malah tersenyum dan memang ini yang dia tunggu....
...Sabrina menutupi kepalanya saat melihat Gita berjalan ke arahnya dengan mengangkat vas bunga....
... Gita bersiap untuk melemparkan vas itu pada Sabrina, namun belum sempat ia lemparkannya vas itu sudah hancur....
...DOR...
aku suka
aku suka🥰