NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Zeus

Pagi harinya, cuaca dingin yang ekstrem menyeruak ke segala arah di luar sana, membekukan hamparan tanah Saint Petersburg dengan lapisan salju yang tebal. Namun, pemandangan beku itu sama sekali tidak memengaruhi atmosfer di dalam mansion milik Vlad. Bangunan megah tersebut sepertinya menggunakan banyak sistem penghangat ruangan canggih di setiap sudutnya. Di dalam mansion tidak terasa dingin sedikit pun, melainkan rasa hangat yang melingkupi kulit, seolah-olah benar-benar tidak ada badai salju yang sedang mengamuk di sekeliling mereka.

​Namun, kehangatan fasilitas mansion tidak mampu menenangkan gejolak di dalam tubuh Yorinka. Wanita itu kembali merasakan kontraksi pada perut buncitnya. Kali ini, kontraksinya terasa jauh lebih sering dan intens dari hari-hari sebelumnya, sebuah pertanda yang sangat jelas bahwa sang bayi mungkin sebentar lagi akan segera lahir ke dunia.

​Di ruang tengah, Yorinka duduk di sofa panjang sambil menangis tersedu-sedu. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang merona merah. Rasanya sesak dan menyakitkan, bukan hanya karena rasa mulas yang mendera rahimnya, melainkan karena rasa kecewa yang teramat sangat.

​"Dia berjanji padaku, bi... Zeus berkata jika dia akan datang sebelum aku melahirkan" isak Yorinka di sela-sela tangisnya, meremas gaun tidurnya dengan frustrasi

"Tapi lihat sekarang! Perutku sudah sangat sakit, dan dia bahkan tidak ada di sini. Dia telah membohongiku! Zeus seolah-olah membuangku dan anak ini di tempat terpencil ini!" isaknya kembali

​Bi Maria segera duduk di samping Yorinka, merangkul bahu wanita hamil itu dengan penuh kasih sayang dan kehangatan.

"Tenang, nyonya... Jangan berpikir yang tidak-tidak. Tuan Zeus tidak mungkin membuang anda. Beliau pasti sedang dalam perjalanan" bi Maria masih mencoba menenangkannya

​Sementara itu, Vlad, Muz, dan Bernaz tangan kanan Vlad yang biasanya bertubuh kaku dan berwajah dingin berdiri mengelilingi sofa, mencoba dengan berbagai cara untuk menenangkan Yorinka yang sejak siang tadi terus menangis tanpa henti.

​Selama Yorinka tinggal di sini, Vlad memang berubah menjadi jauh lebih cerewet dan banyak bicara dibanding biasanya. Pria yang dikenal sebagai dokter klan yang kejam dan manipulatif itu kini terlihat persis seperti seorang kakak laki-laki yang protektif, yang selalu mengomentari dan mengomeli semua apa yang Yorinka lakukan.

​"Yorinka, dengarkan aku! Berhenti menangis seperti bocah kehilangan permen" omel Vlad meskipun nada suaranya terdengar cemas

"Menangis histeris tidak akan mempercepat suamimu datang, yang ada justru membuat tekanan darahmu melonjak berbahaya bagi bayimu. Bernapaslah dengan teratur!" tambahnya

​Muz yang berdiri di samping Vlad ikut menimpali dengan nada hangat yang jarang dia tunjukkan pada orang lain.

"Benar, nyonya Yorinka. Saya sudah menyiapkan ruang persalinan di bawah pengawasan kami. Segala sesuatunya aman. Jangan biarkan stres menguasai anda" ucapnya lembut

​Bernaz, sang tangan kanan yang biasanya berdarah dingin saat mengeksekusi musuh, melangkah maju setapak dengan ekspresi kikuk namun berusaha bersikap lembut.

"Nyonya, jika anda mau, saya bisa memerintahkan pasukan garda depan untuk melacak koordinat jet pribadi tuan Zeus sekarang juga. Mohon jangan menangis lagi" tambah Bernaz

​Meskipun Vlad terus mengomeli Yorinka agar diam, dalam hatinya yang paling dalam, pria itu sebenarnya sangat mengerti perasaan cemas dan sensitif yang dialami wanita hamil tersebut. Di dalam benaknya, Vlad memaki kasar Zeus dengan segala sumpah serapah klan mafia. Vlad merutuki Zeus karena telah memberikan beban mental sebesar ini kepada istrinya, meskipun Vlad sendiri yang awalnya meminta agar Yorinka diungsikan sementara ke mansionnya di Rusia selama perang internal klan berlangsung.

​Tetapi, ini sudah terlalu lama.

Berdasarkan dokumen dan kabar intelijen terenkripsi yang diterima Vlad dua hari lalu, semua konflik berdarah di Eropa Barat sudah usai sepenuhnya. Pengkhianat telah dibasmi, dan faksi yang membangkang sudah dihancurkan. Jadi, apalagi yang sebenarnya Zeus tunggu sampai mengulur waktu untuk menjemput istrinya sendiri?.

​Sore harinya, setelah melewati serangkaian drama melelahkan dan tangisan panjang siang tadi, Yorinka akhirnya tertidur lelap karena kehabisan energi di kamarnya sendiri. Kamar itu begitu sunyi, hanya menyisakan suara embusan angin yang samar dari balik kaca jendela yang tebal.

​Dalam tidurnya yang separuh sadar, Yorinka tiba-tiba merasakan sebuah elusan lembut dan hangat mendarat di atas perut buncitnya. Sentuhan itu terasa begitu familiar dan menenangkan, bergerak memutar dengan ritme yang sangat teratur.

​Yorinka berpikir di dalam hatinya jika itu adalah bi Maria. Sebab, selama beberapa minggu terakhir, memang wanita tua itulah yang beberapa kali kerap mengelus perutnya dengan lembut untuk menenangkan sang bayi di dalam kandungan ketika mulai menendang terlalu aktif.

​Tetapi, lama-kelamaan Yorinka mulai merasakan keanehan. Elusan hangat itu tidak berhenti di perutnya, melainkan perlahan-lahan merayap semakin naik ke atas, melewati batas rusuknya, hingga mengarah tepat ke arah buah dadanya.

​Apakah ini hanya perasaannya saja? Ataukah dia sedang bermimpi buruk? batin Yorinka linglung. ​Yorinka seketika membuka matanya lebar-lebar saat merasakan sebuah remasan sensual yang cukup tegas mendarat di area sensitifnya tersebut. Tubuhnya menegang, namun rasa terkejutnya langsung berubah menjadi hantaman syok yang luar biasa saat melihat dengan jelas siapa sosok pria yang saat ini sedang duduk di tepi ranjangnya.

​Di depannya, ada Zeus. ​Pria itu mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing teratas terbuka, menatapnya dengan sepasang mata abu-abu baja yang kini berkilat penuh kerinduan. Sebuah senyuman nakal dan mesum terukir jelas di bibir tipisnya yang biasa mengeluarkan perintah kematian.

​Yorinka mengerjapkan matanya berulang kali. Jantungnya berdegup kencang.

"A-aku... aku pasti tengah bermimpi" gumamnya tak percaya

​Untuk memastikan hal itu, Yorinka mengangkat tangannya sendiri lalu mencubit pipinya berulang kali dengan keras hingga meringis kesakitan. Merasa rasa sakit itu benar-benar nyata, barulah Yorinka sadar sepenuhnya jika ini semua bukanlah bunga tidur. Pria kejam yang dirindukannya setengah mati itu kini benar-benar berada di hadapannya.

​"Kamu tidak sedang bermimpi, sayang" bisik Zeus,

Suaranya terdengar sangat manis dan hangat, berbanding terbalik dengan reputasinya di dunia luar. ​Tanpa berkata sepatah kata pun, air mata Yorinka kembali tumpah. Dia langsung bangkit dari posisi berbaringnya dan menghambur ke dalam pelukan Zeus. Yorinka memeluk leher pria itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zeus sambil menangis tersedu-sedu, seolah-olah sedang mengadukan seluruh penderitaan dan rasa mulas yang dialaminya seharian ini kepada sang suami.

​Zeus hanya bisa tersenyum hangat, membalas dekapan itu tak kalah erat. Tangan kekarnya mengelus rambut panjang Yorinka dengan penuh perasaan, sementara bibirnya mengecup kening dan puncak kepala istrinya berulang kali tanpa henti, melontarkan kata maaf yang tulus yang tidak akan pernah didengar oleh musuh-musuhnya.

​"Maafkan aku, sayang... Maafkan aku karena terlambat. Aku di sini sekarang" bisik Zeus lembut seolah menenangkan tubuh Yorinka yang masih bergetar karena sisa tangisan siang tadi

​Sebenarnya, siang tadi sebuah helikopter hitam milik klan Cyrillus telah mendarat dengan mulus di landasan pacu pribadi di halaman belakang mansion Vlad. Setibanya di sana, sebelum menemui istrinya, Zeus terlebih dahulu harus melakukan pertemuan dan obrolan yang sangat serius dengan Vlad di ruang kerja medis.

​Dalam pertemuan tertutup itu, mereka membahas tuntas soal eksekusi Barbara di ruang bawah tanah rahasia yang telah diselesaikan tanpa menyisakan bukti, serta memastikan bahwa pemindahan seluruh aset klan ke mansion baru yang memiliki sistem sensor radius jauh telah rampung seratus persen. Keamanan Eropa sudah berada di bawah kendali mutlak Zeus.

​Namun, tepat setelah urusan bisnis itu selesai dibahas, Zeus tidak menyangka jika dia harus menghadapi badai lain. Dia mendapatkan omelan yang sangat panjang dan tajam dari Vlad mengenai kondisi psikologis Yorinka yang tidak stabil akibat bawaan bayi dan rasa rindu.

​Vlad memarahi Zeus habis-habisan karena mengulur waktu terlalu lama hingga membuat istrinya menangis seharian karena merasa dibuang. Zeus benar-benar tidak menyangka jika tinggal bersama Yorinka selama dua bulan ini bisa membuat Vlad, yang biasanya sangat irit bicara dan dingin kepada siapa pun, berubah menjadi pria yang sangat cerewet dan banyak bicara. Sambil memeluk istrinya yang kini mulai tenang, Zeus tersenyum kecil di dalam hati, bisa dikatakan, wanita manis di dalam dekapannya ini memang memiliki kemampuan unik untuk membuat siapa pun di sekitarnya merasa pusing sekaligus menyayanginya di saat yang bersamaan.

🔪🔪🔪

Yeyyy.... Akhirnya mas mafia datang jug guys. Hayo siapa yang kangen keduanya?.

1
Jessica Xie
adoh mak
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
It's me Ri🥕: Wow... Bisa jadi, ditunggu kelanjutannya yaa🤭
total 1 replies
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!